Cara Mengatasi Plagiasi Konten Website

Mesin pencari seperti Google sebenarnya punya masalah serius terkait duplikasi dari dulunya. Hal itu sering disebut sebagai disebut sebagai duplicate content. Duplicate content ini singkatnya adalah konten serupa yang ditampilkan di beberapa lokasi (URL) pada web. Apa dampaknya? Mesin penelusur jadinya tidak tahu URL mana yang akan ditampilkan di hasil pencariannya. Hal ini sebenarnya bisa “melukai” peringkat halaman di website Anda seandainya konten Anda yang kena duplikasi. Apalagi saat orang-orang lainnya mulai menautkan ke semua versi konten atau postingan yang berbeda-beda, masalahnya bisa menjadi lebih besar.

Meme Google Duplicate Content

Bagaimana jelasnya permasalahan duplikasi konten ini? Artikel yang kami sajikan kali ini akan membantu Anda untuk memahami bagaimana penjelasan teknisnya, apa saja penyebab duplicate content, dan seperti apa solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Selamat membaca, semoga artikel ini membantu!

Apa itu Duplicate Content?

Misalnya artikel Anda tentang ‘kata kunci x’ muncul di http://www.contohaja.com/keyword-x/ dan konten yang sama juga muncul di http://www.contohaja.com/article-category/keyword-x/. Situasi ini tidak mengada-ada. Hal seperti ini banyak terjadi di banyak sistem manajemen konten yang modern kini. Artikel Anda telah diduplikasi oleh beberapa blogger lain. Jadinya, beberapa link menuju ke URL yang utama; link satunya ke URL yang lainnya. Ini adalah masalah utama dari mesin pencari yang selama ini selalu ada: ini juga jadi masalah buat Anda. Mengapa duplicate content adalah masalah Anda? Karena tautan tersebut sama-sama mempromosikan URL yang berbeda. Jika mereka semua menautkan ke URL yang sama atau satu saja dari blog asli Anda, peluang Anda untuk mendapatkan peringkat ‘kata kunci x’ pasti lebih tinggi. Tapi dengan adanya duplicate content itu peluangnya mengecil, bahkan lebih parah lagi, Anda bisa kena takedown dari Google padahal Anda merupakan creator yang asli .

Mengapa Mengurus Duplicate Content Penting?

Sebelum kami menunjukkan cara untuk mengatasai duplicate content yang ada, mari kita membahas secara singkat terlebih dahulu bagaimana si mesin penelusur raksasa Google menangani duplicate content sejauh ini.

Pada tahun 2013, seseorang dari Google bernama Matt Cutts mengatakan bahwa 25-30% konten di internet bersifat duplikatif . Kalau dihitung-hitung, sekarang pasti jumlahnya jauh lebih tinggi. Mengapa? Ya, berdasarkan common sense, menduplikasi di internet memang sangat mudah. Anda tinggal lihat mana konten yang bagus, lalu klik copy-paste. Bayangkan saja diri Anda sebagai mahasiswa kuliah tingkat akhir yang sedang skripsi di zaman internet. Mencari informasi mudah dan keinginan untuk sekadar menyalin yang ada juga besar tanpa harus memprosesnya terlebih dahulu, tinggal salin dan tempel. Mengerjakan skripsi atau tugas di zaman di mana internet belum ada, pasti berbeda kondisinya. Kalaupun mau menyalin, Anda perlu mengetiknya sendiri terlebih dahulu dari setumpuk buku di perpustakaan kampus.

Nah, karena fenomena duplicate content ini begitu lazim, Google tidak memberi penalti tertentu atau menghukum pelakunya. Jadi, Google tidak menghukum duplicate content bila tidak diadukan si pelapor, kecuali yang murni berupa spam.

Jadi jika tidak ada hukumannya kalau Anda menyalin sesuatu dari blog orang lain? Lalu mengapa Anda musti peduli soal siapa yang menyalin konten siapa?

Sebenarnya, alasan terbesarnya adalah ketika terjadi duplicate content, si mesin penelusur Google jadi susah pekerjaannya dalam menyaring dan menentukan versi konten yang mana yang akan ditampilkan di hasil penelusurannya atau SERP (Search Engine Page Result). Ini berarti konten yang sudah susah-susah Anda habiskan waktu dan uang dalam membuatnya mungkin saja jadi tidak bisa muncul di halaman hasil penelusuran , tapi yang buat sakit hatinya, versi curian dari konten Anda yang dibuat oleh kompetitor bisnis atau siapapun itu orang yang entah dapat dikatakan bodoh atau jahat ꟷ malah masuk ke peringkat yang Anda incar di Google. Kesal ya, membacanya.

Google memang kerap gagal menyaring versi asli konten sehingga menyebabkan pemilik website menderita dengan mendapat peringkat yang lebih rendah atau bahkan bila kena salah aduan konten yang aslilah yang di-takedown olehnya. Peringkatnya lebih rendah karena lalu lintas atau website traffic yang ada jadi lebih rendah dan kurang memiliki otoritas terkait relevansi dalam pencarian.

Anda perlu menyadari, duplicate content muncul di mesin telusur bisa merusak otoritas merek atau brand Anda dan bisa juga merusak upaya pemasaran konten Anda secara substansial . Ini hal serius yang terkadang, orang-orang memang berniat jahat melakukannya demi menurunkan peluang Anda secara SEO. Hal ini kerap terjadi pada pebisnis yang berbasis website atau internet. Bahkan jasa-jasa black hat SEO kini ada di mana-mana. Para pelaku ini bisa menduplikasi konten Anda, mengganti tanggal posting hasil curian mereka (lebih awal dari tanggal posting di website Anda sebenarnya), bahkan setelahnya mengadukan konten asli Anda sebagai duplicate content pada Google.

Meme Google Duplicate Content Mad

Tetapi ada juga blogger-blogger pemula yang tidak menyadari bahwa hal ini bisa “menyakiti” aspek bisnis Anda. Mereka copy-paste konten Anda begitu saja. Nah terkait hal ini, kami akan membahasnya lebih lanjut di penjelasan berikut.

Penyebab Duplicate Content Banyak Terjadi di Internet

Ada banyak sekali alasan yang menyebabkan duplicate content terjadi. Kebanyakan dari alasan-alasan itu bersifat teknis: tidak jarang satu orang itu sendiri memutuskan untuk memasukkan konten yang sama ke dalam dua tempat yang sama-sama miliknya namun berbeda domain, tanpa membedakan sumbernya. Ya, rasanya sih memang tidak wajar bagi kita yang punya pengetahuan IT lumayan bagus.

Sederhananya, hal ini terjadi terutama karena si pengembang website itu tidak berpikir sebagai mesin penelusur atau internet user, mereka hanya berpikiran seperti orang awam. Mereka berpikir ya isinya sama saja, jadi tidak masalah. Jadi, kebanyakan masalah duplicate content memang terjadi karena sebuah kesalahpahaman teknis.

Namun, tidak menutup mata, seperti yang sebut-sebut sebelumnya soal black hat SEO, banyak orang juga sengaja melakukannya. Atau, seorang blogger atau pengembang website tidak sekejam itu, hanya saja befokus pada keuntungan diri sendiri dengan melihat website Anda Domain Authority-nya bagus dan kontennya peringkat satu terus di Google . Lalu ia berpikir, dengan mencuri konten-konten nomor satu Anda, dia bisa ikut naik nilai DA dan peringkatnya di mesin telusur.

Cara Mengetahui Siapa yang Menduplikasi Konten Anda

Bagaimana caranya? Apakah Anda harus terus-menerus menggunakan mesin telusur dengan mengetikkan judul konten atau keyword Anda? Tentunya, ada cara yang lebih baik untuk mengetahui siapa yang menduplikasi konten Anda sekaligus mencerna bagaimana mereka melakukannya, bagaimana proses duplikasinya. Berikut akan kami jabarkan secara ringkas!

Copyscape
Copyscape adalah mesin pencari sederhana yang memungkinkan Anda untuk memasukkan URL konten Anda agar Anda mengetahui apakah ada duplikatnya yang tersebar di Internet. Anda bisa memperoleh beberapa hasil dengan menggunakan tool pencarian gratis dari Copyscape, atau Anda juga bisa membayar akun premium agar dapat memeriksa hingga 10.000 halaman di website Anda dan tarif meningkat sesuai kelipatan jumlahnya.

Akismet
Cara pertama yang sebenarnya bisa Anda lakukan adalah melalui trackback di WordPress (kami menyebutkannya karena kebanyakan pengembang website menggunakan CMS WordPress). Duplicate content yang ada akan muncul di folder spam jika Anda menggunakan Akismet ini. Kunci untuk mendapatkan trackback adalah selalu menyertakan tautan ke posting lain di konten Anda sendiri. Pastikan link tersebut memiliki anchor text yang bagus. Sebenarnya membangun backlink ini juga bagus buat SEO website Anda.

Webmaster Tool
Cara berikutnya untuk mengetahui duplicate content adalah dengan menggunakan Webmaster Tool. Bagaimana caranya? Cukup mudah, Anda tinggal masuk ke website Anda di Webmaster Tool, lalu coba lihat di bawah website Anda pada Web> Link to Your Site. Kemudian urutkanlah berdasarkan kolom Linked Pages.

Pada dasarnya setiap website yang terhubung ke banyak posting-an Anda yang bukan merupakan jejaring sosial, situs bookmark sosial, atau dari penggemar berat/ subscriber yang suka menautkan ke Anda berpotensi merupakan pemalsuan konten saja. Anda harus pergi ke website mereka untuk memastikannya.

Untuk menemukan tautan Anda di website mereka, coba klik salah satu domain untuk melihat detail halaman yang ada di website Anda yang mereka tautkan secara khusus. Kemudian, klik salah satu tautan atau link Anda agar bisa melihat halaman mana yang terhubung dengan website Anda.

Anda dapat melihat di sini bahwa mereka mungkin hanya terang-terangan menyalin judul posting yang Anda buat. Jadi ketika Anda mengunjunginya, mungkin kontennya tidak sama.

Google Alerts
Jika Anda tidak sering posting atau ingin mengikuti semua judul blog yang peringkatnya bagus di website orang lain, Anda bisa membuat Google Alert menggunakan pencocokan yang tepat untuk judul posting Anda, caranya dengan ketik judul dalam tanda petik.

Anda bisa mengirimkan semua Google Alerts ke RSS feed sehingga Anda dapat mengelolanya di Google Reader. Namun Anda juga bisa mengirimkannya secara berkala lewat email. Anda bahkan akan mendapatkan preview instan dari hasil analisis yang akan Anda dapatkan itu.

Dewaweb 4th Anniversary

Cara Menurunkan Duplicate Content

Nah, kita sampai ke bagian paling penting dari artikel ini. Anda akan mengetahui langkah-langkah apa yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan Duplicate Content yang ada. Simak penjelasan berikut!

  1. Hubungi Si Tukang Plagiat
    Kami tahu ini kedengarannya sederhana atau klise, tapi kami sudah mengalami beberapa permintaan pencabutan duplicate content yang sukses dengan cara biasa satu ini. Sebagian besar website dan blog punya formulir kontak, alamat email atau nomor telepon yang mereka cantumkan di website-nya. Coba kontak dari sana saja terlebih dahulu. Bgaimanapun juga, akan lebih baik jika Anda memulai dari cara yang “baik-baik” terlebih dahulu.Cobalah untuk menginformasikan website bahwa konten Anda telah dicuri walaupun tanpa berniat jahat, coba memberikan tautan ke konten asli milik Anda yang diplagiat, dan meminta mereka untuk segera turunkan duplicate content mereka untuk menghindari penalti Google dan dampak buruk lain yang mungkin terjadi jika duplicate content itu dibiarkan terus.Jika si pengembang website lambat dalam menanggapi, atau jika permintaan Anda yang masuk akal itu diabaikan begitu saja, pilihan lain adalah coba menghubungi provider hosting si website-nya. Ada beberapa website gratis yang dapat membantu Anda untuk mendapat informasi ini seperti Who’s Hosting di mana Anda tinggal mengetikkan URL dari situs yang melakukan plagiat itu.Begitu Anda punya informasi dari web hosting itu, coba ikuti langkah yang sama seperti yang telah disebutkan sebelumnya untuk menghubungi mereka dan laporkan pelanggaran kontennya seperti apa, kronologi dan lain-lain. Sebagian besar layanan web hosting melakukan pekerjaan dengan baik. Mereka mampu menanggapi dengan cepat, dan dalam banyak kasus mencatat keseluruhan website apa saja yang melakukan hal buruk itu.

    2. Manfaatkan Google Tools
    Jika Anda sadar kalau orang lain menuai semua keuntungan dari lalu lintas atau website traffic berdasarkan peringkat Google dengan menggunakan konten curian yang sebenarnya milik Anda, jika Anda tahu mereka memang berniat buruk, Anda langsung saja mengajukan keluhan DMCA terhadap mereka menggunakan Google Search Console.Jika Google setuju dengan keluhan yang Anda ajukan tersebut, mereka akan menghapus duplicate content itu dari mesin pencari, sehingga keuntungan mereka berbalik ke Anda.Google akan meminta sedikit informasi dalam bentuk bukti nyata karena mereka ingin memastikan bahwa tindakan mereka benar soal penghapusan konten tersebut. Luangkan waktu Anda, mereka membutuhkannya agar Anda bisa memberi mereka semua informasi dalam membangun kasus Anda.Penting untuk dicatat bahwa permintaan penghapusan Google hanya per halaman saja, jadi tergantung pada berapa jumlah halaman dari konten yang telah disalin, bersiaplah untuk meluangkan waktu cukup banyak dalam tahap satu ini. Ketahui lebih lanjut soal cara teraman mendaftarkan dan menurunkan duplicate konten Anda melalui DMCA lewat artikel panduan lengkap dari kami yang sebelumnya.

    3. Tambahkan Watermark dan Self-referential Rel=canonical link di Konten Anda
    Mengenai watermark, ini cara yang sebenarnya sifatnya tidak langsung menurunkan duplicate content tapi lebih ke tindakan pencegahan dan tracking. Jika Anda membuat image atau gambar maupun foto di konten posting Anda, tambahkanlah logo atau tulisan nama brand Anda di bagian tertentu agar plagiator berpikir dua kali sebelum menduplikasinya. Soal self referential, hal ini bisa menciptakan perlindungan tambahan terhadap plagiator konten yang mencuri kredit SEO dari konten Anda. Cobalah untuk tambahkan self-referential rel=canonical link ke posting-an Anda. Ini sebenarnya merupakan canonic attribute yang mengarah ke URL yang sudah ada. Ini bisa menggagalkan upaya beberapa plagiator. Meskipun tidak semua plagiator akan menyatukan kode HTML lengkap dari materi sumber mereka atau posting asli Anda, beberapa akan melakukannya. Bagi mereka yang melakukannya, self-referential rel=canonical link akan memastikan versi situs Anda mendapat kredit sebagai bagian konten “asli”. Contoh kodenya seperti in kira-kira: <link rel=“canonical” href=https://contohwebsite.com/blog/cara-mengatasi-plagiat-konten-website />

Simpulan

Melalui artikel Cara Mengatasi Duplicate Content ini, Anda telah mengetahui apa itu sebenarnya duplicate content dan mengapa mengurusnya menjadi hal yang penting. Tak hanya itu, kami juga memberikan cara lengkap agar Anda bisa mengetahui siapa yang menduplikasi konten Anda dan bagaimana menurunkannya agar Anda tidak terkena dampak buruknya. Kami juga banyak membuat artikel-artikel bermanfaat lainnya bagi Anda para pengembang website. Anda bisa membaca artikel terbaru kami soal tips blogging yang paling update di tahun 2018 . Selain itu, bagi Anda yang ingin mengoptimasi website Anda di mesin telusur, ada satu teknik SEO yang sekarang sedang populer dan berguna yaitu membuat Google Featured Snippet agar website traffic meningkat . Kami tidak pelit ilmu buat sahabat dewaweb yang telah mempercayai kami sebagai provider hosting terbaik bersertifikat resmi internasional , yang ingin mensukseskan Anda secara online. Anda bisa juga bertahan di peringkat satu mesin telusur Google seperti artikel-artikel kami berikut.

Peringkat Satu Blog Dewaweb

Peringkat Satu Dewaweb Blog

Jadi, jangan lupa subscribe newsletter & follow sosial media dewaweb ya! Selamat mengembangkan website Anda, semoga berhasil!