Java vs Kotlin: Mana yang Lebih Baik untuk Aplikasi Android?

Ketika kamu mengembangkan aplikasi Android, kamu akan menghadapi dua bahasa pemrograman yang ada dan banyak digunakan yakni Java dan Kotlin. Keduanya memang memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Bagaimanakah perbandingan antara Kotlin vs Java dalam hal pengembangan aplikasi tersebut? Ulasan di bawah ini akan membahasnya secara cukup ringkas dan bisa kamu jadikan bahan pertimbangan sebelum memilih salah satunya.

Menggunakan Java untuk aplikasi Android

Ketika kamu membandingkan Kotlin vs Java, kamu harus mengetahui lebih dulu mengenai seluk beluk Java sebagai salah satu bahasa pemrograman. Sejak dikembangkan oleh SUN Microstystem pada tahun 1991, Java semakin diminati oleh banyak kalangan, khususnya para programmer. Hal ini karena Java memiliki keunggulan dan kelebihan tersendiri.

  • Kelebihan Java

Java memang mudah dari segi kemudahan dalam mengembangkan sebuah aplikasi. Hal ini karena Java dilengkapi sifat yang multiplatform sehingga banyak dipilih oleh para programmer dalam mengembangkan aplikasi mulai yang menggunakan komputer desktop seperti Windows dan Linux. Begitu juga dengan aplikasi mobile yang berbasis Android dan iOS.

Selain itu, dalam pemrograman menggunakan Java code program maupun struktrunya mudah dimodifikasi. Tentunya berdasarkan kebutuhan dari penggunanya. Pemrograman Java juga berorientasi pada objek.

  • Kekurangan Java

Meski begitu, Java juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah banyaknya fitur yang ditawarkan. Ini akan membutuhkan ruang yang cukup besar dan kamu butuh resource memory yang cukup besar, misalnya komputer dengan kapasitas RAM besar. Lalu dari segi keamanan, Java memiliki kekurangan yakni mudah didekompilasi sehingga banyak orang yang meretas aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Java ini.

Menggunakan Kotlin untuk aplikasi Android

Lalu, bagaimana dengan Kotlin dalam kaitannya Kotlin vs Java? Kotlin sebenarnya merupakan bahasa pemrograman yang dibuat oleh JetBrains. Kotlin mengusung konsep sebuah bahasa pemrograman yang praktis. Kotlin juga dianggap menjadi versi ‘penyempurnaan’ dari bahasa pemrograman Java yang sebelumnya banyak digunakan, khususnya dalam pengembangan aplikasi berbasis Android.

  • Kelebihan Kotlin

Beberapa kelebihan Kotlin yaitu kompilasinya pada bytecode JVM yang digunakan. Fitur yang aman dari Null Pointer Exception. Selain itu, Kotlin tidak membutuhkan harga yang terlalu adopsi dalam membuat aplikasi. Kamu cukup menggunakan satu klik saja dan ketika menggunakannya tidak memerlukan learning curve dalam waktu cukup lama. Kotlin juga dapat dikonfigurasikan dengan bahasa pemrograman Java.

  • Kekurangan Kotlin

Namun, Kotlin juga memiliki kekurangan. Beberapa di antaranya adalah durasi runtime-nya akan bertambah. Namun, ukurannya cukup kecil yakni 800KB. Selain itu, bahasa pemrograman Kotlin bagi beberapa pengembang juga memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi, sebab untuk beberapa kasus bahasa kode ini sulit untuk dibaca. Di samping itu, bahasa pemrograman Kotlin sangat sedikit mengingat bahasa pemrogramannya yang baru.

Mana yang lebih unggul?

Dari ulasan Kotlin vs Java di atas, tentu kamu bertanya-tanya, manakah yang lebih unggul? Keduanya memang memiliki keunggulan tersendiri. Jika kamu baru pertama membuat aplikasi, sebaiknya pilih bahasa pemrograman Java. Sebab Java memiliki konverter ke Kotlin tapi tidak sebaliknya.

Sementara bila kamu memiliki proses pengembangan Android dalam rentang waktu 160-200 jam dan memiliki arsitektur pemrograman yang cukup kompleks, maka Kotlin bisa diandalkan. Begitu juga untuk waktu pengembangan antara 5-6 bulan, Kotlin juga bisa kamu pilih.

Baca juga: 6 Fitur Bahasa Pemrograman C++ untuk Pemula

Jadi, ini semua terletak pada kebutuhan dan waktu pengerjaan dari aplikasi Android itu sendiri. Namun, untuk menunjangnya kamu juga memerlukan jasa layanan hosting internet terpercaya agar semakin lancar dan proses pembuatan aplikasi dapat berjalan dengan baik.

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia