Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup menguntungkan. Di Indonesia sendiri seperti dilansir dari laman Katadata menyebutkan bahwa kinerja saham di Indonesia adalah yang terbaik kedua di Asia Pasifik setelah India. Namun, berinvestasi saham tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Untuk kamu yang masih pemula, ada beberapa panduan belajar saham yang perlu dipahami. Apa sajakah? Berikut ulasannya.

Ketahui mana jenis saham yang menguntungkan

Bagi pemula yang ingin belajar saham sebaiknya kamu perlu ketahui terlebih dahulu jenis-jenis saham yang ada di bursa efek. Di sini kamu perlu untuk mengetahui karaktermu terlebih dahulu, apakah kamu termasuk orang yang nekat atau orang yang penuh kehati-hatian. Ini penting untuk meminimalisir risiko hingga kegagalan bisnis ketika kamu bermain saham di bursa efek nantinya.

Dalam memilih saham yang tepat dan menguntungkan ada beberapa hal yang perlu untuk kamu perhatikan. Pertama adalah mengenai fundamental perusahaan yang akan dibeli. Bila perusahaan tidak begitu menguntungkan sebaiknya jangan dipilih. Kedua adalah kamu harus jeli dalam melihat perkembangan saham perusahaan tersebut. Ketiga bila perlu kamu minta pertimbangan dan nasihat dari broker.

Tentukan apa tujuan investasimu

Langkah kedua saat kamu belajar saham tentukan juga apa tujuanmu berinvestasi dan memilih saham tersebut. Tujuan ini bisa berupa tujuan jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Para pakar investasi saham menyarankan sebaiknya kamu memilih tujuan investasi jangka menengah.

Mengapa demikian? Jika kamu memutuskan untuk investasi jangka pendek selain rugi di bursa saham, kamu pun rugi karena harus membayar fee broker. Jangka pendek yang dimaksud di sini adalah untuk trading harian. Jadi, benar-benar pikirkan dengan matang jangka waktu dari investasi tersebut agar kamu tidak menderita kerugian ke depannya.

Tentukan nilai investasinya

Kini kamu sudah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjual dan membeli. Maka langkah selanjutnya untuk dilakukan adalah menentukan besaran atau nilai investasi yang akan kamu tanamkan. Bagi pemula yang ingin belajar saham, sebaiknya jangan terburu-buru membeli saham dalam jumlah yang besar. Saat ini banyak saham yang menawarkan modal yang cukup kecil sekitar Rp2 juta saja. Bahkan beberapa sekuritas kecil menawarkan investasi saham dengan harga Rp500 ribu saja.

Lalu, agar kamu tidak salah penghitungan ada baiknya untuk menginvestasikan sekitar lima persen saja dari penghasilanmu pada masa awal belajar saham. Bila dirasa menguntungkan naikkanlah nilai investasinya secaa beratahap. Namun, tetap saja kamu harus mempertimbangkan risikonya.

Pahami juga keuntungan dan kerugiannya

Hal yang paling penting ketika kamu belajar saham adalah pahami keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan dari investasi saham adalah kamu akan mendapatkan dividen atau pembagian laba baik berupa tunai atau berupa penambahan saham berikutnya dalam jumlah yang cukup besar. Selain itu kamu juga akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham. Semisalnya kamu beli saham per lembar Rp2000 lalu menjualnya kembali dengan Rp2500, tentu kamu akan mendapatkan keuntungan Rp500 untuk setiap lembarnya.

Meski begitu ada beberapa risiko  juga yang perlu dipertimbangkan. Risiko itu di antaranya adalah adanya capital loss atau investor menjual harga lebih rendah dibandingkan harga belinya. Risiko kedua adalah adanya suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika kamu berada dalam masa suspend ini, tidak dapat menjual atau membeli saham hingga suspend tersebut dicabut kembali.

Baca Juga: Inilah Bedanya Investasi Saham dengan Trading Saham

Bagaimana, setelah kamu mengikuti panduan belajar saham di atas sudah siapkah kamu sekarang untuk terjun berinvestasi saham? Investasi saham akan membuat masa depanmu lebih baik dan kamu bahkan bisa melipatgandakan keuntungan dari bisnismu seperti yang dilakukan oleh Warren Buffet. Semoga bermanfaat!

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia