Apa itu Identity Theft? Penjelasan dan Cara Mencegahnya

Apa itu Identity Theft? Penjelasan dan Cara Mencegahnya

Dari berbagai jenis serangan siber, identity theft adalah salah satu risiko kejahatan yang membahayakan keamanan data pribadimu. Pernah mendengar apa itu identity theft? Identity theft atau pencurian identitas adalah modus kejahatan yang memanfaatkan identitas orang lain untuk mendapatkan keuntungan.

Sebenarnya tindak kriminal ini bukanlah hal baru. Dahulu, pencurian identitas dilakukan dengan cara penyamaran. Kini, pencuri identitas bisa melangsungkan aksinya melalui internet karena banyaknya aktivitas online yang terjadi. Untuk menghindarinya, simak apa itu identity theft, bagaimana modus kejahatan ini dilakukan, hingga cara mencegahnya berikut ini!

Baca Juga: 13 Jenis Cyber Crime yang Wajib Diwaspadai di Tahun 2022

Apa itu Identity Theft?

Identity theft atau pencurian identitas adalah kejahatan yang dilakukan dengan menyalahgunakan identitas orang lain untuk memperoleh keuntungan. Kejahatan dengan mengatasnamakan orang lain ini terjadi ketika pelaku menggunakan informasi pribadi seseorang, seperti nama, identitas kependudukan, nomor kartu kredit, dan lainnya tanpa ada persetujuan.

Hingga kini, pencurian identitas masih menjadi musuh kejahatan di seluruh dunia. Di negara maju seperti Amerika Serikat saja, korban identity theft di tahun 2019-2020 tercatat meningkat hingga 311% dengan total kerugian mencapai 350 juta dollar.

cracking adalah ancaman serius - meme

Baca Juga: Cyber Espionage: Pengertian, Contoh Kasus, & Cara Mencegah

Lalu, apa saja informasi yang dibutuhkan pelaku untuk mencuri identitas seseorang? Simak baik-baik di penjelasan berikut.

Data-Data Apa yang Dicuri?

Data-data yang dicari oleh pelaku kejahatan identity theft adalah informasi yang bersifat pribadi. Sebagian besar pelaku pencurian biasanya mengincar informasi dan data berikut untuk melancarkan modus kejahatannya:

  • Data diri seperti nama lengkap, alamat, dan tanggal lahir
  • Nomor telepon / HP
  • Alamat email
  • Nomor identitas diri, seperti KTP, SIM, NPWP, paspor, dan sebagainya
  • Nomor rekening bank, kartu ATM, CVV, kartu kredit
  • Informasi mengenai polis asuransi
  • Informasi lain yang digunakan sebagai pertanyaan pengaman, misalnya nama ibu kandung, expired kartu kredit, debit, dan sebagainya

Baca Juga: Apa Itu Spam Email? Penjelasan Lengkap dan Cara Mencegahnya

Tujuan Identitiy Theft

Apa sebetulnya tujuan pelaku pencuri identitas melakukan aksinya? Tentunya mereka bermaksud memperoleh keuntungan secara finansial ataupun tujuan lain yang merugikan target sasarannya. Beberapa tujuan pelaku identity theft menggunakan identitas orang lain adalah untuk hal-hal berikut:

  • Membuka rekening bank atau membuat kartu kredit: identitas seseorang digunakan untuk membuka kartu kredit atau rekening baru dengan tagihan yang mengarah ke korban.
  • Masuk ke rekening bank online: memasuki rekening bank online seseorang dan menguras dananya.
  • Mengambil pinjaman: mengambil pinjaman menggunakan identitas orang lain. Belakangan ini juga sedang marak berbagai penipuan pinjaman online yang membahayakan.
  • Mengklaim asuransi: mengklaim perawatan medis menggunakan perincian polis asuransi orang lain.
  • Membuat dokumen resmi atas nama korban: dokumen bisa dipergunakan untuk berbagai tujuan tanpa sepengetahuan pihak yang dirugikan.

Baca Juga: Apa itu Ransomware? Pengertian, Jenis, dan Cara Mengatasinya

Modus Pencurian Identitas

Pelaku pencurian identitas memiliki banyak cara untuk melancarkan aksinya. Supaya kamu bisa terhindar dari akibat serangan kejahatan ini, kamu harus tahu berbagai teknik atau modus yang biasanya dilakukan para pencuri identitas. Simak baik-baik ya!

identity theft adalah kejahatan yang merugikan

Dumpster Diving

Modus ini dilakukan dengan membongkar tempat sampah untuk menemukan identitas seseorang. Informasi yang dicari berupa nama, alamat, nomor telepon, email, dan sebagainya. Sekarang, kejadian seperti ini biasanya terjadi akibat bungkus paket dari online shop yang mencantumkan informasi identitas seseorang.

Baca Juga: 7 Alasan Website Kamu Mudah Kena Hack

Phishing

Pelaku kejahatan dengan motif phising, menyebarkan link palsu yang meminta korban untuk mengisi identitas dirinya. Cara ini dilakukan dengan mengelabui korban dengan berbagai tipuan yang terlihat normal. Data-data tersebut kemudian akan dieksploitasi untuk berbagai tujuan.

Informasi yang diincar oleh pelaku phishing di antaranya kata sandi, informasi kartu kredit, alamat email, dan one-time password (OTP). Korban phising biasanya tidak sadar bahwa data mereka baru saja dicuri karena modus yang dilakukan terlihat normal.

Data Breach

Data breach atau pembobolan data adalah proses cracking terhadap sebuah database dengan tujuan mencuri informasi sensitif, tak terkecuali identitas pribadi.

Insiden ini ditandai dengan data dan informasi seorang pengguna perangkat telah diakses tanpa ada otorisasi. File yang tercuri akibat data breach dapat dilihat atau dibagikan tanpa izin pemiliknya. Siapa saja bisa terkena risiko data breach, baik menimpa individu hingga perusahaan juga pemerintah.

Baca Juga: 20 Server Proxy Gratis Terbaik untuk Menjelajah Internet dengan Aman

Cara Mencegah Identity Theft

Setelah membaca berbagai modus pencurian identitas tadi, tentunya kamu harus lebih waspada untuk menjaga setiap data pribadi yang kamu miliki. Sebenarnya, ada berbagai cara untuk mencegah hal buruk ini terjadi padamu. Berikut beberapa cara mencegah terjadinya pencurian identitas yang perlu kamu ketahui:

Rusak dokumen pribadi sebelum membuang

Bagi beberapa orang, hal ini mungkin terlihat sepele, tapi sebaiknya kamu tidak mengabaikan tindakan pencegahan ini. Merusak dokumen pribadi sebelum membuangnya sangat penting dilakukan untuk mencegah berbagai tindak kejahatan, khususnya identity theft.

Informasi yang ada dalam dokumen pribadi atau pembungkus paket yang kamu beli secara online bisa dengan mudah diambil orang lain bila tidak dirusak terlebih dulu. Oleh karena itu, selalu lakukan tindakan pencegahan ini untuk mengurangi risiko terjadinya pencurian identitas.

Gunakan password yang kuat

Untuk membuat kombinasi password yang aman, sebaiknya hindari gunakan informasi pribadimu. Contohnya nama, tanggal ulang tahun, username, atau alamat email. Informasi seperti ini bisa diakses publik, sehingga orang lain lebih mudah menebak password kamu.

Supaya kata sandi lebih kuat, buat password yang panjang dengan kombinasi angka, simbol, huruf kapital dan huruf kecil. Kamu juga bisa gunakan password manager untuk menyimpan kata sandi. Selain itu, hindari gunakan password yang sama untuk setiap akun yang kamu miliki dan jangan bagikan password dan kode OTP ke siapapun ya!

Baca Juga: Tips dan Panduan untuk membuat Password yang Kuat

Aktifkan firewall dan antivirus

Saat ini kejahatan di dunia maya atau cybercrime semakin marak. Untuk itu, kamu harus ekstra waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan serangan yang ada. Nah, salah satu caranya adalah mengaktifkan firewall dan antivirus di perangkatmu.

Firewall penting untuk mencegah lalu lintas yang berbahaya agar tidak memasuki jaringan kamu. Sementara itu, antivirus berfungsi memberi perlindungan data komputer dari virus yang menyebar dari file unduhan atau yang masuk ketika berselancar di internet.

Baca Juga: 7 Tools Online Gratis untuk Deteksi Malware di Website

Gunakan VPN

Menggunakan VPN merupakan salah satu cara mencegah terjadi identity theft atau pencurian identitas. Virtual Private Network adalah layanan yang memberi akses ke situs secara aman dan private. VPN mengubah jalur koneksi melalui server dan menyembunyikan pertukaran data, sehingga kamu bisa lebih aman berselancar di internet.

Jika kamu ingin menggunakan VPN, cek apa saja daftar VPN yang aman untuk digunakan pada artikel berikut: 10 VPN Gratis Terbaik untuk Internet yang Lebih Aman.

Hindari klik link yang tidak dikenal

Selain langkah-langkah di atas, kamu bisa mencegah terjadinya pencurian identitas dengan tidak mengklik link sembarangan. Saat ini sudah banyak kejahatan siber yang dilakukan dengan memanfaatkan celah keamanan, salah satunya dari link-link yang bertebaran di internet.

Seseorang bisa terdampak penipuan, bahkan tak sedikit rekeningnya terbobol hanya dengan mengklik link yang tidak dikenal. Teliti terlebih dahulu sebelum kamu mengklik link atau iklan-iklan pop-up di internet yang sering membuat penasaran. Selalu waspada dan periksa dahulu URL yang tertera ya!

Penutup

Identity theft adalah salah satu modus kejahatan yang patut kamu waspadai. Dengan memanfaatkan data-data orang lain, pelaku bisa menyamar untuk memperoleh berbagai keuntungan. Tujuan pencurian identitas sangat beragam, dan akibatnya bisa merugikan finansial dan reputasi seseorang.

Sama dengan pentingnya data pribadimu, keamanan data di website juga harus kamu jaga. Solusinya, gunakan Dewaweb sebagai layanan cloud hosting yang aman, terpercaya, dan bisa diandalkan. Tersertifikasi keamanan tingkat tinggi ISO 270001, seluruh infrastruktur Dewaweb sudah memiliki keamanan tingkat dunia. Jadi, kamu tak perlu khawatir data akan bocor atau hilang.

Psst, hosting website di Dewaweb bisa kamu dapatkan mulai dari Rp20 ribu / bulan saja lho! Klik tombol di bawah ini!