Ibarat rumah, website adalah instrumen pokok yang bisa kamu gunakan untuk memenuhi tujuanmu. Tapi, agar dapat membuat sebuah website, kamu membutuhkan layanan hosting untuk menampung data di website-mu. Hosting adalah layanan penyewaan tempat untuk menyimpan data yang ada di website-mu.

Baik untuk menciptakan brand image, membangun bisnis dengan menyediakan katalog dan promosi, atau membuat kurasi hasil karya yang sudah pernah kamu buat, kamu tentu saja membutuhkan website. Itulah mengapa website dapat kita ibaratkan sebagai rumah. Ketika membangun sebuah “rumah,” kamu perlu mencari lingkungan yang aman dan terjamin kualitasnya agar rumah tersebut bisa bertahan lama tanpa menerima banyak gangguan. Agar bisa mendapatkan lingkungan yang sesuai kriteria, kamu membutuhkan “developer” yang andal yang disebut hosting.

Hosting adalah…

Bayangkan sebuah alamat bernama “Jalan Mangga nomor 2.” Dulu, bangunan yang terdapat pada alamat tersebut adalah sebuah toko kelontong yang saat ini sudah menjadi rumah yang dibagi menjadi beberapa ruangan. Tidak peduli apapun bangunan yang terdapat di sana, daerah ini akan tetap dinamakan sebagai “Jalan Mangga nomor 2.”

“Jalan Mangga nomor 2” bisa kamu pahami sebagai domain, atau nama yang menggantikan alamat IP alias rangkaian angka biner yang dipakai untuk mengidentifikasi perangkat yang terhubung ke jaringan internet. Domain adalah nama yang kamu tulis di address bar dalam browser. Sama seperti alamat pada umumnya, domain merupakan alamat yang bisa diketik untuk mengunjungi “rumahmu.”

“Rumahmu” di sini berarti website. Yap, rumah yang dibagi menjadi beberapa ruangan seperti disebutkan di atas adalah website yang mempunyai beberapa subdomain. Subdomain secara sederhana dapat diartikan sebagai domain tambahan dari nama domain induk. Website sendiri merupakan sekumpulan informasi berupa halaman web yang dapat diakses lewat jalur internet. Setiap orang di berbagai tempat dan segala waktu bisa mengaksesnya selama mereka terhubung secara online lewat jaringan internet.

Alamat website yang berisi halaman-halaman ini harus berada dalam suatu wadah agar bisa menjalankan tugasnya. Sama seperti rumah, website membutuhkan platform agar dapat dibangun. Platform yang dimaksud adalah kapasitas memori untuk menyimpan pengaturan, media, serta konten dalam bentuk tulisan. Wadah inilah yang dianggap sebagai “developer rumah,” yaitu hosting.

Jenis-jenis Hosting

Sama seperti developer rumah, tugas penyedia layanan hosting adalah untuk menyediakan alamat dan lahan yang dilengkapi dengan cara membuat website sehingga bisa kamu gunakan untuk membangun website sampai dapat digunakan. Sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu membuat website, setidaknya ada empat jenis hosting yang bisa kamu pahami berikut ini:

  • Shared Hosting

Shared hosting adalah salah satu layanan hosting tradisional yang membagi satu server untuk beberapa pengguna sekaligus, tergantung kekuatan server. Kelebihan layanan hosting yang satu ini, harganya sangat terjangkau karena kamu seperti membayar sewa server secara patungan dengan para pengguna lain. Sayangnya, jika website-mu atau website pengguna lain di server yang sama sedang mendapat traffic tinggi, website milik pengguna hosting dari server yang sama akan mengalami “kemacetan” atau loading page yang lelet. Selain itu, jika sebuah server mengalami kerusakan, penyedia hosting memerlukan waktu yang belum dapat ditentukan hingga server bisa berfungsi kembali dan website yang tersambung dengan server tersebut kan mengalami down-time selama server rusak.

  • Cloud Hosting

Agak mirip dengan shared hosting, cloud hosting juga dipakai oleh beberapa pengguna sekaligus. Bedanya, cloud hosting tidak memerlukan ruangan dingin untuk menampung mesin server dan para pengguna hosting tidak hanya mengandalkan satu server. Yap, pengguna cloud hosting dilayani oleh beberapa server yang saling tersambung sehingga ketika salah satu server mengalami kerusakan, server lainnya akan segera mengambil alih hosting tersebut dan durasi down-time yang dihabiskan sebuah website akan terpangkas banyak. Inilah kelebihan cloud hosting yang membuat harganya sedikit lebih tinggi ketimbang shared hosting. Cloud hosting akan cocok jika website-mu mempunyai traffic yang sedang hingga lumayan tinggi.

  • Virtual Private Server (VPS) Hosting

VPS dapat dianggap sebagai titik tengah antara cloud hosting dan dedicated server. Sebab, pengguna bisa menggunakan server yang mempunyai fungsi mirip dengan dedicated server namun dengan harga semurah cloud atau shared hosting. Kelebihan lain VPS yaitu setiap pengguna mempunyai akses root ke ruang virtual sendiri sehingga akan lebih aman jika kamu berniat menggunakan hosting yang satu ini.

  • Dedicated Server

Dedicated server menawarkan kontrol maksimal atas server hosting yang digunakan oleh website-mu. Artinya, kamu menguasai seluruh channel hosting yang disediakan oleh server tersebut. Dedicated server akan cocok untukmu jika website yang kamu kelola mempunyai traffic yang sangat tinggi. Namun, jika memutuskan untuk menggunakan dedicated server, pastikan kamu telah menyiapkan budget yang jauh lebih tinggi daripada ketiga jenis hosting di atas.

Ingat, memahami jenis hosting adalah salah satu faktor penting yang perlu kamu perhatikan ketika mempelajari cara membuat website. Ibarat developer rumah, hosting akan menyediakanmu sejumlah space untuk membangun “rumah”mu, yaitu website. Oleh karena itu, kamu juga perlu memerhatikan kualitas hosting dengan mengecek kecepatan dan keamanan, serta hasil testimoni dari para pengguna.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Hosting?

Agar dapat memenuhi kelayakan kualitas “lingkungan” untuk membangun website, kamu memerlukan penyedia hosting yang mempunyai reputasi bagus dengan produk hosting yang aman dan berkualitas. Aman, agar data yang kamu simpan terhindar dari hacker dan virus berbahaya. Berkualitas mencakup berbagai kelebihan, seperti kecepatan loading halaman website, layanan prima 24/7, dan kemudahan recovery ketika data yang kamu simpan tiba-tiba hilang atau tidak sengaja terhapus.

Panduan Membeli Hosting

Dewaweb menggunakan hosting dengan jenis cloud hosting. Selain lebih cepat dan mudah digunakan, cloud hosting tidak memangkas biaya terlalu tinggi jika dibandingkan dengan VPS atau dedicated server dan hanya selisih sedikit dengan harga shared hosting. Tak hanya itu, ketika kamu mengalami kesulitan atau kendala selama pengelolaan website menggunakan layanan hosting di Dewaweb, Ninja Support 24/7 akan selalu siap membantumu. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk membeli hosting di Dewaweb:

  1. Kunjungi dewaweb.com/hosting-murah.
  2. Pilih paket sesuai kebutuhanmu. Pada contoh ini, kita akan menggunakan paket Hunter yang bisa digunakan untuk blog pribadi atau toko online.
  3. Ketikkan nama domain yang kamu inginkan, lalu klik “Cek Domain” hingga kamu menemukan nama yang paling cocok dan bisa digunakan.
  4. Pilih siklus billing yang sesuai dengan budget yang kamu keluarkan. Jatuh tempo pembayaran hosting akan dikenakan berdasarkan pilihanmu, 1, 3, 12 bulan dan seterusnya.
  5. Pilih lokasi server; Jakarta, Singapura, atau San Jose.
  6. Tentukan aplikasi web yang hendak kamu gunakan; CMS, e-commerce, developer, dll.
  7. Klik “Tambahkan ke Cart.”
  8. Pastikan harga yang ditampilkan sesuai dengan yang kamu pesan. Jangan lupa tambahkan voucher jika sedang ada promo berlangsung.
  9. Isi data yang dibutuhkan untuk keperluan membership, kamu bisa melakukan sign up terlebih dulu untuk mendaftarkan akun baru. Jangan lupa beri centang pada syarat dan ketentuan, lalu klik “Selesaikan Order.”
  10. Lakukan pembayaran sesuai pilihan yang disediakan; kartu kredit, transfer bank, Go-Pay, atau e-cash.
  11. Setelah selesai membayar, segera cek kotak masuk emailmu untuk mendapatkan link login cPanel.
  12. Selanjutnya, kamu bisa mempelajari cara mengatur CMS dari sini.

Simpulan

Pertanyaannya, apakah hosting adalah faktor penting untukmu? Mengingat segala kebutuhan yang berhubungan dengan pembuatan profil secara online membutuhkan website dan di saat bersamaan website juga membutuhkan hosting, sepertinya layanan hosting memang penting untukmu. Tapi, tentukan lagi ya tujuanmu membuat website. Kamu bisa mempertimbangkannya terlebih dulu, yang penting kamu sudah memahami definisi, jenis-jenis, kriteria hosting, sampai panduan cara membeli hosting. Semoga membantu dan selamat mencoba!

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia