Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, entrepreneur merupakan istilah yang cukup akrab di telinga. Nama-nama seperti Yasa Singgih (Men’s Republic), Wenas, Dimas, Gaery, dan Natali (Tiket.com), hingga Carline Darjanto (Cotton Ink) merupakan sejumlah entrepreneur muda Indonesia yang membuat istilah entrepreneur makin dikenal luas. Namun, istilah yang mirip seperti intrapreneur dan technopreneur mungkin belum terlalu familiar.

Banyak yang beranggapan bahwa entrepreneur dan intrapreneur adalah dua istilah yang sama artinya. Sedangkan technopreneur mungkin masih menjadi istilah yang hanya sedikit orang mengetahui arti sebenarnya. Nah, ketiga istilah yang berkaitan dengan konsep kewirausahaan ini perlu kamu ketahui perbedaannya agar kamu tidak salah. Tertarik mengetahui perbedaan entrepreneur dan intrapreneur, serta technopreneur? Yuk, simak informasi berikut!

Perbedaan entrepreneur dan intrapreneur

Tidak sedikit orang yang penasaran dengan perbedaan entrepreneur dan intrapreneur. Apakah ada perbedaan nyata antara keduanya? Atau, apakah keduanya sebenarnya memainkan peran yang hampir sama? Sementara tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, ada beberapa perbedaan utama yang membuat entrepreneur dan intrapreneur merupakan dua istilah yang berbeda. Perbedaan ini dikemukakan oleh para ahli yang berpengalaman di kedua bidang tersebut.

  • Jan Kennedy

Pria yang menjabat sebagai Direktur Founder Institute (Munich chapter) dan CEO Akademi untuk Kewirausahaan Perusahaan, mempunyai definisinya sendiri tentang entrepreneur dan intrapreneur. Menurutnya, entrepreneur merupakan seseorang yang mencoba memecahkan masalah dengan menawarkan solusi yang layak dengan cara yang terjangkau. Sementara intrapreneur melakukan hal yang sama, namun melakukannya dalam organisasi yang sudah ada.

  • Dario Okrent

Dario Okrent merupakan General Manager Wibe, perusahaan asuransi mobil online pertama di Meksiko. Menurutnya, perbedaan intrapreneur dan entrepreneur yang utama adalah risiko (dan imbalan). Sebagai entrepreneur, kamu tidak memiliki network. Jika kamu gagal, kamu mungkin kehilangan segalanya. Sedangkan sebagai intrapreneur kamu memiliki jaringan yang mendukung. Di sisi lain, sebagai intrapreneur kamu bukan pemilik perusahaan, jadi jika gagal kamu tidak akan kehilangan segalanya, namun jika kamu berhasil, keuntungan yang didapat lebih rendah.

  • Anna Mazzone

Anna Mazzone yang merupakan Direktur Pelaksana untuk Eropa dan Kepala Pengembangan Pelanggan Global dalam startup Silicon Valley juga membagikan pendapatnya tentang perbedaan entrepreneur dan intrapreneur. Menurutnya, kamu tidak akan kehilangan segalanya sebagai intrapreneur, tetapi kamu mungkin menghadapi keterbatasan dalam sumber pendanaan.

Entrepreneur merupakan visioner yang dapat mengidentifikasi masalah pasar dan mengambil risiko untuk membangun solusi komersial dan mendapatkan investor eksternal untuk mendanai pembangunan dan pertumbuhan perusahaannya. Intrapreneur juga demikian, namun biasanya mereka menjalankan perusahaan/startup di domain mothership. Intrapreneur hanya memiliki satu sumber pendanaan, jadi terkadang hal itu dapat membatasi potensinya untuk sukses.

Entrepreneur vs Intrapreneur: Keuntungan

Untuk intrapreneur, bekerja dalam kerangka kerja yang ada menawarkan banyak keuntungan. Salah satu manfaat utama adalah bahwa organisasi mereka dapat menyediakan sumber daya yang mereka butuhkan. Sumber daya tersebut mencakup sumber daya manusia, tim hukum, dan pengawasan keuangan. Selain itu, intrapreneurship memungkinkan para profesional memanfaatkan dana dari organisasi tempat mereka bekerja. Jadi, mereka tidak perlu mengumpulkan modal setelah proyek berjalan. Intrapreneur juga memiliki akses ke mentor dan dapat belajar dari orang lain di dalam perusahaan dan memanfaatkannya sebagai sumber daya yang berharga.

Sementara itu, kelebihan entrepreneur adalah mereka mendapat lebih banyak kebebasan karena entrepreneur dapat menentukan budaya kerja, jadwal, dan bahkan aturan berpakaian untuk bisnis mereka sendiri. Mereka juga memiliki agensi untuk membuat keputusan akhir dan melakukan perubahan di tingkat tinggi. Meskipun entrepreneur memiliki tingkat risiko lebih besar, mereka juga akan mendapat keuntungan paling besar dibanding intrapreneur jika usaha mereka berhasil.

Daftar perbedaan entrepreneur dan intrapreneur

Ada beberapa daftar perbedaan entrepreneur dan intrapreneur yang bisa membuatmu lebih paham mengenai perbedaan keduanya. Yaitu:

Perbedaan Entrepreneur Intrapreneur
Definisi Entrepreneur adalah proses dinamis untuk menciptakan kekayaan tambahan. Intrapreneurship adalah entrepreneurship dalam organisasi yang ada.
Tujuan inti Untuk berinovasi sesuatu yang baru dari nilai sosial ekonomi. Untuk meningkatkan kekuatan kompetitif dan keberlanjutan pasar organisasi.
Motif utama Inovasi, keuntungan finansial dan kemandirian. Meningkatkan kapasitas penghargaan organisasi dan otonomi.
Aktivitas Partisipasi langsung dan total dalam proses inovasi. _ Partisipasi langsung, yang lebih dari pendelegasian wewenang.
Risiko Mendengar risiko sedang. Menanggung semua jenis risiko.
Status Orang yang bebas dan berdaulat tidak peduli dengan status. Pegawai organisasi mengharapkan kebebasan dalam bekerja.
Keputusan Diambil secara independen untuk melaksanakan impian. Didapatkan secara kolaboratif untuk melaksanakan mimpi.
Yang dilayani Pelanggan dan pengusaha itu sendiri. Organisasi dan intrapreneur sendiri.
Orientasi waktu Tidak ada batasan waktu. Batas waktu yang ditentukan sendiri atau ditetapkan secara organisasi.
Operasi Beroperasi dari luar organisasi. Beroperasi dari dalam organisasi.

 

Mengenal technopreneur

Entrepreneur adalah orang yang mengidentifikasi peluang, mengubahnya menjadi produk atau layanan, memperkirakan pendapatan dan laba, dan membangun bisnis yang sukses dengannya. Sedangkan technopreneur memulai tanpa apa pun kecuali ‘ide’. Technopreneur menentang praktik dan sistem yang ada dan berpikir untuk melakukan sesuatu secara berbeda. Technopreneur menciptakan produk atau solusi yang menggunakan bobot dan kemampuan teknologi untuk mengubah cara sesuatu yang sebelumnya dilakukan secara tradisional.

Technopreneurship juga merupakan salah satu ekstensi utama entrepreneurship. Technopreneur adalah entrepreneur era baru yang memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang baru untuk membuat beberapa inovasi. Setelah orang tersebut berhasil, ia mengeksploitasi prestasinya di pasar untuk menghasilkan uang. Seorang technopreneur mengoperasikan bisnis secara berbeda dari pengusaha lainnya. Bisnis seorang technopreneur memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dan leverage pengetahuan dan kekayaan intelektual yang tinggi pula.

Keberhasilan technopreneur

Technopreneur dapat berhasil dengan mengagumkan. Contohnya, para pendiri Uber yang memiliki ide tentang cara berbeda untuk memanggil taksi. Menggunakan kekuatan teknologi (membangun aplikasi yang terintegrasi GPS), keberadaan Uber benar-benar mengubah ekonomi industri taksi. Sebagai generasi baru entrepreneurship, technopreneurship melibatkan kebersamaan orang-orang yang cerdas, bersemangat, kreatif, penuh semangat, dan mengerti teknologi. Tidak seperti entrepreneurship, technopreneurship jarang merupakan pertunjukan tunggal. Keberhasilannya bergantung pada seberapa baik tim bekerjasama.

Konsep kerja technopreneur

Ada kepercayaan umum pada potensi produk teknologi. Sekelompok orang yang terampil bersama-sama membangun produk teknologi yang bisa menghasilkan. Nah, bagi technopreneur, konsep kerja utamanya bukanlah tentang uang. Akan tetapi, lebih mengenai penegasan bahwa ‘ide’ yang dimiliki dan dikembangkan adalah ide yang layak dan akan berhasil. Idenya perlu bekerja untuk kebaikan bersama yang lebih besar, namun hasilnya tidak perlu menjadi blockbuster global.

Untuk alasan ini, technopreneurship adalah latihan yang mahal dan technopreneurs perlu bekerja tanpa bayaran sampai ide-ide mereka menjadi layak secara komersial. Prosesnya seringkali tidak mudah dan mereka harus gigih, memimpin dan memotivasi tim mereka, mencari orang-orang yang bisa menyediakan dana, menyampaikan ide mereka dan membuat orang tertarik bergabung. Di sinilah pengalaman kerja dan jaringan masa lalu mereka menjadi sangat berguna.

Baca Juga: Begini Cara Bisnis Online Dimulai

Itulah informasi mengenai perbedaan intrapreneur dan entrepreneur, serta technopreneur. Dengan mengetahui perbedaannya, kamu pun bisa menentukan istilah apa yang cocok untukmu. Jadi, mana yang lebih sesuai dengan profesi yang kamu tekuni?

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia