Pengertian Full Stack Developer, Tugas, dan Skill yang Perlu Dikuasai

Pengertian Full Stack Developer, Tugas, dan Skill yang Perlu Dikuasai

Full stack developer adalah sebuah profesi di bidang pengembangan web/aplikasi. Mereka memiliki tugas penting dalam mengembangkan dan mengelola proyek mulai dari tahap awal hingga proyek tersebut dipublikasikan ke end-user. Dalam hal ini, full stack developer harus menguasai seluruh alur pengembangan, termasuk aspek-aspek front end maupun back end.

Di era pesatnya transformasi digital, peluang profesi ini semakin terbuka luas di berbagai lini industri. Ini dapat dilihat dari banyaknya perusahaan startup yang muncul beberapa tahun terakhir. Menurut Startup Ranking, setidaknya terdapat lebih dari 2,6 ribu startup di Indonesia yang sebagian besar perusahaan tersebut tidak lepas dari penggunaan teknologi digital.

Dengan kata lain, pasar kerja yang terus berkembang dan inovasi teknologi yang terus bermunculan, pengembang full stack menjadi salah satu pekerjaan yang sangat menjanjikan. Ingin tahu lebih lanjut apa itu full stack developer, tugas, skill, dan gajinya? Yuk, temukan jawabannya di sini.

Baca Juga: Apa Itu Web Developer? Ini Jenis, Tugas, Skill, Hingga Gajinya

Apa itu Full Stack Developer?

Supaya lebih paham tentang profesi full stack, sebaiknya ketahui terlebih dahulu istilah pengembang “front end” dan “back end”. 

Front end developer adalah pengembang yang berfokus pada bagian depan website/aplikasi seperti tata letak, navigasi, tipografi, dan sebagainya. Sedangkan, back end developer lebih mengarah ke tugas-tugas di balik layar seperti manajemen server dan database. Keduanya berjalan beriringan demi memastikan website memiliki tampilan yang menarik dan mudah diakses oleh pengguna.

Nah, full stack developer adalah profesional yang memiliki pengetahuan di kedua bidang tersebut. Mereka bukan hanya terampil dalam pengembangan front end saja, tetapi juga memahami tentang pengembangan back end. Jadi, profesi ini benar-benar mengerti seluruh alur pengembangan mulai dari awal sampai akhir proyek.

Selain itu, kemampuan front end dan back end menjadi aset berharga dan banyak dicari perusahaan. Menurut survei yang dilakukan oleh Stack Overflow, dari 65 ribu partisipan developer di seluruh dunia, 54,9% di antaranya merupakan full stack developer. Ini menunjukkan bahwa pengembang full stack sangat diminati perusahaan dan menjadi tren baru di dunia pengembangan web.

Adapun beberapa sektor industri yang paling membutuhkan profesi full stack developer. Di antaranya meliputi industri perangkat lunak, teknologi dan informasi (TI), internet, keuangan, dan banyak lagi.

Baca Juga: Perbedaan Front End dan Back End, Calon Developer Wajib Tahu

Tugas Full Stack Developer

Tugas utama seorang full stack developer adalah mengembangkan sisi front end dan back end proyek. Agar lebih jelas, simak beberapa tugas pengembang full stack di bawah ini.

1. Desain UI/UX

Ketika mengembangkan website atau aplikasi, full stack developer bertanggung jawab dalam mendesain antarmuka pengguna (UI/User Interface) dan pengalaman pengguna (UX/User Experience). Ini bertujuan agar website memiliki desain menarik, responsif, serta memenuhi kebutuhan pengguna. Beberapa tools yang sering kali dipakai oleh full stack developer di antaranya adalah Figma, Adobe XD, Sketch, dan sebagainya.

Baca Juga: 5 Perbedaan UI dan UX yang Penting Bagi Perkembangan Digital

2. Analisa database

Selain UI/UX, tugas full stack developer juga mencakup analisa database. Tugas ini bertujuan untuk membangun struktur data yang diperlukan oleh situs/aplikasi. Dalam prosesnya, mereka harus memeriksa dan merancang skema database dengan tepat demi menunjang efektivitas penyimpanan dan pengelolaan data.

Umumnya, ada dua jenis database yang sering digunakan oleh developer, yakni relational database dan non-relational database. Berikut beberapa contohnya:

  • Relational database: MySQL, PostgreSQL, dan Oracle.
  • Non-relational database: MongoDB, Reddis, dan Apache.

Baca Juga: 10 Database Terpopuler di Dunia & Contoh Penggunaanya

3. Front End

Selanjutnya, tugas full stack developer adalah mengembangkan tampilan depan (front end). Ini mencakup seluruh elemen visual website yang bisa dilihat langsung oleh user seperti layout, tombol, warna, dan lainnya. Dalam prosesnya, mereka bekerja menggunakan bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript, serta beberapa framework seperti React, Vue.js, dan Angular.js.

4. Back End

Terakhir, selain bagian depan, full stack developer juga harus mengembangkan bagian belakang (back end) berupa pengelolaan server dan database. Ini bertujuan untuk memastikan website/aplikasi dapat berjalan lancar serta meminimalisir error. Adapun bahasa pemrograman sisi server yang sering dipakai dalam back end, di antaranya seperti Python, Node.js, Ruby, dan sebagainya.

Baca Juga: 10 Front End Framework untuk Developer, Terbaik di 2023!

Skill Full Stack Developer

Jika ingin menjadi full stack developer, ada beberapa skill teknis yang perlu dikuasai. Sebut saja seperti HTML, CSS, JavaScript, database, dan sebagainya. Berikut pembahasannya:

1. Memahami HTML dan CSS

HTML dan CSS merupakan bahasa standar dalam pengembangan website dan wajib dikuasai oleh full stack developer. HTML diperlukan untuk membuat struktur dasar halaman, sementara CSS digunakan untuk mendesain halaman tersebut. Pemahaman tentang kedua bahasa ini sangat penting karena memungkinkan pengembang membuat antarmuka yang menarik dan responsif.

Baca Juga: Daftar Kode Warna HTML CSS Terlengkap untuk Membuat Desain Website

2. Menguasai JavaScript

Selain bahasa markup HTML dan CSS, full stack developer juga perlu menguasai bahasa pemrograman JavaScript. Bahasa ini penting dalam web development karena memungkinkan pengembang mengontrol setiap elemen halaman. Alhasil, mereka dapat membuat situs menjadi lebih interaktif, responsif, dan kaya fitur.

Baca Juga: Apa itu Javascript? Pengertian, Fungsi dan Contohnya

3. Menguasai Bahasa Pemrograman Back-end

Seorang pengembang stack developer harus paham tentang bahasa pemrograman back end seperti Python, Node.js, dan Ruby. Menguasai salah satu atau beberapa bahasa tersebut diperlukan untuk mengelola server, database, dan logika aplikasi/website. Dengan begitu, bagian belakang situs bisa dikembangkan secara lebih efisien dan aman.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024

4. Paham Database & Web Storage

Pemahaman tentang database dan web storage juga tidak kalah penting bagi full stack developer. Ini dikarenakan sebagian besar proyek sering kali membutuhkan ruang penyimpanan untuk mengelola data website dan pengguna.

Setidaknya, pengembang full stack harus memahami dua jenis database beserta cara kerjanya untuk merancang skema, memanipulasi data, dan menjaga keamanan data. Adapun beberapa sistem manajemen database populer yang sering digunakan para pengembang, di antaranya adalah MySQL, PostgreSQL, MongoDB, dan Oracle.

Baca Juga: Apa Itu Web Developer? Ini Jenis, Tugas, Skill, Hingga Gajinya

5. Mengenal Cara Kerja HTTP & REST

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol jaringan untuk mentransfer data antar client. Sedangkan REST (Representational State Transfer) adalah metode komunikasi standar yang digunakan untuk merancang API (Application Programming Interface). Pengetahuan tentang cara kerja kedua komponen ini membantu memudahkan website/aplikasi untuk terhubung dan diintegrasikan dengan layanan lainnya.

Baca Juga: HTTPS: Arti, Manfaat, dan Bedanya dengan HTTP

Gaji Full Stack Developer

Setelah mempelajari apa itu full stack developer, tugas, dan skill-nya, kamu pasti penasaran berapa gaji profesi satu ini. Melansir laman Glassdoor, gaji rata-rata full stack developer di Indonesia untuk seluruh sektor industri adalah sekitar Rp8 juta per bulan. Angka tersebut belum termasuk komisi, profit sharing, bonus, dan tunjangan lainnya, yang jika digabungkan estimasi penghasilan per bulannya bisa mencapai Rp23 juta. Sangat menggiurkan, bukan?

Baca Juga: Apa Itu Web Developer? Ini Jenis, Tugas, Skill, Hingga Gajinya

Ingin Menjadi Full Stack Developer

Full stack developer adalah seorang profesional dalam bidang web development yang menguasai seluruh proses pengembangan, mulai dari front end hingga back end. Mereka memadukan keterampilan kedua sisi pengembangan tersebut untuk membangun website/aplikasi yang komprehensif dan efisien.

Tertarik berkarier menjadi full stack developer? Untuk memulainya, kamu dapat belajar sambil praktik langsung dengan membuat proyek sendiri. Nah, untuk mendukung proyekmu, pastikan gunakan hosting andal berkualitas dari Dewaweb yang sudah menggunakan web server LiteSpeed Enterprise untuk menghasilkan performa hingga 40x lebih cepat.

Dengan Rp30 ribuan saja, kamu sudah bisa menikmati paket hosting SCOUT dengan kapasitas RAM up to 512 MB, serta bandwidth dan ruang penyimpanan UNLIMITED. Layanan hosting semurah ini rasanya sudah lebih dari cukup untuk menunjang praktik menjadi pengembang full stack. Tunggu apalagi? Yuk, beli hosting Dewaweb sekarang!