Intip Kisah 7 Perempuan Sukses Pendiri Startup Indonesia

Intip Kisah 7 Perempuan Sukses Pendiri Startup Indonesia

Setelah sebelumnya sempat membahas perkembangan startup di Indonesia yang semakin maju beberapa tahun belakangan, kini Dewaweb akan memaparkan beberapa kisah inspiratif dari para perempuan hebat pendiri startup. Mereka adalah kartini-kartini masa kini yang cerdas mengelola pasar di era digital.

Simak kisah-kisah sukses perempuan pendiri startup berikut yuk!

Baca Juga: Apa itu Startup? Penjelasan & Daftar Startup Terbesar Indonesia

Carline Darjanto dan Ria Sarwono – CottonInk

pendiri startup - cottonink

Dua sahabat pendiri startup, Carline Darjanto dan Ria Sarwono adalah CEO, Co-Founder, dan CMO dari Cotton Ink, sebuah brand retail lokal yang fokus pada fashion wanita. Ternyata, keduanya memulai usaha di tahun 2008 secara online di Facebook dan Blogspot. Tak disangka, Cotton Ink mulai menarik perhatian banyak anak muda di Jakarta.

Saat artikel ini ditulis, Cotton Ink memiliki lima offline store di mall-mall di Jakarta dan mampu bersaing dengan brand internasional. Brand ini juga telah banyak berkolaborasi dengan artis perempuan papan atas di Indonesia.

Bahkan, kesuksesan Carline dan Ria mendirikan bisnis di bidang retail & e-commerce membawa mereka masuk ke dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia.

Baca Juga: 8 Cara Membuat Bisnis Startup untuk Pemula

Alamanda Shantika – Binar Academy

pendiri startup- binar academy

Mungkin kamu mengenal Alamanda Shantika sebagai salah satu orang yang turut berperan dalam tahap awal pengembangan Gojek, yakni sebagai Vice President of Product. Namun setelah Gojek berhasil stabil, ia justru memilih hengkang dan merintis startup edutech untuk membangun ekosistem digital startup di Indonesia.

Ketertarikannya terhadap matematika dan coding dimulai sejak usianya 14 tahun. Pada saat itu ia membuat situs blog miliknya dengan teknik coding. Kemampuan mendesain web kemudian menjadi salah satu landasan awalnya dalam berkarier.

Baca Juga: Apa Itu Crowdfunding? Pengertian, Jenis, dan Tips Melakukannya

Setelah hengkang dari Gojek, Alamanda fokus mendirikan start up Binar Academy, yakni sebuah platform bootcamp kelas online bersertifikat. Platform ini membantu setiap orang yang ingin belajar di bidang IT sesuai dengan standar industri digital. Kini, Binar Academy masuk dalam daftar Top 50 Most Promising EdTech in Southeast Asia

Shinta Nurfauzia – Lemonilo

shinta nurfaizia - lemonilo

Shinta Nurfauzia adalah sosok wanita yang merupakan Co-CEO dan Co-Founder Lemonilo, perusahaan startup  yang menjual produk makanan sehat dari bahan alami.

Shinta memiliki background pendidikan dan karier di bidang hukum, dan sudah sangat tertarik dengan dunia bisnis sejak bangku kuliah. Ketertarikannya di dunia bisnis semakin matang saat ia melanjutkan pendidikan S2 di Harvard Law School dan bertemu dengan Johannes Ardiant, yang saat ini adalah Co-Founder Lemonilo.

Dimulai dari produk mie instant sehat, kini Lemonilo sudah berinovasi menghasilkan banyak produk makanan sehat lainnya yang mampu bersaing dengan banyak perusahaan FMCG ternama. Lemonilo menjamin setiap produk-produknya sehat, praktis dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Pendanaan Startup dan Modal Usaha Peer-to-Peer Lending di Indonesia

Hanifa Ambadar – Female Daily

hanifa ambadar - female daily network

Female Daily adalah platform media online yang khusus ditujukan bagi kaum perempuan. Hanifa memulai Female Daily dari sekadar blog fashion personal pada tahun 2005. Akhirnya kini Female Daily berkembang menjadi media informasi yang terbilang besar.

Platform ini tidak hanya menjadi tempat bagi kaum hawa untuk membaca informasi yang ada terkait kehidupan mereka, tetapi juga menjadi sebuah wadah bagi komunitas yang dibentuk di dalamnya.

Melalui komunitas inilah para perempuan yang menjadi anggotanya dapat saling berbagi ulasan seputar produk-produk khusus perempuan serta berpartisipasi juga dalam forum diskusi yang telah dibuat mereka.

Keunikan media inilah yang membuat Hanifa mampu menjaring banyak klien untuk memasang iklannya dan banyak juga perempuan yang membuat media ini menjadi konsultasn yang paling dicari untuk menemukan solusi terkait perempuan. Female Daily dikabarkan mendapatkan pendanaan hampir USD 1 Juta (Sekitar 13 Miliar Rupiah) untuk ekspansi bisnisnya tersebut.

Baca Juga: Perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn

Samira Shihab dan Aliya Amitra – Tinkerlust

pendiri startup - tinkerlust

Berangkat dari permasalahan lemari penuh, dua sahabat ini berhasil mendirikan sebuah marketplace yang fokus di fashion item preloved.

Berdiri sejak tahun 2015, Samira dan Aliya merintis Tinkerlust, sebagai platform yang bisa mengakomodasi penyaluran item fesyen yang sudah tidak terpakai, namun masih layak untuk digunakan. Ide mendirikan Tinkerlust diawali oleh permasalahan lemari pakaian keduanya yang sering penuh sehingga banyak barang tak terpakai. Padahal, beberapa di antaranya yang masih sangat layak untuk digunakan.

Tinkerlust hadir sebagai solusi bagi orang yang ingin menjual atau mencari barang fashion preloved secara online dengan kualitas yang terjamin. Inilah yang membuat Tinkerlust berbeda, penggunanya bisa menemukan barang preloved bermerek dengan kualitas pilihan serta dijamin keasliannya.

Baca Juga: Mengenal AARRR, Metric yang Banyak Digunakan Startup

Nabilah Alsagoff DOKU

pendiri startup - doku

Bagi yang berkecimpung di dunia e-commerce pasti sudah pernah mendengar DOKU. Platform pembayaran online terbesar di Indonesia ini dikelola oleh seorang wanita Indonesia yang cerdas. Pendiri startup ini adalah Nabilah Alsagoff.

Awalnya, Nabilah menemukan masalah seputar kesulitan pembayaran online. Ia akhirnya membuat suatu solusi menguntungkan bagi problema transaksi di masyarakat tersebut.

DOKU telah melayani perusahaan besar seperti Air Asia dan Sinar Mas. Nabilah sebenarnya bukan orang baru di ranah bisnis digital, ia sudah memulai bisnis e-payment pada tahun 2002 yaitu saat ia masih menjadi konsultan bagi Kementerian Pariwisata Indonesia.

Pada waktu itu kasus yang ditanganinya adalah bagaimana membangun portal untuk membantu meningkatkan kembali industri pariwisata Bali pasca kejadian bom Bali yang dampaknya berskala internasional.

Pengalaman inilah yang akhirnya membuatnya menjadi pembicara di banyak komunitas dan acara bisnis digital, semacam Startup Asia Jakarta 2014.

Baca Juga: 9 Komponen Terpenting dalam Business Model Canvas

Veronica Linardi – Qerja

veronica linardy - qerja

Qerja memiliki visi yaitu meningkatkan tingkat kepuasan karyawan Indonesia terhadap tempat kerjanya masing-masing. Veronika Linardi adalah pencetus dan Founder/CEO yang membangun portal komunitas dunia kerja tersebut.

Bagi para job-seeker, biasanya ada satu hal yang sebenarnya penting untuk diketahui, tentang sebuah kantor atau perusahaan yang ingin ia lamar. Hal itu adalah perihal gaji dan ulasan soal bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya.

Sayangnya, memang tidak banyak informasi yang bisa diperoleh soal berapa gaji di kantor-kantor yang dituju. Fenomena ini terjadi karena masih sedikit orang yang secara terbuka membicarakan secara jujur berapa gaji mereka dan bagaimana pengalaman kerja mereka.

Tak berapa lama sejak dirilis, tepatnya Februari 2015 lalu, Qerja telah sukses menerima aliran investasi dari beberapa investor dan stakeholder untuk mengembangkan bisnisnya.

Baca Juga: Startup Metrics: North Star Metric Membuat Bisnis Anda Tertata

Diajeng Lestari – HijUp

pendiri startup - hijup

Pada tahun 2011, Diajeng mendirikan HijUp. HijUp ini adalah e-commerce B2C (Business to Customer) dengan konsep fashion mall yang secara khusus menjual barang-barang fashion bagi wanita muslim di Indonesia.

Hingga kini, telah tersedia lebih dari 120 brand dari para desainer lokal yang tergabung dalam website-nya. investor, pihak 500 Startups, Fenox VC, dan Skystar Capital percaya bahwa HijUp ke depannya bisa melayani komunitas fashion muslim secara global.

Indonesia memang merupakan salah satu pasar muslim terbesar di dunia. Diajeng percaya Indonesia punya potensi untuk menjadi pusat fashion muslim dunia.

HijUp sendiri mengklaim diri telah menarik lebih dari 100 desainer lokal termasuk Dian Pelangi, Ria Miranda, dan Jenahara untuk bergabung di paltform-nya. Selain itu juga memiliki 1,6 juta unique visitor dengan 20% pengunjung tersebut berasal dari luar Indonesia, seperti Malaysia, India, dan Amerika Serikat.

Bila dilihat pada website-nya, HijUp memang telah menyediakan layanan pengiriman internasional bagi pelanggannya yang berasal dari luar negeri. HiJup terus berkembang dengan jumlah penjualan yang juga makin meningkat.

Baca Juga: Cara SEO untuk UKM dan Bisnis Startup

Penutup

Tadi kamu sudah mengetahui kisah sukses dari berbagai sosok perempuan pendiri startup inspiratif. Bagaimana, apakah kamu juga tertarik membangun startup sendiri?

Jika iya, ketahui bagaimana mendapatkan pendanaan startup agar bisnis kamu dapat dikembangkan. Selain itu, kamu juga bisa memulai dengan membangun website menggunakan hosting murah Dewaweb yang lengkap dengan SSL dan backup online.

Sebagai penyedia layanan hosting dan vps murah yang telah bersertifikat standar keamanan internasional ISO 27001, Dewaweb berkomitmen untuk membantu kamu meraih sukses secara online. Baca artikel blog Dewaweb lainnya dan subscribe email kami untuk mendapat konten-konten bermanfaat terkait pengembangan bisnis. Selamat Selamat mengembangkan usaha, semoga sukses ya!