Domain: Alamat yang Mudahkan Pengguna Mencari Websitemu!

Domain: Alamat yang Mudahkan Pengguna Mencari Websitemu!

Bagi kamu yang ingin memiliki website tentunya harus betul-betul paham apa itu domain beserta fungsi dan jenis-jenisnya. Secara singkat, domain adalah nama untuk mewakili IP address sebuah website dan merupakan aset berharga bagi pemilik website karena akan memudahkan pengguna mencari website kita. Informasi lebih lengkapnya langsung simak di artikel ini, ya!

Apa itu Domain?

Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah website dengan nama yang lebih mudah diingat dan diketik dibandingkan IP address yang rumit. Adapun fungsi dari domain yakni mempermudah pengunjung untuk mengakses website yang mereka cari tanpa harus mengetikkan IP address website.

Jika diibaratkan seperti Google Maps, IP address adalah titik koordinat dari sebuah lokasi yang mana mengandung banyak angka dan sulit dihapalkan. Sementara domain adalah nama jalan yang sesuai dengan titik koordinat tersebut sehingga akan mudah dihapalkan dan diingat. Mudah dipahami, kan?

Contoh domain seperti Dewaweb.com atau websiteku.com. “Dewaweb” dan “websiteku” adalah nama domain dan website yang ingin kamu kunjungi, sementara “.com” adalah sebuah ekstensi domain (top-level domain) yang pada umumnya menggambarkan jenis websitenya. Misalnya, bila diakhiri .sch.id biasanya untuk website lembaga sekolah atau pendidikan.

Berarti, domain itu sama dengan URL? Jawabannya tidak, namun domain merupakan bagian dari sebuah URL. URL merupakan alamat web lengkap yang mengandung protokol, nama domain, serta halaman sebuah website. Contoh URL: https://www.dewaweb.com/blog/apa-itu-domain/ sementara contoh domain dari URL tersebut adalah Dewaweb.com.

Baca juga: Mengenal Subdomain: Fungsi, Jenis, Hingga Cara Membuatnya

Bagaimana Cara Kerja Domain?

Setelah memahami apa itu domain, kamu juga perlu tahu bagaimana cara kerjanya. Saat kamu memasukkan sebuah nama domain pada web browser, maka browser tersebut akan mengirimkan sebuah permintaan kepada jaringan server global yang membentuk sistem nama domain (Domain Name System/DNS).

Kemudian, nameserver atau komputer yang berada pada jaringan global tersebut akan mencari letak website yang telah dikaitkan dengan nama domain tersebut.

Server dalam jaringan DNS memiliki nama yang berbeda-beda tergantung dari perusahaan atau organisasi yang mengelolanya. Maka dari itu, server dalam sebuah jaringan DNS disebut juga dengan nameserver.

Baca juga: Apa itu DNS? Penjelasan, Cara Kerja, dan Jenisnya

Sebagai contoh, jika kamu menggunakan cloud hosting Dewaweb untuk website-mu, maka nameserver yang digunakan adalah:

ns1.dewaweb.com
ns2.dewaweb.com

Setelah browser berhasil menemukan lokasi website yang dikaitkan dengan sebuah nama domain, server tersebut akan mengirimkan data kembali untuk ditampilkan.

Jenis-Jenis Domain

Terdapat tiga jenis domain yang paling sering digunakan, yaitu top level domain, second level domain, dan third level domain. Adapun uraiannya sebagai berikut.

1. Top Level Domain (TLD)

Top level domain (TLD) adalah ekstensi yang terdapat di akhir nama sebuah domain. Contohnya, dalam nama domain www.dewaweb.com, ekstensi .com itulah yang disebut dengan Top Level Domain. TLD terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Generic Top Level Domain (gTLD)

Generic Top Level Domain (gTLD) adalah domain berupa ekstensi umum tanpa identifikasi lokasi, jenis organisasi, atau tujuan kepemilikan website.

Beberapa jenis ekstensi gTLD yang populer adalah sebagai berikut:

  • .com: untuk website dengan keperluan komersial.
  • .biz: digunakan untuk website bisnis.
  • .org: digunakan untuk website organisasi.
  • .edu: mengidetifikasikan website milik instansi pendidikan.
  • Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Country Code Level Domain (ccTLD) adalah domain yang menunjukkan identitas negara dan mengidentifikasikan bahwa konten website tersebut ditujukan untuk masyarakat dari negara tersebut.

Domain ccTLD pada umumnya berakhiran dengan inisial negara seperti .id, .sg, .au, .cn, dan sebagainya. Selain nama negara, ccTLD juga memiliki beberapa variasi berdasarkan jenis organisasi yang menggunakannya:

  • .ac.id: mengidentifikasikan lingkungan atau lembaga akademik tingkat perguruan tinggi.
  • .co.id: menunjukkan organisasi komersial atau perusahaan.
  • .sch.id: domain khusus untuk website sekolah.
  • .web.id: digunakan oleh organisasi atau perorangan.
  • .go.id: domain khusus untuk instansi pemerintahan.
  • Premium Top Level Domain

Premium TLD merupakan serangkaian ekstensi domain yang bersifat lebih spesifik dalam menunjukkan organisasi atau konten yang ada pada website tersebut. Tentunya premium TLD ini biasanya digunakan oleh organisasi-organisasi besar dalam industri tertentu agar lebih mudah dikenali. Domain yang termasuk dalam premium TLD antara lain:

  • .accountants
  • .auto
  • .investments
  • .cars
  • .movie
  • .security, dan sebagainya

Baca juga: Top Level Domain (TLD): Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

2. Second Level Domain (SLD)

Jenis domain selanjutnya adalah Second Level Domain, biasa disebut juga dengan SLD. SLD merujuk pada nama instansi, organisasi, atau nama pilihan yang digunakan. Dari contoh nama domain dewaweb.com, nama “dewaweb” itulah yang menjadi Second Level Domain.

Jika kamu ingin membuat website yang sukses, ada beberapa kriteria SLD yang seperti mudah diingat, diketik, dieja, dan berkaitan dengan topik/industri website tersebut.

3. Third Level Domain 

Secara umum Third Level Domain atau 3LD ini adalah nama domain yang kamu berikan di bagian awal sebuah nama domain, lebih tepatnya di depan SLD.

Misalnya, pada sebuah domain “blog.dewastore.com”, maka bagian “blog” inilah yang disebut dengan Third Level Domain.

Dengan kata lain, 3LD ini adalah subdomain seperti yang sudah dibahas di bagian awal artikel ini. Nama tersebut bisa dibuat sesuai kebutuhan setelah kamu memiliki SLD.

top level domain adalah

Cara Daftar Domain untuk Website

Cara daftar domain dapat berbeda tergantung penyedia hosting yang ingin kamu pilih. Berikut adalah cara untuk mendaftar domain di Dewaweb:

  1. Pertama, periksalah ketersediaan nama domain yang kamu ingin gunakan di sini.
  2. Masukkan nama domain yang ingin digunakan, kemudian klik Check.
  3. Akan muncul daftar ekstensi domain yang tersedia beserta harganya.
    apa itu domain - cara membeli
  4. Aktifkan tanda centang untuk ekstensi yang diinginkan.
  5. Pilih durasi pembelian.
  6. Klik Order.
  7. Atur konfigurasi domain. Lalu klik Lanjutkan.
    cara beli domain
  8. Lakukan pembayaran dengan opsi yang diinginkan.cara beli domain
  9. Setelah pembayaran terkonfirmasi, domain sudah dapat digunakan.

Jadi, Apa itu Domain?

Ringkasnya, domain adalah nama yang diberikan untuk sebuah website sebagai pengganti IP address sehingga pengguna dapat mengaksesnya dengan lebih mudah. Dengan adanya nama domain, maka kamu dapat mengingat dan mengetik nama sebuah website dengan lebih mudah tanpa perlu menghafalkan IP address yang sangat rumit.

Domain yang hendak dipakai untuk website perlu didaftarkan terlebih dahulu ke organisasi ICANN. Agar proses pendaftaran domain lebih mudah dan murah, kamu bisa memilih layanan penyedia domain yang terpercaya sehingga tidak terjadi masalah pada websitemu.

Tenang, jika kamu terlanjur membeli domain dari penyedia lain, domainmu bisa langsung ditransfer ke Dewaweb dengan mudah, lho. Tim Ninja Support 24/7 Dewaweb juga akan selalu siap membantu kapan saja.

Semoga artikel ini dapat membantu kamu memahami tentang apa itu domain, fungsi, hingga jenis-jenisnya. Kamu juga dapat membaca artikel informatif lainnya di blog Dewaweb. Terlebih lagi, kamu bisa mengikuti webinar seputar digital marketing, bisnis online, dan website development di Dewatalks. Salam sukses!