5 Plugin Untuk Melindungi Konten Anda

5 Plugin Untuk Melindungi Konten Anda Dewaweb

 

Konten adalah salah satu alasan mengapa komunitas internet sangat hidup. Setiap harinya, jutaan konten dirilis di internet. Salah satu masalah yang sering muncul berkaitan dengan content marketing adalah pencurian konten. Plagiarism sudah menjadi masalah yang cukup serius di dunia internet. Anda pasti tahu betapa mudahnya seseorang mengambil konten dari berbagai website. Tinggal highlight tulisan yang mereka mau, klik kanan, dan copy semuanya. Mau mencuri gambar pun juga mudah. Tinggal klik kanan dan simpan gambarnya. Lalu mereka bisa menggunakan tulisan dan gambar tersebut di website mereka sendiri dan mengakuinya sebagai milik mereka.

Dalam beberapa waktu terakhir, melindungi konten website menjadi semakin populer. Salah satu media luar negeri, Inc ., baru-baru ini mengambil langkah untuk melindungi konten mereka dengan tidak memberi askes kepada pengunjung website yang belum mendaftarkan diri. Ini membuat konten mereka menjadi eksklusif serta membantu melindungi konten mereka dari penjiplakan dan spam.

Memang sekarang Anda tidak perlu khawatir karena algoritma Google membuat mesin pencari yang satu ini semakin pintar dalam mendeteksi siapa pemilik konten sebenarnya. Tetapi, tetap masih ada kemungkinan kalau pencuri konten Anda mendapat ranking yang lebih tinggi dari Anda di halaman hasil pencarian.

Sayangnya, belum ada cara yang benar-benar bisa membuat orang tidak berhasil mencuri konten Anda, tetapi masih ada cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat konten Anda lebih sulit untuk disalin. Di artikel ini, kami akan membahas beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi konten Anda. Tapi sebelum itu, mari kita bahas apa itu pencurian konten.

Konten Original dan SEO

Kami yakin Anda pasti sudah tahu bahwa konten yang original adalah faktor utama dan paling penting dalam SEO. Dengan konten yang original, diharapkan website Anda bisa mendapatkan banyak traffic, backlinks, dan tentunya pelanggan. Ini adalah salah satu alasan kenapa content marketing adalah strategi marketing yang sering dibilang sebagai strategi yang unggul dan berkelanjutan.

Google sendiri menilai originalitas sebuah konten sebagai alat ukur ranking di halaman hasil pencarian. Sebelumnya, banyak blog dan website yang berhasil mendapat ranking tinggi di halaman hasil pencarian dengan konten-konten jiplakan. Tetapi sekaran Google membuatnya menjadi lebih sulit.

Pada Februari 2011 lalu, Google merilis Google Panda yang digunakan untuk memantau konten-konten spam di Google Index dan memastikan bahwa konten menjadi lebih user-friendly. Sampai saat ini, Google masih terus mengupdate algoritmanya agar konten yang muncul di halaman pertama hasil pencarian adalah konten-konten original.

Metode Pencurian Konten

Ada banyak jenis pencurian konten yang sering dilakukan. Tetapi ada dua jenis pencurian konten yang paling sering terjadi, yaitu content scraping dan hotlinking.

Content Scraping

Kebanyakan pencurian konten menggunakan metode simple yaitu copy and paste untuk mencuri dan menjiplak konten dari website lain kemudian merilisnya di website mereka. Cara inilah yang disebut dengan istilah content scraping.

Banyak website yang melakukan ini dan banyak dari website-website ini yang mendapat ranking lebih tinggi di Google daripada website originalnya. Sebenarnya ini juga mudah dilakukan karena adanya beberapa tools yang bisa digunakan untuk melakukan automatic content scraping. Tetapi Anda tidak perlu khawatir karena sekarang sudah banyak tools yang bisa digunakan untuk menghindari content scraping. Kami akan membahas tools-tools ini di bawah.

Hotlinking

Hotlinking adalah menggunakan images, video, atau file yang dihosting dan diserve dari website lain di dalam konten Anda. Yang dimaksud disini, hotlinking adalah saat Anda tidak mengupload gambar, file, atau video tersebut ke website Anda dan menggunakan link dari website lain. Dengan begini, Anda menyajikan konten-konten ini kepada pengunjung website Anda dan orang lain membayar untuk space dan bandwidth konten tersebut di website mereka.

Website seperti YouTube, Instagram, Flickr, dan lain sebagainya akan memberi Anda izin untuk me-hotlink dengan memberi Anda kode embed sehingga Anda bisa menyajikan gambar, video, dan jenis konten lainnya ke website atau blog Anda. Ada juga website yang memperbolehkan Anda mengupload konten seperti gambar banner ke website mereka dan memberi Anda code HTML atau Javascript agar kontennya bisa Anda display di website Anda. Ini tidak termasuk dalam hotlinking pada pencurian konten.

Hotlinking baru bisa dibilang sebagai pencurian jika Anda menggunakan image dan data yang dihost di website lain pada konten Anda tanpa izin atau sepengetahuan pemilik konten.

Melacak Konten Anda yang Dijiplak

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melacak apakah ada orang yang menjiplak konten Anda dan menaruhnya di website mereka. Salah satu cara mudah dan gratis untuk melakukan ini adalah dengan memanfaatkan Google Alerts. Tool dari Google yang satu ini bisa membantu Anda melacak semua konten original Anda yang terindex oleh Google. Setiap konten Anda diambil dan diletakkan di website lain, Google akan mengirim alert atau peringatan.

Menggunakan Google Alerts

Google Alerts mengumpulkan hasil mesin pencari berdasarkan beberapa kriteria. Setelah mengumpulkan hasilnya, Google Alerts kemudian akan mengirimkan laporannya kepada Anda. Ini bisa membantu Anda melihat apa saja informasi yang tersebar di luar sana tentang perusahaan Anda, kepopuleran konten Anda, dan kompetisi potensial.

Anda tinggal kunjungi http://www.google.com/alerts atau ketik Google Alerts di halaman Google Anda.

Setelah itu masukkan kata kunci yang ingin Anda track di kolom yang disediakan. Setelah Anda mengetik kata kunci yang ingin Anda gunakan, akan muncul beberapa pilihan yang bisa Anda konfigurasi agar sesuai dengan kebutuhan Anda.

How often. Berapa sering Anda ingin mendapat laporan tentang kata kunci Anda? Anda memiliki pilihan As it happens (saat keyword Anda dimention), At most once a day (sehari sekali), atau At most once a week (seminggu sekali).

Sources . Anda bisa memilih jenis konten apa yang menyebutkan keyword Anda yang disertakan dalam laporan dari Google Alerts. Anda bisa memilih dari News, Blog, Web, Video, Books, Discussions, dan Finance.

Language. Anda bisa memilih dalam bahasa apa konten yang ingin Anda lacak.

Region. Pilihan ini memberi Anda kebebasan untuk menentukan dari region mana konten yang ingin Anda lacak.

How Many . Berapa banyak data yang ingin Anda dapatkan. Apakah hanya hasil-hasil yang bagus atau semua konten yang menyebutkan keyword yang Anda lacak.

Deliver to. Anda bisa memilih apakah Anda ingin laporan ini dikirimkan ke email Anda atau RSS Feed.

Jika Anda sudah mengedit semuanya agar sesuai dengan keinginan Anda, Anda tinggal klik Create Alert dan Anda tinggal menunggu alert dari Google.

Mencegah Pencurian dan Penjiplakan Konten

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah pencurian dan penjiplakan konten.

Memodifikasi file .htaccess website Anda

File .htaccess adalah file konfigurasi yang ada pada Apache Web Server. File .htaccess ini bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi software Apache Web Server untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan fungsi dan fitur tambahan dari yang ditawarkan oleh software Apache Web Server. Anda bisa mempelajari lebih dalam tentang file ini pada artikel kami mengenai .htaccess untuk WordPress .

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan dengan file .htaccess pada server Anda adalah melindungi konten Anda dari penjiplakan dan pencurian. Anda bisa menambahkan instruksi proteksi hotlink ke file .htaccess Anda agar website lain tidak menggunakan gambar atau konten Anda.

Untuk menghentikan hotlinking, Anda bisa memasukkan kode di bawah ini pada file .htaccess Anda:

RewriteEngine on

RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$

RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)example.com/.*$ [NC]

RewriteRule \.(gif|jpg|jpeg|bmp|zip|rar|mp3|flv|swf|xml|php|png|css|pdf)$ – [F]

Jangan lupa untuk mengganti example.com dengan URL website Anda.

Kalau Anda tidak mau mengutak-atik koding website atau file server, Anda bisa mencoba langkah berikut.

Menginstal plugin untuk mencegah pencurian dan penjiplakan konten

Bagi Anda pengguna WordPress, Anda bisa mencegah pencurian dan penjiplakan konten dengan mudah, yaitu melalui plugin. WordPress menyediakan beberapa plugin yang bisa Anda gunakan untuk mematikan fitur atau fungsi website Anda yang memperbolehkan pengambilan konten Anda dengan cara yang mudah.

Plugin untuk melindungi konten dari pencurian dan penjiplakan

Berikut adalah beberapa plugin yang bisa Anda gunakan untuk melindungi konten pada website WordPress Anda.

  1. Yoast SEO

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa ada plugin SEO yang satu ini di daftar ini?

Salah satu masalah yang paling umum dalam pencurian konten adalah auto-posting dan plugin yang merilis ulang postingan Anda di website lain tanpa atribut lainnya.

Plugin Yoast SEO ini memiliki fitur menu RSS yang akan membantu Anda menambahkan konten secara langsung ke atas dan bawah setiap postingan di RSS feed Anda. Apapun kontennya, akan ada kode khusus yang memungkinkan Anda menambahkan link atribusi ke RSS Feed Anda. Hal ini dilakukan agar setiap kali postingan Anda dipublikasikan, akan ada backlink ke website original dari konten tersebut diambil.

  1. WP-CopyProtect Plugin

Ini adalah plugin yang bagus untuk Anda yang sering mengalami pencurian konten. WP Copy Protect melindungi konten Anda dari pencurian dengan menon-aktifkan pilihan klik kanan di website Anda serta fitur Inspect Element di Google Chrome yang membuat bots sulit untuk mengcopy konten dari website atau blog Anda.

Dari keduanya, yang paling penting adalah menon-aktifkan klik kanan pada website Anda untuk mengunci konten serta coding pada website Anda. Anda juga tidak perlu khawatir dengan SEO website Anda karena plugin ini tidak akan mempengaruhi SEO website Anda. Search engine atau mesin pencari tetap akan bisa membaca dan meng-crawl website Anda dengan mudah.

  1. WP Content Copy Protection & No Right Click

Plugin WP Content Copy Protection & No Right Click akan melindungi blog post Anda dari di-copy dan bahkan dicuri oleh bots. Plugin ini akan melindungi Homepage, postingan website Anda, dan pages website Anda dengan beberapa teknik seperti JavaScript dan CSS.

Anda pasti tidak mau kan konten Anda dicuri dan dijiplak? Nah, plugin yang satu ini bisa menjadi satu all-in-one plugin proteksi konten untuk mencegah pencurian dan penjiplakan konten. Plugin yang satu ini juga tidak mempengaruhi SEO website Anda.

  1. Copyright Proof

Plugin Yoast SEO tidak dirancang khusus untuk mencegah pencurian konten, meskipun kami menemukan jalan keluar untuk menggunakannya untuk melindungi konten kami sampai batas tertentu. Nah, kalau plugin yang satu ini dibuat khusus untuk melindungi konten Anda, yaitu Plugin Copyright Proof.

Plugin yang satu ini memberi Anda stempel tanda tangan digital & cap waktu sertifikat pada setiap pos di situs web yang menggunakan plugin ini. Hal ini dapat membantu banyak dalam membuktikan kepemilikan.

Selain itu, ada banyak pilihan yang dapat disesuaikan untuk menyesuaikan plugin, seperti mengubah warna, ukuran dan banyak lagi sehingga sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. WP Content Copy Protection

Plugin ini cukup bagus. WP Content Copy Protection ini dapat melindungi konten Anda dari pencurian terutama dari orang-orang yang tidak tech-savvy. Karena plugin ini menonaktifkan penyalinan konten Anda baik dengan mouse atau kata kunci menggunakan ctrl + A, ctrl + C, dll.

Selain itu, WP Content Copy Protection juga melindungi foto Anda dengan menghapus URLnya. Ini menonaktifkan fitur krom seperti; memeriksa elemen (inspect element), kode sumber (source code) dan banyak lagi sehingga hampir tidak mungkin bagi bot untuk menyalin konten dari situs Anda.

Bagian yang terbaik adalah plugin ini bekerja di latar belakang dan tidak mempengaruhi SEO dengan cara apa pun. Ini adalah plugin sederhana. Jadi cukup download, install, dan itu saja. Plugin ini akan melakukan tugasnya yaitu melindungi konten Anda secara otomatis sehingga Anda tidak perlu melakukan pengaturan atau konfigurasi apapun.

Simpulan

Pencurian dan penjiplakan konten bukan sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja. Dari artikel ini, Anda bisa melihat bahwa sekarang, dengan banyaknya tools yang tersedia di internet, sangat mudah bagi pemilik website untuk melacak apakah ada orang yang mengambil konten mereka. Dengan begitu, Anda bisa melindungi konten Anda dari pihak-pihak yang ingin mengakui konten Anda sebagai milik mereka sendiri. Anda memang harus selalu berhati-hati karena di luar sana masih ada banyak orang yang tetap lebih senang mengambil konten milik orang lain daripada membuat konten mereka sendiri.

Di artikel ini, kami juga sudah memberi tahu Anda jenis-jenis pencurian konten yang paling sering terjadi. Diharapkan, Anda sekarang bisa melakukan tindakan perlindungan konten yang sesuai untuk menghindari penjiplakan dan pencurian konten.

Jika Anda ingin cara pencegahan yang mudah dan Anda menggunakan WordPress, Anda bisa memanfaatkan berbagai plugin yang disediakan oleh WordPress. Plugin-plugin yang sudah kami sebutkan di atas dapat membantu Anda untuk melindungi konten dan mencegah penjiplakan serta pencurian konten dari website Anda sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi. Tapi perlu diingat juga, jangan sampai Anda menginstal dan mengaktifkan terlalu banyak plugin. Plugin yang terlalu banyak pada suatu website dapat mempengaruhi kecepatan loading website . Anda pasti tidak mau website Anda menjadi lambat bukan?

Semoga artikel ini bisa membantu anda. Jika Anda tahu beberapa tools atau plugin atau tip bagus lainnya, Anda bisa menaruhnya di kolom komen di bawah!

Kamu ingin mendapatkan konten edukasi secara rutin dan gratis ? Yuk isi form dibawah 🙂

* indicates required
Jenis Konten Edukasi yang diinginkan: