.NET Framework featured image

Apa Itu .NET Framework? Pengertian, Sejarah, dan Fungsinya

Pada saat sebuah aplikasi berjalan di perangkat, perlu ada software yang bisa memastikan aplikasi tersebut berjalan dengan lancar. Pada sistem operasi Windows, tugas ini dilakukan oleh .NET Framework. Lalu, apa itu .NET Framework?

.NET Framework adalah software besutan Microsoft yang menyediakan berbagai layanan kebutuhan bagi aplikasi yang sedang berjalan di Windows. Istilah .NET Framework mungkin masih terdengar cukup asing untuk sebagian orang. Padahal, software ini memiliki fungsi yang cukup penting. Beberapa aplikasi bahkan tidak dapat berjalan jika perangkatmu tidak memiliki .NET Framework.

Oleh karena itu, artikel ini hadir untuk membantumu memahami informasi seputar .NET Framework, mulai dari pengertian, sejarah, hingga fungsinya di sini.

Baca juga: Rekomendasi Framework PHP Terbaik untuk Web Developer

Apa Itu .NET Framework?

.NET Framework atau yang dibaca (dot) NET Framework adalah perangkat lunak kerangka kerja untuk memfasilitasi segala kebutuhan aplikasi yang sedang berjalan di Windows. Software ini menyediakan dua komponen utama: Common Language Runtime (CLR), untuk menangani aplikasi yang sedang berjalan, dan Framework Class Library (FCL), pustaka kode terkelola untuk melakukan pemrograman pada aplikasi.

Dari dua komponen tersebut, .NET Framework menyediakan berbagai layanan untuk aplikasi, seperti:

  • Pengelolaan memori:
    Dalam aktivitas pemrograman, umumnya programmer-lah yang akan mengelola dan memantau penggunaan memori selama sebuah aplikasi berjalan. .NET Framework menyediakan layanan ini untuk mempermudah tugas programmer.
  • Common Type System (CTS)
    .NET Framework menggunakan CTS sebagai standar untuk membaca dan menggunakan tipe data. CTS bekerja dengan membaca kumpulan tipe data yang digunakan dan dikelola oleh runtime untuk memfasilitasi integrasi lintas bahasa.
  • Class library yang luas
    Class library dari .NET Framework memungkinkan kamu menulis kode dengan lebih mudah karena sifatnya yang ready-to-use, sehingga kamu tidak perlu lagi menulis kode dalam jumlah besar untuk operasi pemrograman tingkat dasar.
  • Pengembangan framework dan teknologi
    Dengan pustaka pemrogramannya yang luas, .NET Framework mampu menyediakan area pengembangan aplikasi yang lebih spesifik. Seperti ASP.NET untuk aplikasi web, ADO.NET untuk data akses, Windows Communication Foundation untuk pengembangan yang lebih berorientasi pada  pelayanan, dan Windows Presentation Foundation untuk aplikasi Windows pada desktop.
  • Common Intermediate Language (CIL)
    Compiler bahasa yang menargetkan .NET Framework menggunakan kode perantara bernama Common Intermediate Language (CIL). Kode perantara ini, nantinya akan dikumpulkan pada saat runtime oleh Common Language Runtime (CLR). Sehingga, proses pemrograman dalam satu bahasa bisa diakses oleh bahasa lain, dan programmer bisa lebih fokus membuat aplikasi menggunakan bahasa yang mereka pilih.
  • Versi yang sudah disesuaikan
    Aplikasi yang dikembangkan menggunakan .NET Framework versi tertentu, tetap bisa dijalankan menggunakan versi terbaru tanpa harus dimodifikasi.
  • Eksekusi yang berdampingan
    .NET Framework membantu menyelesaikan permasalahan perbedaan versi dengan memperbolehkan beberapa versi Common Language Runtime (CLR) berada pada perangkat yang sama. Itu artinya, beberapa versi aplikasi dapat berjalan bersamaan dengan versi .NET Framework pada saat awal pembuatannya. Eksekusi berdampingan ini berlaku untuk grup .NET Framework versi 1.0/1.1, 2.0/3.0/3.5, dan 4/4.5.x/4.6.x/4.7.x/4.8.
  • Penargetan ganda
    Dengan menargetkan .NET Standard, itu artinya developer membuat class library yang bisa bekerja dengan berbagai .NET Framework platform (selama didukung oleh .NET Standard). Misalnya, class library yang menargetkan .NET Standard 2.0 bisa digunakan oleh aplikasi yang menargetkan .NET Framework 4.6.1, .NET Core 2.0, dan UWP 10.0.16299.

Baca juga: Bahasa Pemrograman yang Populer di Dunia

Sejarah .NET Framework

Dari penjelasan mengenai apa itu .NET Framework, kamu mungkin menyadari jika software ini memiliki cukup banyak versi. Jika dilihat dari sejarahnya, pengembangan .NET Framework sendiri pertama kali dimulai pada akhir tahun 1990 dengan nama awal Next Generation Windows Services (NGWS).

Kemudian pada akhir tahun 2000, versi beta dari .NET Framework 1.0 mulai dirilis. Dua tahun kemudian, .NET Framework versi ini mulai beroperasi dengan membawa kode terkelola ke Windows NT 4.0, 98, 2000, ME dan XP.

Sejak pertama kali rilis hingga saat ini, Microsoft sudah meluncurkan hingga 16 versi .NET Framework. Dengan versi terbarunya, .NET Framework 4.8. Pada setiap versi, terdapat Common Language Runtime (CLR), class library dasar, serta library terkelola lainnya.

Setiap versi terbaru dari .NET Framework, selain menambahkan fitur baru, juga mempertahankan fitur dari versi sebelumnya. Berikut ini versi .NET Framework dari pertama kali rilis hingga paling terbaru:

  • .NET Framework 1.0
  • .NET Framework 1.1
  • .NET Framework 2.0
  • .NET Framework 3.0
  • .NET Framework 3.5
  • .NET Framework 4
  • .NET Framework 4.5
  • .NET Framework 4.5.1
  • .NET Framework 4.5.2
  • .NET Framework 4.6
  • .NET Framework 4.6.1
  • .NET Framework 4.6.2
  • .NET Framework 4.7
  • .NET Framework 4.7.1
  • .NET Framework 4.7.2
  • .NET Framework 4.8

Perhatikan gambar berikut ini untuk mengetahui penambahan fitur dari setiap versi .NET Framework.

Sejarah NET Framework

Fungsi .NET Framework

.NET Framework dirancang untuk memenuhi kebutuhan aplikasi yang sedang berjalan di perangkatmu. Berikut ini tujuan dari adanya .NET Framework:

  • Menyediakan lingkungan pemrograman yang konsisten dan berorientasi pada objek. Dimana objek tersebut dapat berupa kode objek yang disimpan dan dieksekusi secara lokal, atau dieksekusi secara lokal namun didistribusikan melalui web, maupun dieksekusi dari jarak jauh.
  • Menyediakan lingkungan eksekusi kode yang dapat:
    • Meminimalkan penyebaran perangkat lunak dan masalah perbedaan versi
    • Mempromosikan eksekusi kode yang aman, termasuk kode yang dibuat oleh pihak ketiga yang tidak dikenal atau tidak sepenuhnya terpercaya
    • Menghilangkan masalah kinerja lingkungan yang tertulis atau ditafsirkan
  • Membuat pengalaman developer konsisten di berbagai jenis aplikasi, seperti aplikasi berbasis Windows dan aplikasi berbasis Web.
  • Membangun semua komunikasi berdasarkan standar industri untuk memastikan bahwa kode dari .NET Framework terintegrasi dengan kode lainnya.

Baca juga: Rekomendasi 15+ Code Editor Gratis untuk Web Developer

Kembangkan Aplikasi NET Framework Kamu Sekarang!

Semoga informasi di artikel ini dapat memberikan penjelasan yang cukup lengkap tentang apa itu .NET Framework, fungsi, dan sejarah perkembangannya.

Jika kamu sedang mengembangkan aplikasi berbasis .NET Framework, kamu dapat mencoba Dewacloud sebagai cloud platform yang dapat memberikan performa hebat dengan biaya terjangkau. Kamu dapat mencoba Dewacloud secara gratis selama 14 hari, loh!