How-to-Create-and-Optimize-Landing-Pages-Blog Dewaweb

Cara Membuat Optimized Landing Pages

Sudah pernah mendengar istilah landing page sebelumnya? Landing page adalah sebuah halaman yang menjadi tempat pertama pengunjung masuk ke website kamu. Pada umumnya, landing page dapat berupa halaman dengan posisi tinggi di hasil pencarian Google atau halaman promosi.

Landing-Page-Example

Landing page ini adalah halaman berikut yang akan dilihat oleh visitor setelah mereka mengunjungi sebuah link, baik secara organik atau berbayar.

Seperti apa saja tautan-tautan atau link itu? Contohnya hasil pencarian Google, link dari media sosial, iklan, dan berbagai jenis tautan lainnya.

Jumlah landing page yang dimiliki oleh website kamu tentunya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Tujuan landing page adalah untuk meningkatkan conversion rate dalam saluran penjualan kamu. Sesederhana itu, sebenarnya. Conversion rate intinya adalah bagaimana pengunjung website kamu menjadi user aktif yang tidak hanya melihat konten kamu, tetapi juga mempromosikannya bahkan melakukan transaksi atas produk atau layanan yang kamu tawarkan.

Baca Juga: 5 Penyebab Website Down, Apa Saja Ya?

Website kamu, terutama yang bergerak di bidang bisnis, memerlukan landing page sebagai titik utama terjadinya konversi.

Landing page merupakan halaman yang menginformasikan pengunjung website kamu apa yang kamu ingin mereka lakukan dan bagaimana cara melakukannya.

Contoh: kamu memiliki sebuah toko sepatu — anggap saja toko ini adalah website kamu. Kemudian, ada seorang calon pembeli datang untuk melihat-lihat sepatu, orang tersebut adalah pengunjung website.

Pengunjung ini kemudian mengatakan pada kamu bahwa ia melihat penawaran menarik di iklan billboard pinggir jalan yang menunjukkan bahwa produk sepatu model A sedang turun harga besar-besaran, jadi ia tertarik berkunjung ke toko kamu. Toko kamu, tepatnya ruangan yang menyediakan produk sepatu diskon tersebutlah yang menjadi landing page jika kita berumpama.

Mari hitung-hitungan untuk memperkirakan seberapa besar keuntungan kamu jika conversion rate kamu berhasil lewat landing page yang kamu punya!

Misal, kamu pemilik bisnis online dengan 15,000 pengunjung di situs Anda setiap bulannya. Pelanggan Anda menghabiskan rata-rata sekitar 500,000 Rupiah setiap kali mereka berbelanja.

Jika website kamu berhasil meningkatkan setidaknya 1% setiap bulan, kamu dapat meningkatkan conversion rate kamu dan mendapat penghasilan lebih sebesar sekitar 70 juta. Hebat bukan?

Lalu bagaimana cara membuatnya? Berikut, kami akan memberikan panduan yang komprehensif agar kamu mampu langsung mempraktikkannya!

Cara Membuat dan Mengoptimasi Landing Page

Cara membuat landing page adalah proses yang sebenarnya mudah. Hubungi pengembang bisnis kamu untuk mengarakan atau gunakan saja CMS semacam WordPress dan lakukan sendiri pengelolaan landing page kamu .

Buatlah landing page baru (dengan variabel yang akan kami infokan di bawah ini), dan mulailah mendorong website traffic ke arahnya. kamu juga bisa memberi petunjuk kepada pengelola landing page untuk menciptakan konten tanpa ribet. Coba saja pahami beberapa info berikut!

Sebaiknya buat landing page yang berbeda untuk berbagai sumber traffic. Contohnya:

  • Buat landing page untuk masing-masing ebook gratis kamu, dengan form masuk yaitu dua atau tiga kolom sederhana namun efektif (ini biasa disebut “email-gating”)
  • Buat landing page untuk masing-masing jenis produk atau layanan yang ditawarkan pada bisnis kamu
  • Buat landing page untuk masing-masing advertisement campaign kamu berdasarkan pada apa yang kamu promosikan
  • Buat peluang landing page kamu lebih besar, arahkan traffic dari Iklan Facebook dan iklan di platform lainnya
  • Buat landing page dalam website kamu. Coba arahkan pengunjung yang klik tautan tertentu di beranda kamu ke landing page yang khusus bagi tautan itu. Jadikan landing page kamu sefokus mungkin karena kamu sudah tahu persis apa yang mereka inginkan.

Baca Juga: A/B Testing: Metode Akurat Meningkatkan Traffic dan Konversi Website

Cara Membuat Landing Page dengan Design Template Bersih

Semakin mudah kamu membuatnya bagi pengunjung web kamu untuk melihat siapa kamu , apa yang kamu tawarkan dalam bisnis, juga apa yang kamu harapkan dari mereka, semakin besar kemungkinan orang itu akan berkonversi.

Setiap orang ingin kepastian dan kejelasan, inilah yang membuat mereka merasa nyaman dan aman berbisnis dengan kamu .

Jelas, kan? kamu mungkin terkejut akan banyaknya jumlah perusahaan atau pebisnis yang tidak mengetahui hal mendasar ini bahwa tampilan website yang baik dan efektif itu penting. Mereka bisa saja tidak melakukan kegiatan bisnisnya secara efektif dan kurang menghasilkan keuntungan gara-gara kurang pemahaman ini.

Berikut kami akan memberikan beberapa kiat untuk meningkatkan desain landing page kamu demi conversion rate tinggi!

  • Mudah ditelusuri

Jauhkan halaman kamu dari kesan sesak dan tak beraturan. Maksudnya adalah page yang mengandung terlalu banyak informasi, terlalu banyak gambar, dan lain-lain yang berlebihan sehingga navigasi menjadi sulit. Sekali lagi, sederhanakan landing page kamu dengan mempermudah pengunjung untuk mendapat apa yang ia harapkan.

  • Bullet point

Pengunjung website kamu adalah skimmer dan scanner. Buatlah landing page kamu menjadi mudah untuk dipahami manfaatnya. Selain itu tariklah lebih banyak orang yang menginginkan penawaran kamu , entah itu produk atau jasa.

  • Whitespace

Gunakan desain yang tampak bersih kemudian arahkan perhatian calon pelanggan kamu ke penawaran yang tersedia, manfaat serta call to action kamu . Biarkan ruang kosong di page Anda untuk meningkatkan conversion rate.

  • Gambar

Kamu tahu kan kalau gambar mengungkapkan sejuta kata. Ini berlaku sangat benar di media online. Buktinya, gambar adalah konten yang paling banyak dibagikan dan disukai di media sosial. Mereka sangat efektif bagi landing page yang menghasilkan keuntungan. Semakin banyak calon pelanggan menyukai halaman kamu, semakin besar kemungkinan mereka akan berkonversi.

  • Warna komplementer dan kontras

Desain warna sangat penting dalam mengoptimalkan halaman arahan kamu. Gunakan skema warna komplementer untuk membuat halaman kamu menarik. Buat Call-to-Action kamu dalam warna kontras agar menonjol.
Jika kamu tidak punya seorang graphic designer sendiri, ada beberapa skema skema warna gratis yang bisa diakses secara online seperti Coolors, Adobe Kuler, Color Scheme Designer.

  • Aturan 5 detik

kamu punya batas waktu sekitar 5 detik untuk menarik konsumen kamu. Jika halaman kamu tidak menarik bisa-bisa mereka segera beralih ke halaman lain – bahkan mungkin ke website pesaing bisnis kamu!

Baca Juga: Manfaat dan Cara Backup Data Website

Marketing Dalam Landing Page

Landing page kamu adalah pusat kampanye pemasaran kamu. Di situlah kamu mengarahkan lalu lintas dari iklan online, media sosial, email campaign dan sebagainya. Ketika lalu lintas mendarat di landing page kamu, kamu perlu mengarahkannya secara efektif agar pengunjung kamu kemudian tertarik untuk berkonversi.

optimized landing page netflix

Kami akan memberikan beberapa trik untuk  mengoptimalkan taktik pemasaran kamu agar  conversion rate kamu meningkat!

  • CTA

Call to Action (CTA) adalah panggilan yang meminta pengunjung kamu untuk mengambil tindakan. CTA kamu harus menjadi fitur yang paling menonjol di landing page kamu. Jadikan CTA button kamu jelas, dengan warna yang kontras. Buat CTA itu pendek. Selain itu, buatlah kata-kata yang berorientasi pada aksi untuk memicu reaksi langsung. Tunjukkan daya tarik atau nilai tukar yang jelas di CTA kamu. Kondisikan agar pengunjung tak dapat menolak CTA kamu.

  • Competitive Advantage

Gunakan kecerdasan pemasaran kamu untuk secara ringkas menunjukkan bagaimana dan mengapa kamu lebih baik daripada pesaing bisnis atau kompetitor kamu. Gunakan tagline perusahaan yang unik atau hal unik lainnya untuk kampanye kamu. Semakin meyakinkan brand kamu bagi pasar kamu, semakin banyak prospek dan penjualan yang akan Anda dapatkan.

  • Sense of Urgency

Gunakan taktik jitu yang tak banyak orang tahu. Contohnya membatasi jumlah penawaran produk kamu, membatasi waktu untuk penawaran kamu, dan sebagainya.

  • “Apa untungnya bagi saya?”

Jawab pertanyaan pelanggan kamu dengan memberikan daftar manfaat yang meyakinkan yang ada pada penawaran kamu. Tunjukkan bahwa produk kamu bersaing, layanan, kupon, atau apa pun yang kamu tawarkan memberi nilai begitu banyak sehingga mereka tidak dapat menolaknya. Tunjukkan proposisi nilai kamu dengan kata-kata dan gambar di landing page kamu.

  • Ketahui penawaran

Sebelum membuat landing page, tentukan apa spesiiknya tawaran kamu. Jawab pertanyaan seperti: Solusi apa yang ingin kamu tawarkan bagi customer? Bagaimana kampanye yang telah kamu lakukan? Penawaran seperti apa yang paling menguntungkan bagi pelanggan kamu – dan mengapa mereka musti peduli?

  • Kenali pelanggan

Untuk merancang dan membuat landing page yang optimal, kamu perlu tahu kepada siapa kamu memasarkannya. Pasar inilah yang biasa kami sebut sebagai niche market. Buat daftar demografi soal target pasar kamu, atau bahkan tuliskan sejumlah buyer persona dan rinci perilaku sehari-hari konsumen kamu. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar kamu bisa menyesuaikan landing page kamu dengan perilaku pembeli atau calon pelanggan kamu.

  • Kenali pesaing bisnis

Lihat bagaimana pesaing kamu melakukan kegiatan bisnisnya dan coba analisis bagaimana mereka melakukan kampanye landing page mereka. Penelitian kamu dapat mencapai dua tujuan: inspirasi untuk mengungguli website mereka, atau menghasilkan kreativitas agar kamu dapat berinovasi menghasilkan sesuatu yang unik.

SEO bagi Landing Page

Sebenarnya, kami sudah sering membahas SEO terkait optimasi website pada artikel-artikel kami sebelumnya. Kami bahkan pernah membuat satu artikel berupa panduan lengkap bagi SEO. Namun, pada artikel kali ini kami akan memberikan panduan yang lebih berfokus pada landing page.

  • Masukkan keyword pada judul page atau konten

Jalur URL halaman arahan kamu harus juga menyertakan kata kunci kamu. Sulit? Tidak, sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Pastikan halaman arahan kamu memiliki judul, dan kamumenggunakan judul itu saat membuat landing page di situs Anda. (Jika kamu bukan orang yang ahli dalam mengelola website kamu, cobalah menjelaskan apa yang kamu inginkan ini kepada pengembang ahli agar kamu terbantu)

  • Gunakan keyword dan keyword phrase dalam teks

Hal ini dapat membantu menjelaskan pada mesin penelusur semacam Google tentang apa sebenarnya halaman kamu. Gunakan keyword phrase kamu (seperti apa tawaran Anda pada teks landing page kamu). Anggap ini sebagai cara berkomunikasi dengan Google, seperti kamu berbicara kepada pelanggan kamu untuk memberi tahu mereka tentang siapa kamu atau brand kamu.

  • Sertakan social share button

Google menyukai halaman yang mudah untuk dibagi. Buatlah social button share kamu mudah dilihat di web page kamu. Masukkan social share button tersebut di bagian atas halaman kamu, dan buat mereka terlihat sangat jelas di landing page kamu.

  • Gunakan meta tag yang relevan

Meta tag adalah deskripsi terkait situs kamu yang dapat dibaca Google. Jadi, ya, meta tag itu sangat penting. Gunakan untuk atribut judul, kata kunci terkait dan deskripsi kamu. Gunakan juga tag Alt untuk deskripsi gambar kamu.

Masih banyak lagi taktik SEO yang bisa digunakan, tapi kamu dapat berpatok pada keempat poin yang kami sampaikan di atas saja demi optimized landing page.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menargetkan Pengunjung Website dengan Efektif

Kesalahan Umum Seputar Landing Page

Ada beberapa kesalahan kaprah yang terjadi di kalangan pengelola website kebanyakan. Berikut, kami akan membahasnnya satu per satu agar kamu tak terjebak pada kesalahan yang sama seperti website developer umumnya!

Terlalu banyak teks

Salah satu faktor desain terpenting dari landing page yang sukses adalah kesederhanaannya. Ini adalah salah satu kesalahan di mana web developer mudah terjatuh. Tampilan desain yang buruk di mana semua berupa teks, sulit untuk menambahkan nilai jual yang dari bisnis atau produk kamu.

Karena apa? Karena tidak ada yang mau membacanya berlama-lama padahal mereka hanya butuh diyakinkan untuk bertransaksi. Ingat bahwa kamu memiliki waktu 5 detik untuk meyakinkan pengunjung agar landing page kamu diakses terus dalam waktu lama hingga pengunjung selesai meninjau.

Saya sarankan kamu menghindari paragraf-paragraf yang bertele-tele. Berkomunikasilah ke pasar kamu melalui Bullet-points, Bolded words, Posings dan Images.

Tidak ada Unique Selling Proposition (USP)

Hal pertama yang harus dilihat pengunjung dari halaman kamu adalah titik fokus penjualan paling berharga apa yang kamu miliki. kamu juga ingin menjadikan titik penjualan ini unik bagi bisnis kamu agar dapat berkomunikasi dengan cepat dan tepat sasaran, yang bisa membuat bisnis atau produk Anda lebih menonjol dari para pesaing bisnis atau kompetitor kamu.

Berikut adalah contoh-contoh USP yang menarik untuk kamu tiru: “Cara mudah dan jitu…”, “web hosting terbaik”, “Dapatkan (produk/layanan) gratis selama (masa waktu uji coba tertentu)”.

Tidak ada testimoni atau ulasan pelanggan

Review dari pelanggan sangat penting agar calon pembeli Anda bisa memercayai bisnis Anda untuk akhirnya membeli produk atau menyewa layanan yang Anda tawarkan. Jangan sampai tidak ada ruang bagi testimoni pelanggan di website Anda. Hal ini tentu membuat mereka ragu akan kredibilitas Anda dan kemampuan Anda memuaskan mereka sebagai customer.

Entry form yang ada terlalu ribet

Kolom yang kamu sediakan untuk diisi oleh pengunjung atau pelanggan sebaiknya tidak terlalu personal atau mendetil sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman atau terlalu diawasi oleh perusahaan kamu. Cobalah untuk menyediakan deskripsi-deskripsi sederhana yang sesuai kebutuhan data perusahaan kamu secara efektif seperti nama, kota tinggal dan alamat email.

Simpulan

Membuat landing page memang tergolong mudah, yang menjadi agak sulit adalah mengelolanya agar teroptimasi dengan maksimal. Kamu butuh melewati proses yang berkelanjutan sehingga kamu sebaiknya telaten.

Melalui artikel ini, kamu telah mendapat pengetahuan-pengetahuan mendasar soal landing page, cara membangun dan mengelolanya, serta kesalahan-kesalahan umum yang biasa orang lakukan soal landing page. Semoga artikel ini membantu!