hosting adalah faktor penting untuk perkembangan internet.

Hosting: Pengertian, Fungsi, dan Jenis Layanan yang Wajib Diketahui

Hosting adalah sebuah elemen penting dalam perkembangan dunia internet saat ini.

Apakah kamu pernah memikirkan bagaimana website seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan sebagainya dapat kamu akses dengan mudah dari atas tempat tidur?

Jawabannya adalah dengan teknologi hosting.

Lalu, apa itu hosting?

Nah, di artikel ini Dewaweb akan berbagi pengetahuan tentang pengertian hosting, cara kerja, jenis, dan seluruh informasi yang perlu kamu tahu seputar hosting.

Apa itu Hosting?

Dilansir dari Wikipedia, hosting adalah sebuah layanan yang menyediakan jasa penyewaan sumber daya server sehingga kamu dapat menyimpan data dan mengaksesnya secara online.

Ketika kamu mengunjungi sebuah website, maka kamu sedang mengakses file seperti HTML, CSS, dan gambar-gambar yang dapat kamu lihat di layar HP atau komputer. Agar kamu dapat mengakses file-file tersebut melalui internet, maka file-file tersebut harus disimpan di dalam sebuah server.

Server adalah sebuah komputer yang terhubung ke internet dan dapat diakses oleh pengguna lain di mana saja.

Penyedia layanan hosting memiliki fasilitas server, konektivitas, serta layanan-layanan terkait yang diperlukan untuk membangun dan mengelola website.

Hosting adalah proses penyewaan atau jual-beli ruang penyimpanan yang dapat kamu gunakan untuk membangun website yang dapat diakses melalui internet.

Baca juga: Perbedaan Antara Server, Hosting, dan Domain yang Perlu Kamu Tahu

Fungsi Hosting

Setelah mempelajari apa itu hosting, mari kita singgung tentang fungsinya.

Hosting adalah sebuah teknologi yang memiliki berbagai kegunaan terkait pengembangan website pribadi, situs perusahaan, dan penyimpanan data.

Berikut ini adalah beberapa fungsi utama web hosting:

1. Membuat Website

Fungsi utama dari web hosting adalah untuk membuat website. Agar website dapat ditampilkan di layar pengunjung, maka seluruh file yang diperlukan harus dapat diakses melalui internet.

Dengan menggunakan layanan hosting, maka kamu dapat menyimpan file-file website tersebut di sebuah server yang dapat diakses secara online. Karena terhubung ke internet, website kamu juga akan ditampilkan di search engine seperti Google dan Yahoo!.

Baca juga: Cara Membuat Website dengan Mudah, 30 Menit Jadi!

2. Membuka Toko Online

Jika kamu ingin membuat toko online untuk memperdagangnkan produk sendiri, maka kamu perlu menggunakan layanan hosting. Seperti website pada umumnya, toko online juga harus dapat diakses oleh pengguna lain melalui internet.

File seperti foto produk, deskripsi, logo, dan berbagai software yang diperlukan oleh toko harus di simpan di sebuah komputer yang terhubung ke internet.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Toko Online untuk Pemula

3. Membuat Alamat Email dengan Domain Sendiri

Jika kamu memiliki hosting dan telah membeli domain, kamu juga dapat membuat alamat email dengan domain sendiri. Hal ini tentu sangat penting untuk meningkatkan kredibilitas sebuah bisnis.

Jika kamu harus memilih, alamat email mana yang terlihat lebih professional dan terpercaya?

Pasti yang kedua, ‘kan? Maka dari itu, pastikan kamu menggunakan alamat email yang membuat bisnismu terlihat lebih professional. Segera daftarkan nama domain usahamu sebelum direbut oleh orang lain. Cek harganya di sini:

Domain Murah & Terpercaya di Indonesia

4. Melindungi Website dari Retasan

Tingkat keamanan sebuah website dipengaruhi oleh protokol keamanan yang diterapkan oleh penyedia hosting. Semakin tinggi keamanan hosting, semakin kebal pula website terhadap serangan hacker atau cracker.

Di tahun 2020, tercatat sebanyak 88 juta kasus peretaasan di Indonesia. Data tersebut mengindikasikan kurangnya tingkat keamanan siber di situs-situs web Indonesia.

Memilih layanan hosting yang mumpuni dapat melindungi website kamu dari retasan. Beberapa indikasi keamanan sebuah penyedia hosting adalah:

  • Sertifikasi keamanan tingkat internasional (seperti ISO270001)
  • Penggunaan fitur keamanan canggih (seperti Immunify360)
  • Pencadangan data otomatis

Selain dari sisi hosting, kamu juga dapat meningkatkan keamanan website kamu dengan memasang sertifikat SSL yang berfungsi untuk mengenkripsi proses transfer data antara server dan client.

Beli Sertifikat SSL Murah Indonesia

Selain menyediakan sertifikat SSL Let’s Encrypt gratis, Dewaweb juga memiliki integrasi keamanan dengan Immunify360 untuk melindungi website kamu dari retasan.

Baca juga: Cara Meningkatkan Keamanan Website Kamu

Jenis-Jenis Layanan Hosting

Setelah mempelajari apa itu hosting dan fungsinya, mari kita bahas tentang jenis-jenis layanan hosting.

Berikut ini adalah beberapa jenis layanan hosting yang paling banyak di temui beserta rekomendasi jumlah pengunjung dan jenis website yang sesuai.

Jenis Hosting Pengunjung per Bulan Jenis Website
Shared Hosting 15.000 – 150.000 Website atau blog pribadi, portofolio
Cloud Hosting 150.000 – 1.350.000 Website perusahaan, portal berita, toko online, website sekolah
VPS Hosting 150.000 – 1.350.000 Website bisnis, portal berita, toko online, atau website yang perlu banyak fitur custom
Dedicated Server 1.350.000+ Website korporat dan perusahaan besar
WordPress Hosting 60.000 – 180.000 Website pribadi, toko online kecil, UMKM, komunitas

Sekarang mari kita bahas lebih lanjut mengenai masing-masing jenis layanan hosting.

1. Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis layanan hosting di mana satu server akan digunakan oleh banyak pengguna secara bersamaan. Artinya, kamu harus berbagi fasilitas server dengan banyak pengguna lain.

Ibarat tempat tinggal, shared hosting merupakan sebuah rumah kost di mana kamu harus mengantri untuk menggunakan fasilitas seperti kamar mandi atau dapur.

Begitu pula dengan shared hosting. Ketika pengguna lain telah menggunakan sumber daya server hingga mencapai batasnya, website kamu tidak akan dapat mengakses file yang diperlukan. Hasilnya, pengunjung tidak dapat berinteraksi dengan website kamu.

Maka dari itu, shared hosting tidak disarankan untuk website dengan traffic dan kebutuhan sumber daya yang cukup tinggi.

Kelebihan:

  • Biaya relatif murah
  • Fully-managed, artinya seluruh pengelolaan dan perawatan ditanggung penyedia
  • Mudah untuk digunakan
  • Cocok untuk pemula

Kekurangan:

  • Pembagian sumber daya dengan pengguna lain
  • Fitur keamanan data yang kurang memadai
  • Adanya batasan kemampuan hardware
Shared hosting adalah jenis hosting termurah, namun memiliki performa yang kurang memadai untuk website besar.

2. VPS Hosting

Virtual Private Server atau VPS adalah jenis hosting yang mengalokasikan sebuah server virtual untuk satu orang pengguna saja. Artinya, pengguna lain server tersebut tidak dapat mempengaruhi kinerja dan sumber daya pengguna lain.

Hosting ini memungkinkan pengguna untuk mengatur dan mengelola sumber daya yang tersedia secara leluasa. Jadi, pengguna dapat melakukan kustomisasi sesuai kebutuhan mereka.

Kamu dapat mengibaratkan VPS sebagai sebuah unit apartemen. Kamu masih berada di dalam satu bangunan dengan penghuni lain, namun setiap penghuni memiliki akses ke meteran listrik, air, AC, dan gas masing-masing.

Kelebihan:

  • Sumber daya tidak terpengaruh pengguna lain
  • Sumber daya yang sangat memadai
  • Mampu menampung traffic tinggi
  • Kustomisasi fitur server

Kekurangan:

  • Perlu konfigurasi server
  • Membutuhkan kemampuan teknis
VPS hosting menawarkan kustomisasi dan kapasitas yang besar. Namun kamu perlu kemampuan teknis untuk mengelolanya.

3. Cloud Hosting

Cloud hosting adalah jenis layanan hosting di mana data kamu akan diduplikasi dan disimpan dalam beberapa fasilitas server sekaligus. Jadi, ketika salah satu server tersebut tidak dapat diakses karena gangguan teknis atau proses maintenance, website kamu tetap dapat menerima pengunjung.

Namun tak seperti VPS, layanan jenis cloud hosting pada umumnya berbentuk fully-managed. Jadi, pengguna tak perlu memikirkan pengelolaan dan perawatan teknis server.

Cloud hosting dapat diibaratkan sebagai gerai minimarket waralaba (franchise). Jika salah satu gerai mengalami antrean panjang atau terpaksa tutup untuk alasan tertentu, pembeli tetap dapat memperoleh barang yang mereka inginkan dari gerai lain.

Seperti halnya analogi di atas, layanan cloud hosting akan memastikan bahwa file yang diperlukan oleh website kamu akan selalu tersedia di beberapa server. Jadi, pengunjung website kamu akan selalu dapat mengakses informasi yang mereka inginkan.

Kelebihan:

  • Hardware yang lebih memadai
  • Ketersediaan yang tinggi
  • Fully managed
  • Fitur keamanan lebih baik dibanding shared hosting
  • Tidak memerlukan kemampuan teknis mendalam

Kekurangan:

  • Biaya yang relatif lebih mahal
Cloud hosting adalah titik tengah antara shared hosting dan VPS hosting. Jenis ini menawarkan kepraktisan shared hosting dengan kapasitas besar dari VPS.

4. Dedicated Hosting

Dedicted hosting merupakan jenis layanan hosting yang menawarkan kendali penuh terhadap pengelolaan, perawatan, dan penggunaan server.

Namun di sisi lain, kamu juga perlu memiliki seseorang dengan kemampuan teknis untuk mengelola server tersebut.

Ibarat tempat tinggal, dedicated server adalah sebuah rumah yang telah kamu beli. Jadi, segala urusan perawatan, perbaikan, dan pengelolaan rumah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu.

Kelebihan:

  • Sumber daya yang sangat besar
  • Mampu menampung banyak pengunjung
  • Memiliki kendali penuh atas server
  • Akses kustomisasi tak terbatas

Kekurangan:

  • Biaya yang jauh lebih mahal
  • Memerlukan kemampuan pengelolaan server
  • Memerlukan keterampilan teknis
Dedicated hosting menawarkan kendali mutlak atas server, jadi penggunaannya dapat disesuaikan sesuka hati. Namun, biayanya terbilang sangat mahal.

Baca juga: Perbedaan Cloud VPS dan Dedicated Server, Mana yang Lebih Baik?

5. WordPress Hosting

WordPress hosting adalah sebuah versi shared hosting yang didesain khusus untuk para pengguna WordPress. Pada umumnya, WordPress hosting telah dilengkapi dengan plugin dan pengaturan yang sudah dioptimasi.

Selain plugin dan pengaturan khusus WordPress, jenis hosting ini biasanya juga dilengkapi dengan template pilihan, website builder, dan tools yang dikhususkan untuk developer WordPress.

Kelebihan:

  • Solusi cepat untuk membuat situs WordPress
  • Pengelolaan mudah
  • Cocok untuk pemula
  • Plugin dan pengaturan telah teroptimasi

Kekurangan:

  • Keterbatasan pengaturan hosting
  • Sumber daya terbatas
WordPress hosting menawarkan solusi mudah untuk membuat blog pribadi atau situs kecil. Namun, kemungkinan ekspansi menjadi situs besar akan terbatasi.

Hosting Apa yang Cocok untuk Website Kamu?

Itu dia tadi pembahasan lengkap tentang apa itu hosting, jenis, dan fungsinya. Kamu pastinya sudah dapat menentukan mana yang paling cocok dengan kebutuhanmu, ‘kan?

Agar website kamu selalu online dan terlindungi dari serangan hacker, pastikan kamu memilih penyedia hosting yang:

  • Memiliki sertifikasi kemanan internasional ISO27001
  • Memberikan garansi uptime 100%
  • Menawarkan gratis domain
  • Menyediakan plugin dan template premium

Dengan memilih penyedia layanan hosting terbaik, maka kamu telah selangkah di depan dalam mengembangkan website yang berkualitas dan terpercaya.