Dewacloud blog featured image

Custom Domain Name di Dewacloud

Apabila menggunakan layanan PaaS Dewacloud, kamu bisa menerapkan alamat domain eksternal ke situs kamu, bukan URL environment biasanya misal seperti my-project.dewacloud.com. 

Custom domain tentu dapat membantu meningkatkan branding terkait aplikasi web kamu di internet, sehingga nanti ada lebih banyak orang yang bisa mengetahui.

Tapi sebelum itu, mari kita pelajari dulu basic terkait custom domain ini.

  • Domain – Merupakan nama yang kamu tentukan untuk mengakses website. Domain juga biasa disebut sebagai alamat, sehingga orang bisa lebih mudah menghafalnya jika hendak mengunjungi situs kamu. Bagian domain paling belakang seperti (.org, .com, .net) merupakan TLD (Top Level Domain), di depan nama tersebut ada SLD (Second Level Domain). Kamu dapat membaca lebih lanjut tentang perbedaan jenis domain di artikel kami.
  • Root Domain – Merupakan gabungan dari TLD dan SLD, tanpa ada subdomain. Root Domain ini sudah mewakili semua situs web kamu. Dan semua situs memiliki root domain-nya sendiri – sendiri.
  • DNS – Merupakan sistem untuk mengubah nama domain teks menjadi sebuah IP Address. Hal ini digunakan untuk mengidentifikasi atau mencari situs web tersebut. Misal ketika kamu mengetikkan www.mydomain.com pada address bar, alamat IP sebenarnya yang kamu dapat dari server hosting halaman tersebut akan muncul, misal 220.50.240.20. Nah, apabila kamu menuliskan https://220.50.240.20/ maka akan muncul situs yang sama juga.

Sebelum menggunakan custom domain pada environment, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan terlebih dulu. Diantaranya seperti.

  • Membeli domain.
  • Melakukan konfigurasi DNS.
  • Melakukan bind domain.

Yuk, langsung saja kita mulai dari yang pertama.

Cara Membeli Domain

Untuk membeli domain, sudah banyak layanan yang menyediakannya. Kamu juga bisa membeli pada Dewaweb.com ada banyak pilihan domain yang murah dan terpercaya. 

Berikut adalah langkah-langkah untuk membeli domain di Dewaweb.

  1. Login atau daftar akun Dewaweb (jika belum)
  2. Kunjungi halaman domain, kemudian cari domain yang kamu inginkan.
  3. Periksa ketersediaan domain beserta ekstensi yang kamu inginkan.
  4. Lanjutkan proses pembelian domain sesuai dengan langkah-langkah yang tersedia.

Setelah membeli domain, selanjutnya kita akan mengkonfigurasi DNS-nya.

Cara Mengkonfigurasi DNS Record

Apabila pembelian domain telah berhasil, dilanjutkan dengan melakukan konfigurasi DNS Record. Tapi sebelum itu ada istilah – istilah yang harus kamu ketahui lebih dulu. 

Terdapat beberapa variasi tipe DNS Record yang dapat ditujukan ke Dewacloud environment kamu, diantaranya adalah.

  • CNAME – Untuk memetakan custom domain kamu ke environment domain (nantinya perlu melakukan bind domain pada tutorial di bawah).
  • ANAME (apabila didukung oleh DNS Server kamu) – Untuk memetakan seluruh root domain. Misalnya seperti mydomain.com ke environment domain kamu atau ke root domain yang lain.
  • A Record – Untuk memetakan custom domain ke IP publik kamu (hal ini membutuhkan IP eksternal yang dilampirkan ke environment).
Catatan : CNAME / aName DNS record dapat digunakan bersamaan dengan Shared Load Balancer (tanpa IP Publik). Namun, untuk production environment sebaiknya menggunakan IP publik dan mengkonfigurasi A Record. 
 

Dalam hal menyiapkan Private Cloud, ketika pemilik platform tersebut mengontrol semua environment, Shared Load Balancer dapat dinonaktifkan. Sehingga penggunaan CNAME sebagai opsi production-ready.

Nah, jika sudah paham terkait istilah di atas. Mari kita lanjutkan langkah mengkonfigurasi record domain kamu.

  1. Cari domain yang akan kamu pakai pada bagian domain registrar dan klik pada Manage DNS. Jika kamu membeli domain di Dewaweb, menu ini dapat ditemukan di Akun > Kelola Domain.
    Manage domains
  2. Klik menu Add Record.
  3. Atur jenis domain yang ingin digunakan record, TTL, dan IP or Hostname. Jika kamu ingin menggunakan TLD, kosongi kolom bagian depan nama domain.
    binding custom domain dewaweb
  4. Selanjutnya lengkapi kolom record yang sudah dipilih berikut ini.

Pada contoh kali ini untuk A Record kolom yang harus diisi diantaranya :

  • Host: masukan nama host yang sudah ditautkan ke A record. Di sini kami menggunakan TLD, jadi kami biarkan kosong.
  • IP or Hostname: Alamat IP publik yang ada di environment kamu.
     
    Tips: Kamu dapat melihat public IP di environment/node dengan meng-klik tanda panah di sebelah nama environment.

    public IP dewacloud

  • TTL: untuk mengatur berapa lama DNS Server harus menyimpan informasi A Record kamu dalam cache (untuk menunda sebelum pengaturan baru, sehingga jika ada perubahan akan diterapkan lebih lanjut).
  • Jika sudah diisikan pada kolom, klik Save.
Catatan: Setiap perubahan yang kamu lakukan pada DNS, dapat memakan waktu sampai 48 jam untuk diterapkan ke seluruh internet.

Lalu DNS mana yang harus digunakan? Simak penjelasannya terlebih dulu.

DNS Record Mana yang Digunakan?

Sebelum memutuskan menggunakan yang mana, periksa aturannya di bawah ini.

  • Gunakan A Record apabila environment kamu menggunakan IP Publik.
  • name1.mydomain.com > 111.111.111.111
    name2.mydomain.com > 111.111.111.112

  • Gunakan CNAME apabila kamu ingin menggunakan custom domain ke environment.
  • nama1.domainsaya.com > env1.domainhoster.com
    nama2.domainsaya.com > env2.domainhoster.com

  • Gunakan ANAME apabila kamu hendak melakukan redirect DNS Zone (root domain) ke yang lain dengan semua subdomain-nya diselesaikan melalui subdomain yang sama.
    • mydomain.com > hosterdomain.com
    • Nantinya, setiap subdomain di domain kamu akan diarahkan ke subdomain yang sesuai di layanan penyedia hosting, seperti berikut {subdomain}.domainsaya.com > {subdomain}.hosterdomain.com.

    • mynewcompany.com > myoldcompany.com
    • Nantinya, kamu dapat mengarahkan semua lalu lintas dari domain lama ke domain yang baru. Dan menjaga semua subdomain tetap sama seperti {subdomain}.perusahaanbarusaya.com > {subdomain}.myoldcompany.com.

    • mydomain.com > env1.hosterdomain.com 
    • Nantinya, subdomain dari custom domain tersebut akan mengarah ke subdomain yang sesuai dengan target environment, {subdomain}.domainsaya.com> {subdomain}.env1.hosterdomain. com.

Selanjutnya adalah melakukan bind domain ke environment.

Cara Bind Domain ke Environment

Ketika kamu tidak menggunakan alamat IP publik (berarti kolom DNS Record points to environment name lewat CNAME atau ANAME). Maka kamu harus melakukan bind domain. Ini akan memerlukan Shared Load Balancers untuk melakukan route traffic dengan benar ke target environment.

Catatan: Binding custom domain melalui Dewacloud dashboard tidak diperlukan jika environment menggunakan public IP untuk environment kamu karena traffic yang masuk tak perlu melewati SLB.
  1. Pilih environment yang hendak kamu bind domain, dan pilih Settings.
    bind domain ke environment
  2. Selanjutnya pada halaman berikut, pilih Custom Domains di bagian sebelah kiri. Dan masukan custom domain tersebut di kolom sebelah kanan, jika sudah klik Bind.
    custom domain binding dewacloud
Catatan : Mungkin kamu akan memerlukan waktu beberapa menit sampai setelan URL yang baru diterapkan.

Sampai sini, kamu bisa coba akses domainnya di browser apakah bisa masuk ke environment kamu atau tidak. 

Jika iya, selamat kamu sudah bisa menggunakannya. Sehingga user bisa lebih mudah jika ingin mengunjungi aplikasi web kamu.