Link Building SEO: Panduan Terlengkap untuk Pemula [Update 2022]

Link Building SEO: Panduan Terlengkap untuk Pemula [Update 2022]

Ketika kamu mulai berkutat di dunia SEO, kamu akan mendapati istilah optimasi SEO Off-Page. SEO Off-Page terdiri dari banyak faktor, salah satunya adalah teknik link building.

Dalam teknik link building ini, terdapat aturan yang harus diikuti oleh semua pengelola website. Kamu tidak boleh asal membangun link building. Melakukan teknik link building dengan cara yang berlebihan dapat mengakibatkan website kamu akan berpotensi dianggap spam oleh pihak Google.

Untuk menghindari hal tersebut, Dewaweb akan memandu kamu dalam menerapkan teknik link building yang tepat dan benar. Hal ini ditujukan agar website kamu tetap aman dari penalti Google dan bisa bersaing di halaman pencarian Google. Yuk simak sampai selesai!

Apa itu Link Building?

Secara sederhana, link building adalah sebuah aktivitas dalam mendapatkan link dari website lain yang menuju ke website kamu. Link jenis ini kemudian disebut dengan istilah backlink dan bisa menjadi faktor penentu utama dalam SEO.

Untuk dapat bersaing pada ranking Google, kamu harus mendapatkan backlink dari situs yang relevan, kredibel, serta memiliki traffic yang stabil. Dengan begitu, Google akan mengkategorikan link tersebut sebagai backlink yang berkualitas.

Baca juga: 7 Teknik Mudah Optimasi SEO Off-Page

Kamu perlu berhati-hati dalam menjalankan teknik link building. Jika Google sampai mendeteksi adanya backlink dari website yang memiliki nilai spam tinggi, bisa jadi kamu akan mendapatkan teguran atau penalti dari pihak Google dan ranking website kamu di hasil pencarian Google akan menurun.

Resiko terberat dari adanya backlink yang bersumber dari situs yang memiliki nilai spam tinggi dapat mengakibatkan adanya deindex dari halaman mesin pencari Google.

Kenapa Perlu Link Building?

Perlu kamu ketahui bahwa Google memiliki algoritma yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Strategi SEO pada tahun kemarin dan tahun ini bergantung pada perubahan algoritma yang ada di Google. Bisa jadi masih sama, bisa jadi mengharuskan adanya perubahan strategi. Dan semakin hari semakin sulit untuk mendapatkan rangking di Google.

Setiap tahun Google melakukan pembersihan blog-blog yang dianggap sebagai spam. Dan jika kamu menjalankan strategi link building pada komentar blog, maka link-link tersebut juga akan ikut hilang. Satu-satunya jenis backlink yang dapat bertahan lama ialah backlink yang berkualitas. Backlink jenis ini selalu memiliki power yang kuat bahkan menjadi faktor utama dalam penilaian Google.

Website yang memiliki backlink jenis ini seperti tidak mengalami dampak yang signifikan ketika ada pembaruan algoritma dari pihak Google.

Baca Juga: 15 SEO Tools Gratis dan Terbaik untuk Optimasi Website [2022]

Link building menjadi salah satu cara bagi para pengelola website untuk menaikan peringkat websitenya di halaman pencarian Google. Dengan metode yang tepat, link building dapat membantu menaikan traffic website. Hal ini dikarenakan semakin banyak link yang mengarah ke website kamu, maka authority website kamu akan meningkat.

Mari kita jabarkan dengan sederhana. Jika website kamu memiliki banyak backlink, maka situs kamu dianggap oleh Google sebagai website referensi bagi banyak website di luar sana. Dampaknya, website kamu akan mendapat status prioritas oleh Google dan authority website akan meningkat.

Baca Juga: Mengenal Google Search Console dan Kegunaannya untuk SEO Website

Oleh karena itu, teknik link building adalah salah satu ilmu yang penting bagi para pengelola website. Jangan lupa, backlink yang berkualitas adalah backlink yang bersumber dari situs yang relevan, kredibel, serta memiliki traffic yang stabil.

Jenis – Jenis Link Building

Dari penjelasan yang sudah diberikan di atas tentang link building, sekarang mari kita bahas jenis-jenis link building sebagai salah satu panduan kamu dalam memilih teknik membangun link yang tepat dan berkualitas.

1. Organik

Jenis link building yang pertama adalah link building dengan metode organik. Artinya, kamu tidak perlu mencari situs yang bisa dijadikan sebagai tempat penanaman backlink. Kamu juga tidak perlu meminta seseorang untuk menanamkan link yang menuju ke situs kamu.

Hasil dari metode link building secara organik adalah backlink yang berkualitas. Hal ini dikarenakan backlink jenis ini didapatkan secara organik. Artinya seseorang dengan sukarela menanamkan link yang mengarah ke situs kamu, baik itu disengaja ataupun tidak.

Baca Juga: Cara Menggunakan Ubersuggest untuk Riset Keyword SEO

Kemudian bagaimana cara mendapatkanya? Salah satu cara untuk mendapatkan backlink organik adalah dengan menyediakan informasi yang lengkap tentang suatu hal. Biasanya, orang lain akan menyisipkan link ke website kamu karena dijadikan sebagai referensi yang akurat. Atau karena website kamu dianggap sebagai sumber informasi tambahan.

Dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa ketika seseorang mau untuk meletakan backlink secara cuma-cuma, pasti terdapat alasan tersendiri. Tentunya kamu juga harus mengimbanginya dengan konten-konten yang menarik, update, berkualitas, dan lengkap.

2. Outreach

Berbeda dengan jenis link building yang pertama. Teknik link building outreach merupakan teknik mendapatkan backlink dengan cara meminta izin kepada pemilik website lain agar mau menanamkan link yang mengarah ke website kamu.

Hal ini sangat lumrah, dan biasanya dilakukan oleh pemilik website baru yang belum begitu terkenal. Dalam menjalankan strategi ini, biasanya kamu diminta untuk menyertakan alasan yang jelas supaya pemilik website lain dapat menyetujui permintaan backlink kamu.

Baca Juga: Cara Cek DA & PA Website untuk Meningkatkan SEO [2022]

Hal yang perlu diperhatikan adalah kamu harus memperhatikan jenis websitenya. Apakah website tersebut relevan atau tidak. Karena jika tidak relevan, pemilik website yang kamu tuju berpotensi menolak permintaan kamu. Selain itu, kualitas backlink yang kamu dapatkan juga kurang bagus.

3. Black Hat

Jenis link building selanjutnya yaitu Black Hat. Metode satu ini menjadi alternatif bagi para pengelola website yang menginginkan hasil yang lebih cepat dibanding metode lainnya.

Metode Black Hat dilakukan dengan cara membuat backlink sendiri untuk website milik sendiri dengan tujuan agar rangkingnya meningkat pesat. Bahkan metode dalam penanaman backlink dengan cara Black Hat saat ini sudah sangat rapi, detail dan banyak yang berhasil.

Seseorang dapat membuat ribuan backlink dengan mudah menggunakan tools atau software khusus. Meskipun demikian, metode ini memiliki resiko terbesar dibanding metode lainnya. Hal ini karena backlink yang masuk ke website kita cenderung tidak natural. Entah itu karena IP address, waktu antar backlink yang terindeks di Google, konten yang tidak natural (hasil spinner), atau bisa juga karena hal lainnya.

Baca Juga: SEO untuk E-Commerce: Panduan Lengkap dan Cara Optimasi

Metode lain untuk mendapatkan backlink juga bisa dilakukan dengan membeli atau menyewa PBN. PBN adalah singkatan dari Private Blog Network, yaitu jaringan blog pribadi yang digunakan untuk mengoptimasi SEO Off Page. Biasanya website di dalam PBN memiliki authority yang bagus dan traffic yang stabil. Sehingga sampai saat ini masih banyak yang menggunakan PBN sebagai metode optimasi SEO.

Selain itu, kamu juga bisa melakukan teknik spamming untuk mendapatkan backlink. Teknik spamming salah satunya dilakukan dengan cara membuat komentar spam dalam jumlah ribuan. Ada yang membuatnya dengan cara manual, ada juga yang menggunakan tools atau software.

Bagi yang sudah mahir di bidang SEO, teknik spamming dilakukan untuk mengindeks backlink. Dan itupun tidak dilakukan secara langsung ke situs utama, tapi ke situs dengan tier 2 atau 3.

Baca juga: 15 SEO Tools Gratis dan Terbaik untuk Menganalisa Website

Strategi Link Building

Ada banyak sekali strategi link building yang bisa kamu pakai dalam optimasi SEO Off Page. Berikut ini beberapa strategi link building yang bisa kamu jalankan:

Broken link building

Broken link building merupakan salah satu metode dalam strategi link building yang paling mudah untuk dilakukan. Metode ini dilakukan dengan cara mengecek apakah ada backlink yang mengarah ke halaman 404 atau tidak. Jika ada, maka kamu dapat menjalankan strategi link building dengan metode broken link building.

Bagaimana caranya? Cukup simpel, kamu hanya perlu menghubungi pemilik website. Kemudian meminta mereka untuk memperbarui link yang menuju situs kamu dengan link yang baru. Pastikan situs tersebut merupakan situs yang relevan dengan situs kamu.

Kamu bisa melakukan pengecekan backlink yang mengarah ke halaman 404 dengan bantuan tools SEO. Salah satu tools yang bisa kamu pakai adalah Ahrefs.

Baca juga: Error 404 Not Found: Apa Maksudnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Reklamasi link

Reklamasi link sedikit berbeda dengan broken link. Reklamasi link merupakan proses mengklaim link yang ada di website lain agar mencantumkan link yang mengarah ke website kamu. Terkadang link kamu klaim merupakan link yang mengarah ke halaman 404 di website mereka. Terkadang juga konten tersebut belum memiliki link.

Untuk menjalankan metode ini, kamu bisa mencari website lain yang sudah pernah mention nama brand kamu. Kemudian kamu minta agar mereka membetulkan link yang ada pada nama brand kamu di website mereka. Jika mereka belum mencantumkan link, maka minta mereka agar menaruh link baru yang mengarah ke website kamu.

Content link building

Content link building merupakan metode link building yang masuk dalam kategori organik. Untuk menjalankan metode ini, kamu harus membuat konten yang bagus, detail, menarik dan komprehensif. Konten tersebut kamu sajikan dalam beberapa format diantaranya artikel, infografis, gambar, video. Kemudian kamu bisa mempromosikan konten yang sudah kamu buat tadi melalui media sosial.

Jika konten tadi memang bagus, tentu para pemilik website lain akan berpotensi untuk menjadikan referensi pembuatan konten. Dengan demikian kamu akan mendapatkan backlink dari orang-orang yang sudah melihat konten kamu dan menjadikannya sebagai referensi konten di website mereka.

Bagaimana jika mereka tidak memberikan backlink? Kamu bisa menggunakan strategi reklamasi link untuk mengatasi hal ini.

Baca Juga: SEM dan SEO: Perbedaan Manfaat dan Kegunaannya

Guest post

Sesuai namanya, guest post merupakan kolom yang disediakan untuk pengunjung website lain yang ingin memposting artikel. Sebelum mengirim konten di blog lain, pastikan blog tersebut bukan kompetitor kamu dan memiliki konten yang relevan dengan website kamu.

Kemudian kamu bisa mencoba mengajak kerjasama dengan pemilik blog tersebut agar mau memposting artikel kamu di blog mereka. Tentunya kamu harus membuat konten yang relevan dan bagus. Hal ini agar pemilik blog mau memposting artikel yang ada link menuju website kamu.

Lakukan dengan cara 1 arah. Jangan sampai pemilik blog meminta hal yang sama. Hal ini bisa menjadi reciprocal link yang tidak direkomendasikan buat kamu.

Interview dan pendapat

Metode menjalankan link building selanjutnya dengan cara interview dan pendapat. Metode ini dilakukan dengan cara mewawancarai para ahli di bidang yang dibahas di website kamu. Kemudian hasil interview tersebut dijadikan konten yang bagus.

Hal ini agar orang yang kamu interview mau membagikan konten hasil interview kamu. Harapannya, kamu bisa mendapatkan backlink dari hasil share konten tersebut.

Baca Juga: Core Web Vitals: Panduan Optimasi Website untuk Algoritma Baru Google

Jalankan Link Building Kamu Sekarang Juga!

Demikian artikel mengenai link building dalam optimasi SEO. Sebaiknya, jalankan strategi link building sedini mungkin, sehingga potensi untuk mendapatkan ranking di halaman pencarian Google akan semakin meningkat.

Buat kamu yang baru saja membuat website, kamu bisa download e-book cara meningkatkan traffic blog baru. Sekian dan salam sukses online!