Panduan Dasar Mengelola Akutansi Bisnis Online Secara Tepat

Bisnis online saat ini menjadi salah satu peluang yang menjanjikan di era digital. Mengingat pengguna internet dari hari ke hari semakin meningkat, selain itu transaksi juga semakin mudah dan nyaman. Dalam bisnis online, kamu pun juga perlu memperhatikan pengelolaan akuntansi keuangan dengan baik dan benar.

Akuntansi sendiri memiliki tujuan bagi pelaku bisnis online. Melansir dari Forbes, tujuan dari akuntansi tersebut di antaranya untu memprediksi masa depan bisnis, membuat pelaku bisnis lebih berkomitmen terhadap bisnis yang dijalani, dan melihat bagaiamana capaian yang sudah diraih. Bagi kamu yang masih awam menjalani bisnis online dan ingin mengelola akuntansi secara tepat, bisa simak panduan dasarnya berikut ini.

Catatlah transaksi secara berkala

Kedisiplinan adalah hal utama di dalam berbisnis, termasuk pula dalam mencatat semua transaksi akuntansi yang ada. Catatan ini meliputi biaya pemasukan maupun biaya pengeluaran. Beberapa contohnya adalah biaya pemasukan berasal dari laba hasil penjualan, suntikan dari investor, komisi maupun bonus dari supplier dan sebagainya. Sementara biaya pengeluaran salah satunya adalah biaya-biaya tagihan, seperti kuota internet, listrik dan lainnya.

Kamu bisa mencatat biaya-biaya tersebut secara berkala. Mulai dari transaksi harian, mingguan dan bulanan. Tidak hanya itu, agar kamu lebih mudah melacak semua transaksi sebaiknya simpan bukti-bukti yang ada semisalnya invoice, kuitansi, serta bukti-bukti lainnya.

Sebaiknya pisahkan keuangan pribadi dengan bisnis

Meski sebenarnya poin ini penting, namun kerap kali disepelekan oleh pelaku bisnis online. Dalam bisnis apapun, termasuk bisnis online biasakan jangan mencampur uang pribadi dengan uang bisnis. Ini bisa menjadi kebiasaan buruk bagi kamu bila menggunakan uang hasil bisnis untuk kepentingan pribadi secara terus menerus.

Kamu pasti akan mengalami kesulitan ketika mengelola akuntansi bisnis saat hendak melakukan pembukuan. Mencegah hal ini terjadi, kamu bisa bisa membuat rekening bank secara terpisah. Misalnya rekening di bank A untuk transaksi bisnis, dan bank B fokus untuk keperluan pribadi. Selain memudahkanmu mengelola akuntansi bisnis online, pemisahan ini juga dapat memudahkan dalam mengatur strategi bisnis selanjutnya.

Hitunglah laba rugi dengan teliti

Inti dari mengelola akuntansi dalam bisnis online adalah kamu perlu memastikan laba rugi. Cara sederhananya, kamu bisa menghitungnya dengan mengurangi hasil penjualan bisnis online dengan biaya produksinya. Namun, bila ingin persentase labamu meningkat kamu perlu melakukan usaha ekstra dalam meningkatkan penjualan.

Meningkatkan laba juga bisa dengan menekan biaya produksi. Maka dari itu kamu perlu makin kreatif bagaimana caranya agar biaya operasional ini menurun, dan hasil penjualan meningkat. Kamu pun bisa melakukan evaluasi laba rugi dalam kurun waktu tertentu masa penjualan. Bila bisnis cenderung mengalami kerugian, kamu perlu mencari strategi dan alternatif lain untuk meningkatkan penjualan kembali.

Pembukuan yang baik

Selain mengitung laba rugi, yang paling utama dalam mengelola akuntansi bisnis online kamu adalah membuat pembukuan yang baik dan mudah untuk dibaca. Pembukuan ini mencakup seluruh transaksi selama periode tertentu, mulai dari biaya pemasukan dan biaya pengeluaran. Fungsi dari pembukuan adalah sebagai kontrol keuangan untuk mengetahui perkembangan bisnis.

Membuat pembukuan memang tidak mudah, bila kamu merasa kurang mampu bisa menggunakan jasa akuntan profesional. Kini, agar makin mudah kamu bisa menggunakan software akuntansi terbaik karena dapat menghemat waktu serta meminimalisir kesalahan yang dibuat saat melakukan pembukuan manual.

Setelah mengetahui panduan dasar mengelola akuntansi bisnis online di atas sebaiknya kamu mulai terapkan sebaik mungkin sekarang juga. Agar bisnis onlinemu berkembang, kamu pun perlu menggunakan layanan cloud hosting internet terbaik demi kelancaran transaksi. Bagaimana, cukup mudah bukan?

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia