dewaweb-blog-panduan-google-keyword-planner-dan-google-trends-2018

Anda pasti mau website Anda mendapat peringkat tinggi di halaman pertama hasil pencarian Google, bahkan sampai mencapai Google SERP Snippet di halaman hasil pencarian. Kebanyakan dari Anda pasti sudah tahu jika Anda ingin mencapai ini, Anda perlu melakukan strategi SEO, baik on-page SEO maupun off-page SEO.

Dalam strategi SEO sendiri, Anda harus memulai dengan keyword research atau riset kata kunci. Secara simple, keyword research adalah proses identifikasi kata kunci atau keyword, yang mendapatkan jumlah volume pencarian per bulan yang tinggi.

Jika Anda ingin menulis artikel tentang SEO, maka Anda perlu mencari dulu keyword-keyword apa yang mendapat banyak pencarian, misalnya seperti “strategi SEO” atau “tips SEO” dan sebagainya. Dengan melakukan keyword research sebelum menulis, Anda bisa menemukan kata kunci dan membut list keyword yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan traffic website Anda.

Melakukan keyword research juga bisa  membantu Anda menemukan banyak keyword-keyword baru yang relevan yang mungkin Anda lewatkan. Anda juga dapat menganalisa situs web milik kompetitor dan menemukan kata kunci yang mereka gunakan untuk mendapat ranking tinggi. Melakukan keyword research yang komprehensif berdasarkan data dapat mengarahkan traffic ke website Anda. Anda tentu tahu kan kalau penjualan hanya akan terjadi jika Anda mendapat traffic ke website Anda?

Google sendiri memiliki dua tools yang bisa membantu Anda untuk melakukan keyword research yaitu Google Keyword Planner dan Google Trends. Di artikel ini, kami akan membahas apa itu Google Keyword Planner dan Google Trends serta bagaimana cara menggunakan kedua tools ini untuk membantu proses keyword research Anda.

Apa itu Google Keyword Planner?

Google Keyword Planner adalah sebuah produk Google yang dapat dimanfaatkan untuk memberi tahu kita estimasi traffic untuk target keywords yang ingin kita gunakan. Selain itu, Google Keyword Planner juga dapat membantu Anda mencari keyword yang relevan dan berhubungan dengan niche Anda.

Untuk menggunakan Google Keyword Planner, Anda butuh akun Google AdWords. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendaftar dan menggunakannya. Tool ini memang dibuat untuk mendukung penggunaan Google AdWords. Tetapi Google Keyword Planner tetap bisa Anda gunakan tanpa Google AdWords untuk membantu Anda menemukan keyword yang tepat untuk blog dan artikel Anda.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Google Keyword Planner sendiri adalah tools dari Google AdWords.

Google-Keyword-Planner-Google-AdWord

Jika Anda sudah memiliki akun Google AdWords, Anda tinggal klik tulisan biru start using keyword planner. 

Homepage Google Keyword Planner terlihat seperti di bawah ini. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memasukkan target keyword yang ingin Anda gunakan. Setelah itu, Anda bisa memanfaatkan fitur filter pada tool ini. Anda bisa mem-filternya berdasarkan negara mana yang ingin Anda targetkan.

dewaweb-google-keyword-planner-1

Masukkan jenis atau nama produk atau jasa Anda

dewaweb-google-keyword-planner-2

Jenis atau nama produk atau jasa Anda tentunya akan menjadi keyword utama Anda. Sebagai contoh, jika Anda berjualan produk kecantikan, Anda mungkin bingung keyword apa saja yang harus Anda jadikan prioritas dan gunakan. Disinilah Google Keyword Planner dapat membantu Anda. Seperti yang disebutkan sebelumnya, Google Keyword Planner dapat membantu Anda melihat keyword-keyword apa yang banyak dicari orang secara lokal maupun global. Salah satu alasan mengapa banyak orang menggunakan Google Keyword Planner untuk research mereka adalah untuk mencari keyword yang memiliki banyak traffic tetapi sedikit kompetisi. Tetapi jika Anda menggunakan Google Keyword Planner untuk blog jangka panjang, Anda juga bisa memanfaatkan keyword dengan kompetisi tinggi.

Keyword Match di Google Keyword Planner

Google Keyword Planner sendiri juga memiliki fitur keyword match atau pencocokan kata kunci yang memberi tahu Anda dengan lebih detail berbagai keyword yang berhubungan dengan keyword utama Anda.

Jenis pencocokan kata kunci membantu melihat kata kunci mana di Google yang dapat mendukung iklan Anda. Jadi, Anda dapat menggunakan broad match untuk menampilkan iklan kepada audience yang lebih luas atau Anda dapat menggunakan exact match untuk menargetkan kelompok pelanggan tertentu.

Google Keyword Planner memiliki tiga jenis pencocokan kata kunci yaitu broad match, phrase match, dan exact match.

Exact Match. Exact match menunjukkan traffic untuk kata kunci dengan exact match atau pencocokan tepat. Misalnya, jika Anda mencari WordPress SEO dengan tepat, itu akan mengeluarkan hasil yang berbeda dari pencarian broad match. Jika Anda melakukan keyword research untuk website yang sangat niche, ada baiknya Anda menggunakan exact match.

Broad Match. Broad Match dapat membantu Anda membuat long-tail keyword dan traffic Anda juga tidak akan terbatasi ke kata-kata kunci yang muncul di exact match. Jenis pencarian ini cocok untuk blogger.

Phrase Match. Phrase Match cocok digunakan jika Anda sedang mencari keyword dengan kalimat yang spesifik, misalnya “cara riset keyword terbaik”. Data dari phrase match menunjukkan berapa banyak traffic yang mungkin Anda dapatkan untuk kalimat spesifik tersebut.

Pilihan dan filter yang advanced

Google Keyword Planner menyediakan filter dan berbagai pilihan yang advanced. Anda bisa mencari tahu apakah sebuah keyword memiliki volume pencarian yang tinggi di negara tertentu atau Bahasa tertentu atau bahkan di device tertentu – apakah lebih banyak melalui komputer atau perangkat mobile. Jadi, jika Anda sudah tahu siapa target audience Anda, Anda bisa mencari keyword yang sesuai dengan lebih detail.

Kolom Keyword Tool

Competition. Untuk meluruskan satu hal tentang tool ini, kolom competition tidak menunjukkan seberapa keras dan mudahnya menentukan peringkat untuk kata kuncitersebut. Sebenarnya, ini menunjukkan persaingan di antara pengiklan yang menawarkan kata kunci itu. Jadi, jika Anda melihat “rendah” untuk kata kunci yang bagus, tandai, dan tidak ada salahnya Anda menggunakan kata kunci tersebut.

Global Monthly Search. Pencarian bulanan global menunjukkan rata-rata pencarian yang terjadi dalam 12 bulan terakhir secara global.

Local Monthly Search. Ini menunjukkan volume pencarian berdasarkan filter Anda. Anda bisa melihat bagaimana performance keyword Anda

Approximate CPC. Kolom ini menunjukkan biaya CPC (cost-per-click) untuk pengiklan. Banyak pakar SEO merekomendasikan untuk menggunakan kolom ini untuk menemukan kata kunci untuk keperluan Google AdSense. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada baiknya jika Anda memilih kata kunci dengan CPC yang tinggi tetapi memiliki kompetisi rendah.

dewaweb-google-keyword-planner-4

 Apa itu Google Trends?

Google Trends pertama kali dirilis pada tahun 2006. Tool ini dimaksudkan untuk memberikan marketer dengan insights tentang apa saja yang orang-orang cari di mesin penelusur.

Dalam bentuk sebelumnya, Trends (atau mungkin dikenal dengan nama lamanya, Insight for Search) adalah sumber daya yang agak statis dan hanya diperbarui dengan data baru dengan waktu yang tidak rutin.

Seiring waktu, Google terus meningkatkan fungsi dan fitur-fiturnya sehingga Google Trends menjadi sebuah tool yang memiliki banyak fungsi dan banyak digunakan.

Sebagai contoh, Seth Stephens-Davidowitsz menulis sebuah laporan di New York Times pada tahun 2014 setelah dia menggunakan data dari Google Trends. Stephens-Davidowitz menemukan bahwa pencarian “Apakah anak laki-laki saya berbakat?” dicari lebih banyak 2,5 kali dibanding pertanyaan “Apakah anak perempuan saya berbakat?”.

Laporan-laporan seperti ini membantu mengungkapkaan kekayaan Google Trends sebagai sumber data. Penggunaan tool pencari keyword seperti ini membantu mengungkapkan keinginan, kepercayaan, serta cara pikir seseorang. Seperti yang dikutip dari film science fiction Ex-Machina, karakter utama Nathan Bateman, mengatakan bahwa mesin penelusur adalah peta pemikiran seorang manusia. Walau berasal dari film fiksi, tetapi ini memang benar berlaku.

Dari dua hal di atas terlihat mengapa Google Trends adalah salah satu tool berharga bagi pemain digital marketing. Tool ini adalah salah satu dari sedikit tools yang bisa membantu Anda sebagai marketer untuk melakukan riset pasar dan mengumpulkan data SEO.

Dengan kemampuannya untuk membagi segmentasi sesuai lokasi geografis, kategori produk, topik konten, dan tanggal, Google Trends dapat membantu kita menganalisa dengan lebih luas dan dalam.

Dengan ekspansi Google Trends ke News (berita), Shopping (belanja), Images (gambar), dan YouTube, ada banyak alasan mengapa Anda harus mencoba menggunakan Google Trends.

Cara Menggunakan Google Trends untuk SEO

Jika Anda baru mulai menggunakan Google Trends, ada beberapa hal yang harus Anda ingat ketika Anda melihat visualisasi data yang disajikan Google Trends.

Yang pertama, data Google Trends telah disesuaikan untuk membuat perbandingan data agar penggunanya bisa membaca dengan lebih mudah. Google sendiri mengatakan bahwa mereka menggunakan metodologi berikut ini:

“Hasil pencarian sesuai dengan waktu dan lokasi kueri”

Setiap titik data dibagi dengan total pencarian geografi dan rentang waktu yang diwakilinya, untuk membandingkan popularitas relatif. Jika tidak, tempat dengan volume pencarian paling banyak akan selalu berada di peringkat tertinggi.

Angka yang dihasilkan kemudian diukur pada kisaran 0 sampai 100 berdasarkan proporsi topik untuk semua pencarian pada semua topik.

Daerah yang berbeda yang menunjukkan jumlah pencarian yang sama untuk sebuah istilah tidak akan selalu memiliki volume pencarian total yang sama.

Google sendiri akan menyajikan data dengan tampilan seperti di bawah ini:

Dewaweb-Hasil-Google-Trends

Seperti yang bisa Anda lihat, data disajikan dengan metriks 0-100 untuk memberi tahu apakah ada banyak orang yang mencari keyword yang Anda masukkan.

Lalu apa saja yang bisa Anda lakukan dengan Google Trends untuk membantu strategi SEO Anda?

Riset kata kunci

Tentunya Anda tahu bahwa dalam strategi SEO, riset kata kunci atau keyword research adalah langkah pertama dalam strateginya. Memang belum banyak orang yang menggunakan Google Trends sebagai tools untuk mencari keyword yang tepat. Kebanyakan orang lebih memilih menggunakan Google Keyword Planner dan berbagai tools SEO lainnya.

Sebenarnya, Google Trends dapat membantu proses riset keyword karena Google Trends juga akan mengusulkan berbagai keyword baru. Google Keyword Planner juga menyediakan hal tersebut, tetapi karena cara kerja yang berbeda, Anda akan mendapat kata-kata kunci yang lebih beragam dan berbeda-beda. Sebagai contoh, kami coba memasukkan kata kunci cloud hosting dan web hosting. Berikut adalah beberapa keyword dan topik yang disarankan oleh Google Trends.

Dewaweb Google Trends Saran Keyword

Mungkin ini terlihat sangat jauh dan tidak berhubungan secara langsung dengan keyword tersebut. Tetapi, Google Trends sebenarnya memberi tahu Anda bahwa orang-orang yang mencari kata kunci web hosting dan cloud hosting juga mencari kata-kata kunci di atas.

Mungkin Anda berpikir bahwa kata kunci yang disarankan oleh Google Trends tidak relevan dengan bisnis Anda. Tetapi bisa saja kata-kata kunci ini membantu Anda membangun daftar keyword yang bisa Anda gunakan untuk menjangkau audience yang lebih luas dan berbeda. Selain itu, secara SEO, jika Anda juga menargetkan keyword-keyword yang tidak umum, kompetisi akan menjadi lebih rendah dan Anda mungkin bisa mendapat banyak audience baru dari kata-kata kunci ini.

Membandingkan trend pencarian di Google

Penambahan filter untuk Berita, Belanja, Gambar, dan YouTube ke Google Trends telah membuka berbagai peluang baru untuk research SEO. Fitur ini dapat diakses dari menu drop-down di bagian atas hasil.

Dewaweb Google Trend Web Search

Dengan memilih salah satu dari keempat opsi itu, Anda bisa melihat bagaimana trend pencarian keyword Anda di bagian pencarian Image Google, pencarian News Google, pencarian Google Shopping, dan pencarian YouTube.

Mengamati dan menganalisa seasonal peaks (puncakmusiman)

Salah satu alasan mengapa orang-orang menggunakan Google Trends adalah untuk mengamati dan menganalisa pencarian yang dilakukan oleh pengguna Google di waktu-waktu tertentu.

Dewaweb Google Trend Olympics

Contohnya, jika Anda mencari keyword Olympic, Anda dapat melihat bahwa pencarian tertinggi terjadi di tahun-tahun di mana Olympic diadakan. Jadi Anda tahu kapan waktu yang tepat jika Anda perlu menggunakan keyword Olympic.

Fitur trending topic di Google Trends

Salah satu keunggulan Google Trends adalah kemampuannya untuk menampilkan real-time data dari mesin penelusur Google. Memang ada beberapa teknologi marketing dan SEO di luar sana yang mendukung, tetapi tidak ada yang bisa memberikan data seakurat Google sendiri.

Anda bisa melihat apa saja yang trending di pencarian Google di homepage Google Trends.

Dewaweb-Google-Trends-Real-Time-Data-Google

Jika Anda klik pada salah satu, topik di atas, Anda bisa melihat dengan detail berita apa saja yang membuat pencarian keyword-keyword ini tinggi.

Dewaweb-Google-Trends-Real-Time-Data-Google

Analisa ini juga menunjukkan daerah mana yang memiliki pencarian paling tinggi serta topik-topik apa yang berhubungan.

Dewaweb-Hasil-Google-Trends-Real-Time-Details

Google Trends bisa menjadi tools yang tepat bagi Anda yang perlu membuat konten yang reaktif, baik untuk situs web, social media, ataupun tempat lain.

Cara lain yang menarik untuk bekerja dengan data ini adalah dengan mengambil URL yang terdaftar sebagai artikel unggulan dan menggunakan alat SEO seperti Ahrefs atau SearchMetrics untuk mencari kata kunci yang membuat artikel tersebut mendapat ranking tinggi – kata kunci apa yang mereka targetkan.

Ini memberikan wawasan tentang seberapa cepat sebuah halaman dapat diindeks dan diberi peringkat. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui berapa jumlah kueri yang terkait secara semantis dan bisa didapatkan dalam waktu yang singkat. Tidak hanya itu, ini juga dapat membantu kita memahami bagaimana Google memproses dan memprioritaskan konten baru.

Simpulan

Di artikel ini, kami sudah menjelaskan tentang Google Keyword Planner dan Google Trends. Kedua tools ini memang bisa sangat membantu Anda untuk mencari keyword agar website Anda bisa muncul di halaman pertama hasil pencarian Google. Mendapat perangkat tinggi di halaman hasil pencarian sudah pasti bisa memberi dampak yang positif untuk bisnis Anda. Semakin banyak traffic yang didapatkan website Anda, semakin besar kemungkinan pengunjung website melakukan transaksi. Semoga artikel ini membantu! Jika Anda memiliki pertanyaan, Anda bisa meninggalkan pertanyaannya di kolom komen di bawah artikel ini!