Augmented Reality (AR): Penjelasan dan Contoh Penerapannya

Augmented Reality (AR): Penjelasan dan Contoh Penerapannya

Pernahkah kamu menggunakan filter Instagram dengan Augmented Reality (AR)? Seperti gambar naga yang bisa bergerak dan seolah berinteraksi denganmu di dunia nyata melalui kamera handphone. AR adalah teknologi dibalik semua kecanggihan tersebut.

Jauh sebelum filter Instagram, AR banyak digunakan dalam permainan online seperti Pokemon GO di tahun 2016. Setelah game tersebut booming, AR menjadi semakin terkenal dan tidak lagi hanya digunakan dalam dunia gaming.

Hingga saat ini, pemanfaatan Augmented Reality (AR) telah banyak dijumpai dalam bidang marketing, perbankan, hingga properti dan masih banyak lainnya.

Penasaran tentang apa itu Augmented Reality (AR)? Di artikel kali ini, kamu akan mengenal AR lebih dekat beserta contoh penerapannya di dunia nyata. Simak sampai selesai, ya!

Baca juga: Apa itu Metaverse? Penjelasan, Cara Kerja, dan Contohnya

Apa Itu Augmented Reality (AR)?

Augmented Reality atau yang disingkat AR adalah teknologi yang dirancang untuk meningkatkan realitas suatu gambar digital interaktif, dengan membawanya ke dunia nyata.

Berbeda dengan Virtual Reality (VR) yang menciptakan dunia virtual. Sebaliknya, AR membawa konten digital seperti informasi visual, pendengaran, dan sensorik lainnya ke dalam dunia nyata untuk menambah pengalaman pengguna.

Teknologi AR yang paling umum dijumpai saat ini mengandalkan penggunaan kamera smartphone untuk menampilkan dunia yang ditambah konten digital, seperti:

  • Menambahkan gambar, informasi digital, atau model 3D;
  • Menambahkan petunjuk arah waktu nyata;
  • Memasukkan label;
  • Mengubah warna;
  • Mengubah tampilan pengguna atau lingkungan pengguna melalui filter di Instagram, Snapchat, dan aplikasi lainnya.

Baca juga: Kenali Teknologi Machine Learning, Cara Kerja, dan Penerapannya

Cara Kerja Augmented Reality (AR)

Dibutuhkan serangkaian teknologi modern untuk menggabungkan konten digital dengan dunia nyata. Berikut ini adalah beberapa komponen yang membuat Augmented Reality (AR) bekerja:

Teknologi sensorik

AR membutuhkan teknologi dengan fitur sensorik untuk menyelaraskan antara lanskap nyata dan virtual. Hal ini salah satunya ada pada sensor kamera smartphone.

Ketika kamera menangkap informasi dari lanskap nyata, selanjutnya informasi tersebut akan disampaikan kepada software AR.

Software AR

Software AR adalah jenis software yang memungkinkan kamu menggunakan teknologi AR dan menciptakan kolaborasi dunia nyata dan virtual yang kamu inginkan. Saat ini, kamu bisa membuat software AR sendiri berkat bantuan Apple ARKit dan Google ARCore.

Teknologi pemrosesan

Teknologi AR membutuhkan kekuatan pemrosesan untuk bekerja. Untuk aplikasi AR yang bekerja di ponsel cerdas, akan memanfaatkan kekuatan sistem operasi dari smartphone tersebut. Sedangkan untuk aplikasi AR pada smart glasses, membutuhkan sistem komputer mini mereka sendiri.

Lensa dan tampilan

Teknologi AR yang ada pada smart glasses maupun smartphone memerlukan lensa atau platform gambar agar kamu dapat melihat konten digital di dunia nyata. Semakin baik kualitas layar yang kamu miliki, maka akan semakin realistis konten yang ditampilkan.

Kecerdasan buatan

AR juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) agar dapat berfungsi dengan baik. Teknologi AI akan mendukung AR sehingga pengguna AR dapat menyelesaikan tindakan menggunakan suara (pemrosesan bahan alami). Selain itu, AI juga dapat membantu memproses informasi untuk aplikasi AR yang kamu miliki.

Baca juga: 4 Contoh Penerapan Artificial Intelligence di Kehidupan Sekarang

Jenis-Jenis AR

Ada beberapa jenis AR dan perbedaannya perlu kamu diketahui, karena masing-masing AR tersebut akan lebih cocok untuk penggunaan tertentu. Simak jenis-jenis Augmented Reality (AR) beserta penjelasannya di bawah ini:

Marker Based AR

AR berbasis penanda dapat disebut juga dengan image recognition. AR jenis ini memerlukan komponen pendukung seperti objek visual khusus dan kamera pemindai. Untuk objek visual yang digunakan dapat berbentuk apa saja, mulai dari kode QR yang dicetak hingga simbol khusus.

Marker based AR bekerja dengan cara menghitung posisi dan orientasi marker untuk memposisikan konten. Dengan begitu, marker akan menampilkan animasi digital yang dapat dilihat oleh pengguna. Contoh penggunaan marker based AR adalah filter pada Instagram maupun Snapchat.

Markerless AR

AR tanpa penanda memungkinkan objek 3D virtual untuk diposisikan di lingkungan gambar nyata dengan memeriksa fitur yang ada dalam data secara real time.

AR jenis ini bergantung pada hardware yang ada pada ponsel pintar, baik itu kamera atau GPS untuk menangkap data yang ada, tanpa perlu memindai gambar nyata seperti pada marker based AR.

Setidaknya, ada empat kategori AR tanpa penanda:

  • Location-based AR, seperti pada game Pokemon GO;
  • Projection-based AR, seperti dalam replika bisnis atau industri;
  • Overlay AR, seperti menggantikan tampilan asli suatu objek dengan gambar virtual terbaru dari objek tersebut untuk mata manusia;
  • Contour-based AR, seperti untuk menguraikan objek tertentu dengan garis agar dapat memfasilitasi situasi tertentu.

Baca juga: Mengenal Fintech, Sistem Finansial Berbasis Teknologi di Era Digital

Contoh Penerapan Augmented Reality (AR)

Teknologi AR banyak digunakan oleh pelaku bisnis untuk memberikan kepuasan lebih bagi konsumennya. Beberapa contoh penerapan AR yang dapat membantu meningkatkan pengalaman penggunanya adalah sebagai berikut:

Gaming

contoh ar - pokemon go
Gambar: Unsplash

Saat ini, ada banyak game yang menggabungkan elemen AR untuk menambah pengalaman pemain menjadi lebih menyenangkan dan terkesan lebih nyata. Popularitas game AR pun juga banyak diminati seperti Ingress Prime, Kings of Pool, Pokemon Go, Knightfall AR, dan masih banyak lainnya.

Hiburan

contoh ar - film
Gambar: Pocket-lint

Teknologi Augmented Reality (AR) adalah salah satu yang memiliki cukup banyak penggemar dalam dunia hiburan. Seperti penggunaan AR saat konser atau peluncuran film, dengan menampilkan ikon-ikon atau tokoh yang tidak memungkin untuk ditampilkan secara langsung.

Pelatihan dan pendidikan

Berbagai lembaga penyedia pelatihan maupun pendidikan mulai menyediakan pembelajaran berbasis AR agar lebih mudah digambarkan. Sehingga nantinya dapat lebih mudah dimengerti oleh para pelajar.

Saat ini, penggunaan AR glasses, AR contact, AR headset, dan beberapa aplikasi AR lainnya sudah lebih banyak tersedia sebagai penunjang pembelajaran.

Pemasaran dan penjualan

contoh ar - google search virtual kosmetik
Gambar: Google Search Virtual Cosmetic

Pada bidang marketing, Augmented Reality (AR) mampu memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik lagi.
Salah satu hal yang dapat dilakukan AR adalah menampilkan produk yang dijual ke dunia nyata. Sehingga, calon pembeli memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum membeli produk tersebut. Kamu dapat menemukan penggunaan AR pada aplikasi peraga produk properti dan lain sebagainya.

Baca juga: Internet of Things: Panduan Lengkap

Masa Depan AR Bagi Bisnis

Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang memiliki masa depan cerah untuk perkembangan bisnis. Menurut data Threekit, penggunaan teknologi AR pada eCommerce dapat meningkatkan penjualan sebesar 40%. Serta akan meningkatkan pengalaman pembeli menjadi lebih baik lagi.

Teknologi AR memang menjadi masa depan menjanjikan bagi para pelaku usaha yang ingin membawa skala bisnisnya ke tingkat yang lebih tinggi. Tentunya, dengan tetap terbuka pada setiap kesempatan dan memanfaatkan teknologi yang ada sebaik mungkin.