Top Level Domain (TLD): Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Top Level Domain (TLD): Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Top level domain adalah sebuah ekstensi domain yang digunakan oleh beberapa website untuk menunjukkan tujuan dari situs web tersebut. TLD ini letaknya di belakang nama domain, contohnya “.edu”, yang menunjukkan bahwa website tersebut bertujuan untuk edukasi atau seputar lembaga pendidikan.

Masih belum paham apa itu TLD? Simak informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini yang sudah Dewaweb rangkum untuk kamu.

Baca juga: Apa Perbedaan Hosting, Server, dan Domain?

Apa itu Top Level Domain?

Top level domain (TLD) adalah bagian akhir dari nama domain yang terletak setelah tanda titik atau ‘dot’ pada domain. TLD ini juga sering disebut juga dengan domain suffix karena berada pada akhir nama domain.

top level domain adalah

  • Subdomain, domain yang berada pada bagian depan atau kiri. Contohnya: “www
  • Second-level domain atau disebut nama domain, letaknya di tengah. Contohnya: “dewaweb
  • Top-level domain, domain yang terletak pada akhir atau bagian paling kanan nama domain. Contohnya: “.com

Baca juga: Mengenal Subdomain: Fungsi, Jenis, Hingga Cara Membuatnya

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat dilihat bahwa setiap level domain selalu dipisahkan dengan titik/dot. Hal tersebut karena aspek nama domain, terutama top level domain, sudah diatur oleh The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

ICANN sendiri bertugas untuk mengawasi semua jenis TLD berdasarkan apa yang berhubungan dengan website tersebut. Dengan begitu, TLD pada suatu website sesuai dengan tujuan dan isi yang ada di dalamnya.

Baca juga: Domain Gratis yang bisa Dipakai untuk Membuat Website

Fungsi TLD

Top level domain ini ada bukan tanpa alasan, pasalnya, terdapat berbagai macam tujuan yang bisa bermanfaat untuk website kamu. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan dari penggunaan TLD adalah membantu untuk menunjukan identitas dari website tersebut.

Sebagai contoh, TLD .edu menunjukkan bahwa website tersebut digunakan untuk tujuan pendidikan atau dimiliki oleh lembaga pendidikan. Meski demikian, dari sekian banyak jenis TLD yang digunakan, TLD .com merupakan domain yang paling sering digunakan lebih dari 40% domain yang terdaftar di internet.

Baca juga: Cara Membeli Hosting dan Domain

Jenis-Jenis TLD

Dalam penerapannya, ICANN mengelompokkan TLD ke dalam beberapa kategori, yakni generic top level domain, sponsored top level domain, country code top level domain, dan infrastructure top level domain. Untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing jenis top level domain, berikut penjelasannya.

1. Generic Top Level Domain (gTLD)

Generic top level domain (gTLD) adalah domain yang paling umum digunakan oleh berbagai macam user. Contoh umum dari gTLD, yakni:

  • .com  – untuk situs komersial
  • .org  – untuk organisasi
  • .net  – untuk network (jaringan)
  • .xyz  – untuk umum
  • .name  – untuk individual
  • .biz  – untuk bisnis
  • .info  – untuk platform informasi

2. Sponsored Top Level Domain (sTLD)

Selanjutnya adalah sTLD. Sponsored top level domain adalah jenis generic top level domain yang digunakan oleh organisasi privat. Umumnya, user yang mendaftarkan situs ini harus mengikuti beberapa aturan tertentu. Berikut beberapa contoh umum domain sTLD, yakni:

  • .gov  – untuk situs pemerintahan AS
  • .edu  – untuk institusi pendidikan
  • .int  – untuk tujuan yang terkait dengan organisasi perjanjian internasional
  • .mil  – untuk militer AS
  • .mobi  – untuk website produk dan jasa mobile
  • .jobs  – untuk perusahaan atau organisasi hukum
  • .tel  – untuk situs web layanan komunikasi internet
  • .post  – untuk situs layanan pos
  • .asia  – untuk website yang berada di wilayah Asia-Pasifik

Baca juga: Cara Membuat Email dengan Domain Sendiri, Mudah Tanpa Ribet

3. Country Code Top Level Domain (ccTLD)

ccTLD adalah jenis domain tertentu yang mewakili negara-negara tertentu. Artinya, setiap negara pun memiliki domain-domain tertentu, berikut beberapa daftar nama domain di setiap negara, yakni:

  • .cn – China
  • .de – Jerman
  • .eu – Uni Eropa
  • .es – Spanyol
  • .fr – Prancis
  • .in – India
  • .id – Indonesia
  • .jp – Jepang
  • .us – Amerika Serikat
  • .uk – Inggris
  • .ch – Switzerland
  • .br – Brazil
  • .nl – Belanda
  • .ca – Kanada

4. Infrastructure Top Level Domain

Jenis TLD yang terakhir adalah infrastructure top level domain. Satu-satunya jenis infrastructure top level domain yang digunakan adalah ARPA. Sebagai informasi, ARPA adalah singkatan dari Address and Routing Parameter Area. 

Domain ini disediakan oleh IANA untuk IETF atau Internet Engineering Task Force. Artinya, domain ini hanya digunakan untuk mengelola isu teknis tentang sebuah infrastruktur. Tidak heran apabila jenis domain ini jarang dikenali oleh masyarakat luas.

Baca juga: 12 Tips Memilih Nama Domain yang Tepat

Sudah Paham Apa itu TLD?

Secara sederhana, top level domain (TLD) adalah bagian akhir dari nama domain yang terletak setelah tanda titik atau ‘dot’ pada domain, biasanya juga disebut sebagai ekstensi domain. Contoh dari TLD adalah .com, .net, .xyz, dan sebagainya.

Baca juga: Mengenal Domain .XYZ: Pengertian Hingga Kelebihannya

Adapun jenis-jenis TLD , yakni generic top level domain, sponsored top level domain, country code top level domain, dan infrastructure top level domain.

Pentingnya menggunakan domain TLD adalah untuk membantu sebuah website dalam menunjukkan identitas dari website tersebut. Sebagai contoh, TLD “.edu” menunjukkan bahwa website tersebut digunakan untuk tujuan pendidikan atau dimiliki oleh lembaga pendidikan.

Jika kamu ingin membeli domain dengan beragam pilihan TLD tentunya dengan harga yang terjangkau, kamu bisa langsung klik di sini! Kapan lagi kamu bisa menikmati Diskon 45%, free exclusive gift, cashback migrasi hingga Rp 1,2 juta, serta garansi uang kembali 90 hari! Jangan sampai kelewatan!

Bagaimana? Artikel ini membuatmu lebih paham apa itu TLD, bukan? Kamu juga bisa membaca artikel informatif lainnya di blog Dewaweb serta mengikuti webinar seputar bisnis online, digital marketing, hingga website development di Dewatalks. Salam sukses!