Kemajuan teknologi kini semakin memberi kemudahan bagi siapa saja. Termasuk pula bagi para pelajar, mahasiswa, peneliti dan pekerjaan yang berkaitan dengan data-data penting seperti jurnal dan sebagainya. Adanya Google Scholar dinilai sangat membantu profesi-profesi tersebut dalam berbagai penelitian maupun penulisan. Namun, bagaimana memaksimalkan penggunaan Google Scholar ini? Simak ulasannya berikut ini.

Mencari penulis dengan mudah

Sama halnya browsing di mesin pencari, pada Google Scholar kamu bisa mencari referensi terkait artikel maupun publikasi berdasarkan nama penulisnya. Terkadang, satu penulis dapat menghasilkan karya lebih dari satu sehingga kita menjadi lupa judul tulisan dan hanya menghafal nama penulisnya saja. Kamu tidak perlu khawatir karena di Google Scholar kamu bisa mencarinya dengan berdasarkan nama tersebut.

Semisalnya saja ada penulis bernama bernama John yang menulis sebuah publikasi mengenai hosting dunia digital, maka kamu bisa mengetiknya dengan ‘John Hosting’ maka akan muncul publikasi mengenai hosting yang ditulis oleh John tersebut. Alangkah lebih baik bila kamu menulis nama penulisnya secara lengkap. Karena bisa saja, ada banyak yang menulis tentang artikel yang sama. Menulis dengan nama lengkap ini justru akan memudahkanmu. Contohnya adalah ‘John Howard’ maka akan muncul semua publikasi yang ditulisnya.

Pencarian berdasarkan publikasi

Selain dapat melakukan pencarian publikasi artikel berdasarkan nama penulis, di Google Scholar kamu juga bisa mencarinya dengan mengetikkan judul dan memilih kategorinya. Semisalnya kalau kamu mencari artikel atau publikasi mengenai ulasan mengenai manajemen keuangan. Maka akan muncul banyak artikel dari semua artikel yang terdata.

Apabila ingin menyempitkan pencarian di sebuah jurnal, kamu bisa mengetikkan kata ‘manajemen keuangan – jurnal keuangan’. Untuk lebih mudahnya kamu harus melakukan banyak percobaan agar ketika kamu mencari pencarian selanjutnya semakin mudah dan tulisan dapat ditemukan.

Cari berdasarkan tahun dan tanggal terbit

Terkadang meskipun ada beberapa judul buku atau tulisan dan pengarang yang sama, tulisan tersebut memiliki tahun yang berbeda. Tulisan tersebut biasanya sudah direvisi baik dari segi isi maupun materi oleh pemiliknya. Artinya, di Google Scholar akan muncul versi yang sebelum dan setelah revisinya. Oleh karena itu, kamu perlu melakukan pencarian berdasarkan tanggal terbitnya.

Meskipun Google Scholar tidak menampilkan tanggal penerbitan, namun akan memunculkan tahun penerbitan artikel maupun publikasi yang dicari. Pencarian dengan menggunakan tahun terbit atau publikasi ini akan sangat berguna kalau kamu mencari perkembangan terbaru dalam bidang tertentu. Atau ketika kamu mencari dokumen-dokumen bersejarah yang diterbitkan tahun tertentu semisalnya.

Agar tulisan muncul di Google Scholar

Kamu pun juga bisa mempublikasikan artikel atau tulisanmu agar semakin dikenal oleh orang lain. Kamu bisa masuk ke akun Google dan mengisi formulir pendaftaran kutipan. Tips bagi kamu yang ingin tulisanmu banyak dijadikan referensi selain kualitas, tampilan agar terlihat profesional pun juga sangat penting. Profil yang kamu miliki di Google Scholar hendaknya bersifat publik dan memiliki email yang sudah terverifikasi di instansi maupun universitas (bukan alamat seperti email pada umumnya seperti gmail.com dan sebagainya).

Kemudian buatlah akun dengan nama asli kamu dan jangan sesekali menggunakan nama samaran. Hal ini dilakukan agar ketika tulisanmu dijadikan referensi oleh orang lain, kamu akan memiliki kredibilitas lebih dibandingkan dengan menggunakan nama samaran.

Baca Juga: Panduan Dasar Mengelola Akuntansi Bisnis Online Secara Tepat

Cukup mudah bukan memaksimalkan penggunaan Google Scholar? Untuk dapat terhubung dengan baik, kamu juga perlu memiliki jaringan internet yang mumpuni. Oleh karena itulah kamu wajib memilih penyedia layanan hosting terpercaya di Indonesia.

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia