Pengertian Downtime, Penyebab, dan Tips untuk Mencegahnya

Pengertian Downtime, Penyebab, dan Tips untuk Mencegahnya

Sebagai user apakah kamu pernah mengunjungi sebuah situs namun ketika diakses justru servernya sedang down? Atau sebagai pemilik website, kamu pernah mendapat keluhan dari user bahwa situsmu tidak bisa diakses. Kejadian ini disebut dengan downtime, yang adalah kondisi sebuah sistem atau layanan tidak tersedia secara online. Kondisi ini pasti pernah dialami oleh seluruh pengguna internet, baik pemilik maupun user.

Maka dari itu, pada artikel Dewaweb kali ini kita akan membahas pengertian downtime, hingga tips mencegahnya. Simak terus hingga akhir ya!

Baca Juga: Ini dia 20 Proxy Gratis yang Dapat Kamu Coba di 2022

Pengertian Downtime

Downtime adalah kondisi di mana sebuah sistem, layanan atau server hosting tidak berfungsi sama sekali. Kondisi ini dapat digunakan baik pada server, jaringan, komputer, website atau sistem lainnya.

Karena server dari sistem tersebut tidak berfungsi, maka pengguna tidak dapat mengaksesnya sama sekali dan hal ini berakibat pada hilangnya traffic pengguna yang menuju website atau layanan tersebut.

Selanjutnya downtime dibagi menjadi dua, yaitu terencana dan tidak terencana. Downtime terencana atau planned downtime adalah kondisi downtime yang direncanakan. Hal ini biasanya dilakukan ketika penyedia server akan melakukan perawatan atau maintenance untuk meningkatkan kualitas server.

Karena direncanakan, biasanya penyedia server akan memberitahu para pengguna terlebih dulu bahwa akan dilakukan maintenance pada waktu yang sudah ditentukan. Sehingga pada waktu tersebut user tidak akan mengaksesnya dulu.

Sedangkan downtime yang tidak direncanakan atau unplanned downtime adalah kondisi di mana server tidak dapat beroperasi karena masalah gangguan. Downtime seperti ini dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal waktu.

Terjadinya unplanned downtime merupakan hal yang merugikan, baik untuk pemilik maupun pengguna. Dari sisi pemilik, mereka bisa kehilangan traffic website, sedangkan dari sisi pengguna mereka jadi tidak bisa berselancar pada situs tersebut.

Baca Juga: Pengertian Web Server, Fungsi, Contoh dan Cara Kerjanya

Penyebab Downtime

Setelah tahu apa pengertian downtime, selanjutnya kondisi ini tentu terjadi bukan tanpa alasan. Terdapat beberapa penyebab terjadinya downtime yang akan kita bahas di bawah ini.

Putus jaringan

Penyebab pertama adalah terputusnya server dari jaringan secara fisik, apabila hal ini terjadi maka server tidak dapat dijangkau oleh sistem pada jaringan. Setelah itu maka downtime dapat terjadi.

Serangan hacker

Penyebab berikutnya adalah terjadi serangan oleh hacker, serangan cyber crime seperti ini dapat terjadi kapan saja pada server kamu apabila keamanan kurang baik. 

Nah, ketika hacker berhasil menerobos dan mengendalikan server maka kemungkinan besar akan downtime. Karena hacker akan mencegah adanya akses ke server tersebut.

Traffic terlalu tinggi

Sebuah server memiliki batas traffic-nya masing-masing. Apabila sebuah server mendapat traffic tinggi namun tidak bisa menerimanya, otomatis server akan down. Kondisi ini akan teratasi apabila traffic sudah mulai menurun.

Baca Juga: 12+ Cara Cek Website Down secara Akurat dan Mudah

Pemadaman listrik

Penyebab yang seringkali terjadi jika server tersebut berada di Indonesia adalah pemadaman listrik. Sebuah server biasanya ditempatkan pada sebuah data center yang disuplai tenaga listrik. Apabila terjadi pemadaman dan tidak memiliki daya cadangan seperti generator dan UPS, maka otomatis akan terjadi downtime.

Kerusakan hardware

Selanjutnya downtime bisa terjadi apabila terdapat kerusakan pada hardware, baik berupa HDD, SSD, maupun hardware lain yang berfungsi untuk menunjang server. Apabila ada salah satu yang rusak, maka akibatnya server akan downtime.

Kerusakan software

Selain hardware, dari sisi software juga dapat menjadi penyebab terjadinya downtime. Software yang biasanya mempengaruhi downtime yaitu HTTPS yang tiba-tiba tidak bisa berfungsi.

Proses restart software

Sebagai penyedia layanan server biasanya mereka perlu melakukan restart software, contohnya adalah Apache pada server web. Ketika restart dilakukan, hal itu akan menyebabkan downtime. Namun, tidak akan berjalan lama hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Setelah itu akan kembali normal.

Bagaimana Cara Menghitung Downtime?

Perlu kamu tahu bahwa downtime juga dapat dihitung besarannya, hal ini bermanfaat karena dapat digunakan untuk memonitor kualitas server. Nah, cara menghitung downtime adalah menggunakan rumus berikut.

Pertama, apabila kamu ingin mengetahui downtime rate gunakan rumus berikut. 

 Persentase downtime rate= periode downtime (dalam jam) / total jam setahun x 100% 

 

Contohnya, apabila dalam setahun terakhir kamu mengalami downtime selama 30 jam, maka persentasenya adalah.

Persentase downtime= 30 / 8760 x 100% = 0,34%.

Baca Juga: Hitung Ukuran Bandwidth yang Sesuai dengan Kebutuhan Website

Kedua, apabila persentase sudah diketahui tapi kamu ingin mencari periodenya, maka rumusnya.

 Periode downtime= persentase downtime / 100% x total jam dalam setahun 

 

Contoh, apabila persentasenya 0,2%, maka periodenya adalah.

Periode downtime= 0,2% / 100% x 8760 = 17,52 jam.

Ketiga, apabila yang diketahui adalah uptime-nya lalu bagaimana cara menghitung downtime? Rumusnya adalah mengurangi uptime. 

Contohnya, uptime server kamu yaitu 98,95% maka downtime-nya adalah 100% – 99,85% = 0,15%.

Jadi, persentase downtime servernya yaitu 0,15%

Nah, sampai sini kamu sudah tahu beberapa rumus untuk menghitung downtime. Sekarang giliran kamu untuk mencari downtime servermu sendiri.

Baca Juga: 12 Cara Mempercepat Website WordPress Paling Ampuh

Tips Mencegah Downtime

Agar downtime tidak terjadi pada server kamu, maka sebaiknya terapkan beberapa tips berikut yang akan kita bahas.

Memakai data center terbaik

Tips mencegah downtime adalah memakai data center terbaik. Ketika memilih server, pastikan kamu mengetahui di mana data center mereka. Lokasi data center yang baik yaitu rawan dari bencana seperti banjir maupun longsor, kemudian aman dari gangguan listrik serta dari tindakan kriminal.

Apabila server terletak di data center yang aman, maka kemungkinan besar tidak akan sering mengalami downtime.

Baca Juga: Pilihan Region Data Center Terbaik dari Dewacloud

Memilih layanan hosting yang tepat

Setelah memastikan server terdapat pada data center yang terbaik, selanjutnya adalah pilih layanan hosting yang tepat. Pastikan hosting yang kamu pilih aman dan jarang terjadi downtime.

Terutama untuk kamu para pemilik situs, pemilihan layanan hosting akan berpengaruh pada traffic website nantinya. Nah, salah satu hosting yang bisa kamu pilih yaitu Dewaweb.

Dewaweb memiliki lokasi data center di tier-4 terbaik di kelasnya yaitu Equinix DCI, yang mana data center ini juga digunakan oleh Google dan Alibaba Cloud. Kemudian untuk dari sisi keamanan tentu sudah tidak perlu diragukan, Dewaweb sudah memiliki sertifikasi ISO 27001. Bagaimana, sangat menarik bukan? Cek paket hosting Dewaweb di bawah ini!

Menggunakan arsitektur server yang bagus

Selain memilih data center dan hosting, arsitektur server juga perlu kamu perhatikan. Kriteria server yang bagus adalah komponen hardware yang canggih dan mampu menahan gempuran serangan yang berbahaya.

Sudah Paham Apa Itu Downtime?

Sampai sini tentunya kamu sudah tahu pengertian downtime. Downtime adalah kondisi di mana server mengalami gangguan sehingga tidak dapat diakses seperti biasanya. Hal ini dapat dicegah dengan menerapkan tips-tips di atas tadi. Selamat mencoba ya, semoga membantu!