htaccess adalah featured image

Kenali Apa Itu .htaccess, Fungsi, dan 5 Script untuk Website

Ada satu elemen penting yang seringkali digunakan dalam pengelolaan sebuah website, yaitu .htaccess. File .htaccess adalah file konfigurasi multiguna yang bisa dimanfaatkan untuk memblokir alamat IP tertentu hingga pelindungi kata sandi. Di artikel ini, kamu akan mempelajari lebih lengkap apa itu .htaccess, fungsi, serta 5 script .htaccess penting yang bisa digunakan untuk website-mu.

Apa Itu .htaccess?

File .htaccess adalah sebuah file text sederhana yang menggunakan format ASCII (American Standard Code for Information Interchange). File text sederhana nan multiguna ini memiliki beragam fungsi untuk website. Kamu bisa menemukan file ini pada web server seperti Apache, Nginx, maupun LiteSpeed melalui direktori public_html atau document root domainmu.

Baca Juga: Cara Troubleshooting LiteSpeed Cache untuk WordPress

Jika kamu menggunakan cPanel dan ingin melihat file .htaccess, ikuti langkah berikut:

  • Login ke cPanel, lalu klik File Manager dari dashboard cPanel.cara 1 mengecek file htaccess di file manager cpanel
  • Pilih public_html dan kamu akan menemukan file .htaccess. Jika tidak muncul, klik “Settings” di kanan atas seperti pada gambar berikut, lalu beri tanda centang pada “Show Hidden Files (dotfiles)” maka berkas yang diawali dengan tanda titik (.) akan muncul, termasuk .htaccess.cara 2 mengecek file htaccess di file manager cpanel

Baca Juga: Mengenal Fitur-fitur dari cPanel

Fungsi .htaccess untuk Website

File .htaccess dapat diletakkan di mana saja untuk mengatur rules pada website melalui file yang kamu pilih. Berikut ini contoh beberapa fungsi yang dapat dilakukan oleh file .htaccess:

  • Memberikan perlindungan kata sandi saat ada yang ingin mengakses website, direktori, atau halamanmu.
  • Mengubah pengaturan default pada halaman index directory tertentu.
  • Melakukan redirect ke halaman atau website lain.
  • Mencegah atau membatasi akses ke website atau direktori berdasarkan alamat IP.
  • Mencegah direktori atau data website diakses oleh publik.

Jika kamu tidak menggunakan .htaccess, saat ada pengguna yang hendak mengakses website-mu, mungkin halaman tersebut tak dapat diakses dan menampilkan Error 404 Not Found karena halaman tersebut tidak dikenali. Beberapa kesalahan umum lain saat kamu tak menggunakan .htaccess adalah sebagai berikut:

Page Not Found – 404

Kesalahan atau error ini terjadi ketika pengunjung mengakses salah satu halaman atau tautan yang ada di website. Biasanya, Page Not Found – 404 disebabkan oleh kesalahan pengetikkan URL, pengaturan DNS, atau kompatibilitas pada website. Simak ulasan lebih lengkap tentang kesalahan 404 dari artikel “Error 404 Not Found: Apa Maksudnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Internal Server Error – 500

Hal ini biasanya terjadi saat pengunjung melakukan permintaan data ke server namun tidak dapat dipenuhi oleh server website yang bersangkutan. Alhasil, pengunjung mengalami ketidaknyamanan karena tak dapat mengakses halaman yang mereka kunjungi dan muncul error 500 ini. Kamu bisa mempelajari cara mengatasinya dari artikel “Cara Mengatasi HTTP Error 500 dan HTTP Error 503“.

Forbidden – 403

Kesalahan selanjutnya yang bisa terjadi karena tidak menggunakan .htaccess adalah Forbidden 403. Hal ini biasanya terjadi ketika pengguna mengakses salah satu halaman atau direktori dengan level yang tidak seharusnya diakses. Misalnya ketika level User ingin mengakses halaman yang hanya bisa diakses oleh level Administrator, maka akan muncul pemberitahuan error 403 Forbidden.

Bad Request – 400

Biasanya, error Bad Request 400 terjadi ketika web server tidak mengenali permintaan yang dibuat user. Sebab, permintaan tersebut tidak tepat atau corrupt di tengah proses pengiriman data dari server website. Selain itu, kejadian ini juga bisa disebabkan oleh kesalahan pengetikkan URL, kecacatan syntax, atau URL yang mengandung karakter yang tidak sah.

Authorization Required – 401

Kesalahan ini biasanya terjadi ketika ada pengguna yang ingin mengakses suatu halaman atau direktori dan harus melakukan login. Namun, pengguna ini memiliki otorisasi tersendiri dengan username dan kata sandi yang tidak dikenal, maka akan terjadi kerusakan otorisasi.

Baca Juga: Jenis dan Penyebab Malware pada Website

5 Script .htaccess Penting untuk Website yang Wajib Diketahui

Setelah mengetahui apa saja fungsi .htaccess hingga kesalahan atau error yang terjadi jika kamu tak menggunakan .htaccess, berikut ini adalah 5 script .htaccess yang tak kalah penting untuk kamu gunakan di website.

1. AllowOverride All

AllowOverride All memungkinkan web server mengecek semua direktori untuk file .htaccess. Ikuti script berikut:

Options +FollowSymLinks

RewriteEngine On




RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d

RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f

RewriteRule ^ index.php [L]

 

2. Redirect ke Direktori Lain

Script yang satu ini dapat mengalihkan direktori saat ada pengguna yang mengakses. Jika ada yang mengakses, pengguna akan diarahkan ke direktori atau halaman sesuai dengan yang kamu atur di script berikut:

<IfModule mod_rewrite.c>

RewriteEngine On

RewriteRule ^sub_directory/(.*)$ /$1 [R=301,NC,L]

</IfModule>

 

3. Set Local Zone

Set Local Zone adalah salah satu script .htaccess yang wajib kamu gunakan, apalagi jika kamu menggunakan cronjob untuk melakukan perintah yang diperlukan dan cronjob tersebut harus mengetahui waktu server. Script berikut adalah contoh untuk zona waktu Asia/Jakarta, kamu bisa menggantinya sesuai dengan Region/City yang kamu inginkan.

php _value date.timezone Asia/Jakarta

 

4. Disallow All Search Engine

Sesuai namanya, script Disallow All Search Engine cocok digunakan jika kamu tak ingin halaman tersebut diakses publik melalui mesin pencari karena kamu sering membuat subdomain untuk keperluan testing internal. Alhasil, kamu perlu melakukan shutdown di seluruh bot crawl dari Google dan mesin pencari lain yang ingin melakukan indexing. Gunakan script di bawah ini.

RewriteEngine On

RewriteCond %{HTTP_USER_AGENT} ^.*(Googlebot|Bingbot|Baiduspider).*$ [NC]

RewriteRule .* - [F,L]

 

5. Redirect to HTTPS

Agar dapat menggunakan protokol HTTPS, kamu perlu memastikan bahwa kamu sudah menginstal SSL di website-mu. Mengingat HTTPS sangat diperlukan untuk menjaga keamanan transfer data dan meningkatkan SEO website, maka kamu perlu mempertimbangkan untuk menggunakan script berikut ini.

RewriteEngine On

RewriteCond %{HTTPS} off

RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]

Baca Juga: Cara Memasang Sertifikat SSL di cPanel bagi Pemula

Simpulan

Meski terlihat tidak berguna karena ukurannya yang kecil, tapi file .htaccess adalah salah satu berkas penting yang bisa membuat perubahan besar di website-mu, terbukti dari berbagai fungsi hingga error yang bisa ditimbulkan dari penggunaannya. Selain memang dibutuhkan oleh website, .htaccess juga bisa digunakan untuk membuat rule pada direktori atau halaman tertentu di website-mu.

Semoga, setelah mengetahui apa itu .htaccess, fungsi hingga 5 script yang bisa kamu gunakan, kini kamu bisa memahami apa yang perlu kamu lakukan dengan website-mu menggunakan .htaccess. Tapi, kamu perlu mengguanakan cloud hosting yang cepat dan aman agar kegiatan memodifikasi website-mu tak terkendala dan hasilnya website-mu selalu bisa diandalkan. Selamat mencoba, salam sukses online!