Pengertian Tagline, Jenis, dan 10+ Tips Membuat Tagline Unik

Tagline adalah salah satu elemen penting yang biasa digunakan untuk menjelaskan identitas suatu brand dengan singkat dan lugas.

Pernah mendengar ungkapan seperti “I’m Lovin’ It!” dari bisnis makanan McDonald’s atau seruan “Just Do It” dari brand produk olahraga Nike? Kedua contoh ini bisa disebut sebagai tagline.

Apa Itu Tagline?

Sebelum mempelajari lebih lanjut, kamu perlu mengetahui terlebih dulu tentang apa itu tagline. Tagline adalah kalimat singkat seperti seruan atau ucapan yang mewakili suatu brand.

Menurut KBBI, tagline yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan sebagai “slogan” berarti perkataan atau kalimat pendek yang menarik atau mencolok dan mudah diingat untuk memberitahukan sesuatu.

Penggunaan tagline di suatu brand bertujuan untuk mendeskripsikan brand hingga menarik audiens atau konsumen yang dituju oleh sebuah bisnis. Jika ingin mengembangkan brand untuk bisnismu, kamu wajib mengetahui manfaat, jenis hingga tips membuat tagline berikut ini.

Baca Juga: Contoh dan Tips Membuat Copywriting Makanan untuk Menarik Pembeli

Manfaat Tagline untuk Branding Bisnis

Bukan tanpa tujuan, ada beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika kamu menggunakan tagline untuk membangun brand image dari bisnismu, yaitu:

Menonjolkan Keunggulan Brand

Tagline yang menarik dapat membantu audiens dan konsumen mengetahui apa Unique Selling Point (USP) yang dimiliki bisnismu jika dibandingkan dengan bisnis lain. Misalnya produk minuman Teh Pucuk yang menggunakan tagline “Rasa Teh Terbaik Ada di Pucuknya”.

poster teh pucuk dengan tagline

Meskipun banyak produk teh kemasan yang tersebar di Indonesia, namun Teh Pucuk menunjukkan keunggulan produknya, yaitu mereka menggunakan bagian pucuk daun teh yang diklaim sebagai “rasa teh terbaik”. Inilah salah satu manfaat tagline yang bisa kamu peroleh.

Memperkuat Identitas Brand

Selanjutnya, tagline juga bermanfaat untuk memperkuat identitas brand kamu. Sebab, kamu bisa membangun ikatan emosional antara brand dengan audiens melalui tagline.

Salah satu contohnya adalah brand kecantikan L’Oreal yang menggunakan tagline Because You’re Worth It (Karena Kamu Berharga)” untuk meningkatkan kesadaran bahwa para konsumen itu berharga sehingga mereka tak perlu merasa rendah diri ketika menggunakan produk L’Oreal.

Baca juga: 7 Trik Psikologi Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Mewakili Visi dan Misi Bisnis

Visi dan misi adalah dua faktor penting untuk sebuah bisnis. Oleh karena itu, tagline yang baik seharusnya memilik manfaat untuk menggambarkan bagaimana visi dan misi bisnis yang berjalan.

Contoh brand dengan tagline yang mewakili visi dan misi adalah perusahaan otomotif, Ford. Menggunakan tagline Go Further (Pergi Lebih Jauh)”, Ford ternyata memiliki visi untuk menjadi perusahaan konsumen terkemuka di dunia untuk produk dan layanan otomotif sehingga mereka pun akan selalu “go further”.

Meningkatkan Brand Awareness

Kesadaran brand atau brand awareness juga bisa ditingkatkan jika kamu menggunakan tagline untuk bisnis. Ingat tagline “Aku dan kau, suka Dancow” dari produk susu Dancow? Penggunaan tagline ini kemudian membuat Dancow dikenal sebagai brand susu sapi yang disukai di Indonesia.

Selain brand awareness, kamu juga bisa membuat tagline khusus untuk memperkuat brand loyalty atau kesetiaan pelanggan terhadap sebuah brand atau bisnis.

meme tentang brand loyalty

Baca Juga: 10 Online Marketing Tools yang Dibutuhkan Saat Memulai Bisnis

Selain beberapa tujuan di atas, terkadang tagline juga digunakan dalam bentuk tagar untuk menjalankan sebuah campaign bisnis. Namun, pada beberapa brand, tagline yang digunakan untuk campaign malah lebih terkenal ketimbang tagline dari brand, misalnya tagar #AdaAqua yang lebih akrab didengar ketimbang tagline Aqua, yaitu “Kebaikan Hidup”.

Jenis-jenis Tagline

Tagline yang baik sebaiknya dapat memberikan manfaat sekaligus memberikan awareness kepada target audiens. Ada beberapa jenis tagline yang bisa kamu pelajari untuk menentukan tagline seperti apa yang cocok untuk bisnismu.

Tagline Deskriptif

Jenis tagline yang satu ini berisi deskripsi produk atau layanan yang ditawarkan bisnismu. Namun sesuai fungsinya, tagline deskriptif tetap berisi kalimat yang menunjukkan keunggulan brand tersebut.

Contohnya adalah tagline “Manis, asam, asin, rame rasanya” menjelaskan rasa produk dari brand NANO NANO.

Tagline Spesifik

Tagline spesifik mengarah pada keunggulan utama yang membedakan suatu brand dibanding kompetitorinya. Biasanya, tagline spesifik menunjukkan keunggulan yang tidak dimiliki brand lain atau berupa julukan yang didapat brand tersebut.

Misalnya brand Kitkat dengan tagline “Ada Break, Ada Kitkat” atau tagline “Seenak Bakmi Restoran” milik brand Bakmi Mewah.

Tagline Imperatif

Selanjutnya ada tagline imperatif yang cenderung menggambarkan aksi yang diharapkan brand agar dilakukan audiens dan konsumennya. Oleh karena itu, jenis tagline yang satu ini identik dengan penggunaan kata kerja.

Contoh tagline ini adalah seperti “Cintai ususmu, minum Yakult tiap hari” dari brand minuman fermentasi, Yakult.

Tagline Superlatif

Jenis tagline superlatif umumnya menggunakan seruan atau kalimat yang lebih berani dan tegas untuk menunjukkan keunggulan produk suatu brand.

Salah satu contohnya berasal dari brand Gillette dengan taglineThe Best a Man Can Get (Yang Terbaik yang Bisa Didapatkan Pria)”.

Tagline Provokatif

Terakhir, ada jenis tagline provokatif yang, sesuai namanya, tagline ini menggunakan kalimat untuk memprovokasi atau mengajak audiens. Tak sedikit tagline provokatif yang menggunakan kalimat tanya.

Sebut saja tagline Minyak Kayu Putih Cap Lang, yakni “Buat Anak Kok Coba-coba?” atau produk deterjen Rinso dengan tagline “Berani Kotor Itu Baik”.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membangun Personal Branding

Tips Membuat Tagline untuk Brand

Setelah mengetahui apa itu tagline dan apa saja manfaat hingga jenis tagline yang bisa kamu pelajari, berikut ini ada beberapa tips membuat tagline yang efektif dan menarik untuk brand yang kamu kelola.

Penasaran? Simak ulasannya di bawah ini.

Logo ibarat wajah brand yang akan dilihat oleh audiens. Saat ingin membuat tagline, ada baiknya jika kamu menentukan terlebih dulu seperti apa tampilan logo bisnismu. Pastikan kamu menggunakan logo yang tidak hanya menarik dan mudah diingat, tapi juga melambangkan nilai filosofis bisnismu.

Contohnya adalah logo perusahaan elektronik, LG, yang menyesuaikan tagline dan logo dengan nama perusahaan mereka. Kata “LG” yang awalnya berasal dari gabungan dua perusahaan, Lucky dan Goldstar, kini lebih dikenal melalui tagline “Life’s Good” dengan logo wajah orang tersenyum dan mengedipkan sebelah mata.

tagline dan logo lg life's good

Tentukan USP Bisnis

USP atau Unique Selling Proposition adalah hal menarik yang dapat membedakan bisnismu dibanding kompetitor. Hal ini merupakan alasan mengapa calon pelangganmu rela mengeluarkan uang demi membelanjakan produk atau layanan bisnismu. Mengingat kamu dapat membuat USP dalam bentuk keunggulan produk maupun brand value, maka bijaklah ketika menentukan USP.

meme konsumen brand ramah lingkungan

Brand produk kecantikan seringkali menggunakan value atau nilai yang mereka anut ketika membuat tagline. Contohnya brand The Body Shop yang menggunakan taglineEnrich, not exploit (Memperkaya, bukan mengeksploitasi)”. Selain itu, ada pula taglineFeel the Beauty (Rasakan Kecantikannya)” yang digunakan oleh brand produk kecantikan, Wardah.

Kenali Target Audiens dan Konsumen

Tak hanya menyesuaikan tagline dengan logo dan USP, tapi kamu juga wajib mengenali terlebih dulu siapa audiens dan konsumen yang kamu targetkan. Sebab, langkah ini bisa menjadi penentu, tagline seperti apa yang akan kamu gunakan. Misalnya, brand minuman kopi instan, Gilus Mix, yang menyebutkan target pasarnya dalam tagline “Kopi Hitam Anak Muda”.

Buat Pesan Singkat dan Jelas

meme tips singkat dan simpel

Jumlah teks yang disarankan dalam sebuah tagline tidak lebih dari tujuh kata. Oleh karena itu, ketika membuat tagline kamu harus dapat memadatkan kalimat sehingga singkat, tapi tetap jelas dan dapat menyampaikan pesan dengan optimal.

Contohnya salah satu tagline snek Snickers yang berbunyi “Hungry? Get a Snickers! (Lapar? Ambil Snickers!)”

Lakukan Brainstorm Ide

Tips membuat tagline selanjutnya adalah lakukan brainstorm ide. Ketika melakukan brainstorm atau diskusi untuk menuangkan ide, seringkali akan muncul inspirasi tak terduga yang bisa saja muncul dari celetukan asal. Jangan lupa, catat hasil diskusi yang kamu lakukan agar tetap dapat menemukan inspirasi baru saat membaca ulang.

Baca Juga: 10 Strategi Bangun Bisnis Kuliner dan Ide Usaha Kuliner Kekinian

Jangan Meniru Tagline Brand Lain

Meniru tagline brand lain mungkin tak hanya membuat brand-mu terlihat kurang kreatif, tapi sekaligus sulit membantu brand kamu menonjolkan keunggulannya. Selain itu, brand-mu berpotensi kehilangan orisinalitasnya dan bukan tidak mungkin menerima respon buruk dari calon pelangganmu.

Bangun Emosi atau Perasaan Tertentu

Emosi atau perasaan yang saling terhubung secara tak langsung bisa mengajak audiens hingga calon pelanggan untuk berinteraksi dengan brand dan bisnismu. Oleh karena itu, tagline yang kamu buat sebaiknya mengandung kalimat yang dapat membuat audiens merasakan emosi tertentu, seperti senang, takut, atau sedih.

Gunakan Kalimat Persuasif

Selain meningkatkan awareness, tagline memang bertujuan untuk menarik audiens untuk menjadi pelanggan. Oleh karena itu, kamu juga perlu membuat tagline yang dapat mengajak audiens untuk mengenal brand dan produk yang kamu tawarkan.

Contohnya adalah tagline acara tahunan yang diadakan secara rutin di Jakarta sebelum pandemi, yakni Jakarta Fair, yang menggunakan tagline “Ayo kita ke Jakarta Fair”.

Jujur dengan Tagline

Tagline adalah hasil representasi dari suatu brand. Maka, kamu wajib membuat tagline yang “jujur” agar ekspektasi pelanggan sesuai dengan tagline yang kamu gunakan.

Misalnya, taman hiburan Disneyland Hongkong yang memakai tagline “The Happiest Place on Earth” yang akhirnya berhasil membangun sugesti bahwa tempat tersebut adalah tempat paling menyenangkan di dunia.

Fokus pada Tujuan

Apa tujuanmu membuat tagline untuk brand? Apakah kamu ingin membangun awareness, menunjukkan keunggulan produk, atau ingin memperkenalkan siapa target pasarmu?

Tagline yang baik dan efektif untuk sebuah brand sebaiknya tetap dapat fokus pada tujuan.

Salah satu contohnya adalah permen Kopiko yang ingin produknya dapat menjadi pengganti kopi, maka mereka menggunakan tagline to the point, “Kopiko, gantinya ngopi.”

Contoh lainnya adalah tagline Nokia, “Connecting People” yang bertujuan untuk menghubungkan orang-orang melalui alat komunikasi yang lebih mudah.

Pilih Kata-kata Sederhana

Semakin sederhana, sebuah tagline akan semakin mudah dicerna. Sebab, tugas tagline adalah untuk membuat audiens dan pelanggan kenal dan merasa dekat dengan brand.

Oleh karena itu, pemilihan kata yang asing atau sulit dipahami mungkin akan membuat audiensmu bingung dengan pesan yang ingin disampaikan.

Misalnya brand mi instan, Indomie, yang hanya menggunakan satu kata untuk tagline mereka, yakni “Seleraku” atau tagline “Jagonya ayam!” milik KFC.

Baca Juga: Cara Membuat Website Toko Online buat Kamu yang Masih Pemula

Simpulan

Bagaimana, apakah sekarang kamu sudah mulai terinspirasi untuk membuat tagline yang efektif dan menarik untuk brand yang kamu kelola? Semoga kamu bisa menemukan tagline unik dan menarik yang sekaligus dapat merepresentasikan brand-mu, ya.

Selain membuat tagline, kamu juga bisa mengembangkan bisnismu dengan website yang bisa membantu membangun kredibilitas bisnis.

Tapi, jangan lupa untuk selalu memilih yang terbaik untuk bisnismu, terutama ketika memilih hosting untuk website bisnis. Pastikan kamu memilih cloud hosting terbaik agar website-mu aman, cepat, dan selalu bisa diandalkan.

Demikian pembahasan tentang apa itu tagline, manfaat, jenis-jenis hingga 10+ tips untuk membuat tagline menarik. Jangan sungkan untuk meninggalkan pendapatmu tentang tagline di bawah ini. Semoga artikel ini bermanfaat, salam sukses online!