Apa itu Debugging? Penjelasan, Manfaat, & Cara Kerjanya

Apa itu Debugging? Penjelasan, Manfaat, & Cara Kerjanya

Kalau kamu seorang developer, tentunya sudah tak asing lagi dengan proses debugging. Debugging adalah istilah yang digunakan dalam proses menemukan dan menumpas error (bug) pada sebuah website, software, atau aplikasi.

Proses ini hampir selalu ada dalam dunia pengembangan dan sifatnya wajib. Bahkan satu bug saja pada kode dapat menyebabkan error yang merusak pengalaman penggunanya.

Artikel ini akan membahas apa itu debugging, manfaatnya di dunia programming, hingga bagaimana cara kerjanya. Yuk, simak penjelasannya berikut!

Baca Juga: Apa itu XML? Pengertian, Contoh & Cara Membuka XML

Apa itu Debugging?

Debugging adalah proses mencari dan memperbaiki bug atau error pada program. Istilah ini berasal dari kata ‘bug’ yang berarti serangga. Namun pada sebuah software atau aplikasi, bug adalah error yang menyebabkan aplikasi tidak bisa berjalan seperti yang diinginkan.

Bug bisa disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya akibat kesalahan saat penulisan kode program. Satu kesalahan penulisan saja bisa menyebabkan error pada keseluruhan program. Itu mengapa proses debugging penting dilakukan sebelum dan sesudah perilisan aplikasi, meski programmer sudah berusaha maksimal mengurangi kesalahan.

Baca Juga: 10+ Aplikasi Remote Desktop Gratis Terbaik Untuk PC 2022

Sejarah Debugging

Jika ditelusuri dari sejarahnya, ada cerita menarik di balik istilah bug/debugging itu sendiri. Debugging berasal dari kata “bug”, yang berarti serangga. Sebenarnya, pemilihan kata “bug” bukan tanpa alasan. Kata tersebut diambil dari peristiwa yang cukup unik.

Baca Juga: Apa Itu Framework? Pelajari Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya di Sini

sejarah debugging

Melansir AmericanHistory, pada 9 September 1947, seorang ilmuwan komputer asal Amerika bernama Grace Hopper menemukan serangga yang terjebak di dalam relay komputer. Serangga tersebut menyebabkan operasi komputer terhambat. Ia kemudian mencatat kejadian ‘bug komputer pertama’ dan menempelkan serangga tersebut di buku log komputer Harvard Mark II.

Setelah kejadian itu, kata “bug” semakin populer digunakan. Lalu pada tahun 1963, istilah debugging umum digunakan di kalangan programmer untuk mendefinisikan proses menemukan dan memperbaiki error pada sistem/program.

Manfaat Debugging

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang akan diperoleh developer dengan melakukan debugging.

Mendeteksi error lebih awal

Fungsi debugging bermanfaat untuk mendeteksi error lebih awal, sehingga proses perbaikan dapat dilakukan sedini mungkin. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan desain program lebih lanjut.

Baca Juga: Apa itu React JS? Penjelasan Lengkap Bagi Programmer Pemula

Mengevaluasi kode program

Debugging dilakukan untuk mengevaluasi fungsi program mana yang tidak berjalan dengan baik. Selain itu, debugging juga berguna untuk mengevaluasi beberapa kode program yang tidak terpakai. Ketika membuat suatu program, programmer biasanya mengetik berbagai kode dan memasukkan fungsi yang sesuai dengan kegunaannya.

Saat proses debug berlangsung, programmer bisa mengetahui mana saja fungsi yang tidak terpakai atau apakah perlu menambahkan fungsi baru pada sistem.

Meningkatkan keamanan sistem

Melakukan debugging dapat mengidentifikasi kelemahan kode yang dijalankan agar masalah pada program bisa segera diperbaiki. Dengan memperbaiki kelemahan pada sistem, keamanan bisa ditingkatkan karena mengurangi resiko program disusupi malware melalui celah bug atau error.

Baca Juga: Apa itu Cyber Security? Pengertian, Elemen, dan Manfaatnya

Menghemat waktu dalam pengembangan program

Proses debugging membantu developer menghindari penggunaan kode pengujian sekali pakai yang kompleks dan proses testing yang rumit. Dengan begitu, para developer dapat menghemat waktu dan energi dalam pengembangan perangkat lunak.

Cara Kerja Debugging

Lantas, bagaimana seorang developer dapat menemukan error dalam ratusan baris kode program mereka? Simak metode berikut ini:

Mendokumentasikan semua bug

Cara kerja debugging diawali dengan mendokumentasikan semua issue bug. Dengan begitu, kamu akan mengetahui bug-bug apa saja yang harus dituntaskan pada program tersebut.

Tahap ini dilakukan dengan tujuan menentukan skala prioritas penyelesaian bug, mengelompokkan bug yang belum diselesaikan, siap diuji, dan yang sudah lolos pengujian.

Baca Juga: Golang: Bahasa Pemrograman Fleksibel dari Google

Mengidentifikasi bug/error

Tahap berikutnya dilanjutkan dengan mengidentifikasi error yang ada pada program. Buat daftar error yang didapatkan ketika melakukan uji coba program. Pastikan juga proses identifikasi error pada program dilakukan secara menyeluruh. Sehingga nantinya tidak ada lagi bug yang masih tersisa dan proses debugging jadi lebih efisien.

Mengidentifikasi bug bisa dilakukan dengan melihat catatan log kode dan menggunakan alat debugger/mode debug dari Integrated Development Environment (IDE).

Baca Juga: Rekomendasi 15+ Code Editor Gratis untuk Web Developer

Menemukan lokasi error

Cara kerja debugging selanjutnya adalah menemukan letak error berada. Setelah mengidentifikasi dan membuat daftar bug, programmer perlu memeriksa kode untuk menemukan lokasi dimana error tersebut muncul.

Menganalisis dan membuktikan error

Setelah letak error ditemukan, proses berikutnya adalah menganalisis error untuk melakukan perbaikan. Di tahap ini, programmer akan melakukan beberapa proses seperti automated testing, yakni teknik pengujian software untuk membandingkan output yang diharapkan dengan hasil yang sebenarnya.

Sebelum memperbaikinya, programmer akan melakukan uji skrip untuk membuktikan bahwa tidak ada error lainnya yang pada program.

Melakukan perbaikan

Setelah pembuktian error dilakukan, sampailah di tahap terakhir dalam proses debugging yakni perbaikan. Jalankan pengujian pada setiap kode yang ingin diubah.

Di beberapa kasus, programmer mengubah nilai variabel atau mengubah isi baris kode yang error untuk nantinya dieksekusi atau diuji ulang. Pengecekan ulang sangat penting dilakukan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Baca Juga: Data Center: Pengertian, Fungsi, Kriteria, dan Jenisnya

Debugging untuk Kelancaran Fungsi Program

Debugging adalah proses yang penting dilakukan dalam pengembangan aplikasi. Error pada proses pembuatan aplikasi memang tak bisa terhindarkan. Maka dari itu, debugging adalah solusi untuk mengatasi bug yang menyebabkan error pada keseluruhan program.

Semoga artikel ini membantumu dalam memahami apa itu debugging, fungsinya serta bagaimana cara kerjanya. Baca artikel lainnya di blog Dewaweb ya, salam sukses online!