Apa Itu Podcast? Pengertian, Sejarah, Jenis dan Cara Membuatnya

Jika kamu sudah mengenal teknologi komunikasi terkini, tentu kamu pernah mendengar apa itu podcast. Bagaimana tidak, sejak tahun 2018 podcast kembali mencuat ke permukaan dan menjadi salah satu marketing trends bersama AI, video marketing, influencer, dan sebagainya.

Di artikel kali ini, Dewaweb akan memberikan penjelasan tentang apa itu podcast, mulai dari pengertian, jenis, sejarah, hingga cara membuatnya. Jadi, jika kamu seorang content creator yang ingin memperkaya jenis konten, simak penjelasan ini sampai akhir ya!

Baca Juga: 10+ Aplikasi Video Selain YouTube yang Tak Kalah Seru

Apa itu Podcast?

Podcast adalah hasil rekaman audio yang dapat didengarkan melalui internet. Konsepnya mirip seperti radio, namun podcast dapat didengarkan kapanpun melalui berbagai media elektronik. Berbeda dengan radio yang ditayangkan secara langsung dari frekuensi tertentu, podcast bisa kamu dengarkan melalui internet, alias on-demand. Selain itu, saat ini kamu juga bisa membuat podcast dari aplikasi pihak ketiga seperti Anchor.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Podcast Terbaik untuk Android dan iOS

Karena sifat podcast yang on-demand, jenis konten ini sangat digemari oleh pengguna internet saat ini. Dibandingkan mendengar siaran dari radio yang memiliki keterbatasan dalam mengaksesnya, podcast memang unggul karena bisa diakses tanpa batas.

Baca Juga: 15 Aplikasi Video Call Terbaik di HP Android dan iOS

Sejarah Istilah Podcast

Istilah “podcast” pertama kali diusulkan oleh jurnalis The Guardian, Ben Hammersley, pada 2004. Kata podcast artinya merupakan singkatan dari “play-on-demand” dan “broadcast” lalu akhirnya diadopsi oleh salah satu produk Apple, iPod dan aplikasi Apple Podcasts.

Sekitar satu tahun sejak Apple merilis fitur podcast di tahun 2005, siaran audio sudah mulai bermunculan dari berbagai jaringan radio, seperti BBC, CBC Radio One, NPR, dan sebagainya. Saat ini, tak hanya media-media penyiaran besar yang bisa menayangkan podcast, tapi kamu juga bisa, lho! Simak cara membuat podcast di bawah ini.

Baca Juga: 4 Daftar Layanan Musik Terbaik untuk Streaming Lagu

Apa Kelebihan Podcast?

Setelah mengetahui apa itu podcast,  sekarang mari kita bahas berbagai kelebihannya. Beberapa kelebihan podcast lainnya yaitu:

  • Bisa diakses kapan pun melalui koneksi internet.
  • Ada banyak pilihan. Ya, topik diskusi ringan penuh komedi seperti milik Rapot, hasil tayangan wawancara dengan musisi di CreativeDisc, atau diskusi mendalam dengan figur publik dari Makna Talks. Kamu bisa menyesuaikannya dengan ketertarikan dan minatmu.
  • Tidak seperti radio, podcast tidak menayangkan iklan. Walaupun kamu tak berlangganan di layanan tersebut, tapi setidaknya iklan juga tak akan muncul di tengah tayangan podcast.
  • Kamu bisa mendengarkan podcast dengan lebih fleksibel. Entah mendengarkan saat berangkat atau pulang kerja, saat bosan melanda, atau di waktu sebelum tidur, kamu bisa memainkan podcast kapan pun dan di mana pun kamu mau. Bahkan, Spotify memungkinkanmu mengunduh tayangan podcast untuk nanti.

Baca juga: 10+ Marketing Trends yang Wajib Kamu Ketahui

Jenis-Jenis Podcast

Ada banyak jenis podcast yang bisa jadi inspirasimu, beberapa diantaranya seperti berikut ini:

Podcast Interview

Interview podcast adalah tipe podcast yang melibatkan satu hingga dua host yang berbicara dengan satu atau lebih narasumber. Umumnya, podcast jenis ini akan menampilkan topik dengan gaya tanya-jawab antara host dan narasumber di tiap episodenya.

Untuk membuat podcast interview, setidaknya kamu harus memiliki beberapa soft skill seperti keterampilan wawancara dan public speaking. Hal tersebut akan membuat obrolan terlihat menarik sehingga pendengar tidak merasa bosan.

Contoh podcast interview seperti Masters of Scale dan Carmen Esposito’s podcast Queery.

  • Kelebihan: Bagus sebagai sarana berbagi pendapat dan menampilkan lebih dari satu point of view.
  • Kekurangan: Membutuhkan research yang lebih dalam tentang narasumber.

Baca Juga: 15 Software Edit Video Terbaik untuk PC

Podcast Monolog

Podcast yang hanya memiliki satu orang sebagai host dan narasumber disebut juga sebagai podcast monolog atau podcast solo. Podcast jenis ini biasanya memuat topik yang bersumber dari opini pribadi terkait isu yang sedang ramai diperbincangkan.

Podcast monolog memerlukan skill eksplanasi yang baik dengan pembawaan yang menarik. Sehingga, pendengar mau mendengarkannya sampai habis.

Contoh podcast monolog seperti Philosophize This! dan The Ezra Klein Show.

  • Kelebihan: Jangkauan topik bahasan yang luas sehingga bisa membahas apa saja yang sedang trend.
  • Kekurangan: Memerlukan pengalaman dan pengetahuan lebih terkait tiap topik yang dibahas.

Baca Juga: 3 Contoh Content Marketing Perusahaan Terbaik untuk Bisnismu

Podcast Multi-host

Jenis podcast selanjutnya adalah podcast conversational atau yang disebut juga dengan podcast multi-host. Disebut multi-host karena podcast ini terdiri dari dua host, sehingga topik yang dibawakan bisa jadi lebih meriah.

Podcast jenis ini, umumnya menyajikan diskusi dengan perbedaan pendapat dan perspektif dari masing-masing orang. Sehingga, pendengar podcast akan terhibur dengan perdebatan yang terjadi.

Contoh podcast multi-host seperti Above the Fold dan Unsolicited Advice with Ashley and Taryne.

  • Kelebihan: Lebih meriah dan menghibur karena dilakukan oleh lebih dari satu host.
  • Kekurangan: Dibutuhkan kerja sama tim yang baik untuk membawakan podcast yang berkualitas.

Cara Membuat Podcast Sendiri

Apakah memungkinkan jika kita membuat podcast sendiri? Sangat bisa, asal kamu paham apa yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk menjalankan podcast pribadi, berikut cara membuat podcast sendiri:

Baca Juga: 17 Ide Konten TikTok yang Patut Dicoba agar Masuk FYP [Terlengkap]

Tentukan Tema Podcast-mu

Saat ini, sudah ada begitu banyak podcast ditayangkan secara massal melalui layanan musik digital. Beberapa media podcast biasanya menyediakan tayangan berdasarkan kategori semacam komedi, berita politik, komentar olahraga, musik, film dan lain-lain. Pilihlah topik atau niche yang sesuai dengan ketertarikanmu.

Siapkan Alat yang Diperlukan

ilustrasi podcast

Sebaiknya, jangan gunakan mikrofon built-in di laptop atau komputermu. Namun, gunakanlah mikrofon terpisah yang lebih profesional dengan harga terjangkau, pilihlah mikrofon dengan peredam suara agar setidaknya suara gangguan di sekitarmu tidak ikut terekam saat kamu berbicara.

Baca Juga: Apa Itu Vlog? Jenis dan Cara Membuat Vlog untuk Konten Youtube

Buat Kontennya

Setelah menentukan topik dan mempersiapkan alat yang dibutuhkan, sekarang kamu sudah bisa menyiapkan script untuk tayangan podcast perdanamu. Khusus untuk episode pertama, buatlah perkenalan tentang dirimu dan topik apa saja yang akan kamu bahas di podcast, tak perlu panjang lebar, tapi buatlah penjelasan yang singkat dan informatif. Jangan lupa, ajak temanmu sebagai teman diskusi!

Selanjutnya, buatlah script untuk tayangan podcast sesuai durasi yang kamu tentukan, biasanya berkisar antara 20 hingga 60 menit, tergantung topik yang dibawakan. Tapi ingat, script hanya perlu kamu gunakan sebagai patokan untuk berbicara, jangan terlalu banyak membaca script karena pendengarmu pasti dapat mengetahui bahwa yang kamu lakukan adalah membaca, bukan membawakan podcast.

Baca juga: 7 Tips Membuat Caption Instagram untuk Tingkatkan Engagement

Gunakan Editing Software

Aplikasi penyunting suara seperti Audacity atau Adobe Audition bisa kamu gunakan sebagai bahan pertimbangan. Kamu bisa menggunakan Audacity jika menginginkan software penyunting audio yang gratis. Namun, jika kamu menginginkan layanan yang lebih fleksibel digunakan meski berbayar, kamu bisa menggunakan Adobe Audition yang merogoh kocek mulai Rp285 ribuan per bulan.

Tambahkan Keterangan dan Upload

Setelah audio file-mu selesai dibuat, kini saatnya dia mengudara. Kamu bisa menggunakan layanan third-party alias pihak ketiga seperti Anchor untuk mengunggah tayangan podcast ke berbagai platform media digital seperti Spotify, SoundCloud, atau bahkan YouTube. Saat pertama kali membuat akun jangan lupa untuk melengkapi informasi dasar, seperti nama seri podcast dan deskripsi podcast.

Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan deskripsi masing-masing episode podcast setiap kali kamu mengunggah episode baru. Buatlah rangkuman 1-2 kalimat yang menjelaskan ringkasan topik utama di episode tersebut. Jika sudah, lengkapi seri podcast-mu dengan gambar sampul yang menarik.

Baca Juga: 6 Cara Membuat Feed Instagram Kamu Jadi Makin Menarik

Simpulan

Bagaimana, sudah tahu apa itu podcast, sejarah, jenis hingga cara membuatnya? Sekarang, apakah kamu tertarik untuk membuat podcast? Selain membagikan di platform media digital, kamu juga bisa membagikan potongan tayangan podcast di media sosial agar dapat menjangkau lebih banyak audiens.

Tak hanya media sosial, jika kamu menggunakan podcast untuk membangun brand image bisnismu, akan lebih baik lagi jika kamu mematenkan brand-mu menggunakan website. Selain mematenkan brand, website juga bisa meningkatkan kredibilitas brand-mu di mata calon konsumen. Jangan lupa, pastikan kamu menggunakan hosting murah berkualitas dari Dewaweb, ya! Sudah siap menyiarkan podcast?