Apa itu Intrapreneur? Pengertian, Manfaat dan Contohnya

Apa itu Intrapreneur? Pengertian, Manfaat dan Contohnya

Sebuah perusahaan membutuhkan ide gagasan yang menarik agar bisnisnya dapat terus berkembang dan berdaya saing, salah satunya dilakukan oleh intrapreneur. Mirip seperti entrepreneur, istilah intrapreneur mungkin belum pernah kamu dengar.

Intrapreneur adalah seseorang yang melakukan praktik intrapreneurship dalam sebuah perusahaan. Lalu bagaimana konsep praktik tersebut dan apa manfaatnya? Lebih lengkapnya akan kita bahas pada artikel di bawah ini, yuk langsung saja simak!

Baca Juga: Perbedaan Entrepreneur, Intrapreneur, Technopreneur

Pengertian Intrapreneur

Apa itu intrapreneur? Intrapreneur adalah kependekan dari internal entrepreneur yaitu seorang karyawan perusahaan yang memiliki jiwa wirausaha sehingga mampu bertindak dan berpikir layaknya entrepreneur.

Seorang intrapreneur biasanya memiliki ide gagasan serta potensi untuk mengembangkan perusahaan, mereka cenderung memiliki skill problem solving, kreatif, serta kepemimpinan yang baik.

Baca Juga: 10 Ide Mengembangkan Bisnis Berskala Kecil

Melalui skill tersebut, seorang intrapreneur dapat turut mengembangkan dan mengerjakan gagasan tersebut untuk kemajuan perusahaan tempat ia bekerja. 

Sehingga hal ini akan memberikan dampak positif bagi perusahaan terutama dari segi pembuatan produk baru yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. 

Karena karyawan tersebut merupakan bagian dari perusahaan, maka mereka tidak membutuhkan modal sama sekali untuk menjalankan idenya. 

Perusahaan akan sangat mendukung karyawan tersebut untuk menciptakan produk terbaiknya. Dukungan perusahaan itulah yang disebut dengan konsep intrapreneurship.

Dengan kesempatan itu, perusahaan dapat memiliki produk baru yang lebih baik. Sedangkan dari sisi karyawan, mereka menjadi lebih berkembang dengan skill yang dimiliki.

Karakteristik Intrapreneur

Tidak semua karyawan memiliki jiwa pengusaha, nah di bawah ini terdapat beberapa karakteristik intrapreneur adalah sebagai berikut.

  • Berani mengambil risiko: karakteristik pertama adalah mereka berani mengambil risiko untuk menjalankan inovasi baru. Tak jarang jika banyak karyawan yang siap kehilangan pekerjaan ketika memiliki inisiatif untuk mengembangkan usahanya sendiri.
  • Inovatif: para intrapreneur memiliki sifat seperti entrepreneur, yaitu inovatif dan mau mencoba hal baru. Mereka seringkali dapat melihat masalah sebagai peluang baru apabila berhasil memberi solusinya dengan baik.
  • Berkomitmen kuat: karakteristik berikutnya seorang intrapreneur adalah memiliki komitmen yang kuat terhadap apa yang sedang mereka kerjakan. Mulai dari mencurahkan energi, tenaga, dan waktu agar idenya dapat terwujudkan.
  • Sifat kepemimpinan tinggi: seorang intrapreneur penting untuk memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi, karena sifat itulah yang dapat menggerakan sumber daya sekitar untuk mewujudkan gagasannya. Sifat ini nantinya menjadi faktor keberhasilan dia dalam mengorganisir serta memotivasi tim.
  • Strategis: karakteristik terakhir yaitu mampu memiliki skill strategi yang kuat. Kemampuan ini dapat membantu dalam mendeskripsikan ide, merancang rencana kerja, hingga mengorganisir sumber daya yang ada.

Itulah beberapa karakteristik yang dimiliki oleh seorang intrapreneur, apabila di perusahaan kamu terdapat karyawan dengan ciri seperti di atas, mungkin ia memiliki jiwa entrepreneur dan tidak ada salahnya untuk menjalankan kegiatan intrapreneurship.

Baca Juga: Intip Kisah 7 Perempuan Sukses Pendiri Startup Indonesia

Apa Saja Manfaat Intrapreneurship?

Dengan melakukan intrapreneurship memang apa sih manfaat yang dapat didapat, baik untuk perusahaan maupun karyawan? Diantaranya manfaat intrapreneurship adalah sebagai berikut.

Kesempatan mengembangkan potensi karyawan

Melalui intrapreneuership, karyawan dapat mengembangkan skill kewirausahaannya. Mereka memperoleh kesempatan untuk memberikan ide serta menjalankannya dengan dukungan perusahaan.

Dengan begitu, skill karyawan akan semakin mahir karena dukungan dari sekitar. Selain itu apabila karyawan ingin terjun ke dunia bisnis sendiri, mereka sudah memiliki banyak bekal dan lebih siap. 

Membantu menghadapi tantangan perusahaan

Manfaat intarpreneurship berikutnya adalah dapat membantu menghadapi tantangan perusahaan. Contohnya ketika tiba-tiba terjadi pandemi saat itu, perusahaan harus memutar otak bagaimana caranya agar bisnis tetap berjalan.

Nah, melalui intrapreneurship perusahaan dapat meminta gagasan pada tim internal terlebih dulu, contohnya seperti karyawan. Dari situlah perusahaan akan lebih cepat mendapat ide untuk menjawab tantangan tersebut.

Baca Juga: 11+ Cara Membuat Bisnis Startup untuk Pemula, Wajib Ditiru!

Kebahagiaan karyawan meningkat

Intrapreneurship dapat menjadi wadah karyawan yang ingin memberikan ide bisnisnya. Dengan cara ini engagement dan produktivitas karyawan dapat meningkat. 

Ketika ide mereka dapat ditampung dan diterima perusahaan, tentu akan memberikan rasa bahagia tersendiri pada karyawan, karena perusahaan mendengar idenya. 

Semakin banyak karyawan yang bahagia dan produktif maka kinerja perusahaan juga akan meningkat. 

Baca Juga: Menemukan Keunikan Untuk Memenangkan Persaingan Usaha

Perbedaan Intrapreneur dan Entrepreneur

Meski nama dan pekerjaannya mirip, namun terdapat beberapa perbedaan antara intrapreneur dan entrepreneur. Berikut ini perbedaannya dari berbagai aspek.

perbedaan intrapreneur dan entrepreneur

Status

Perbedaan pertama dapat dilihat dari statusnya, seperti namanya intrapreneuer adalah internal entrepreneur yaitu seorang karyawan yang memiliki gagasan bisnis namun tidak membangun usahanya sendiri, melainkan melakukannya atas persetujuan perusahaan.

Sedangkan entrepreneur tidak hanya memiliki ide saja, tapi juga merealisasikannya dengan membangun usaha sendiri. 

Tujuan

Berikutnya adalah dari aspek tujuan, tujuan intrapreneur adalah membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk atau menciptakan produk barunya. Sedangkan entrepreneur memang bertujuan untuk menciptakan inovasi dan usaha baru.

Kebebasan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, seorang intrapreneur membutuhkan persetujuan terlebih dulu dari perusahaan. Meskipun mereka bebas mengemukakan idenya, namun tidak mendapatkan kebebasan secara penuh.

Berbeda dengan entrepreneur yang dapat menjalankan ide apapun yang menurutnya bermanfaat bagi bisnis.

Modal

Apabila ide yang diajukan intrapreneur disetujui perusahaan, maka ia tidak perlu mengeluarkan modal untuk mewujudkan idenya. Karena perusahaan yang akan membiayai semua kebutuhan proyeknya.

Sedangkan entrepreneur, ia harus mencari modal atau mencari dana investor agar dapat merealisasikan idenya.

Baca Juga: 10 Cara Membuat Proposal Usaha yang Dapat Menarik Investor

Sumber daya

Tidak hanya modal, intrapreneur juga dapat menggunakan sumber daya yang ada, baik fasilitas perusahaan maupun SDM seperti rekan kerjanya sendiri. Berbeda dengan entrepreneur, mereka harus memiliki sarana baik fasilitas maupun SDM sendiri selama proyek berlangsung.

Risiko

Kegagalan dapat terjadi kapan saja, namun bagi seorang intrapreneur apabila proyek gagal mereka tidak akan kehilangan uang, bahkan masih tetap dapat bekerja bersama perusahaan tersebut.

Namun, untuk seorang entrepreneur apabila bisnisnya gagal maka kerugian finansial harus ditanggung sendiri, bahkan bisnis dapat gulung tikar.

Baca Juga: Kenapa Startup Gagal? Ini 16 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Contoh-Contoh Intrapreneur di Perusahaan Besar

Setelah mengetahui apa itu intrapreneur dan manfaatnya untuk perusahaan, di bawah ini kami akan memberikan beberapa contoh nyata intrapreneur adalah sebagai berikut.

PlayStation – Ken Kutarangi

Contoh pertama yaitu seorang engineer Sony yang mencetuskan PlayStation. Pada awalnya Ken terinspirasi dari Nintendo dan ingin membuat konsol untuk Sony. Sampai IA diam-diam bekerja dengan Nintendo dalam pengembangan konsol NES-nya.

Sempat beberapa kali ditolak petinggi Sony hingga akhirnya CEO Sony sendiri yang setuju untuk mendanai rencana Ken tersebut. Dari situlah usahanya membuahkan hasil dan hingga saat ini PlayStation berhasil menjadi konsol game terkenal.

Gmail – Paul Buchheit

Contoh berikutnya yaitu berasal dari perusahaan Gmail, di Google karyawan boleh membuat proyek pribadi dengan menggunakan 20% jam kerjanya. Saat Itu Paul Buchheit memanfaatkan waktu tersebut untuk mengembangkan layanan email berbasis website.

Ide ini disetujui oleh para pendiri Google, dari ide itulah saat ini Gmail berhasil menjadi layanan email yang populer saat ini.

Vimeo – Anjali Sud

Vimeo adalah platform yang mirip dengan Youtube, karena sadar tidak dapat menyaingi Youtube, Vimeo harus mencoba model bisnis yang berbeda. Anjali Sud, mantan director of marketing Vimeo menyampaikan idenya untuk merubah Vimeo menjadi layanan berbayar untuk mengedit, menyimpan, dan membagikan video.

Saat itu, Eksekutif Vimeo tertarik dengan gagasannya dan memberikan kesempatan untuk mencoba mewujudkan proyek tersebut. Terbukti hingga saat ini Vimeo melejit dan digunakan oleh berbagai pengguna.

Dari 3 contoh di atas kamu bisa melihat seperti apa fakta nyata intrapreneur di perusahaan.

Kesimpulan

Bagaimana, selain entrepreneur sekarang kamu jadi tau istilah intrapreneur. Intrapreneur adalah seorang karyawan pada perusahaan yang memiliki gagasan terhadap mengenai produk atau peningkatan kualitas perusahaan, dengan persetujuan perusahaan, intrapreneur dapat menjalankan ide tersebut.

Intrapreneurship tidak hanya mewadahi karyawan dalam mengembangkan idenya, tetapi juga dapat membantu perusahaan agar terus berinovasi. Semoga artikel ini membantu ya, salam sukses online!