Apa itu Plesk? Pengertian dan Perbedaannya dengan cPanel

Apa itu Plesk? Pengertian dan Perbedaannya dengan cPanel

Jika kamu merupakan orang yang gemar mengelola blog atau website, istilah control panel mungkin terdengar tidak asing. Control panel merupakan tools yang dimanfaatkan untuk mengoperasikan, mengatur, dan mengelola suatu web server. Plesk adalah salah satu contoh control panel yang cukup populer dan sering digunakan.

Tak kalah dari jenis control panel lainnya, plesk disebut sebagai jenis control panel yang cukup simpel dan praktis. Kamu tidak memerlukan keahlian teknis tinggi agar bisa mengoperasikan plesk. Hal inilah yang membuat control panel plesk banyak diterapkan para pengelola website di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Lantas, apa itu plesk? Apa perbedaannya dengan cPanel? Tenang saja, di artikel ini Dewaweb akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut menggunakan kalimat yang mudah dipahami. Simak sampai selesai, ya!

Baca Juga: Peran Web Server terhadap Keberlangsungan Website

Apa itu Plesk?

plesk

Plesk adalah salah satu panel kontrol yang didalamnya memiliki sejumlah tools untuk mempermudah pengguna mengelola seluruh server dan hosting. Plesk menawarkan kemudahan pengelolaan web server, termasuk email, script, file website, hingga manajemen database. Menariknya, plesk hadir dengan interface sangat ramah sehingga pemula sekalipun tidak akan terlalu kesulitan mengoperasikannya.

Plesk juga merupakan kontrol panel yang cukup populer di kalangan pengelola blog maupun website. Saat ini, setidaknya lebih dari 350 ribu server dan 11 juta website telah menggunakan plesk sebagai control panel-nya. Panel kontrol plesk sudah mendukung perangkat dengan operating system Windows dan Linux.

Selain itu, plesk dilengkapi banyak fitur dan tools mumpuni, mulai dari yang standar maupun fitur tambahan seperti self repair tools. Dukungan bahasa pemrograman pun cukup banyak, sebut saja Perl, Python, PHP, ASP, CGI, dan Microsoft ASP.NET.

Baca Juga: 10 Bahasa Pemrograman Paling Populer di Dunia

Plesk vs cPanel

Plesk dan cPanel adalah dua panel kontrol paling populer dengan segudang fitur dan kelebihan masing-masing. Di sini, Dewaweb coba bandingkan plesk vs cPanel menggunakan beberapa indikator penting dalam pengelolaan situs. Agar kamu lebih paham, simak penjelasannya di bawah ini:

  • Tampilan dashboard

dashboard plesk

Tampilan dashboard plesk sekilas hampir mirip dengan dashboard WordPress. Menu utama terletak di bagian samping kiri serta penataannya cukup intuitif berdasarkan kategori sesuai fungsi umum. Di bagian tengah, kamu bisa melihat konfigurasi atau fitur yang paling sering digunakan, misalnya pengaturan domain, back up, dan keamanan.

Sementara itu, tampilan dashboard cPanel terlihat lebih ramah menggunakan graphical user interface (GUI). Menu utama disajikan dalam bentuk ikon yang tiap fiturnya dikelompokkan sesuai fungsi. Penggunaan GUI pada dashboard cPanel memungkinkan pengguna mengakses fitur lebih cepat dan mudah.

  • Fitur unggulan

Fitur unggulan panel kontrol plesk adalah kelengkapan ekstensi yang memudahkan pengguna mengelola website. Ratusan ekstensi dengan fungsi khusus dapat kamu pilih sesuai kebutuhan. Misalnya ekstensi Gitman, dimana fitur ini memungkinkan pengguna mendeploy file dari GitHub ke plesk secara cepat dan mudah.

Sedangkan, cPanel menawarkan kemudahan dalam penginstalan aplikasi atau CMS melalui menu softaculous. Adanya fitur ini memungkinkan kamu menginstal WordPress hanya dengan sekali klik saja. Bukan itu saja, cPanel juga menyediakan fitur one-click HTTPS redirection dimana pemasangan SSL dapat dilakukan secara cepat.

  • Operating system

Seperti yang sudah Dewaweb singgung sebelumnya, saat ini plesk sudah mendukung operating system Windows dan Linux. Plesk merupakan pilihan tepat bagi kamu yang ingin mengelola server di sistem operasi tersebut. Terlepas dari itu, meski mendukung dua OS berbeda bukan berarti kamu bisa menggunakan keduanya bersamaan. Kamu tetap harus memilih salah satu versi ketika melakukan pembelian.

Di sisi lain, panel kontrol cPanel hanya mendukung operating system Linux saja. Hal ini tak lepas dari sekuritas dan fleksibilitas OS Linux dalam mengelola sebuah server. Pilihan distro pun tersedia cukup banyak, misalnya Amazon Linux, Red Hat enterprise, CloudLinux, dan CentOS.

  • Database

Plesk mendukung sistem database populer seperti MySQL, PostgreSQL, MariaDB, dan sebagainya. Penggunaan database sendiri tergantung sistem operasi yang digunakan, sebab Windows dan Linux tidak mendukung semua sistem database. Agar lebih jelas simak tabel berikut:

Operating System

Database yang Didukung

Tools yang digunakan

WindowsMariaDB, Microsoft SQL, dan MySQLMyLittleAdmin
Linux MySQL dan PostgreSQLPHPMyAdmin

Sementara itu, cPanel juga mendukung banyak database seperti PostgreSQL, MariaDB, dan MySQL. Dalam penggunaannya cPanel memerlukan tools PHPMyAdmin untuk database MariaDB dan MySQL. Sedangkan PostgreSQL, cPanel menyediakan tools PHPPgAdmin.

  • Keamanan

Imunify AV merupakan fitur keamanan plesk yang berguna untuk mencegah dan menghapus malware, monitoring domain, hingga blacklist IP address. Selain itu, tersedia fitur keamanan tambahan seperti Fail2ban sebagai antisipasi serangan hacker. Fitur tambahan ini bekerja dengan cara scanning log dan blokir IP.

Fitur keamanan yang lebih canggih bisa kamu temui di panel kontrol cPanel. Configserver Security and Firewall (CSF) memberikan proteksi server optimal dari berbagai ancaman berbahaya, termasuk brute force attack. Control panel satu ini juga dilengkapi dengan fitur Two Factor Authentication untuk melindungi keamanan akses masuk pengguna.

Baca Juga: Cara Instalasi Flask melalui Python App di cPanel

Kelebihan dan Kekurangan Plesk

Hingga saat ini belum ada teknologi yang sempurna, tak terkecuali plesk. Meski terdapat sejumlah kelebihan namun plesk juga memiliki kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya:

Kelebihan plesk

  • Lebih fleksibel, plesk tersedia untuk operating system Windows dan Linux.
  • Tampilan interface praktis dan hampir mirip WordPress.
  • Terdapat fitur WordPress Toolkit, dimana memungkinkan pengguna mengelola tema, security scanning, plugin, serta instalasi WordPress lainnya secara mudah. Pengguna juga tidak perlu login ke masing-masing instalasi sehingga jauh lebih praktis dan menghemat waktu.
  • Dibekali banyak fitur keamanan.

Kekurangan plesk

  • Plesk memiliki tampilan interface yang kompleks. Hal ini membuatnya cenderung lebih lambat dibandingkan jenis panel kontrol lain.
  • Diperlukan informasi spesifik dan rinci dalam permintaan dukungan penggunaan plesk.

Baca Juga: Control Panel Hosting: Penjelasan, Fungsi, dan Tips Memilihnya

Kesimpulan

Sejauh ini, kamu tentu mulai mengerti apa itu plesk, mulai dari pengertian hingga perbedaannya dengan cPanel. Plesk adalah salah satu control panel populer yang berguna untuk mengelola seluruh server dan hosting. Dukungan sistem operasi plesk dan cPanel merupakan perbedaan paling mencolok. Plesk dapat digunakan di OS Windows dan Linux, sedangkan cPanel hanya mendukung OS Linux saja. Semoga bermanfaat dan salam sukses online, ya!