Membahas masalah hard drive, kamu tentu sudah tahu dengan SSD SATA yang beberapa saat lalu sempat diunggulkan karena memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni. Namun, tidak demikian dengan sekarang. Kehadiran SSD NVME, dengan segala kehebatan, kecepatan, dan kecanggihannya, seolah menyingkirkan posisi SSD SATA. Kini, orang lebih banyak membicarakan dan memilih SSD NVME yang konon katanya, lebih hebat dari SSD SATA dan tipe-tipe sebelumnya.

Benarkah SSD NVME memiliki spesifikasi yang membuatnya layak diunggulkan di antara banyaknya hard drive lainnya? Simak ulasannya berikut ini!

Apa itu SSD?

Solid State Drive adalah kepanjangan dari SSD. Perangkat ini merupakan salah satu bagian dari komputer yang berguna sebagai media penyimpanan dan booting. SSD bekerja beriringan dengan hard disk yang memiliki fungsi hampir sama dengannya. SSD berbentuk seperti chip memori yang biasa ditemukan pada flash disk. Kebanyakan orang memilih SSD berdasarkan kecepatan yang dimiliki demi kelancaran pengerjaan.

Mengenal SSD SATA

SATA, atau serial ATA merupakan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh pengguna komputer di era 90-an. Di tahun ini, komputer dipenuhi dengan kabel abu-abu data besar yang buruk, menjengkelkan dan menghalangi semua aliran udara dalam case. Kabel-kabel ini sangat mengganggu pekerjaan yang berhubungan dengan komputer. Yang lebih buruk lagi adalah, kabel ATA zaman dulu memiliki kecepatan setara dengan siput alias sangat lelet. Waktu terasa berjalan sangat lambat jika bekerja dengan kabel-kabel ATA ini.

Tahun berubah, perkembangan ke arah yang lebih maju pu terjadi. Di tahun 2000-an, SATA sebagai jawaban atas kinerja buruk ATA di tahun sebelumnya. SATA memiliki kecepatan yang lebih tangguh dan andal jika dibandingkan dengan ATA generasi sebelumnya. Kabel yang dimiliki SATA pun tidak menimbulkan masalah ketika harus bekerja dengan komputer.

Di tahun-tahun berikutnya, SATA terus mengalami perkembangan. Semakin bertambah tahun, semakin bertambah pula kecepatan yang dimiliki oleh SATA. Jika kamu bicara mengenai SATA yang ada pada saat ini, itu adalah versi yang paling baru dari generasi sebelumnya, dengan kecepatan yang sudah ditingkatkan berkali-kali lipat.

Peningkatan kecepatan SATA ini memungkinkan hard drive berbasis disk menjadi lebih cepat sekaligus membuka jalan bagi solid state untuk merevolusi kecepatan hard drive di tahun-tahun berikutnya.

Mengenal SSD NVME

NVME merupakan singkatan dari Non-Volatile Memory Express. Bisa dikatakan, ini adalah terobosan terbaru di bidang SSD karena ia mampu menghubungkan hard drive melalui Port PCIe, yang berfungsi untuk membangun kecepatan dengan data maksimum. Perangkat ini memiliki jenis memori yang mirip dengan RAM, hanya saja data di dalamnya tidak akan terhapus ketika kamu mematikan komputer atau laptop.

Jadi, bisa dikatakan bahwa NVME ini mampu memanfaatkan kecepatan yang ditawarkan oleh PCIe. Hal ini berpengaruh pada performanya yang bisa mentransfer data beberapa kali lipat lebih cepat dari SSD lainnya. Tak heran bila kecanggihan yang ditawarkan menjadikannya primadona baru di bidang SSD.

Perbedaan SSD SATA dengan SSD NVME

Bicara tentang perbedaan keduanya, tentu saja kecepatan menjadi poin penting yang harus diperhitungkan. NVME memang memiliki kecepatan yang sangat tinggi, tapi tidak berarti hal tersebut menjadikan SSD SATA tidak memiliki kecepatan yang tinggi. Pada masanya, SSD SATA memang yang paling cepat. Namun seiring dengan NVME, SATA menjadi lebih tidak diunggulkan lagi.

NVME digadang-gadang memiliki kecepatan transfer lima kali lebih cepat jika dibandingkan dengan SSD SATA. Ini berarti SSD NVME memiliki kecepatan 25 kali lipat jika dibandingkan dengan HDD. Wah, tentu ini akan memudahkanmu dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari. Kecepatan ini sudah benar terbukti dengan melakukan proses uji coba. Kecepatan ini juga bisa digunakan oleh siapapun, tanpa syarat apapun untuk mendapatkan kecepatan maksimal.

SSD NVME juga mampu menampung dan memproses lebih banyak perintah atau command jika dibandingkan dengan SSD SATA dan SSD biasa lainnya. Bila SSD SATA biasa hanya mampu menampung 32 commands dalam satu antrian, maka NVME mampu menampung sekaligus memproses 64 ribu commands dalam satu kali antrian. Bahkan, NVME mampu menampung 64 ribu antrian dalam satu waktu. Jika dibandingkan, tentu SSD NVME jauh lebih unggul daripada SSD SATA.

Keunggulan SSD NVME yang bisa menampung 64 ribu antrian commands dalam satu waktu, dibarengi dengan kemampuannya memanajemen antrian tersebut. Manajemen antrian yang baik dari SSD NVME, mampu menata commands tetap berada dalam urutannya. SSD NVME juga memiliki fitur canggih yang bisa memprioritaskan perintah mana yang harus diproses terlebih dahulu. Satu hal lagi yang mencengangkan dari SSD NVME; kemampuannya untuk menerima beberapa perintah lebih dari satu inti prosesor.

Perbandingan keunggulan SSD SATA dan SSD NVME

Meskipun SSD SATA terlihat tidak memiliki keunggulan bila dibandingkan dengan SSD NVME, namun kenyataannya, SSD SATA tetap memiliki kelebihannya sendiri. Berikut tabel perbandingan keunggulan antara SSD SATA dan SSD NVME:

Keunggulan SSD SATA Keunggulan SSD NVME
Harga lumayan terjangkau. Sekitar Rp 300.000 untuk kapasitas 120 GB (bulan Desember 2018) Harga tergolong menengah ke atas. Sekitar Rp 600.000 untuk kapasitas 120 GB (bulan Desember 2018)
Tidak menghasilkan panas ketika sedang bekerja Kecepatannya sangat tinggi. Mencapai 3500 MB/s dengan konektor M.2 PCIe x4
Ukurannya cukup ramping dan sejajar dengan motherboard. Sehingga tidak terlalu makan tempat. SSD SATA juga tidak membutuhkan kabel sama sekali. Ukuran ramping dan sejajar dengan motherboard. Sangat efisien dalam penempatan.

 

Perbandingan kelemahan SSD SATA dan SSD NVME

Unggul dalam kecepatan tidak membuat SSD NVME superior dan tanpa celah. SSD ini juga tetap memiliki kelemahannya sendiri. Berikut daftar perbandingannya dengan SSD SATA:

Kelemahan SSD SATA Kelemahan SSD NVME
Kecepatannya tidak bisa diunggulkan jika dibandingkan dengan NVME yang mendapat support dari PCIe. Lebih cepat panas ketika bekerja, jika dibandingkan dengan SSD SATA. Hal ini juga dipengaruhi oleh daya kerja dan kecepatan NVME yang tinggi.
Untuk masalah tampilan, SSD SATA memakai PCB warna hijau yang terlihat kurang menarik dan keren. Untuk mengatasi suhu panas yang timbul saat SSD NVME bekerja, dibutuhkan pendingin casing dan motherboard yang optimal (NVME butuh kipas tambahan atau heatsink).
Menyisakan satu slot SATA motherboard yang non-aktif ketika menggunakan SSD M.2 SATA. Hal ini tentu saja mengurangi nilai efisiensi. Karena NVME memiliki kecanggihan yang bisa menghubungkan hard drive melalui port PCIe, maka perangkat ini butuh motherboard khusus yang mendukung konektor M.2 dengan PCIe x4 atau minimal x2.

 

Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Inilah Perbedaan Bit dan Byte

Kesimpulannya, perbedaan utama yang paling mencolok dari SSD SATA dan SSD NVME adalah pada kecepatan, kemampuan memproses perintah dalam satu antrian, dan kecanggihan yang ditawarkan. Tapi, meski terlihat unggul, SSD NVME memiliki kelemahan yang menjadi keunggulan dari SSD SATA. Jika ditanya lebih baik menggunakan yang mana, keduanya sama bagus dan baiknya, asalkan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Selamat menentukan!

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia