Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Hosting adalah service yang digunakan untuk menyimpan data-data dalam sebuah website. Dengan layanan ini maka informasi yang tercantum pada website pun dapat diakses oleh pengguna melalui internet. Data yang dimaksud bisa berupa file dokumen, gambar, program, hingga database. Jadi, jika kamu menginginkan website yang bisa diakses oleh publik lewat internet, maka layanan hosting ini tidak dapat diabaikan.

Umumnya hosting disewakan dalam kapasitas tertentu sesuai dengan kebutuhan. Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal pula harga yang harus dibayar. Dengan beragamnya kebutuhan akan layanan hosting, maka tidak mengherankan pula jika kamu bisa menemukan banyak pilihan saat akan memilihnya.

Nah, dalam artikel ini akan dibahas dua jenis layanan hosting yakni cloud hosting dan web hosting tradisional. Mungkin jika kamu memang belum terlalu mengenal masalah layanan ini, keduanya akan sekilas terlihat sama. Padahal dalam kenyataannya dua layanan ini sangat berbeda. Apa perbedaannya? Kamu bisa mengetahuinya dalam ulasan berikut.

Baca juga: VPS – Kenapa Penting Bagi Perusahaan Besar

Mengenal Web Hosting Tradisional

Salah satu layanan hosting yang paling sering digunakan adalah web hosting tradisional. Layanan hosting konvensional ini memang banyak digunakan terlebih oleh pengguna awam karena memang sudah lama ada dan telah digunakan oleh banyak orang. Dengan layanan ini maka data-data yang terdapat pada website kamu akan disimpan dalam satu server yang ada pada sebuah hardware.

Dalam perjalanannya web hosting tradisional berkembang sehingga memiliki beberapa macam tipe untuk mengakomodir kebutuhan client mereka. Beberapa jenis web hosting yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Shared web hosting

Bagi para pemula dan awam, shared web hosting adalah primadona. Alasannya tak lain adalah karena layanan yang satu ini murah (beberapa bahkan gratis) dan memang sudah banyak digunakan orang. Dalam shared web hosting, sebuah server akan dibagi kapasitasnya dan kemudian digunakan oleh beberapa ssitus sekaligus.

  • Dedicated web hosting

Jika dalam layanan shared web hosting kamu akan berbagi server dengan beberapa pengguna lainnya, dengan dedicated web hosting maka keseluruhan server hanya akan digunakan oleh situs milikmu. Dengan keunggulan ini, tentu saja harga yang dipatok akan jauh lebih mahal dibandingkan shared web hosting.

  • VPS web hosting

Dengan menggunakan VPS (Virtual Private System), kamu memang masih akan berbagi server. Namun kamu juga akan dibekali dengan sebuah server Dengan demikian kapasitas penyimpanan memori serta CPU usage pun akan lebih longgar sehingga performa situs kamu bisa lebih baik.

  • Managed web hosting

Layanan hosting yang satu ini akan memungkinkanmu untuk mendapatkan sebuah server sesuai dengan kebutuhan website. Artinya, server yang disewakan ke kamu akan datang dengan segala hal yang memang dibutuhkan oleh website. Biayanya mungkin akan lebih mahal, namun kamu tidak perlu kesulitan untuk mengatur website lagi.

Baca Juga: Panduan Web Hosting Murah dan Web Builder Indonesia

Pengertian Cloud Hosting

Setelah mengenal tentang web hosting tradisional, sekarang mari berpindah ke cloud hosting. Di samping pemahaman tentang web hosting tradisional, Kamu juga perlu memahami teknologi yang satu ini untuk bisa memlih mana layanan hosting yang tepat untuk website.

Cloud hosting adalah sebuah inovasi dalam layanan hosting yang memungkinkanmu untuk menyimpan data-data pada website dalam sebuah cloud atau awan.

Apa sebenarnya cloud ini? Cloud sejatinya merupakan sebuah perumpamaan untuk menyebut internet. Artinya, jika kamu menggunakan cloud hosting maka data-datamu akan disimpan di sebuah server virtual yang ada dalam internet. Layanan ini tidak lagi menggunakan ruang penyimpanan fisik (hardware) seperti web hosting tradisional.

Baca Juga: 4 Jenis Web Hosting dan Perbedaannya

Cloud Hosting pada dasarnya adalah sebuah layanan virtual untuk management website atau aplikasi. Layanan ini akan digunakan dengan user-user lain, namun alokasi resourcenya sudah dibagi sesuai dengan paket-paket yang disediakan.

Jika terdapat kendala lambat atau resource pada salah satu user tinggi, maka hanya perlu upgrade resource saja dan tidak akan mengganggu user-user yang lain di satu server yang sama. Dengan teknologi cloud ini, performa website akan tetap optimal.

Nah setelah mengetahui definisi keduanya, mari sekarang kita menelaah apa perbedaan di antara web hosting tradisional dengan cloud hosting dalam poin-poin berikut ini.

Perbedaan Cloud Hosting dan Web Hosting Tradisional

Dari sekilas penjelasan di atas seharusnya kamu sudah bisa mendapatkan gambaran tentang perbedaan antara cloud hosting dengan web hosting tradisional—seperti tentang fisik ruang penyimpanan keduanya. Untuk perbandingan yang lebih detail, kamu bisa menyimak penjelasan dalam poin-poin berikut ini.

  • Dari segi performa

Mari membahas poin yang selalu menjadi pertimbangan utama dalam memilih hosting untuk website, yakni performa.

Seperti yang telah disebutkan dalam paragraf pengenalan web hosting tradisional, layanan ini menyediakan server yang digunakan oleh beberapa user sekaligus. Akibatnya kapasitas ruang penyimpanan serta bandwidth yang tersedia pun akan terbatas. Jadi tidak mengherankan jika kadang kala website butuh waktu lama untuk loading.

Di sisi lain, cloud hosting tidak memiliki ruang penyimpanan fisik karena pada dasarnya layanan ini merupakan sebuah layanan virtual. Kamu memang akan menggunakan layanan ini dengan user lain, namun jika terdapat kendala seperti loading yang lambat server cloud kamu akan segera dipindahkan oleh sistem. Hasilnya kamu tidak lagi merasakan kendala tersebut dan performa website pun bisa tetap prima.

  • Dari segi kontrol data

Pada web hosting tradisional kamu harus berbagi dengan user lain sehingga tidak ada kendali yang utuh terhadap server yang telah dibeli. Sebagai ilustrasi, apabila user lain menginginkan performa yang lebih baik maka website kamu pun akan berisiko menjadi lambat dan lebih susah diakses.

Ketika menggunakan cloud hosting, kamu menyewa space tertentu dalam cloud server, sehingga ruang tersebut berada dalam kontrol kamu sebagai level user. 

Jika dalam web hosting tradisional kamu bisa terdampak risiko performa web melambat karena resource dan bandwidth yang dibagi dengan user-user lain, kendala tersebut tidak akan terjadi pada cloud hosting. Sebab cloud hosting mengalokasikan resource-nya masing-masing ke setiap paket-paket yang disediakan. Ini karena cloud server akan segera memindahkan kamu ke server yang lebih lapang saat bandwidth terbatas.

  • Dari segi biaya

Saat ingin menggunakan layanan web hosting tradisional kamu harus membayar server yang digunakan berikut dengan hardware. Padahal kenyataanya ruang tersebut juga digunakan oleh user lain. Biaya ini akan membengkak jika kamu memutuskan untuk membeli web hosting tradisional tipe dedicated.

Bagaimana dengan cloud hosting? Dalam cloud hosting, kamu cukup mengeluarkan dana sesuai dengan layanan yang didapat. Tidak perlu mengeluarkan dana tambahan untuk server yang mungkin tidak kamu gunakan. Jika diibaratkan, pembiayaan cloud hosting serupa dengan membayar tagihan listrik atau biaya berlangganan operator seluler.

Baca juga: Cara Memilih Hosting Terbaik

Cloud hosting adalah pilihan tepat?

Setelah tiba pada titik ini kamu mungkin akan beranggapan bahwa cloud hosting merupakan pilihan terbaik untuk website. Namun benarkah demikian? Well, hal ini masih tergantung pada beberapa pertimbangan. Ada beberapa pertimbangan yang memang membuat cloud hosting menjadi layanan terbaik untukmu.

Namun ada juga beberapa kondisi yang menyebabkan web hosting tradisional justru lebih baik. Misalnya untuk para pemula, web hosting tradisional akan tepat untukmu karena biayanya murah dan sudah bisa mengakomodasi kebutuhan.

Itulah dia perbedaan antara cloud hosting dengan web hosting tradisional. Baik web hosting tradisional maupun cloud hosting adalah layanan hosting yang bisa mengakomodir kebutuhanmu. Tinggal bagaimana kamu mengaturnya agar bisa mendukung performa website.

Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah untuk memilih hosting tercepat atau pun free hosting terbaik dari Dewaweb, yang lengkap dengan backup data online dan SSL terbaik demi kelancaran dan kenyamananmu dalam membangun website.

Tetap semangat dalam merancang website dan jangan pernah lelah untuk terus mencoba!

Simak Juga Video Pengertian dan Panduan Lengkap Hosting