10 Online Marketing Tools yang Dibutuhkan Saat Memulai Bisnis

Apakah kamu hendak membangun bisnis? Atau kamu mendapat tawaran untuk menjadi pemasar digital atau digital marketer dari suatu bisnis, baik milik temanmu atau orang lain? Saat ini, pemasaran bisnis melalui teknologi online sudah menjadi suatu hal yang lumrah dilakukan oleh bisnis-bisnis kecil hingga menengah. Kali ini, Tim Dewaweb akan membahas online marketing tools yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pemasaran menggunakan media daring (online).

Jika kamu berniat membangun bisnis, kamu juga harus mampu mengendalikan pemasaran produk yang akan kamu tawarkan. Pemasaran online merupakan teknik yang perlu kamu pahami. Jangan takut dulu, 10 tools ini mungkin bisa membantumu. Kali ini kami akan menempatkan dirimu sebagai pemilik bisnis yang juga melakukan pemasaran untuk bisnismu.

  1. Canva untuk Membangun Visual Brand

Saat ingin memulai suatu bisnis, bangunlah identitas brand-mu terlebih dulu dengan menentukan nama brand dan maknanya, visi-misi, logo hingga detail-detail seperti font, atau vibe yang ingin kamu tunjukkan melalui brand-mu. Oleh karena itu, Canva sudah menyiapkan lebih dari 50 ribu template yang bisa kamu pakai secara gratis untuk mendesain tampilan brand milikmu. Mulai dari paket logo dan font, poster, kartu nama, brosur, flyer, template untuk daftar menu, serta berbagai gambar yang bisa kamu pilih dalam beragam ukuran untuk media sosial.

  1. Trello untuk Mengorganisir Berbagai Perencanaan

Setelah menentukan bagaimana tampilan dan “sifat” brand-mu, kini waktunya untuk melakukan perencanaan. Tak hanya untuk media sosial, kamu juga bisa menggunakan Trello untuk mengorganisir segala persiapan yang kamu butuhkan untuk memasarkan brand. Kamu juga bisa menggunakan website yang satu ini untuk membuat checklist, mengunggah foto atau file, serta mengundang member yang ada dalam daftar pengurus bisnismu untuk ikut berkolaborasi.

  1. Hootsuite untuk Mengelola Media Sosial

Fitur pada website ini bisa kamu gunakan untuk mengorganisir media sosial bisnismu, baik untuk unggahan, respon dari pengikut media sosial, atau pelanggan dari berbagai platform media sosial yang kamu gunakan untuk memasarkan bisnis. Jika bisnismu tidak melibatkan banyak akun media sosial dalam platform yang sama, kamu bisa memilih paket Professional yang hanya dibandrol Rp 400 ribu per bulan. Tapi, jika bisnismu adalah agensi yang mengurus media sosial milik klien, gunakan paket Team, Business, atau Enterprise dengan harga mulai dari Rp 1,8 juta per bulan.

Alternatif: jika Hootsuite masih terbilang mahal untuk menyeimbangkan budget bisnismu, kamu bisa menggunakan Buffer. Tidak jauh berbeda dengan Hootsuite, Buffer juga menawarkan layanan yang sama, tapi dengan harga yang lebih bersahabat, karena mereka memberikan daftar harga sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu bisa mulai menggunakan paket Pro dengan harga Rp 200 ribuan, atau paket Premium dan Business yang dibandrol mulai Rp 900 ribu.

  1. SEMRush/Ahrefs/Google Trends untuk Menentukan Keyword

Jika visual brand dan media sosial sudah terurus, inilah waktunya untuk mulai membangun website bisnis yang bisa kamu mulai dengan membeli paket cloud hosting plus domain terlebih dulu. Setelah itu, kamu baru bisa menggunakan ketiga website di atas untuk menentukan kata kunci bisnismu. Mulailah dengan mengklik masing-masing website melalui heading di atas. Selain untuk menyediakan informasi yang berguna untuk audiens, kamu juga bisa meningkatkan brand awareness jika website-mu berhasil menduduki peringkat di halaman pertama mesin pencari Google.

  1. Yoast SEO untuk Menaikkan Peringkat Website

Lebih teknis lagi, fitur ini merupakan plugin atau kode software untuk menjalankan fungsi tertentu pada Content Management System (CMS) yang bisa kamu tambahkan setelah kamu mempunyai website dari Dewaweb. Plugin Yoast berfungsi untuk menentukan focus keyword dan menganalisis isi artikel di website-mu sehingga lebih mudah dideteksi oleh SEO di mesin pencarian. Fitur inilah yang dapat membantu peringkat website-mu naik sehingga bisnismu juga bisa mengalami peningkatan brand awareness di internet.

  1. Unsplash untuk Sumber Foto

Website yang menyediakan ratusan ribu foto profesional ini bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan konten yang kamu buat untuk melengkapi tampilan visual marketing-mu, mulai dari gambar makanan, bangunan, atau alam, serta foto eksperimental bisa kamu gunakan. Unsplash menyediakan foto dengan cc: 0 (gratis tanpa credit ke fotografer sama sekali), meskipun penyertaan credit akan lebih dihargai. Jangan khawatir, foto yang disediakan di Unsplash merupakan file asli dengan kualitas tinggi.

  1. Email Marketing Tools: MailChimp/GetResponse/SendinBlue

Ketika kamu sudah mulai mengunggah beberapa konten terkait bisnismu ke website, pastikan calon audiensmu mendapat informasi ini. Kamu bisa menggunakan email marketing tools dari tiga sumber pada heading. Email merupakan cara pendekatan yang paling personal, oleh karena itu, buatlah konten dan bahasa email yang friendly dan tidak kaku sehingga penerima email merasa bahwa produkmu adalah sesuatu yang mereka butuhkan.

  1. Google Analytics/Facebook Pixel untuk Analisis Website

Eits, tugasmu belum selesai. Setelah memperlengkapi website dengan berbagai marketing tools di atas, lakukan analisis terhadap website untuk mengecek perkembangan website-mu. Dua online marketing tools di antaranya adalah Google Analytics dan Facebook Pixel. Meski sama-sama berfungsi untuk menganalisis jumlah dan perilaku pengunjung website, namun ada satu perbedaan antara kedua tools ini, yaitu jika Google Analytics merupakan kode yang ditempelkan secara manual ke website, lain halnya dengan Facebook Pixel yang diinstal dalam bentuk plugin untuk website.

  1. Google Ads untuk Periklanan Online

Google Ads merupakan marketing tools yang bisa kamu gunakan untuk membuat campaign bagi bisnismu. Tools ini bisa membuatkan iklan dalam bentuk display visual, teks, video, bahkan etalase untuk beberapa produkmu. Beberapa tipe iklan Google yang bisa kamu aplikasikan untuk melaksanakan campaign-mu, adalah:

  1. Google AdWords

Melalui Google AdWords, kamu bisa membuat Google menempatkan website-mu di peringkat teratas pada mesin pencarian saat pengguna internet mencari kata kunci yang relevan dengan produk yang kamu tawarkan.

  1. Google Display Network (GDN)

Fitur periklanan Google yang satu ini bisa menampilkan iklanmu dengan lebih menarik lagi, sebab GDN menyediakan slot untuk menaruh banner atau poster di website yang relevan dengan bisnismu, meskipun kamu harus bisa menyediakan banner/poster dalam berbagai ukuran agar dapat dipajang di situs yang kamu tuju.

  1. Facebook Ads dan Twitter Ads untuk Alternatif Periklanan Online

Selain Google Ads, ada dua tools pemasangan iklan yang bisa kamu gunakan di media sosial, yaitu untuk Facebook dan Twitter. Facebook Ads merupakan layanan Facebook yang bisa kamu gunakan untuk mempromosikan akun maupun unggahanmu di media sosial terkait, seperti Facebook, Instagram, atau WhatsApp, penjelasan mengenai Facebook Ads bisa kamu baca di sini. Tak hanya Facebook, kamu juga bisa melakukan promosi di Twitter Ads Manager melalui dua pilihan; Promote Mode yang bisa mengunggah tweet yang sudah kamu atur dan jadwalkan sebelumnya, serta Quick Promote untuk mempromosikan tweet tertentu.

Simpulan

Bagaimana, apakah kamu sudah mulai memahami marketing tools apa saja yang bisa digunakan untuk memasarkan bisnismu secara online? Ketika kamu sudah menciptakan brand visual untuk bisnis, bahkan perencanaan bisnis dan media sosial, ingatlah untuk tetap membuat website. Pro-tip: tergantung bagaimana strategimu, kamu memang tidak perlu langsung membuat website saat pertama kali membangun bisnis, tapi bagaimana pun strategimu, website merupakan elemen penting untuk meningkatkan kredibilitas bisnismu di mata para pelanggan. Jangan khawatir, Dewaweb juga sudah menyiapkan tutorial membuat website menggunakan WordPress yang sudah bisa kamu akses dari sini. Selamat berbisnis!

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia