Istilah start up unicorn menjadi ramai menjadi bahan perbincangan setelah debat calon presiden beberapa waktu lalu. Unicorn sendiri memiliki arti yang merujuk pada perusahaan start up yang memiliki nilai valuasi lebih dari 1 miliar US$. Di Indonesia, start up yang berhasil menembus angka tersebut antara lain Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka.

Seiring berjalannya waktu, beberapa start up lainnya juga bepeluang naik tingkat menjadi Unicorn Indonesia. Hal ini dilihat dari nilai investasi, valuasi, maupun nilai transaksinya. Berikut lima start up yang digadang-gadang bakalan menjadi penerus unciorn Indonesia selanjutnya di masa mendatang.

OVO

OVO merupakan sebuah start up yang bergerak di bidang financial technology, khususnya pembayaran digital yang dikembangkan oleh PT Visionet Internasional. Saat ini nilai valuasi OVO sudah mendekati 1 miliar US$. Didukung dengan 500 ribu mitra, di mana hampir separuhnya atau sekitar 230 ribu mitra OVO adalah pelaku bisnis UMKM.

OVO memiliki berbagai macam fitur yang bisa dimanfaatkan oleh penggunannya. Beberapa di antaanya adalah poin yang berlipat, promo-promo yang ditawarkan melalui merchant menarik. Dengan begitu memudahkan pembayaran di berbagai wilayah. Keunggulan lain dari aplikasi ini adalah memiliki masa berlaku yang tidak terbatas. Maka tidak ayal bila financial technology dari perusahaan ini digadang-gadang segera menjadi Unicorn Indonesia di masa mendatang.

TaniHub

Sebagai negara agraris, sudah selayaknya Indonesia memiliki start up di bidang ini. TaniHub pun muncul seolah menjadi jawaban tersebut. TaniHub sendiri adalah sebuah e-commerce yang bisa menghubungkan antara petani dan pembelinya secara langsung. Di Indonesia, TaniHub memuncaki peringkat start up yang secara khusus bergerak di bidang pertanian untuk menyejahterakan petani.

Keberadaan TaniHub juga didukung oleh pemerintah untuk menjadi sebuah unicorn Indonesia, karena dapat membantu petani di tanah air mengembangkan hasil pertanian dan memasarkannya dengan bantuan digital. Tidak hanya itu saja, TaniHub juga memberikan edukasi kepada para petani dengan para ahli. Tercatat hingga saat ini ada 1.300 termasuk para doktor di berbagai universitas yang menjadi advisor para tani.

Ruang Guru

Selain di bidang financial technology, start up yang diprediksi naik tingkat menjadi Unicorn Indonesia adalah yang bergerak di bidang pendidikan. Salah satu yang paling berpotensi adalah Ruang Guru. Ruang Guru dibangun pada 2014 lalu dengan tujuan mengubungkan pelajar dan guru di seluruh Indonesia. Pada tahun 2017 lalu seperti dilansir dari Katadata.com, Ruang Guru memiliki keanggotaan sekitar enam juta pelajar dan 150 ribu guru.

Namun bila melihat potensi yang ada, di Indonesia terdapat sekitar 52 juta penduduk dari sekitar 260 juta total penduduk yang berstatus pelajar. Hal inilah menjadi target Ruang Guru di masa mendatang. Kehadiran online courses ini menjadi solusi alternatif pelajar maupun guru di Indonesia dalam menyampaikan materi pelajaran yang tidak membosankan dan lebih mudah dipahami.

Ralali

Sementara itu di bidang marketplace, Ralali diprediksi akan menjadi unicorn Indonesia dengan prospek tinggi. Khususnya dengan konsep business to business (B2B) yang mempertemukan produsen produk dengan pedagang atau pemilik toko online lainnya. Hingga saat ini seperti dilansir oleh Kumparan, Ralali memiliki 150.00 pedagang dan lebih dari 10.00 pemasok.

Ralali juga tumbuh dengan pesat terlebih pada 2018 lalu. Angka per transaksinya mencapai 2.000 US$. Hal inilah yang membuat dan membuatnya menjadi bidikan investor dunia dan nilai valuasinya bertambah. Beberapa waktu lalu investor global seperti Digital Garage, AddVentures, dan SBI Group berinvestasi di Ralali dengan nilai investasi gabungan yang mencapai 7 juta US$ atau setara RP 104 miliar.

Modalku

Start up berikutnya yang banyak disebut-sebut sebagai generasi Unicorn Indonesia berikutnya adalah Modalku. Start up ini bergerak di bidang peer to peer lending yang berbasis di Jakarta.  Tujuannya untuk menghubungkan pengusaha mikro dan UMKM yang membutuhkan pinjaman modal usaha.

Bersama dengan Funding Societis di Singapura dan Malaysia, Modalku pada Januari tahun 2018 lalu telah menembus volume pinjaman hingga Rp1 triliun di Asia Tenggara. Indonesia sendiri memiliki lebih dri 50 persen pasar Modalku dari total pinjaman yang ada. Tidak hanya itu, Modalku juga bekerjasama dengan start up lain dan kerjasama dengan Asuransi Kredit Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Fintech, Sistem Finansial Berbasis Teknologi di Era Digital

Kelima start up tersebut memang masih bersaing untuk menjadi siapa yang terbaik untuk memperoleh predikat Unicorn Indonesia selanjutnya. Terlepas dari itu perlu dukungan dari banyak pihak, termasuk pula mengenai penyediaan layanan internet maupun hosting terpercaya di Indonesia.

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia