Pentingnya Anti Malware Bagi Website di Indonesia

Istilah malware adalah sebuah singkatan dari malicious software. Malware sendiri adalah sebuah software yang dirancang dengan tujuan untuk membahayakan, menyusup, atau merusak sebuah komputer. Malware juga biasa didefinisikan sebagai kode berbahaya. Software ini bisa melumpuhkan atau mengganggu operasi sebuah sistem, memungkinkan hacker untuk mendapat akses ke informasi rahasia dan sensitif serta memata-matai komputer serta pemilik komputer itu sendiri.

Malware dibuat secara khusus agar tersembunyi sehingga mereka bisa tetap berada di dalam sebuah sistem untuk periode waktu tertentu tanpa sepengetahuan pemilik sistem tersebut. Biasanya, mereka menyamarkan diri menjadi program yang bersih.

Efek dari malicious software biasa jauh lebih berbahaya bagi corporates dibanding untuk personal user. Jika malware menyerang jaringan sistem Anda, mereka bisa menyebabkan kerusakan dan gangguan yang meluas, yang memerlukan upaya pemulihan ekstensif di dalam organisasi.

Malware dapat menginfeksi komputer dengan masuk melalui email, hasil download internet, dan program-program yang sudah terinfeksi.

Kebanyakan kejahatan komputer yang sering terjadi adalah pencurian informasi personal atau pembentukan sebuah backdoor ke komputer Anda dimana seseorang bisa mendapatkan akses ke komputer Anda tanpa sepengetahuan dan izin Anda. Software yang membantu orang-orang untuk melakukan hal-hal ini tanpa seizin Anda bisa dianggap sebagai malware.

Malware juga memiliki beberapa nama lain seperti badware dan di dokumen legal, malware lebih sering disebut sebagai computer contamination (kontaminasi sistem komputer). Sehingga apabila Anda melihat kata itu, itu hanyalah cara lain untuk menyebut malware.

Jenis-Jenis Malware

Menemukan kata yang dimulai dengan mal adalah tanda bahwa ada sesuatu yang buruk. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebanyakan ahli melihat istilah malware sebagai kontraksi dua kata – malicious software (perangkat lunak berbahaya). Kata itu memiliki konotasi buruk dengan konstruksi yang disengaja, namun psikologi sebenarnya dari malware sedikit kurang jelas.

Itu karena ada berbagai macam software berbahaya yang dapat Anda temukan dan hadapi, dengan jenis dan kategori ancaman baru muncul, apalagi di saat dunia bergerak menuju masa depan digital.

Sebuah penelitian menemukan bahwa jenis malware yang paling umum sekarang adalah Trojans dan worms, dengan virus mengalami penurunan dalam jumlah. Sementara itu di tahun ini, malware juga ditemukan sudah menargetkan mobile devices seperti smartphones dan tablets. Bahkan, ada malware yang sudah di pre-install di devicenya sendiri.

Lalu apa saja jenis-jenis Malware dan bagaimana mereka diklasifikasikan? Berikut adalah beberapa jenis malware.

  1. VIRUS

Virus sudah ada sejak lama. John von Neumann adalah orang pertama yang melakukan penelitian akademik mengenai teori replikasi diri program komputer pada tahun 1949. Contoh pertama virus, atau apa yang bisa diklasifikasikan sebagai virus, sudah dideteksi sejak tahun 70-an.

Karakteristik utama yang dimiliki sebuah software untuk memenuhi syarat sebagai virus adalah software yang mendorong untuk mereproduksi program di dalamanya. Ini berarti jenis malware ini akan mendistribusikan salinan programnya sendiri dengan cara apapun untuk menyebar.Ciri lain yang umum terjadi adalah mereka selalu tersembunyi di dalam sistem sehingga sulit untuk mendeteksi eksistensinya tanpa program keamanan khusus yang disebut antivirus.

Pada dasarnya, mereka datang tanpa diundang, bersembunyi di dalam sebuah sistem dan biasanya bekerja tanpa jejak yang jelas. Inilah yang membuat mereka sangat mematikan.

Mereka bersembunyi di dalam file komputer, dan komputer harus menjalankan file itu dengan kata lain, menjalankan kode itu, agar virus melakukan pekerjaan kotornya. Pada intinya, virus tidak lain hanyalah kode atau program menular yang menempel pada software lain dan biasanya memerlukan interaksi manusia untuk diperbanyak. Ini adalah bagaimana virus diklasifikasikan lebih lanjut, tergantung pada apakah mereka berada dalam binary executables, file data, atau di boot sector dari hard drive sistem tertentu.

2. WORMS

Ini adalah jenis malware yang menular. Worm adalah sebuah software mandiri yang bereplikasi tanpa menargetkan dan menginfeksi file tertentu yang sudah ada di komputer. Worms adalah sebuah program kecil yang mereplikasikan diri di dalam komputer untuk menghancurkan data-data yang ada di dalamnya. Mereka biasanya menargetkan file sistem operasi dan bekerja sampai drive mereka menjadi kosong.

Yang membedakan worms dari virus adalah cara kerjanya. Virus memasukkan diri mereka ke dalam file yang sudah ada sementara worms hanya masuk ke dalam komputernya.

Worms biasa muncul melalui email dan instant messages, dan mereka membatasi aktivitasnya dengan apa yang dapat mereka capai di dalam aplikasi yang membantu mereka bergerak. Mereka menggunakan jaringan komputer untuk menyebar, bergantung pada kegagalan keamanan di komputer target untuk mengaksesnya, dan menghapus data.

Banyak worms yang dirancang untuk menyebar dan tidak berusaha untuk mengubah sistem yang mereka lewati. Tetapi bahkan cara ini memiliki kemungkinan untuk menyebabkan gangguan besar dengan meningkatkan lalu lintas jaringan.

Contoh Worms adalah Melissa, Morris, Mydoom, Sasser, Blaster, and Myife.

  1. TROJAN HORSES

Trojan adalah sebuah program jahat yang menyamar menjadi sebuah program yang berguna bagi komputer Anda.Trojan disebarkan dengan menyamar menjadi software rutin yang membujuk user untuk menginstal program tersebut di PC mereka. Istilah ini sendiri berasal dari cerita Yunani kuno tentang sebuah kuda kayu yang digunakan untuk menyerang kota Troy secara diam-diam. Trojan horses di komputer juga menggunakan cara yang sama untuk menyerang komputer Anda.

Payload bisa apa saja, tapi biasanya berupa backdoor yang memungkinkan penyerang memiliki akses ilegal ke komputer yang terkena serangan. Trojan juga memberi penjahat cyber akses ke informasi personal pemilik komputer seperti IP address, password, dan detail akun bank. Mereka bisa digunakan untuk menginstal keyloggers yang bisa dengan mudah mengambil nama akun dan password atau data kartu kredit dan memberikannya kepada penjahat cyber. Kebanyakan serangan ransomware juga dilakukan menggunakan Trojan horse, dengan menjadi rumah bagi kode-kode berbahaya di dalam data yang sebenanya aman.

Trojans sekarang dianggap sebagai malware paling berbahaya, terutama trojans yang dirancang untuk mencuri informasi finansial pemilik komputer tersebut. Beberapa jenis Trojan yang berbahaya biasa memperkenalkan softwarenya sebagai antivirus, padahal software mereka malah membawa masalah ke komputer Anda.

Beberapa contoh Trojan horses adalah Magic Lantern, FinFisher, WARRIOR PRIDE, Netbus, Beast, Blackhole exploit kit, Gh0st RAT, Tiny Banker Trojan, Clickbot.A, dan Zeus. Selain itu, di tahun 2015, ditemukan sebuah malware untuk Android bernama Shedun yang memang menargetkan mobile devices.

  1. ROOTKITS

Rootkit adalah sebuah koleksi software yang dirancang khusus untuk memperbolehkan malware untuk mengumpulkan informasi. Jenis malware ini bekerja di balik layar sehingga pengguna komputer tidak akan curiga.

Software ini bekerja seperti backdoor untuk malware agar mereka bisa masuk dan mengganggu sistem komputer Anda. Rootkit banyak digunakan oleh hackers untuk menginfeksi sebuah sistem. Ini bisa diinstal secara otomatis atau diinstal oleh penyerang saat mereka mendapat hak administrator.

Cara mendeteksi rootkit tidaklah mudah karena jenis malware ini biasanya sering bisa menumbangkan software yang menempatkannya. Menghapus rootkit juga sama rumitnya dan dalam beberapa kasus hampir tidak mungkin, apalagi jika rootkit tinggal di dalam kernel sebuah sistem operasi. Menginstal ulang OS terkadang menjadi satu-satunya solusi untuk benar-benar menyingkirkan rootkit yang sudah advance.

  1. RANSOMWARE

Ransomware diidentifikasi sebagai jenis software berbahaya yang paling menghancurkan. Ransomware adalah salah satu malware yang paling advance dan terus meningkat akhir-akhir ini. Ransomware memblokir akses ke data korban, agar bisa mengancam untuk mempublikasikannya atau menghapusnya sampai uang tebusan dibayar. Lebih buruk lagi, tidak ada jaminan bahwa membayar uang tebusan akan mengembalikan akses ke data, atau mencegah penghapusan.

Jenis malware ini pada dasarnya menginfeksi sistem dari dalam, mengunci komputer dan membuatnya tidak berguna. Ransomware yang lebih sederhana dapat mengunci sistem yang mungkin sulit dibalikkan bagi kebanyakan orang, sementara ransomware yang lebih maju mengenkripsi file korban, membuat mereka tidak dapat diakses, dan menuntut pembayaran tebusan untuk mendekripsi file.

Serangan ransomware awalnya mendapat popularitas di Rusia, namun jenis penipuan ini sekarang semakin populer di dunia internasional. Mereka biasanya dilakukan dengan menggunakan Trojan yang dilengkapi dengan muatan yang disamarkan sebagai file yang sah.

Meskipun cara pemerasan digital ini telah digunakan sejak akhir 80-an, ini kembali menonjol pada akhir tahun 2013 dengan munculnya mata uang digital yang digunakan untuk mengumpulkan uang tebusan. Banyak vendor keamanan mengklasifikasikan ransomware menjadi ancaman cyber paling berbahaya – pendeteksian dan penghapusannya adalah proses yang rumit. Meskipun tersebar luas di platform PC, ransomware yang menargetkan sistem operasi mobile juga telah mengalami peningkatan.

Uang tebusan utama seperti Reveton, CryptoLocker, CryptoWall, dan baru-baru ini, serangan WannaCry 2017, tidak menyebabkan kehancuran kecil. Sementara Fusob, salah satu keluarga ransomware mobile yang paling banyak digunakan, telah menggunakan taktik menakut-nakuti untuk memeras orang untuk membayar uang tebusan.

  1. KEYLOGGERS

Keyloggers adalah software yang menyimpan semua informasi yang diketik dengan menggunakan keyboard. Keyloggers biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi yang dimasukkan dengan keyboard virtual dan device input lainnya, tetapi keyboard fisik memiliki resiko yang lebih besar akan malware jenis ini.

Keyloggers mengumpulkan informasi dan kemudian mengirimnya kepada penyerang. Penyerang kemudian akan mengeluarkan informasi sensitif seperti username dan password serta detail kartu kredit dari data-data yang dikumpulkan keyloggers.

  1. GRAYWARE

Grayware adalah sebuah istilah yang pertama kali muncul di tahun 2004. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan aplikasi dan files yang tidak diinginkan, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai malware, dapat memperburuk kinerja sebuah komputer dan menyebabkan risiko keamanan. Program-program ini berperilaku menyebalkan atau tidak diinginkan, dan paling buruk, mereka memantau sistem dan memberi tahu rumah melalui telepon.

Dua jenis grayware adalah adware dan spyware. Hampir semua software antivirus komersial yang tersedia bisa mendeteksi program-program yang kemungkinan besar tidak diinginkan. Mereka juga menawarkan mode terpisah untuk mendeteksi, mengkarantina, dan menghapus malware yang menampilkan advertisements atau iklan.

  • Adware

Meskipun software yang didukung iklan sekarang jauh lebih umum, dan dikenal sebagai adware di beberapa kalangan, kata tersebut telah dikaitkan dengan malware untuk beberapa lama. Meskipun adware bisa merujuk ke program apa saja yang didukung oleh iklan, biasanya malware tersebut menampilkan iklan dalam bentuk popup dan windows yang tidak bisa ditutup.

Ini mungkin adalah malware yang paling menguntungkan dan paling tidak berbahaya, dirancang dengan tujuan khusus menampilkan iklan di komputer Anda. Penggunaan adware semakin meningkat di ponsel, khususnya, dengan beberapa perusahaan China melakukan bundling dalam adware secara default di smartphone berbiaya rendah tertentu.

  • Spyware

Spyware, seperti namanya, adalah software yang selalu memata-matai Anda. Tujuan utamanya adalah untuk melacak aktivitas Internet Anda agar bisa mengirim adware. Spyware juga digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang organisasi tanpa sepengetahuan mereka, dan mengirimkan informasi tersebut ke entitas lain, tanpa persetujuan dari pemilik data.

  1. BACKDOORS

Sebuah backdoor di software atau sistem komputer pada umumnya merupakan portal yang tidak terdokumentasi yang memungkinkan administrator masuk ke sistem untuk melakukan troubleshoot atau melakukan perawatan. Tapi itu juga mengacu pada portal rahasia yang digunakan hacker dan agen intelijen untuk mendapatkan akses ilegal.

Sebuah backdoor memiliki banyak arti. Ini bisa merujuk pada sebuah titik akses yang sah yang tertanam dalam sistem atau program software untuk administrasi jarak jauh.

Umumnya backdoor jenis ini tidak terdokumentasi dan digunakan untuk pemeliharaan software atau sistem. Beberapa backdoors administratif dilindungi dengan username dan password hardcoded yang tidak dapat diubah; meskipun beberapa menggunakan kredensial yang bisa diubah. Seringkali, keberadaan backdoor tidak diketahui oleh pemilik sistem dan hanya diketahui oleh pembuat software. Built-in backdoorsadministrasi membuat kerentanan pada software atau sistem yang dapat digunakan penyusup untuk mendapatkan akses ke sistem atau data.

Penyerang juga bisa memasang backdoor sendiri pada sistem yang ditargetkan. Dengan melakukan itu, mereka bisa datang dan pergi sesuka mereka dan memberi mereka akses jarak jauh ke sistem. Malware yang terpasang pada sistem untuk tujuan ini sering disebut Trojan akses jarak jauh, atau RAT (remote access Trojan), dan dapat digunakan untuk menginstal malware lain di sistem atau mengekstrak data.

  1. ROGUE SECURITY SOFTWARE

Rogue Security Software, atau juga sering disebut sebagai rogue antimalware, adalah sebuah software yang terlihat seperti software bermanfaat dari perspektif keamanan, padahal tidak. Rogue Security Software menyamar sebagai software asli dan menyesatkan Anda untuk ikut serta dalam transaksi yang tidak benar. Dengan kata sederhana, tujuan Rogue Security Software adalah menipu Anda agar percaya bahwa komputer Anda terinfeksi dengan beberapa ancaman serius, dan kemudian menipu Anda untuk menginstal / membeli software keamanan palsu.

Program ini akan mengklaim untuk membantu komputer Anda menyingkirkan malware, sebenarnya justru sebaliknya. Mereka akan tetap berada dalam sistem dan terus-menerus mengganggu Anda tentang terinfeksi dan memaksa Anda untuk membeli solusinya (misalnya, menyarankan Anda untuk meningkatkan versi gratis program tersebut ke versi berbayar). Salah satu karakteristik penting dari software ini adalah adalah mengaitkan dirinya jauh ke dalam sistem dan tidak dapat dengan mudah dihapus atau dihapus.

  1. BROWSER HIJACKER

Browser hijacker didefinisikan sebagai sebuah software yang tidak diinginkan yang mengubah pengaturan browser web tanpa izin pengguna. Malware ini menyebabkan penempatan iklan yang tidak diinginkan ke browser dan mungkin perubahan homepage atau search page menjadi halaman hijacker. Pada dasarnya malware ini membuat pengguna mengunjungi website tertentu, tidak peduli apakah mereka mau atau tidak agar hijacker mendapat profit yang lebih besar dari iklan. Browser hijackers juga mungkin mengandung spyware untuk mendapatkan informasi bank dan data sensitif lainnya.

Anti-Malware VS Antivirus

Sederhananya, malware adalah software apa saja yang melakukan tugas tak diinginkan pada komputer Anda. Menyebalkan bukan? Nah, inilah tugas anti-malware. Anti-malware dapat mencegah tindakan berbahaya dari malware yang merepotkan tersebut.

Sementara itu, virus adalah jenis malware tertentu yang menggandakan sesuatu dan menginfeksi program apapun di komputer Anda. Secara teknis, virus adalah jenis malware yang pada saat dijalankan, menggandakan dirinya sendiri dan mereproduksi source code dirinya sendiri serta menginfeksi program komputer lain yang ada dengan cara memodifikasi cara kerja program tersebut. Lalu apa itu anti-virus?

Istilah antivirus muncul dari banyaknya keberadaan malware yang berupa virus. Jadi malware ini muncul dengan berbagai bentuk, maka istilah anti-malware jadi banyak digunakan untuk penanganan virus dari malware ini.

Malware tersebut dapat dikatakan jahat karena dapat menganggu kinerja komputer Anda, hinggga berpotensi mengancam eksistensi file-file yang ada pada komputer Anda. Hal itu mungkin saja terjadi mengingat malware ini dapat melakukan modifikasi terhadap keseluruhan isi dari RAM yang ada di komputer Anda. Ada banyak sekali jenis-jenis malware seperti yang telah kami sebutkan di penjelasan sebelumnya. Baik itu worms, trojans, crypto lockers, dan lain-lain. Semua jenis malware tersebut beraksi sesuai dengan tugas berbeda-beda sesuai dengan tujuan mereka untuk menganggu dan meneror end-users.

Lalu bagaimana cara mengatasi malware berbahaya ini? Sebelum kami membahas caranya, sekali lagi, Anda perlu lebih dalam mengetahui perbedaan antivirus dan anti-malware.

Sebenarnya antivirus ini sering dipakai secara bergantian dengan anti-malware. Namun, software dari antivirus secara historis ternyata hanya menargetkan penanganannya pada sub dari kumpulan malware tertentu saja, semacam worm atau trojan versi terdahulu.

Antivirus menjadi istilah populer yang digunakan pada semua software anti-malware di tahun 90-an. Jadi, pada era awal internet digunakan oleh orang-orang, kebijakan keamanan internet tidak dikenal secara luas oleh kebanyakan pengguna baru internet. Sementara itu, malware terus meningkat kuantitas dan kualitasnya. Virus ini terus-menerus berkembang pesat karena sifatnya yang dapat menduplikasi host file dan menginfeksi perangkat apapun tanpa pandang bulu.

Karena perkembangan yang sangat pesat itu pula, ada banyak sekali para pengguna internet yang komputernya terinfeksi virus. Maka menjadi masuk akal, bila muncul banyak pula antimalwar yang dikembangkan dan dijual ke pasar. Namun anti-malware pada saat itu lebih awam disebut sebagai antivirus. Hal itu menyebabkan suatu masalah, sebab jika para pengelola berfokus pada antivirus software saja, mereka jadi mengabaikan jenis-jenis malware lain yang potensial.

Inilah awal mula muncul malware-malware lain yang berbahaya semacam ransomware dan spyware yang menyebar luas. Pengembang antivirus dan anti-malware kemudian melakukan modifikasi terhadap software mereka untuk memasukkan alat pendeteksi baru, sehingga nantinya keduanya baik antivirus maupun anti-malware berkembang ke arah satu jenis perangkat saja yaitu anti-malware. Namun masih banyak kita temukan software-software antivirus yang sebenarnya hanya menangani virus-virus lama (“tua”) dan jika Anda hanya mengandalkan ini dampaknya komputer Anda beresiko.

Jadi apa itu anti-malware?

Anti-malware adalah jenis software yang di-install langsung pada komputer untuk mendeteksi dan menghapus malware dari sistem yang ada secara aktif.

Setiap saat, data atau file yang ditambahkan ke sistem pada komputer Anda akan dipindai atau di-scan oleh anti-malware yang ada. Kemudian akan dilakukan identifikasi apakah malware yang ada dari file baru tersebut dikenali atau “ramah” terhadap perangkat Anda atau tergolong malware berbahaya.

Bagaimana cara anti-malware tersebut melakukan identifikasi? Dengan tetap terhubung ke internet, kebanyakan program anti-malware ini dapat menyimpan daftar malware yang terus diperbaharui sehingga ia mampu mengidentifikasinya.

Selain itu, anti-malware dapat difungsikan sesuai jadwal untuk melakukan pemindaian berkala. Penjadwalan ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian perangkat Anda yang rusak atau terinfeksi.

Jika anti-malware gagal dalam memutuskan apakah suatu file berbahaya atau tidak, maka software ini akan memasukkannya pada sandbox. Sandbox ini semacam suatu lingkungan yang benar-benar terpisah dari host operating system. Hal ini dilakukan agar program yang ada tak membahayakan host system dan anti-malware dapat menganalisa efek dari file-nya.

Cara Mengatasi Malware

Berikut kami akan memberikan cara penanganan yang dapat Anda lakukan pada jenis-jenis malware yang spesifik, diurutkan sesuai penjelasan kami sebelumnya soal jenis-jenis malware:

  • Virus

Setiap sistem yang terhubung dengan internet harus melakukan instalasi software anti-malware dan aktifkan fungsi Firewall-nya. Lalu, lakukan scan secara menyeluruh pada sistem Anda. Jika yang terinfeksi adalah USB atau Flash drive anda, dan anda membutuhkan data-data di dalamnya, buka USB tersebut di PC dengan sistem informasi Linux/Mac. Selamatkan data-data yang diperlukan, dan format ulang USB anda.

  • Worm

Seperti virus, cara terbaik untuk mencegah infeksi dari worm ini adalah dengan menggunakan software antivirus atau anti-malware. Dan seperti biasa, Anda sebagai pengguna internet sebaiknya hanya mengklik link email atau lampiran saat Anda benar-benar yakin apa isinya.

  • Trojans

Karena Trojans menggabungkan social trick, sangat penting untuk mendidik pengguna internet atau klien website Anda tentang ancaman tersebut. Pengguna juga harus berhati-hati saat menginstal software baru di sistem mereka atau saat mengklik link maupun membuka attachment email. Selain itu, organisasi dapat mencegah banyak Trojans dengan security software yang memadai, seperti software anti-malware juga firewall.

  • Rootkit

Anda dapat mencegah sebagian besar infeksi rootkit dengan menginstal software keamanan yang sesuai (anti-malware, firewall, log monitoring, dll.) Anda juga perlu menjaga agar sistem operasi dan software Anda tetap up-to-date atau terus-menerus mendapat pembaruan yang berguna. Selain itu, Anda harus berhati-hati saat memasang software apapun di sistem Anda dan saat mengklik lampiran email atau tautan. Jika rootkit menginfeksi sistem Anda, besar kemungkinannya jenis malware ini sulit untuk dideteksi dan dihapus. Dalam banyak kasu,s Anda mungkin harus pergi ke hard drive Anda lalu menghapus isinya dan mulai dari awal untuk menyingkirkan rootkit.

  • Ransomware

Anda dapat mengurangi serangan ransomware dengan melakukan backup komputer anda secara berkala. Lalu, update selalu versi terbaru OS pada sistem atau PC anda. Jika file Anda terkunci, Anda cukup menghapus sistem dan melakukan reboot dari cadangan yang sudah disiapkan. Selain itu, Anda harus melatih pengguna tentang ancaman tersebut, memilah software mereka seperlunya dan menginstal semua solusi keamanan yang standar atau biasa digunakan. Namun, beberapa jenis ransomware telah terbukti sangat sulit untuk dihapus sehingga banyak perusahaan dan individu terpaksa membayar uang tebusan.

  • Keylogger

Menjaga password dengan baik adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah atau mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh keylogger. Menggunakan kata sandi yang kuat yang terus Anda perbarui secara teratur dapat membantu Anda tetap aman dari ancaman keylogger. Gantilah password anda setiap 3-6 bulan sekali. Untuk mempermudah anda mengingat password baru anda, gunakan layanan seperti LastPass atau 1Password.

  • Adware

Instal solusi anti-malware yang bisa menjalankan fungsi anti-adware. Nonaktifkan pop-up pada browser Anda, dan perhatikan proses instalasi saat menginstal software baru, pastikan untuk tidak mencentang pilihan yang akan menginstal software tambahan secara default.

  • Backdoor

Backdoors adalah salah satu jenis ancaman yang paling sulit untuk diatasi. Para ahli di bidangnya mengatakan pertahanan terbaik adalah strategi keamanan multi-cabang yang mencakup software firewall, anti-malware, pemantauan jaringan, pencegahan sekaligus deteksi intrusi, dan perlindungan data.

  • Rogue Security Software

Seperti kebanyakan bentuk malware lainnya, Anda dapat mencegah sebagian besar software keamanan yang buruk agar tak terpasang di sistem Anda dengan menggunakan solusi firewall dan anti-malware. Selain itu juga dengan berhati-hati saat mengeklik tautan atau lampiran dalam pesan email. Terakhir, perusahaan perlu mendidik pengguna tentang ancaman tersebut karena sekarang ini penyerang software menggunakan teknik sosial di mana mereka memancing klik dari pengguna dengan notification yang menarik atau tampak penting untuk di-klik.

  • Browser Hijacker

Berhati-hatilah saat memasang software baru di sistem Anda, karena banyak pembajak semacam browser hijacker yang ditempelkan atau diselipkan pada software yang diinginkan, hampir sama seperti adware. Pasang dan jalankan software anti-malware di sistem Anda, lalu atur setelan keamanan browser Anda ke tingkat tinggi.

Simpulan

Melalui artikel ini, kami telah memberikan berbagai informasi mendasar pada Anda soal Malware dan dampaknya bagi perangkat Anda. Kami memberikan info berguna mulai dari definisi, jenis-jenis malware serta cara mengatasinya. Tetapi untuk mengatasi Malware ini sendirian dapat beresiko merusak perangkat Anda, maka diperlukan pihak lain yang dapat membantu Anda melakukan instalasi anti-malware terpercaya. Bila website Anda menggunakan layanan jasa hosting, coba tanyakan apakah mereka menyediakan fitur tambahan anti-malware. Selain itu, Anda juga perlu memastikan apakah perusahaan jasa hosting telah bersertifikat resmi ISO. Hal ini ada kaitannya dengan standar sertifikasi yang juga menilai seberapa aman suatu sistem pada perusahaan dari ancaman malware, tak hanya peretas. Dengan sertifikat berstandar internasional ini, sistem layanan hosting dari perusahaan tersebut dapat dipastikan mampu melindungi website Anda dari malware-malware yang berbahaya.

 

  • Informan aktual

    Cari SitusJudi Online yang aman dan terpercaya ?
    Solusinya hanya di https://www,sahabatkartu,Net
    Hanya dengan minimal deposit 20ribu sudah bisa bermain 7 game sekaligus lohh..
    Ayo daftar dan gabung sekarang juga,,
    PIN BB : 2BCDBEE2