Apa Itu Password? Fungsi, Jenis dan Cara Buat Password yang Aman

Apa Itu Password? Fungsi, Jenis dan Cara Buat Password yang Aman

Password adalah hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang jika ingin membuat media sosial, blog, email, dan lain sebagainya. Adanya password dibutuhkan untuk menjaga keamanan agar akun kamu terhindar dari tindakan-tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab.

Umumnya, password yang wajib digunakan terdiri dari beberapa karakter, yakni huruf, angka, dan sebagian besar simbol, tetapi bukan spasi. Bahkan ada beberapa akun yang mewajibkan passwordnya dikombinasikan dengan huruf besar dan kecil.

Meskipun terlihat mudah, tidak jarang loh sebagian orang lupa password yang dimiliki dan berakhir tidak bisa mengakses akun miliknya. Walaupun terdiri dari banyak ketentuan, pastikan kamu mengenali password yang kamu tersebut.

Penasaran apa itu password dan fungsi-fungsi yang dimilikinya, selain untuk melindungi identitas kamu? Yuk, simak informasi lebih lengkapnya bersama dengan Dewaweb.

Baca juga: Tips dan Panduan untuk Membuat Password yang Kuat

Apa Itu Password?

Password adalah serangkaian karakter yang digunakan untuk mengautentikasi pengguna pada sistem komputer. Contoh sederhananya, ketika kamu memiliki akun di komputer, untuk bisa mengaksesnya, kamu perlu memasukkan password yang valid.

Password sering juga disebut dengan kata sandi, namun apakah kata sandi memiliki arti yang sama dengan password? Sebagai informasi, kata sandi adalah kode rahasia yang dimasukkan oleh pengguna untuk mendapatkan akses ke sistem, aplikasi, file data, atau server jaringan.

Melihat dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa password dan kata sandi merupakan dua hal yang sama dan bermanfaat untuk melindungi data pribadi, file, sistem, jaringan, dan lain sebagainya.

Baca juga: Lupa Password Gmail? Ini Cara Mengatasinya!

Fungsi Password

Salah satu fungsi password adalah untuk meningkatkan keamanan dari file, aplikasi, serta jaringan yang ingin dilindungi. Namun, adakah fungsi lain dari password yang belum banyak diketahui? Berikut informasinya untuk kamu.

Data-data pribadi kamu yang tersimpan di laptop/ponsel akan aman, termasuk data di media sosial.
Data-data di akun yang berhubungan dengan keuangan tersimpan dengan aman, seperti mobile banking, dompet digital, e-commerce, dan lain sebagainya.

Untuk memaksimalkan fungsi-fungsi password yang ada di atas, ada baiknya untuk mengganti password kamu secara berkala. Menurut laman Thycotic, 80% dari semua serangan keamanan cyber disebabkan karena kata sandi yang lemah.

Oleh karena itu, mengubah atau memperbarui kata sandi secara teratur dapat mengurangi risiko adanya peretasan. Berikut beberapa fungsi password jika kamu rutin menggantinya secara berkala, yakni:

  • Meningkatkan keamanan informasi dan akun yang diproteksi.
  • Adanya batasan pelanggaran ke beberapa akun.
  • Mencegah peretas untuk mengakses akun secara berkala.
  • Mengurangi potensi penggunaan kata sandi yang disimpan.
  • Membatasi akses yang diperoleh logger keystroke.

Baca juga: Tips Membuat Password Anti Ancaman Digital

Jenis-Jenis Password

Dalam penerapannya, ada beberapa jenis-jenis password yang dapat kamu gunakan, yaitu 2FA dan MFA. Sebagai informasi, kedua jenis ini memiliki fungsi yang sama yakni untuk mengamankan suatu website atau layanan online.

Biasanya jenis-jenis password tersebut sering ditemui di dalam aplikasi finansial, dompet elektronik, dan lainnya, karena membutuhkan pengamanan yang lebih ekstra. Untuk lebih paham tentang jenis-jenis password dan pengertian dari 2FA serta MFA, berikut informasinya hanya untuk kamu.

2FA (Two Factor Authentication)

Two factor authentication (2FA) adalah metode keamanan cyber yang haru melewati dua tahap autentikasi sebelum bisa mengakses suatu data. Tahap pertamanya adalah password, kemudian tahap keduanya adalah kode khusus yang dikirimkan ke perangkat tertentu.

Sederhananya, dengan mengaktifkan 2FA, seseorang yang berhasil mendapatkan username dan password website seseorang, belum tentu bisa mengaksesnya karena si peretas tidak memiliki kode khusus untuk mengkonfirmasi kepemilikannya.

MFA (Multi Factor Authentication)

Selain 2FA, ada juga Multi Factor Authentication (MFA) adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah peretas mendapatkan akses ke akun email. Dengan autentikasi multifaktor, akun email tidak dapat diakses kecuali memiliki dua informasi.

Baca juga: 13 Jenis Cyber Crime atau Kejahatan Online Paling Berbahaya

Cara Membuat Password yang Aman

Supaya terhindar dari peretasan, akun atau dokumen harus mengandung password yang aman dan kuat. Lantas, apa saja yang mempengaruhi aman atau tidaknya suatu password?

Menurut buku Hacker’s Biggest Secret: Zero Knowledge Password, password tidak hanya dinilai dari kompleks atau tidaknya kata di dalamnya. Namun harus dibuat sedikit rumit, sehingga tidak ada yang bisa menebak.

Baca Juga: ​​Panduan Singkat Cara Mengganti Password WiFi untuk Semua Provider [Update 2022]

Maka dari itu, selain menggunakan huruf, angka, dan membuat password melebihi jumlah minimum yang ditentukan, cara lain yang perlu digunakan yakni dengan menambah tanda baca maupun simbol. Untuk lebih jelas, Dewaweb sudah merangkum syarat-syarat yang dapat diikuti untuk membuat sebuah password semakin kuat.

  • Panjang minimum 8 karakter dan maksimum antara 16 hingga 64 karakter.
  • Sertakan huruf besar dan huruf kecil untuk meningkatkan jumlah variabel di dalam password.
  • Gunakan sedikitnya 1 angka dan 1 simbol untuk menjaga keamanan password.
  • Hindari penggunaan elemen yang mudah ditebak, seperti nama diri sendiri, nama hewan, tanggal lahir, dan lain sebagainya.

Selain syarat-syarat yang ada di atas, ada juga beberapa cara lain membuat password yang aman tetapi juga mudah untuk diingat, seperti yang dikutip dari buku Trik Mengamankan Password karangan Jubilee Enterprise.

Baca juga: 15 Tips Penting untuk Mengamankan Website WordPress

Jangan menggunakan informasi pribadi

Cara membuat password yang aman adalah menghindari penggunaan informasi pribadi. Ketika membuat password, jangan pernah menggunakan informasi pribadi, seperti nama pribadi, suami/istri, pacar, anak, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, dan lainnya. Karena penggunaan informasi bisa saja membuat password kamu mudah untuk ditebak dan pada akhirnya membuat akun kamu berhasil dibobol.

Menggunakan dua kata atau frase

Indikasi lain dari password yang aman dari pembobolan adalah terdiri atas dua kata atau lebih. Penggunaan frase sebagai password cenderung memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi, karena frase bisa memiliki kombinasi kata yang beragam, sehingga lebih sulit untuk dipecahkan.

Jangan menggunakan huruf atau angka yang berurutan

Penggunaan huruf dan angka memang disarankan untuk membuat password yang kuat dan aman. Namun perlu diperhatikan bahwa jangan sekali-kali kamu menggunakan huruf atau angka yang berurutan atau seragam sebagai password, seperti ABC, abc, 123, AAA, 111, dan lainnya.

Hindari penggunaan username sebagai password

Cara lain untuk membuat password yang aman adalah tidak menggunakan username. Username merupakan salah satu unsur yang akan dicari oleh tool atau software pembobol password. Pasalnya dari username tersebut, hacker bisa menelusuri informasi lain yang termuat dalam username terkait. Oleh karena itu, jangan pernah menggunakan username sebagai password.

Berikut beberapa contoh password aman dan kuat yang dapat kamu gunakan berdasarkan syarat dan tips yang sudah Dewaweb tulis di atas untuk menyulitkan para hacker untuk membobolnya, yaitu:

Baca juga: 8 Password Manager Terbaik untuk Penyimpanan Sandi Praktis & Aman

Apa Password-mu Sudah Aman?

Setelah membaca keseluruhan artikel yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa password adalah serangkaian karakter yang digunakan untuk mengautentikasi pengguna pada sistem komputer.

Dengan adanya password, kamu bisa memproteksi dokumen, layanan jaringan, email, hingga aplikasi. Namun, pastikan bahwa password yang kamu buat sudah aman dan sulit untuk diretas. Selamat mencoba, ya!