Mengenal Turnitin, Fungsi, dan Tips Lolos Pengujiannya

Mengenal Turnitin, Fungsi, dan Tips Lolos Pengujiannya

Jika kamu merupakan mahasiswa yang sedang membuat jurnal, skripsi, atau seorang pekerja profesional di bidang penulisan, masalah plagiarisme wajib dihindari. Oleh karena itu, karya tulis harus dicek ulang guna memastikan orisinalitas atau keasliannya. Turnitin adalah salah satu rekomendasi aplikasi untuk memeriksa tindakan plagiarisme.

Turnitin bekerja dengan cara mencocokkan data dari berbagai arsip atau database milik orang lain untuk mendeteksi tingkat plagiat. Hal ini membantu penulis meningkatkan kualitas karyanya hingga karya tersebut benar-benar siap diterbitkan.

Lantas, apa itu Turnitin dan bagaimana cara agar lolos pengujiannya? Bagi kamu yang belum terlalu paham tentang Turnitin, kali ini Dewaweb akan jelaskan semua informasinya secara rinci. Simak penjelasannya sampai akhir, ya!

Baca Juga: Cara Mengatasi Plagiat Konten Website atau Blog

Apa itu Turnitin?

Secara garis besar, Turnitin adalah alat pendeteksi plagiarisme yang digunakan untuk menguji keaslian sebuah karya tulis. Software ini memiliki arsip redaksi kata sangat luas guna memeriksa kebenaran dan validitas sumber tulisan. Caranya yakni membandingkan karya tulis dengan berbagai source di internet, seperti jurnal, buku, artikel, dan lain sebagainya.

Turnitin cukup populer dan banyak digunakan di lingkungan profesional maupun pendidikan seperti universitas atau perguruan tinggi. Berdasarkan laman resminya, Turnitin.com, perangkat lunak ini diharapkan mampu meningkatkan integritas antar peneliti atau penulis ilmiah melalui lembaga pendidikan selaku klien mereka.

Terlepas dari itu, perlu diingat bahwa Turnitin tidak dapat memberikan vonis ‘plagiat’ secara langsung. Aplikasi ini bukanlah alat yang menilai apakah plagiarisme benar-benar terjadi. Turnitin hanya mampu mendeteksi dan menampilkan jumlah kata, frasa, atau kalimat tertentu yang mirip dengan sumber lain.

Baca Juga: 11 Website Terbaik untuk Cek Plagiasi Konten dan Artikel

Fungsi Turnitin

Sebagai alat deteksi, Turnitin membantu pengguna menemukan potensi-potensi tindakan plagiarisme. Berikut ini adalah beberapa fungsi utama Turnitin:

1. Meningkatkan kredibilitas

Jika setelah menggunakan Turnitin kamu tidak menemukan tindakan plagiarisme apapun, hal ini akan meningkatkan kualitas dan kredibilitas karya tulis. Tulisan murni hasil kerja keras sendiri tentu jauh lebih dihargai serta dianggap sebagai karya orisinil (asli). Membuat karya orisinil dan berkualitas secara tidak langsung turut membangun reputasi penulis.

2. Melakukan revisi

Perlu diketahui bahwa plagiarisme dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja (lalai). Hal ini disebabkan oleh adanya similarity (kemiripan) baik dari komposisi kata, frasa, atau kalimat. Jika karya tulis terdeteksi plagiarisme, maka kamu dapat melakukan revisi atau perbaikan dengan cara mengubah atau menghapus kalimat.

3. Mencegah plagiarisme

Sama seperti plagiarism tools pada umumnya, Turnitin berfungsi untuk memeriksa sekaligus mencegah plagiarisme. Selain merugikan penulis asli, melakukan plagiat juga dianggap sebagai bentuk pelanggaran hukum. Siapapun yang terbukti melakukan pelanggaran ini tentu akan dijatuhi hukuman, baik secara pidana atau perdata.

4. Mengetahui tingkat similarity

Dalam penggunaannya, Turnitin memberikan sebuah laporan berisi tingkat similarity karya tulis. Similarity adalah kemiripan, kesamaan, atau kecocokan yang terdeteksi setelah dibandingkan dengan karya tulis lain. Dengan begitu, kamu dapat memperbaiki bagian-bagian tertentu yang mendapat skor similarity tinggi guna terhindar dari kesan plagiat.

Baca Juga: 8 Cara Ampuh Buat Artikel yang Berkualitas dan Disukai Google

Fitur-Fitur yang Ada Pada Turnitin

Berikut ini adalah beberapa fitur yang dimiliki Turnitin:

1. Peermark

Peermark adalah salah satu fitur unggulan Turnitin yang memfasilitasi pengguna mendapatkan review, baik dari sesama mahasiswa, pekerja, atau pihak lainnya. Di perguruan tinggi, karya tulis biasanya didistribusikan langsung kepada mahasiswa lain (reviewer) oleh database Turnitin. Fitur ini bertujuan untuk memberikan gambaran lebih luas terkait orisinalitas karya tulis.

2. Grademark

Grademark merupakan fitur yang hampir mirip dengan Peermark, yakni untuk menilai dan merevisi kualitas karya tulis. Fitur ini memungkinkan dosen atau editor yang terdaftar sebagai reviewer memeriksa karya tulis secara langsung. Selain itu, pemeriksa dapat meninggalkan catatan berisi kekurangan-kekurangan teks sehingga penulis lebih mudah melakukan perbaikan.

3. Originality Check

Originality Check adalah fitur yang berfungsi untuk memeriksa orisinalitas teks yang ada dalam karya tulis. Turnitin secara otomatis memeriksa dan membandingkan teks dengan berbagai sumber, baik di internet maupun yang tersimpan di database. Proses ini menghasilkan output berupa pemberitahuan bagian mana saja yang memiliki kemiripan dengan sumber lain.

Baca Juga: 11 Website Paraphrasing Tool Indonesia untuk Tulis Ulang Teks

Tips Lolos Uji Turnitin

Sebagian kecil mahasiswa menganggap Turnitin tampak menyeramkan dan terkesan membatasi referensi penulisan karya tulis. Padahal sebaliknya, Turnitin justru meningkatkan kreativitas dan kualitas tulisan agar terhindar dari plagiarisme. Tidak ada batasan apapun selama referensi yang digunakan relevan tanpa harus menjiplaknya.

Agar tulisanmu lolos uji Turnitin dan dianggap sebagai karya orisinil, simak beberapa tips di bawah ini:

1. Lampirkan sumber yang kredibel

Plagiarisme kerap terjadi secara tidak sengaja karena kelalaian penulisan, contohnya yaitu melampirkan sumber referensi. Sebaiknya, cantumkan sumber referensi eksternal selengkap mungkin dengan membuat catatan kaki sebagai penanda. Selain itu, semua catatan kaki juga harus dicantumkan secara khusus di bagian daftar pustaka.

2. Hindari pemakaian dokumen yang legal

Sebaiknya hindari pemakaian dokumen legal dengan ketetapan hukum seperti peraturan pemerintah, undang-undang, peraturan menteri, keputusan pemerintah, dan sebagainya. Pasalnya, pengutipan dokumen-dokumen tersebut maknanya tidak dapat diubah. Hal ini menyebabkan Turnitin cenderung menganggap kutipan dari sumber dokumen hukum sebagai penjiplakan.

3. Gunakan teknik parafrasa

Salah satu cara termudah agar karya tulis lolos uji Turnitin adalah menggunakan teknik parafrasa dalam penulisan kalimat. Teknik ini merupakan karakteristik unik setiap penulis sehingga hasil tulisan pun bukanlah jiplakan sama persis dengan sumber referensi. Sedikit tips, buatlah susunan kalimat penjelas dengan kreativitas dan pengembangan bahasa sendiri.

4. Jangan menjiplak

Tips penting terakhir agar karya tulismu bisa lolos uji Turnitin yaitu jangan menjiplak. Menjiplak karya orang lain bisa dibilang sebagai pencurian, dalam hal ini termasuk pengutipan tanpa izin dari penulis aslinya. Selain menyebabkan kegagalan uji Turnitin, menjiplak karya lain dan mengklaimnya sebagai milik sendiri merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Baca Juga: Ebook – Bagaimana Menulis dan Menerbitkannya?

Kesimpulan

Sejauh ini, kamu tentu sudah tahu apa itu Turnitin mulai dari fungsi, fitur, hingga tips lolos pengujiannya. Turnitin adalah sebuah tools pendeteksi plagiarisme yang dipakai untuk menguji keaslian karya tulis. Cara kerjanya yaitu membandingkan teks dengan berbagai sumber tulisan lain, baik di dalam database maupun internet. Jangan lupa praktekkan tips-tips di atas agar karyamu terjauh dari istilah ‘plagiat’. Selamat mencoba, ya!