Apa itu Database? Penjelasan, Fungsi, dan Jenisnya

Apa itu Database? Penjelasan, Fungsi, dan Jenisnya

Database adalah tempat di mana kumpulan data ditampung secara terorganisir. Sehingga, dapat diakses dan dikelola dengan mudah.

Keberadaan database bisa kamu lihat dengan membuka folder penyimpanan yang ada di laptop maupun handphone. Di sana, ada banyak data yang tersimpan di berbagai folder. Kumpulan folder tersebut, berada dalam satu lokasi yang bernama database.

Adanya database akan membantu kamu melakukan manajemen data dengan lebih baik. Untuk itu, penggunaan database sangatlah penting. Terlebih, jika data menjadi salah satu komponen utama dalam hal pengambilan keputusan.

Sayangnya, masih banyak pihak yang mengesampingkan pentingnya pembangunan database. Sehingga, data-data yang ada dibiarkan begitu saja dan tidak dikelola dengan baik.

Artikel ini hadir untuk membantumu memahami apa itu database, fungsi, dan jenisnya. Simak sampai selesai, ya!

Baca juga: Apa itu VPS Hosting? Ini Dia Semua Hal yang Perlu Kamu Tahu

Apa Itu Database?

Database adalah kumpulan data yang terorganisir, saling terhubung, sehingga dapat diakses dengan mudah. Database umumnya berada pada perangkat komputer dan dikelola secara otomatis oleh Database Management System (DBMS).

Database berperan penting dalam perkembangan teknologi. Melalui kumpulan datanya yang lengkap dan terorganisir. Kebutuhan data pada suatu aplikasi maupun teknologi lainnya menjadi lebih mudah terpenuhi.

Ada beberapa database terkenal yang digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang ada saat ini. Seperti Oracle, MySQL, Microsoft SQL Server, PostgreSQL, MongoDB, IBM DB2, Redis, ElasticSearch, SQLite, dan Microsoft Access.

Baca juga: 10 Database Terpopuler di Dunia & Contoh Penggunaanya

Jenis-Jenis Database

Setelah membahas mengenai apa itu database, saatnya membahas lebih jauh tentang beberapa jenis database berikut ini:

1. Operational database

Operational database adalah database yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data operasional secara real-time.

Database jenis ini memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Kamu bisa mengubah, menghapus, maupun menambahkan data secara langsung dan cepat.

Database operasional umumnya digunakan oleh perusahaan untuk menyimpan data operasional. Seperti data karyawan yang berisi nama karyawan, informasi penggajian, hingga data pelanggan, dsb.

2. Relational database

Relational database adalah database yang menyimpan dan menyediakan akses menuju beberapa data yang terikat satu sama lain. Database jenis ini dibuat dengan model relasional. Sehingga, setiap data memiliki relasi dengan data lainnya.

Pada database relasional, setiap baris pada tabel data memiliki unique ID atau key. Melalui key tersebutlah, antara baris tabel satu dengan baris tabel lainnya berelasi.

Dengan model relasional, database jenis ini dapat digunakan oleh berbagai perusahaan untuk berbagai kebutuhan. Seperti untuk melacak inventaris, memproses transaksi penjualan, hingga mengelola informasi pelanggan.

Database relasional sangat cocok digunakan untuk mengelola data yang berhubungan satu sama lain. Di mana data tersebut juga harus dikelola dengan cara yang aman, berbasis aturan, dan konsisten.

Baca juga: Mengenal DBMS: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya 

3. Distributed database

Distributed database adalah database di mana data disimpan di lokasi fisik yang berbeda atau tersebar, namun terdistribusi pada satu pusat. Seperti misalnya, Data Center.

Selain tersebar secara fisik, database jenis ini juga bisa tersebar melalui jaringan komputer yang saling terhubung.

Berbeda dengan sistem paralel, di mana prosesor digabungkan secara erat dan membentuk sistem database tunggal. Sistem database terdistribusi terdiri dari situs yang digabungkan secara longgar dan tidak berbagi komponen fisik.

Dua proses yang dapat memastikan bahwa database terdistribusi tetap up-to-date dan terkini adalah dengan replikasi dan duplikasi.

Database jenis ini digunakan oleh perusahaan dengan sensitivitas atau kerahasiaan data yang ketat. Sehingga, data tersebut perlu disimpan secara terdistribusi untuk memastikan keamanan, konsistensi, dan integritasnya.

4. NoSQL database

NoSQL atau “not only” SQL database adalah database yang menyimpan data dalam format selain tabel rasional. Atau, dapat juga dikatakan sebagai database non-rasional.

Database NoSQL memiliki berbagai jenis model database. Seperti document database, key-value database, wide-column database, dan graph databases. Selain itu, NoSQL juga menyediakan skema dan skala yang fleksibel dan mudah, dengan jumlah data yang besar dan tingkat penggunanya yang tinggi.

Database jenis NoSQL digunakan hampir di setiap industri. Seperti untuk penyimpanan data keuangan dan catatan perawatan kesehatan.

Baca juga: SQL: Pengertian, Fungsi Beserta Perintah Dasarnya

Fungsi Database

Fungsi utama database adalah untuk menampung data secara terorganisir. Namun selain itu, database masih memiliki beberapa fungsi penting seperti berikut ini:

1. Meningkatkan fleksibilitas dan keamanan data

Sistem manajemen database yang tepat, dapat membantu meningkatkan aksesibilitas dalam mendapatkan data. Hal ini tentunya akan membantu pengguna akhir untuk berbagi data dengan lebih cepat dan efektif.

Selain itu, sistem manajemen database juga akan membantu kamu menuju kueri database dengan mudah. Sehingga, akses data menjadi lebih cepat dan akurat.

Pengguna akhir seperti tenaga penjualan akan memiliki akses yang lebih baik ke data, memungkinkan siklus penjualan yang lebih cepat dan pengambilan keputusan yang lebih baik.

2. Integrasi data yang efektif

Menerapkan sistem manajemen database akan membantu membangun semangat integrasi dalam operasional perusahaan.

Kamu akan melihat betapa mudahnya mengakses data yang saling terintegrasi. Hal ini juga akan membantumu bekerja dengan lebih efektif.

3. Data menjadi konsisten dan terstandardisasi

Permasalahan data yang tidak konsisten seringkali terjadi di dalam sebuah  perusahaan. Hal ini biasanya disebabkan oleh proses yang terputus-putus dan data yang tertutup.

Dengan menggunakan sistem manajemen database yang tepat, data yang kamu miliki akan selalu konsisten dengan standar yang sama untuk semua penggunanya.

4. Data menjadi sesuai regulasi

Sistem manajemen database menyediakan kerangka kerja pengelolaan data yang lebih baik. Hal ini tentunya akan membantu menjaga ketertiban kebijakan privasi dan keamanan data yang berlaku di perusahaan.

Selain itu, dengan adanya manajemen data yang efektif,  transparansi juga menjadi lebih baik dan risiko pelanggaran peraturan akan berkurang.

5. Meningkatkan produktivitas pengguna akhir

Penerapan sistem manajemen database di setiap perusahaan tentunya akan meningkatkan produktivitas para penggunanya. Selain itu, penggunaan database juga akan membantu pengguna akhir membuat keputusan dengan lebih cepat dan tepat.

Sehingga, dapat berkontribusi pada keberhasilan maupun kegagalan perusahaan dalam jangka panjang.

6. Membantu mengambil keputusan berdasarkan data

Sistem serta prosedur manajemen data yang baik akan menghasilkan informasi yang lebih berkualitas. Sehingga, akan membantu kamu dan perusahaanmu untuk membuat keputusan berdasarkan data.

7. Data menjadi lebih bersih dan dapat ditindaklanjuti

Sistem manajemen database dapat membantu kamu menyaring data dengan melakukan pembersihan data, validasi, pengayaan, serta perlindungan data itu sendiri. Sehingga, kamu akan mendapatkan data yang jauh lebih berkualitas.

Penutup

Database adalah kumpulan data yang terorganisir dan saling terhubung. Manajemen data yang terjadi di database, biasanya dikelola secara otomatis oleh Database Management System (DBMS).

Database menawarkan kemudahan mengelola data melalui berbagai fungsi yang dapat menjaga keamanan data hingga meningkatkan produktivitas penggunanya. Untuk itu, banyak perusahaan besar yang telah menggunakan DBMS seperti Oracle, MySQL, Microsoft SQL Server, dll.

Setelah mengetahui apa itu database dan beragam fungsi yang ditawarkannya, kini saatnya membangun database sendiri dan membawa bisnismu ke skala yang lebih besar.

Gunakan cloud server (VPS) dari Dewaweb untuk membangun database dengan standar keamanan ISO 27001 dan 100% Uptime SLA.