podcast featured image

Podcast: Sejarah dan Kelebihan yang Harus Diketahui

Jika kamu sudah mengenal teknologi komunikasi terkini, tentu kamu pernah mendengar istilah podcast. Bagaimana tidak, sejak tahun 2018 podcast kembali mencuat ke permukaan dan menjadi salah satu marketing trends bersama AI, video marketing, influencer, dan sebagainya.

Podcast adalah hasil rekaman audio yang dapat didengarkan oleh khalayak ramai. Berbeda dengan radio yang ditayangkan secara langsung dari frekuensi tertentu, podcast bisa kamu dengarkan kapan pun melalui internet, alias on-demand. Selain itu, saat ini kamu juga bisa membuat podcast dari aplikasi pihak ketiga seperti Anchor.

Sejarah Istilah Podcast

Istilah “podcast” pertama kali diusulkan oleh jurnalis The Guardian, Ben Hammersley, pada 2004. Kata “podcast” merupakan singkatan dari “play-on-demand” dan “broadcast” lalu akhirnya diadopsi oleh salah satu produk Apple, iPod dan aplikasi Apple Podcasts.

Sekitar satu tahun sejak Apple merilis fitur podcast di tahun 2005, siaran audio sudah mulai bermunculan dari berbagai jaringan radio, seperti BBC, CBC Radio One, NPR, dan sebagainya. Saat ini, tak hanya media-media penyiaran besar yang bisa menayangkan podcast, tapi kamu juga bisa, lho! Simak cara membuat podcast di bawah ini.

Apa Kelebihan Podcast?

Selain bisa diakses kapan pun melalui koneksi internet, kamu juga bisa mengatur sendiri tayangan audio apa yang ingin kamu dengarkan, mulai dari topik ringan, tentang pendidikan, musik, diskusi, dan sebagainya. Beberapa kelebihan podcast lainnya yaitu:

  • Ada banyak pilihan. Ya, topik diskusi ringan penuh komedi seperti milik Rapot, hasil tayangan wawancara dengan musisi di CreativeDisc, atau diskusi mendalam dengan figur publik dari Makna Talks. Kamu bisa menyesuaikannya dengan ketertarikan dan minatmu.
  • Tidak seperti radio, podcast tidak menayangkan iklan. Walaupun kamu tak berlangganan di layanan tersebut, tapi setidaknya iklan juga tak akan muncul di tengah tayangan podcast.
  • Kamu bisa mendengarkan podcast dengan lebih fleksibel. Entah mendengarkan saat berangkat atau pulang kerja, saat bosan melanda, atau di waktu sebelum tidur, kamu bisa memainkan¬†podcast kapan pun dan di mana pun kamu mau. Bahkan, Spotify memungkinkanmu mengunduh tayangan podcast untuk nanti.

Baca juga: 10+ Marketing Trends 2020 yang Wajib Kamu Ketahui

Cara Membuat Podcast Sendiri

Apakah memungkinkan jika kita membuat podcast sendiri? Sangat bisa, asal kamu paham apa yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk menjalankan podcast pribadi, berikut cara membuat podcast sendiri:

  • Tentukan Tema Podcast-mu

Saat ini, sudah ada begitu banyak podcast ditayangkan secara massal melalui layanan musik digital. Beberapa media podcast biasanya menyediakan tayangan berdasarkan kategori semacam komedi, berita politik, komentar olahraga, musik, film dan lain-lain. Pilihlah topik atau niche yang sesuai dengan ketertarikanmu.

  • Siapkan Alat yang Diperlukan

ilustrasi podcast

Sebaiknya, jangan gunakan mikrofon built-in di laptop atau komputermu. Namun, gunakanlah mikrofon terpisah yang lebih profesional dengan harga terjangkau, pilihlah mikrofon dengan peredam suara agar setidaknya suara gangguan di sekitarmu tidak ikut terekam saat kamu berbicara.

  • Buat Kontennya

Setelah menentukan topik dan mempersiapkan alat yang dibutuhkan, sekarang kamu sudah bisa menyiapkan script untuk tayangan podcast perdanamu. Khusus untuk episode pertama, buatlah perkenalan tentang dirimu dan topik apa saja yang akan kamu bahas di podcast, tak perlu panjang lebar, tapi buatlah penjelasan yang singkat dan informatif. Jangan lupa, ajak temanmu sebagai teman diskusi!

Selanjutnya, buatlah script untuk tayangan podcast sesuai durasi yang kamu tentukan, biasanya berkisar antara 20 hingga 60 menit, tergantung topik yang dibawakan. Tapi ingat, script hanya perlu kamu gunakan sebagai patokan untuk berbicara, jangan terlalu banyak membaca script karena pendengarmu pasti dapat mengetahui bahwa yang kamu lakukan adalah membaca, bukan membawakan podcast.

Baca juga: Tips SEO: Strategi Konten Visual Marketing 2020

  • Gunakan Editing Software

Aplikasi penyunting suara seperti Audacity atau Adobe Audition bisa kamu gunakan sebagai bahan pertimbangan. Kamu bisa menggunakan Audacity jika menginginkan software penyunting audio yang gratis. Namun, jika kamu menginginkan layanan yang lebih fleksibel digunakan meski berbayar, kamu bisa menggunakan Adobe Audition yang merogoh kocek mulai Rp285 ribuan per bulan.

  • Tambahkan Keterangan dan Upload

Setelah audio file-mu selesai dibuat, kini saatnya dia mengudara. Kamu bisa menggunakan layanan third-party alias pihak ketiga seperti Anchor untuk mengunggah tayangan podcast ke berbagai platform media digital seperti Spotify, SoundCloud, atau bahkan YouTube. Saat pertama kali membuat akun jangan lupa untuk melengkapi informasi dasar, seperti nama seri podcast dan deskripsi podcast.

Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan deskripsi masing-masing episode podcast setiap kali kamu mengunggah episode baru. Buatlah rangkuman 1-2 kalimat yang menjelaskan ringkasan topik utama di episode tersebut. Jika sudah, lengkapi seri podcast-mu dengan gambar sampul yang menarik.

Simpulan

Bagaimana, setelah mengetahui sejarah, kelebihan hingga cara membuat podcast, apakah kamu tertarik untuk membuatnya? Selain membagikan di platform media digital, kamu juga bisa membagikan potongan tayangan podcast di media sosial agar dapat menjangkau lebih banyak audiens.

Tak hanya media sosial, jika kamu menggunakan podcast untuk membangun brand image bisnismu, akan lebih baik lagi jika kamu mematenkan brand-mu menggunakan website. Selain mematenkan brand, website juga bisa meningkatkan kredibilitas brand-mu di mata calon konsumen. Jangan lupa, pastikan kamu menggunakan hosting murah berkualitas dari Dewaweb, ya! Sudah siap menyiarkan podcast?