Mengenal Larry Page dan Sergey Brin, Para Pendiri Google

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, di era perkembangan teknologi ini orang-orang pasti pernah mendengar istilah Google. Google memang lebih dikenali sebagai mesin telusur, dimana orang-orang mencari informasi apapun dengan mengetikkan kata kunci.

Namun, tahukah Anda ada banyak produk Google yang sebenarnya tak kalah canggih dan bermanfaat bagi hidup Anda? Tunggu sebentar, mari kenali lebih dahulu siapa sosok jenius dibaliknya, berikut adalah penjelasan mengenai pendiri Google!

Larry Page dan Sergey Brin, Para Pendiri Google

Pendiri Google adalah Larry Page dan Sergey Brin. Keduanya merupakan mahasiswa Pascasarjana Doktoral (di luar negeri bergelar PhD) Stanford University di California, Amerika Serikat.

Mulanya, dua orang sekawan ini punya mimpi besar di masa itu untuk menciptakan sebuah mesin pencari dan alat indeks bagi semua website yang tersedia di seluruh dunia.

Jadi, mereka punya misi untuk Google yaitu mengumpulkan segala informasi yang ada di seluruh dunia dan mengusahakannya sehingga bisa diakses atau juga dimanfaatkan oleh semua orang di seluruh dunia pula. Ide tersebut memang terkesan gila di waktu itu tapi sekarang lihat bagaimana Google tak lagi asing bagi siapapun.

Larry Page dan Sergey Brin ini dimodali sama investor dari Sun Microsystems dengan pendanaan awal sebesar US$ 100 ribu, itu sekitar 13 M bila di-Rupiahkan. Pada awal-awal masa pengembangan teknologinya, Page dan Brin lebih fokus kepada visi untuk menciptakan mesin pencari itu saja. Tapi, memang seiring perkembangannya sudah ada banyak produk Google yang bisa kita pakai sekarang, bahkan kebanyakan bisa dimanfaatkan secara gratis.

Mari ketahui sejarah perkembangannya lebih lanjut!

Baca Juga: Pengertian, Sejarah dan Fakta Mengenai WordPress

Sejarah Perkembangan Google

Siapa Pendiri Google - Dewaweb Menjawab

Seiring dengan berkembangnya Google, ekspansi bisnis dilakukan dengan memproduksi berbagai layanan produk akuisisi serta mengadakan kerjasama pada mesin telusurnya (inti dari bisnis Google itu sendiri).

Google mulai menawarkan software online termasuk surat elektronik (lebih dikenal dengan istilah email), paket-paket aplikasi kantoran/tugas semacam Google Drive dan Google Form. Ada juga satu yang tak terlupa yaitu Google+, walaupun namanya kian meredup.

Selain itu memang masih banyak produk-produk ternama lainnya semacam aplikasi Chrome untuk menjelajah website, ada Snapseed juga buat menyunting/edit foto. Google pun memprakarsai supaya ada pengembangan sistem operasi (OS) semacam Android dan Google Chrome OS bagi netbook bernama Chromebook.

Google sekarang juga sudah memproduksi hardware komunikasi. Google melakukan kerjasama dengan berbagai macam produsen elektronik besar supaya bisa meluncurkan perangkat Nexus dan melakukan juga akuisisi terhadap Motorola Mobility di tahun 2012.

Pada tahun itu, infrastruktur serat optik (optic fiber) dipasangi di Kansas demi memfasilitasi layanan internet yang diberi nama Google Fiber. Semuanya ini bisa diwujudkan atas hasil profit dari adanya layanan produk Google AdWords yang sebelumnya telah dikembangkan oleh Google.

Baca Juga: Podcast: Sejarah dan Kelebihan yang Harus Diketahui

Hingga kini, si raksasa internet ini diperkirakan sudah berhasil melakukan operasi terhadap satu juta server di beberapa pusat data besar (data center) yang ada di seluruh dunia. Google juga berhasil memproses lebih dari 1 Milyar penelusuran dan ada sekitar 24 PetaBita data buatan pengguna per hari.

Sampai-sampai di akhir bulan tahun 2012, Alexa menyebutkan bahwa Google.com adalah website yang paling banyak dikunjungi di seluruh dunia. Sementara website-website  Google dalam bahasa lainnya juga masuk ke peringkat 100 teratas. YouTube dan Blogger yang memang punya Google juga masuk ke 1000 peringkat teratas itu.

Terakhir, kabar besar terdengar adalah Google sukses IPO di Agustus 2004. Lalu media meliput bagaimana kedua pendiri Google memohon untuk gajinya dipotong menjadi US$ 1 saja. Ya, meskipun begitu jelas sebagai penemu dan pendiri, keduanya sudah memegang royalti yang tak kecil nilainya. Di tahun 2007 Forbes juga melaporkan bahwa Sergey Brin dan Larry Page ini menempati posisi ke-5 terkaya dengan total kekayaan sebesar US$ 18,5 Milyar per orang.

Baca Juga: Mengenang Sosok Stan Lee, Pendiri Marvel Comics, melalui Sejarahnya

Produk Google

Seiring dengan perkembangan Google yang terus berjalan tersebut, jenis produk yang ditawarkan olehnya juga semakin beragam. Berikut adalah beberapa diantaranya!

  • Gmail
  • YouTube
  • Google Drive
  • Google Hangouts
  • Chrome Browser.
  • Google Maps.
  • Google Photos.
  • Google Play
  • Android OS
  • Cloud Search

Ketahui berbagai produk berguna Google lainnya dengan membaca artikel berikut:

Google Apps yang Wajib Anda Download dari Play Store

Fakta Unik Soal Pendiri Google

Pada saat Google sudah sukses besar dan dan tentunya menghasilkan profit yang berjumlah banyak, wajar saja rasanya jika salah satu pendiri Google punya semacam ambisi unik yang besar juga. Sergey Brin punya ambisi untuk menemukan cara menghentikan proses penuaan pada manusia dan bisa hidup selama-lamanya.

Ia memang dikenal di lingkungan Sillicon Valley sebagai bos yang punya obsesi itu. Walaupun begitu, Brin juga mengakui jika tidak bisa hidup selamanya setidaknya perpanjangan usia bisa menjadi pencapaian yang bagus buatnya.

Tak cuma basa-basi, pria dengan usia 44 tahun ini memang memberikan dukungannya terhadap gerakan dari National Academy of Medicine. Gerakan tersebut berfokus pada perlakuan riset yang punya visi menghentikan penuaan pada manusia.

Informasi ini kami tulis ulang dari pemberitaan Amerika yaitu di Daily Mail. gerakan tersebut juga mendapat dukungan dari aktor dan musisi terkenal dunia seperti Goldie Hawn dan juga Moby. Demi melakukan riset soal pemberhentian penuaan itu, anggaran yang diajukan dari gerakan itu berjumlah US$ 25 Juta, jika di-Rupiahkan mencapai 360 Milyar.

Nah, di tahun 2013, Google akhirnya merilis anak perusahaannya yang baru bernama California Life Company yang biasa disebut dengan singkatan Calico. Calico ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, fokusnya adalah pada isu serupa seperti penuaan, dan penyakit terkait proses penuaan yang terjadi pada manusia. Google mendanai Calico di awal sebesar US$ 1 Milyar, jika di-Rupiahkan menjadi 14 Triliun.

Rilis yang dilakukan Google diliput oleh media internasional ternama semacam majalah Times dan bahkan dengan judul provokatif yang berbunyi, “Can Google Solve Death?”.

Panduan Sejarah Google dari Dewaweb

Memang Calico ini belum mengembangkan produk kesehatan tertentu dan bioteknologi tertentu. Tapi, riset yang mereka sudah lakukan cukup baik dengan topik “pengaruh asupan kalori terhadap kesehatan” sebagai permulaan. Calico tentu menuai kritik karena dianggap tidak membuat terobosan berarti dengan mengujicoba banyak tikus, tepatnya 750 ekor tikus.

Hal ini membuat penulis ternama Yuval Noah Harahai menyindir si pendiri Google satu itu dalam bukunya yang berjudul, “Homo Deus”. Harahai menganggap Google tidak akan mungkin menyelesaikan pertanyaan besar terkait kematian seperti yang diambisikan. Sementara Brin sendiri membalas sindiran yang beredar itu dengan jawaban sederhana dan singkat, “ Saya memang tidak berencana untuk mati”.

Baca Juga: Pengertian Internet, Sejarah dan Perkembangannya

Google Indonesia

Anda bisa menyimak seperti apa suasana kantor Google Indonesia lewat video berikut ini:

Dengan membaca artikel ini, Anda jadi bisa mengenal siapa pendiri Google dan bagaimana mereka mengembangkan Google hingga sesukses sekarang. Bacalah juga berbagai artikel menarik dari kami yang lainnya terkait pengembangan website dan bisnis di tengah pesatnya kemajuan teknologi kini.