dewaweb-blog-cara-membuat-storyboard-untuk-video-marketing

Di jaman sekarang, content marketing sudah tidak hanya terbatas pada artikel dan ebook. Video marketing adalah salah satu jenis marketing yang mulai banyak dibuat oleh berbagai brand. Menurut HubSpot, 43% orang ingin melihat lebih banyak konten video dari marketer,  dan empat kali lebih banyak pelanggan lebih suka menonton video tentang produk daripada membacanya.

Baca juga: Tips SEO: Strategi Visual Content Marketing 2018 

Anda mungkin sudah berpikir tentang membuat konten video sebagai bagian dari strategi marketing Anda. Anda mungkin ingin mulai membuat video, tetapi merencanakan konten Anda terlebih dahulu terbukti bisa membantu untuk menjaga cerita Anda – dan tim kreatif Anda – agar tetap fokus.

Sebelum Anda mengambil kamera dan menabrak studio, pastikan Anda memiliki storyboard untuk mendukungnya. Kalau Anda belum pernah mendengarnya, artikel kali ini akan membahas apa itu storyboard dan 7 langkah membuat storyboard untuk video marketing.

Apa Itu Storyboard?

Storyboard adalah sebuah outline visual untuk video Anda. Biasanya, sebuah storyboard terdiri dari gambar-gambar thumbnail yang memberi tahu Anda apa yang akan terjadi di video Anda dari awal sampai akhir. Selain itu, Anda juga akan memasukkan catatan-catatan tentang apa yang terjadi di setiap frame pada storyboard Anda. Sebuah storyboard yang sudah selesai akan terlihat seperti komik.

Storyboard bisa jadi simple atau complex. Biasanya, storyboard digambar sendiri, walaupun sekarang sudah ada beberapa software yang bisa Anda gunakan untuk membuat storyboard secara digital. Storyboard bisa dibilang mirip dengan script, tetapi keduanya tidaklah sama; storyboard berbentuk visual sementara script berbentuk text.

Manfaat Membuat Storyboard

Storyboard memang merupakan langkah tamabahan dalam proses pembuatan video Anda, tetapi storyboard dapat membantu proses pembuatan video menjadi lebih mudah. Berikut ini adalah beberapa manfaat membuat storyboard untuk proses pembuatan video.

Storyboard membantu Anda mengatur ide-ide Anda. Membuat storyboard membantu Anda memadatkan semua ide yang muncul di kepala Anda menjadi satu visi yang koheren dan disempurnakan.

Storyboard membantu Anda merencanakan video Anda lebih efektif. Video mengharuskan Anda untuk mengoordinasikan banyak detail kecil namun penting. Karena ini, sulit untuk membuat video yang bagus dengan cepat. Semakin menyeluruh Anda dapat merencanakan video Anda, semakin baik hasil akhirnya.

Storyboard membantu Anda mengkomunikasikan ide-ide Anda kepada orang lain. Anda mungkin dapat membayangkan persis bagaimana Anda ingin video Anda terlihat, tetapi mungkin sulit untuk menyampaikan ide Anda kepada orang lain hanya dengan menggunakan kata-kata. Storyboard bisa menjembatani celah itu bagi Anda, membantu tim atau klien Anda membayangkan jenis video yang ada dalam pikiran Anda.

Storyboard membantu menyederhanakan semuanya. Berinvestasi dalam waktu dan upaya di depan dalam storyboard dapat menghemat lebih banyak waktu, energi, dan frustrasi di kemudian hari. Jika Anda memiliki storyboard yang bagus sebelum Anda mulai syuting, Anda akan dapat menghidupkan video Anda lebih efisien, dan Anda cenderung tidak akan membuat kesalahan atau membuang waktu pada ide-ide yang tidak berjalan dengan baik. Memiliki storyboard juga membuat pengeditan video Anda lebih mudah.

Baca juga: Video SEO (8 Tips Menaikkan Rank Video)

7 Langkah Membuat Storyboard Untuk Video Marketing

Membuat storyboard bisa dibilang lebih simple daripada kedengarannya. Anda tidak perlu menjadi seseorang yang artistic atau tahu banyak tentang video untuk bisa membuat storyboard. Ketujuh langkah yang akan kami bahas ini akan membantu Anda untuk membuat storyboard Anda.

Pikirkan tujuan dari video Anda

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memikirkan tujuan apa yang ingin Anda capai. Misalnya, apakah Anda ingin menjual lebih banyak produk atau layanan? Atau Anda ingin meningkatkan brand awareness bisnis Anda? Lalu coba pikirkan juga bagaimana reaksi penonton yang Anda inginkan? Tujuan yang jelas dapat mempermudah proses pembuatan video ke depannya.

Brainstorm

Setelah menentukan tujuan video Anda, Anda bisa mulai mengumpulkan ide sebanyak-banyaknya. Tulis semua ide yang muncul; baik yang bagus maupun tidak. Anda juga bisa menggunakan langkah ini untuk menggabungkan ide-ide yang ada. Kalau Anda bekerja dalam tim, ajak semua member tim Anda untuk melakukan brainstorm bersama. Biasanya, ide-ide yang muncul akan lebih fresh.

Atur timeline

Setelah Anda memiliki ide tentang apa yang akan ada di video Anda, coba mulai sketch timeline video Anda. Tentukan bagian awal, tengah, dan akhir video serta transisi-transisi penting lainnya. Pastikan bahwa idenya mengalir dengan baik dan memiliki emotional hook. Biasanya, video marketing memiliki plot cerita yang simple, tetapi tetap membutuhkan bagian yang emosional dan hasil yang memuaskan. Jika Anda menemukan gap pada cerita Anda, coba atur kembali ke catatan brainstorming Anda untuk melihat bagaimana Anda bisa melengkapinya.

Membuat gambarnya

Sekarang saatnya untuk mulai menempatkan visi Anda di atas kertas. Gambarlah serangkaian kotak di selembar kertas atau ambil template storyboard gratis Pastikan untuk meninggalkan ruang yang banyak untuk membuat catatan. Lalu Anda tinggal mulai membuat sketsa video Anda dengan gaya buku komik.

Untuk membuat storyboard, Anda mungkin akan menemukan bahwa menggambar dengan tangan adalah cara tercepat dan paling akurat untuk menaruh ide Anda di atas kertas. Untuk langkah ini, bekerja dengan praktis jauh lebih penting daripada seninya sendiri. Jika Anda tidak pandai menggambar, stick figure akan berfungsi dengan baik. Tetapi jika keterampilan menggambar Anda benar-benar menghalangi kemampuan Anda untuk menyampaikan ide-ide Anda, Anda dapat menggunakan software storyboard seperti Storyboard That untuk mengatasi masalah ini.

Dewaweb cashback 30%

Masukkan detail textnya

Jika Anda sudah membuat skripnya, tuliskan bagian yang relevan di bawah setiap gambar Anda. Tetapi jika Anda belum memiliki skrip, storyboard-in-progress Anda dapat membantu Anda menulisnya. Tambahkan beberapa catatan tambahan untuk setiap thumbnail. Ini untuk memperjelas apa yang sedang terjadi dan memberikan informasi apa pun yang Anda perlukan selama produksi. Misalnya, jika Anda berencana untuk menggunakan voice over atau memiliki teks muncul di layar pada titik tertentu di video Anda, Anda harus memasukkan informasi tersebut pada titik yang sesuai di storyboard Anda.

Minta masukan dari orang lain

Jika orang lain membantu membuat video ini, tunjukkan kepada mereka kemajuan Anda dan mintalah masukan dari mereka. Draft awal storyboard memberi Anda peluang bagus untuk mendiskusikan unsur kreatif pada video, mengatasi masalah, dan memastikan bahwa video Anda yang sudah selesai akan sesuai dengan tujuan yang Anda tetapkan sebelumnya. Anda mungkin merasa perlu untuk duduk bersama dengan tim Anda dan menyusun storyboard Anda bersama-sama.

Revisi storyboard Anda

Revisi adalah salah satu bagian terpenting dari proses storyboard. Daripada melihat revisi sebagai tugas, pikirkan ini sebagai kesempatan untuk bereksperimen dengan berbagai pendekatan dan buat storyboard Anda sebaik mungkin. Anda sebaiknya memiliki orang lain di luar tim Anda selama proses revisi, sehingga Anda dapat saling memberi masukan dan menangkap kesalahan sebelum memulai produksi.

Baca juga: 5 Cara Agar Peringkat Video YouTube Anda Tinggi

Simpulan

Jika Anda ingin membuat video yang kuat, baik untuk bisnis Anda atau tujuan lainnya, storyboard adalah langkah penting dalam prosesnya. Membuat storyboard membantu Anda menghilangkan gap dalam ide-ide Anda dan menjelaskan visi Anda kepada orang lain. Jika Anda belum pernah membuat storyboard sebelumnya, coba buat storyboard untuk video marketing Anda selanjutnya. Anda mungkin akan terkejut melihat betapa mudahnya seluruh proses pembuatan video. Sudahkah Anda menemukan bahwa storyboard membuat proses pembuatan video Anda lebih mudah? Komen di bawah ini ya!

 

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia