dewaweb-blog-apa-itu-etika-bisnis_

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, kerap kali pebisnis dihadapkan pada kondisi-kondisi sulit dalam pengembangannya. Hal itu baik yang terkait dengan pengelolaan sumber daya internal perusahaan maupun dengan masyarakat. Untuk menangani berbagai problema sulit semacam itu, dibutuhkan suatu prinsip yang bisa membantu pebisnis dalam bersikap. Inilah fungsi etika bisnis. Mari pahami lebih jauh dengan membaca artikel rangkuman Dewaweb selengkapnya!

Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis adalah aturan yang tak tertulis soal bagaimana cara menjalankan kegiatan bisnis dengan adil, serta sudah sesuai dengan hukum yang diberlakukan negara dan tidak pula tergantung pada kedudukan individu maupun perusahaannya dalam masyarakat.

Berikut adalah beberapa pengertian etika bisnis menurut para ahli!

  • Menurut Muslich, etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal (2004:9).
  • Menurut Sumarni, etika bisnis ini terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (1998:21).
  • Menurut Bertens, etika bisnis bahkan lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum (2000).

Prinsip Etika Bisnis

Bisnis yang beretika ini sebenarnya perlu dipandang dari tiga sudut pandang seperti yang dirumuskan oleh Bertens (2013: 25):

  • Dari sudut pandang ekonomi, bisnis yang baik adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan tanpa merugikan orang lain.
  • Dari sudut pandang hukum, bisnis yang baik adalah bisnis yang tidak melanggar aturan-aturan hukum.
  • Dari sudut pandang moral, bisnis yang baik adalah bisnis yang sesuai dengan ukuran-ukuran moralitas.

Sementara itu, menurut Sonny Keraf (1998), ada lima prinsip yang bisa dijadikan suatu pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis tersebut:

  • Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Orang yang mandiri berarti orang yang dapat mengambil suatu keputusan dan melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan ketergantungan kepada pihak lain.

  • Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah yang dikerjakan. Prinsip ini juga menyiratkan kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen, kontrak, dan perjanjian yang telah disepakati.

  • Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk memperlakukan semua pihak secara adil, yaitu suatu sikap yang tidak membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari aspek ekonomi, hukum, maupun aspek lainnya.

  • Prinsip saling Menguntungkan

Prinsip saling menguntungkan menanamkan kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan prinsip win-win solution, artinya dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis harus diusahakan agar semua pihak merasa diuntungkan.

  • Prinsip Integritas Moral

Prinsip integritas moral adalah prinsip untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya.

Contoh Kasus Etika Bisnis

Jika Anda ingin mengetahui seperti apa kasus etika bisnis yang biasa terjadi, berikut adalah jawabannya menurut Fahmi (2013:9):

  • Pelanggaran etika bisnis dilakukan oleh pihak-pihak yang mengerti etika bisnis. Dilakukan dengan sengaja karena faktor ingin mengejar keuntungan dan menghindari kewajiban-kewajiban yang selayaknya harus dipatuhi.
  • Keputusan bisnis sering diambil dengan mengesampingkan norma norma atau aturan-aturan yang berlaku, misalnya Undang-Undang perlindungan Konsumen. Keputusan bisnis sering mengedepankan materi atau mengejar target perolehan keuntungan jangka pendek semata.
  • Keputusan bisnis sering dibuat secara sepihak tanpa memperhatikan atau bahkan tanpa mengerti ketentuan etik yang disahkan oleh lembaga yang berkompeten seperti Kode Etik Perhimpunan Auditor Internal Indonesia (PAAI), Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008/ tentang Jasa Akuntan Publik, Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 2 Tahun 2007 tentang Kode Etik BPK-RI, Kode Etik PsikologiIndonesia, Kode Etik Advokat Indonesia, dan lain sebagainya.
  • Kontrol dari pihak berwenang dalam menegakkan etika bisnis masih dianggap lemah. Sehingga kondisi ini dimanfaatkan untuk mencapai keuntungan pribadi atau kelompok.

Simpulan

Apakah artikel ini sudah membantu Anda untuk lebih memahami etika bisnis? Sampaikan tanggapan Anda lewat kolom komentar ya! Artikel ini adalah bentuk komitmen kami sebagai web hosting Indonesia berkualitas internasional yang ingin membantu kesuksesan Anda di era digital. Kami telah dipercaya untuk bermitra dengan ribuan pebisnis dalam mengembangkan kesuksesan mereka. Salah satunya adalah Berlitz, seperti dalam video kali ini!

Apakah Anda juga tertarik mengembangkan usaha Anda bersama kami? Jangan ragu untuk mendaftarkan email Anda dan dapatkan berbagai konten informatif terkait pengembangan bisnis di blog Dewaweb!

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia