Website Lemot? Ini 5 Cara Mengatasi Website yang Overload

Website Lemot? Ini 5 Cara Mengatasi Website yang Overload

Sebagai pemilik website, penting untuk kamu memastikan bahwa website kamu mudah dan cepat diakses, karena banyak kejadian ketika pengguna akan mengunjunginya, situs tersebut justru sedang overload. Ketika kondisi ini terjadi, ada beberapa cara mengatasi website yang overload, seperti menggunakan plugin secukupnya, mengoptoimasi gambar, dan lain sebagainya.

Apabila kamu belum tahu caranya, tidak perlu khawatir. Sebab, Dewaweb akan memberikan informasinya secara lengkap beserta tutorial agar situs kamu tidak overload. Yuk, langsung saja simak informasinya pada artikel di bawah ini.

Bagaimana Cara Mengatasi Website yang Overload?

Cara mengatasi website yang overload cukup mudah untuk dipahami. Jika dibiarkan terus-menerus, website yang overload dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Lebih jelasnya, berikut ada beberapa cara mengatasi website yang overload yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

1. Gunakan plugin secukupnya

Cara mengatasi website yang overload adalah menggunakan plugin secukupnya. Mungkin ada beberapa pengguna WordPress yang sudah tahu bahwa CMS tersebut memberikan fasilitas yakni menyediakan beragam plugin yang bisa langsung kamu pasang.

Dari fasilitas tersebut kebanyakan pengguna tergiur akan kegunaannya untuk bantu menunjang performa website. Namun, mereka seringkali lupa bahwa penggunaan plugin yang berlebih justru akan menyebabkan overload.

Maka dari itu, sebaiknya kamu bisa gunakan plugin secukupnya saja, kamu bisa memasang plugin WordPress yang memang wajib diinstal. Apabila terdapat plugin yang tidak begitu penting maka bisa kamu hapus saja.

2. Gunakan plugin dan tema yang sudah diupdate

Cara mengatasi website yang overload selanjutnya yaitu dengan memilih plugin serta tema yang akan digunakan. Selain memperhatikan fitur yang akan diberikan, kemudian rating yang dimiliki, kamu juga harus melihat kapan terakhir kali plugin atau tema tersebut di-update.

Apabila update terakhirnya terlalu lama, sebaiknya kamu hindari, karena plugin atau tema yang sudah lama tidak diupdate biasanya memiliki kinerja yang kurang maksimal disebabkan oleh adanya bug. Plugin dan tema yang memiliki banyak bug atau error tentu dapat berdampak pada performa situs.

Baca Juga: Cara Update WordPress dengan Mudah agar Website Lebih Aman

3. Optimasi gambar

Gambar adalah salah satu hal yang membuat konten kamu terlihat lebih menarik karena terdapat tambahan visualisasinya. Setiap pemilik website tentu ingin menampilkan gambar yang terbaik, namun seringkali mereka lupa jika gambar yang jernih biasanya memiliki resolusi yang tinggi juga.

Namun, ukuran gambar yang terlalu besar justru akan memakan resource hosting yang banyak dan membebani server sehingga terjadilah website yang overload.

Kamu dapat mengatasi hal tersebut dengan mengoptimasi gambar agar tidak terlalu besar, yakni dengan cara resize atau memperkecil ukuran foto dengan berbagai tools yang ada di internet. Sehingga ukuran gambar tidak begitu besar dan konten kamu dapat dengan mudah diakses.

4. Gunakan plugin cache

Cache bertugas menyimpan data sementara yang sebelumnya sudah pernah diakses, sehingga apabila data tersebut ingin diakses kembali sistem dapat menemukannya dengan mudah dan cepat dan membantu kinerja server lebih ringan.

Berbeda jika data harus diakses dari awal, kinerja server dan website tentu akan lebih berat. Untuk mengatasi hal tersebut kamu bisa menginstall plugin cache untuk bantu simpan data secara sementara sehingga kinerja lebih cepat dan website tidak overload.

5. Gunakan content delivery network (CDN)

Terakhir, cara mengatasi website yang overload yaitu menggunakan content delivery network (CDN). Cara ini bisa kamu lakukan apabila traffic website sedang tinggi-tingginya.

CDN adalah jaringan server yang terletak di berbagai negara, yang bertugas untuk menyimpan cache dari situs kamu kemudian mengirimkannya pada pengunjung yang paling dekat dengan server. Dengan begitu beban kerja server dari hosting kamu akan lebih ringan.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Apa Itu CDN

Apa yang Menyebabkan Website Overload?

Overload adalah kondisi di mana situs membutuhkan waktu yang lama ketika diakses atau justru down, kejadian overload disebabkan karena penggunaan resource hosting yang berlebih. Website yang overload biasanya lebih banyak terjadi pada pengguna layanan shared hosting, di mana sebuah akun diletakkan dan akun lainnya diletakkan pada satu server yang sama. Oleh karena itulah terjadi penggunaan resource secara bersamaan serta melebihi batas dan menyebabkan website down.

Lantas mengapa penggunaan resource pada hosting bisa mencapai batas? Nah, di bawah ini terdapat beberapa penyebab server down.

  • Traffic website yang sedang tinggi-tingginya.
  • Terdapat script yang terus berjalan sehingga memakan memori.
  • Terdapat script yang bermasalah dan memakan waktu lama untuk mengeksekusinya.
  • Penggunaan plugin dan tema yang banyak memakan memori.
  • Server memiliki kapasitas resource yang kecil namun digunakan untuk streaming.
  • Website terkena serangan malware.
  • Database query yang terlalu banyak sehingga membebani server.
  • Terlalu banyak cron job yang berjalan secara bersamaan.

Baca Juga: 12 Cara Mempercepat Website WordPress Paling Ampuh

Sudah Tahu Cara Mengatasi Website yang Overload?

Bagaimana, sampai sini kamu sudah tahu bagaimana cara mengatasi website yang overload? Ada beberapa cara yang bisa kamu terapkan seperti yang sudah dijelaskan tadi, mulai dari menggunakan plugin secukupnya, gunakan plugin dan tema yang paling update, kemudian optimasi gambar dan gunakan plugin cache.

Selain menerapkan cara di atas, kamu juga harus memastikan bahwa hosting yang kamu gunakan memiliki kualitas server yang bagus, sehingga akan meminimalisir terjadinya overload pada website. Selamat mencoba ya, semoga membantu!