menggunakan environment files env-cmd featured image

Menggunakan Environment Files dengan Perintah env-cmd

Environment files adalah “tempat” yang digunakan untuk menampung variabel yang menentukan basic environment untuk proses sebuah proyek IT. Di artikel ini, kamu akan mempelajari cara menggunakan environment files dengan perintah env-cmd.

Apa Itu NodeJS?

logo nodejs untuk tutorial menggunakan environment files

Sedikit penjelasan, NodeJS adalah suatu aplikasi website yang berjalan dengan menggunakan bahasa pemrograman JavaScript dan memiliki layanan web server sendiri. Artinya, kamu tak memerlukan web server lain, seperti Nginx maupun Apache. Di Dewaweb, layanan cPanel sudah mendukung instalasi Python, NodeJS, maupun Ruby, jadi pada sisi ini akan dijalankan dengan web server LiteSpeed.

Baca Juga: Cara Instalasi Aplikasi NodeJS melalui cPanel

Environment variable memungkinkan kamu untuk melakukan switch antara local development, testing, staging, user acceptance testing (UAT), production, dan environment lain yang menjadi bagian dari workflow project kamu.

Alih-alih meneruskan variabel satu per satu ke script kamu secara individu, perintah env-cmd memungkinkan kamu untuk mengelompokkan variabel ke dalam environment file (.env) dan meneruskannya ke script kamu. Pelajari bagaimana caranya di bawah ini.

Menggunakan Environment Files dengan Perintah env-cmd

Sebelum memulai, ada beberapa hal yang perlu disiapkan:

  1. Memiliki VPS yang aktif dengan OS CentOS 7.
  2. Memiliki akses root.
  3. VPS sudah ter-install NodeJS.

Kemudian, berikut ini adalah beberapa langkah utama untuk menggunakan environment files dengan perintah env-cmd.

  • Update Server
  • Install Packages
  • Install Firewall
  • Setting Project
  • Menggunakan env-cmd

Simak penjabaran langkah di atas pada pembahasan di bawah ini.

Update Server

Login sebagai root dan update package yang ada pada server agar up-to-date.

$ yum update -y
$ reboot

 

Install Packages

Install beberapa packages yang dibutuhkan.

$ yum install nano perl wget zip unzip git -y

 

Install Firewall

Sebelum mulai menggunakan environment files dengan perintah env-cmd, kamu perlu meng-install firewall agar lebih aman. Di tutorial kali ini kita akan menggunakan CSF (ConfigServer Security & Firewall). Instalasinya dilakukan dengan perintah berikut:

$ cd /usr/src
$ wget https://download.configserver.com/csf.tgz
$ tar -xzf csf.tgz
$ cd csf/
$ sh install.sh

 

Ubah “make TESTING=’1’ menjadi 0” di konfigurasi CSF.

$ nano /etc/csf/csf.conf


Kemudian restart CSF agar dapat me-reload hasil konfigurasi yang sudah diperbarui.

$ csf -r

 

Setting Project

Di sini kami asumsikan kamu memiliki project baru. Buat direktori barunya dengan perintah di bawah ini.

$ mkdir env-cmd-contoh
$ cd env-cmd-contoh/

 

Lalu inisiasi project Git baru.

$ git init
Initialized empty Git repository in /root/env-cmd-contoh/.git/

 

Buat file .gitignore dan tambahkan pattern untuk meng-exclude file environment kamu.

$ nano .gitignore

 

Tambahkan:

.env
.env.js
.env.json
.env-cmdrc

 

Simpan dan keluar, kemudian buat file .env untuk project.

$ nano .env

 

Tambahkan:

creature=lion
green=#008f68
yellow=#fae042

 

Simpan lalu keluar. Penambahan di atas berarti kamu mendeklarasikan creature ke lion, green ke #008f68 dan yellow ke #fae042.

 

Setelah itu, buat berkas log.js.

$ nano log.js

 

Tambahkan:

console.log('NODE_ENV:', process.env.NODE_ENV);
console.log('Creature:', process.env.creature);
console.log('Green:', process.env.green);
console.log('Yellow:', process.env.yellow);

 

Kemudian simpan dan keluar. Log tersebut akan mencatat variabel yang telah ditetapkan sebelumnya ke console dan log itu juga  yang akan mencetak nilai NODE_ENV.

Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Perintah Ping CMD pada Windows

Menggunakan env-cmd

NPM dan yarn yang modern dapat menjalankan perintah env-cmd tanpa membuatnya menjadi sebuah dependency. Oleh karena itu, di sini kami menggunakan NPM.

$ npm install [email protected]

 

Package dari env-cmd meng-install script yang dapat dieksekusi bernama env-cmd. Package ini juga yang dapat dipanggil sebelum script-nya load variable dari environment external file.

 

Tambahkan custom script ke file package.json.

$ cd nv-cmd-contoh/node_modules/env-cmd/
$ nano package.json

 

Tambahkan pada line “scripts”: { seperti di bawah ini.

"print-log": "env-cmd node log.js"

 

Simpan dan keluar. Kemudian jalankan perintah NPM.

$ npm run print-log

 

Maka output-nya akan seperti di bawah ini.

NODE_ENV: undefined
Creature: lion
Green: #008f68
Yellow: #fae042

Baca Juga: Perbedaan Cloud VPS dan Dedicated Server, Mana yang Lebih Baik?

Simpulan

Jika dilakukan dengan tepat, seharusnya tak ada kendala berarti dan saat ini kamu telah berhasil menggunakan environment files dengan perintah env-cmd pada sebuah contoh project. Demikian tutorial cara menggunakan environment files ini, jangan sungkan untuk meninggalkan ide-ide topik yang ingin kamu baca di blog Dewaweb. Semoga artikel ini membantu, salam sukses online!