Memasuki tahun 2018, salah satu pertanyaan di benak setiap web developer seharusnya adalah tren website apa saja yang akan ada di tahun 2018? Tahun 2013 dijuluki sebagai “Tahun Desain Web Responsif” dan Google mengumumkan Mobilegeddon pada bulan April 2015 ketika mereka mulai meningkatkan peringkat situs web yang mobile-friendly dalam hasil mobile search. Di tahun 2016, Accelerated Mobile Pages diperkenalkan dan 2017 adalah tahun dimana progressive web applications mulai didukung oleh Chrome. Ini menjadi bukti bahwa teknologi Web terus berevolusi dengan cara yang spektakuler dan begitu pula bisnis yang tahu cara memanfaatkan tren yang lebih baru. Dengan terus berkembangnya tren di web development atau pengembangan web, di tahun 2018 ini pun sudah ada tren baru yang mulai ramai dibicarakan yaitu Progressive Web Apps.

Baca Juga: 10 Tren Desain Web 2018

Apa itu Progressive Web Apps?

Secara singkat, Progressive Web Apps (PWA) adalah gabungan dari web apps dan mobile apps. Sebelumnya, Mobile Apps adalah aplikasi JavaScript yang bekerja di browser dan bertujuan untuk membawa fitur-fitur native app ke website. Dengan perkenalan API web yang baru, PWA dapat membantu membawa UI dan UX aplikasi ke browser web di perangkat mobile Anda. Jadi, Progressive Web Apps adalah aplikasi web tradisional yang disempurnakan dengan teknologi web modern, memungkinkan mereka untuk memberikan pengalaman yang lebih mirip aplikasi.

Karakteristik Progressive Web Apps

Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari Progressive Web Apps:

  • PWAs bersifat progresif – PWA bekerja untuk semua user, tidak peduli browser apa yang Anda gunakan atau dimana Anda mengakses website tersebut. Jadi tidak peduli apakah Anda menggunakan Chrome atau Opera, atau Anda mengakses website dari Indonesia atau Amerika Latin, Anda tetap dapat membuka website tersebut dengan waktu loading yang cepat. Progressive Web Apps akan bekerja denan baik karena mereka dibangun dengan peningkatan progresif sebagai prinsip intinya.
  • Responsive – Progressive Web Apps juga akan bekerja untuk semua device, baik itu desktop, mobile, atau tablet.
  • Web Apps tidak tergantung dengan konektivitas – Dengan bantuan service workers, PWA tetap bisa bekerja dengan jaringan yang lemah.
  • Terasa seperti aplikasi – PWA dirancang agar terasa seperti aplikasi. Mereka memiliki gaya interaksi dan navigasi seperti aplikasi handphone.
  • Selalu up-to-date – Karena adanya service workers, PWA akan selalu up-to-date.
  • Mudah ditemukan – Sesuai dengan manifest W3C, PWA diklasifikasikan sebagai aplikasi. PWA juga akan lebih mudah ditemukan oleh mesin pencari berkat adanya service workers.
  • Meningkatkan user engagement – Dengan fitur-fitur PWA seperti push notifications, ini membantu meningkatkan user engagement.
  • Instalasi – Pengguna dan pengunjung website dapat menyimpan progressive web apps yang sering mereka akses langsung ke home screen handphone mereka sehingga Anda tidak perlu mendownload aplikasi dari app stores.
  • Linkable – PWA bisa dengan mudah dibagikan ke orang lain dengan URL tanpa proses instalasi yang complex.

Baca Juga: 10 Cara Untuk Meningkatkan User Engagement

Cara Kerja Progressive Web Apps

Seperti yang sudah disebutkan sebelumya Progressive Web Apps adalah web apps tradisional yang dibuat modern dengan teknologi-teknologi baru. Kata progressive di depan kata web apps menandakan adanya peningkatan web modern pada website. Tapi, jika browser lama tidak mendukung fitur baru pada PWA, mereka masih tetap bisa menampilkan websitenya. Tentunya website akan berfungsi lebih baik jika Anda mengaksesnya melalui browser modern.

Aplikasi ini akan mendapatkan windows dan shortcut sendiri di taskbard Anda (di Windows 10 dan Chrome) atau ikon di homescreen Anda (di perangkat Android dan smartphone lainnya). Saat Anda membukanya, mereka akan loading dengan cepat berkat API Cache dan IndexedDB, yang menyimpan sumber daya dan data aplikasi di perangkat Anda. Ini memungkinkan mereka bekerja bahkan ketika sedang offline.

Teknologi seperti service workers dan push notifications akan memungkinkan aplikasi untuk melakukan background tasks seperti menyinkronkan dan mengirimi Anda notifikasi bahkan ketika sedang tidak berjalan, seperti aplikasi asli. Fetch API membuat aplikasi dapat dengan lebih cepat dan lebih mudah meminta data. Mereka memiliki file Web App Manifest, yang memberikan nama, ikon, penulis, dan deskripsi yang digunakan saat memasang aplikasi ke homepage atau desktop Anda. Mereka selalu ditampilkan melalui HTTPS terenkripsi, yang berarti mereka aman dan data tidak dapat diubah saat transit.

Progressive Web Applications tidak seperti Chrome Packaged Apps milik Google atau Hosted Web Apps milik Microsoft. Mereka mengharuskan aplikasi untuk “dikemas” sebagai file dan diserahkan ke app store. Oleh karena itu, pengguna harus menginstallnya dari App Store Chrome atau Windows Store. Aplikasi-aplikasi ini juga hanya berfungsi di Chrome atau Windows. Pengembang harus mengubah file aplikasi offline dan mengirimkan versi baru ke app store untuk melakukan update.

Sementara itu, Progressive Web Apps tidak pernah dikemas dalam file offline. Seperti aplikasi web tradisional yang kita gunakan saat ini, mereka dihosting sepenuhnya di server aplikasi. Jika developer ingin memperbarui aplikasi web progresif mereka, mereka memperbaruinya persis seperti mereka memperbarui aplikasi web — di server mereka. Semua platform dan browser yang mendukung PWA dapat menggunakan Progressive Web Applications yang sama.

PWA dapat dicantumkan di app store untuk penemuan dan pemasangan yang lebih mudah, tetapi app store hanya akan mengarah ke server aplikasi web. Bahkan jika aplikasi tidak kompatibel dengan kebijakan konten app store, pengguna akan dapat menemukan dan menginstalnya langsung dari browser mereka.

Mengapa Anda Perlu Menggunakan Progressive Web Applications?

PWA bukan saja tentang meningkatkan performa web apps agar menjadi lebih baik, tetapi juga tentang menciptakan standar baru untuk aplikasi yang dapat diinstal yang didukung oleh setiap platform.

Misalnya, Google dapat mengaktifkan layanan seperti Gmail dan Google Calendar untuk berfungsi sebagai PWA. Ini berarti mereka dijalankan sebagai aplikasi dengan native-style di Windows 10 dan dicantumkan di Windows Store. Ini akan sangat membantu untuk memecahkan masalah aplikasi Windows Store, karena Google tidak ingin mendukung Microsoft Universal Windows Platform (UWP). Developer lain yang tidak ingin membuat aplikasi UWP terpisah sekarang dapat mendukung Windows 10 dengan PWA dengan native-style.

Developer akan memiliki cara yang lebih mudah untuk membuat aplikasi web mereka berfungsi dengan cara yang lebih kuat dan terintegrasi pada berbagai macam perangkat tanpa harus menggunakan app store. Web apps yang berfungsi di mana saja dapat bersaing lebih baik dengan native apps yang bekerja pada satu platform. Perusahaan yang hanya memiliki sumber daya untuk membuat satu aplikasi dapat membuat PWA dan mendukung semuanya, daripada membuat aplikasi terpisah untuk iOS, Android, Windows, dan web.

Karena adanya file Web App Manifest yang disediakan oleh developer mesin telusur akan dapat meng-crawl website dan dengan mudah menemukan PWA yang tersedia secara online. Ini akan membuat PWA mudah ditemukan seperti halaman website pada umumnya.

Baca juga: LiteSpeed Cache Untuk Mempercepat Website Anda

Platform Apa Saja Yang Mendukung Progressive Web Apps?

Progressive Web Apps sendiri sudah dalam pengembangan untuk beberapa waktu ini tetapi memang baru sekarang ini Google mengumumkannya ke publik.

Microsoft sudah memungkinkan dukungan untuk PWA melalui update Window 10 terbaru dengan nama Redstone 4 yang dirilis pada bulan Maret kemarin. Seperti pada platform lain, Anda dapat menuju ke situs web PWA dan menginstalnya melalui Microsoft Edge. Namun, Microsoft juga akan memasukkan Progressive Web Apps di Store untuk kemudahan instalasi. Developer dapat mendaftarkan aplikasi mereka sendiri di Store, tetapi Microsoft juga akan menggunakan Bing untuk mencari website dengan Progressive Web Apps yang bagus dan secara otomatis memasukkannya.

Mereka masih akan dihosting secara normal di situs web mereka dan diperbarui oleh developer, tetapi Microsoft akan mempermudah user untuk menemukan dan menginstalnya. Anda bahkan tidak perlu membuka browser Edge untuk menemukan, memasang, dan menjalankan PWA pada Windows 10.

Di Google Chrome — baik untuk Windows, Mac, Linux, atau Chrome OS — PWA akan menggantikan platform Chrome Apps yang akan dihentikan. Google mengatakan dukungan untuk instalasi desktop PWA akan tiba di pertengahan 2018. Kemudian, PWA tersebut akan bekerja dengan Chrome di desktop. Fitur ini sudah diuji dalam versi pengembangan Chrome yang tidak stabil, bernama Canary.

Di Android, Google Chrome sudah mendukung instalasi Progressive Web App, seperti halnya browser handphone lain seperti Mozilla Firefox, Opera, dan browser Samsung. Google bekerja pada teknologi bernama WebAPK yang akan memungkinkan PWA untuk diubah menjadi file APK (file aplikasi Android) dan diinstal ke perangkat, seperti aplikasi lain. Project Manager dari Chrome sempat mengisyaratkan bahwa PWA dapat ditambahkan ke Play Store juga.

Meskipun Apple belum menjadi pendukung vocal, mereka sekarang sudah menambahkan fitur Progressive Web Apps di browser Safari.

Simpulan

Di artikel ini kami sudah memperkenalkan Progressive Web Apps untuk Anda sekalian. Meskipun Progressive Web Apps bertujuan untuk memperkuat user experience di web, penting untuk memahami bahwa tidak setiap bisnis membutuhkan PWA. Bisnis harus menghitung faktor apakah website Anda membutuhkan PWA. Jika bisnis Anda memiliki situs web skala rendah, konten media yang lebih sedikit, memiliki waktu buka yang cepat, dengan pengguna yang mudah mengakses info / layanan dari minat mereka, Anda mungkin tidak perlu beralih ke PWA.

Bagi bisnis e-commerce yang ingin memberikan mobile-first experience kepada user (dan calon pelanggan) mereka dan meningkatkan keterlibatan dan tingkat konversi, membangun PWA menjadi sesuatu yang harus Anda lakukan di tahun 2018 ini. Memang benar bahwa Progressive Web Apps belum menjadi mainstream, namun, dengan semua manfaat yang mereka janjikan, ada potensi yang belum tersentuh yang pasti akan terus dieksplor di tahun 2018 oleh banyak bisnis lainnya.