Bagi kamu yang pernah atau sedang mempelajari dunia marketing, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan teknik analisis yang satu ini. Tak terkecuali, kamu yang berkecimpung di dunia bisnis juga harus memahami jenis analisis yang satu ini agar bisnismu berjalan lancar. Teknik yang disingkat menjadi analisis SWOT ini merupakan singkatan dari strength, weakness, opportunity, dan threat.

Ketika kamu hendak memulai bisnis, kamu membutuhkan perencanaan terlebih dulu. Selain menentukan produk, nama brand, dan budget yang akan dikeluarkan, ada baiknya jika kamu juga memperkirakan di manakah posisimu jika dibandingkan dengan para kompetitor. Inilah salah satu kegunaan yang bisa kamu peroleh jika kamu melakukan analisis SWOT, yaitu mempermudahmu merancang strategi untuk menentukan keunggulan bisnismu dibanding para kompetitor.

Faktor yang memengaruhi analisis SWOT

Ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil analisis SWOT, yaitu:

  1. Faktor internal

  • Strength

Strength atau huruf S pada kata “SWOT” merupakan analisis terhadap kekuatan yang dimiliki oleh bisnis yang akan kamu jalankan, seperti segi kualitas, lokasi, atau unsur kekuatan lain yang membuatmu lebih unggul ketimbang kompetitor lainnya. Buatlah daftar kekuatan sebanyak-banyaknya sehingga kamu bisa mengetahui apa yang membedakan bisnismu dengan bisnis serupa yang mirip dengan milikmu. Tujuannya, agar kamu mempunyai authenticity atau ciri khas yang membuatmu berbeda dari kompetitor dengan ide bisnis sejenis.

  • Weakness

Weakness yang diwakilkan dengan huruf W adalah kelemahan bisnismu jika dibandingkan dengan kompetitor. Perkirakan segala kekurangan yang kamu miliki agar ketika hendak melakukan promosi, kamu bisa mengetahui poin mana yang mempunyai letak “aman” hingga tidak menyinggung kelemahan yang dimiliki oleh bisnismu. Tapi di sisi lain, jika kamu bisa memanfaatkan kekuranganmu menjadi kelebihan pada strategi periklananmu, itu lebih baik lagi, seperti informasi mengenai pelatihan mitra atau asuransi yang dianggap tidak penting oleh Gojek, namun akhirnya mereka tetap membuat iklan mengenai informasi tersebut dan mengakui bahwa iklan tersebut tidak penting, padahal tujuannya adalah untuk mempromosikan campaign #UninstallKhawatir.

2. Faktor eksternal

  • Opportunity

Opportunity adalah peluang yang bisa kamu raih setelah menganalisis posisimu melalui dua faktor internal di atas. Peluang juga bisa kamu tentukan melalui penghitungan budget yang akan kamu keluarkan untuk melakukan promosi atau iklan tertentu. Buatlah perencanaan program di awal pembuatan bisnis yang bisa kamu perbarui setiap 3-6 bulan sekali agar kamu dapat menganalisis program mana yang efisien untuk kamu gunakan ke depannya.

  • Threat

Threat dalam bahasa Indonesia adalah ancaman, tapi bukan mengartikan ancaman dalam bentuk serangan dari kompetitor, melainkan bagaimana masa depan bisnismu berdasarkan keputusan yang kamu ambil saat ini. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhitungkan dan masukkan dalam kolom threat, seperti ketersediaan sumber daya, jangka waktu minat konsumen, serta breakeven point atau titik impas kembalinya modal bisnis yang sudah kamu keluarkan di awal.

Meski terlihat seperti langkah-langkah yang hanya bisa diaplikasikan bagi para pebisnis yang hendak memulai bisnis mereka, sebenarnya teknik analisis ini juga bisa kamu gunakan pada bisnis yang sedang dalam proses pengembangan. Kamu seharusnya sudah bisa menggunakan data analisis bisnismu untuk menentukan kekuatan apa yang membuat bisnismu lebih unggul dibanding kompetitor lain, lalu kamu juga bisa menemukan kelemahan bisnismu dengan menanyakan langsung kepada para pelanggan atau konsumen melalui testimoni atau survei. Selanjutnya, peluang dan ancaman juga merupakan dua hal penting yang bisa kamu analisis agar kamu bisa mencari sendiri peluang bisnismu serta mempersiapkan segala ancaman yang mungkin akan menghadang.

Pertanyaan analisis SWOT

Setelah kamu memahami pengertian masing-masing huruf dari kata “SWOT,” inilah waktunya kamu mulai merancang analisis terhadap bisnismu sendiri. Tak hanya perlu memahami kegunaannya, kamu juga perlu mengerti apa saja yang harus kamu tulis nantinya dalam analisismu. Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang sebaiknya bisa kamu jawab untuk menganalisis bisnismu.

  • Strength:

    • Apa yang membedakan bisnismu dengan bisnis lain?
    • Apa yang membuat bisnismu lebih baik dibanding yang lainnya?
    • Apa yang akan dilihat oleh konsumen sebagai suatu kelebihan?
  • Weakness:

    • Apa yang membuat kompetitor lebih unggul daripada bisnismu?
    • Apa saja kelebihan kompetitor yang tidak sesuai dengan prinsip bisnismu?
    • Apakah keunikan bisnis buatanmu dapat memenuhi kebutuhan pelanggan ideal?
  • Opportunity:

    • Kesempatan apa yang bisa diraih saat ini?
    • Apakah perkembangan tren saat ini sesuai dengan bisnismu? Jika ya, bagus. Tapi jika tidak, mungkin kamu perlu meningkatkan brand awareness atau lakukan improvisasi sehingga brand-mulah yang menjadi pelopor suatu tren (menjadi trendsetter).
  • Threat:

    • Apa yang dipikirkan oleh kompetitor?
    • Hambatan apa saja yang berkemungkinan akan menghambat bisnismu?
    • Adakah aturan pemerintah yang akan memperlambat perkembangan bisnis?

Contoh Analisis SWOT

Jika masih belum memahami analisis SWOT melalui kedua faktor yang sudah dijelaskan beserta contoh-contoh pertanyaan berdasarkan komponen dasar untuk menganalisis, berikut ini adalah contoh yang bisa kamu gunakan sebagai pedoman untuk membuat analisismu sendiri. Contoh di bawah adalah analisis SWOT singkat untuk layanan streaming film, Netflix.

Simpulan

Bagaimana, tidak sulit ‘kan menggunakan analisis SWOT? Sekarang kamu bisa segera mempraktikkan analisis ini ke bisnis yang akan atau sedang kamu jalankan. Selain itu, jangan lupa untuk membangun image dan profil bisnis yang berintegritas dan kredibel agar tidak sulit bagimu untuk menemukan pelanggan ideal.

Baca juga: 7 Strategi Content Marketing untuk Bisnismu

Salah satu langkah yang bisa kamu ambil adalah dengan membuat media sosial agar dapat terkoneksi langsung dengan konsumen, atau gunakan website untuk memajang semua produk yang kamu tawarkan kepada pelanggan. Pastikan lagi, ketika kamu membuat website, gunakan cloud hosting yang sudah terjamin dan bisa diandalkan ya, tentu saja ini semua demi keberhasilan bisnismu di masa depan. Selamat berbisnis!!

Cloud Hosting Terbaik di Indonesia