pemilik marvel featured image

Pertengahan November 2018, dunia dikejutkan dengan kepergian pemilik Marvel, Stan Lee. Tak hanya sukses di dunia penerbitan komik, sejak lebih dari satu dekade lalu Marvel juga telah melebarkan sayap dengan membuat ‘semesta’ mereka sendiri yang dinamai Marvel Cinematic Universe (MCU). Kesuksesan ini tak terlepas dari pengaruh Stan Lee, sebagai pencipta komik, yang lahir di tahun 1922. Yuk, kita kenang sosok The King of Cameos di film MCU melalui biografi Stan Lee berikut.

pendiri marvel stan lee ragnarok
Cameo Stan Lee di Thor: Ragnarok (2017).

Popularitas Komik di Amerika Serikat

Kalau masih berpikir bahwa komik hanyalah bacaan anak-anak, berarti kamu belum membaca cukup banyak komik. Jika belum tahu, ada berbagai jenis komik yang tersebar di seluruh dunia, beberapa yang terkenal adalah istilah manga yang berasal dari Jepang, manhwa dari Korea, serta buku komik berseri dari Amerika Serikat.

Di AS, komik Marvel menjadi salah satu penerbit paling senior yang muncul sejak awal perang dunia kedua, yakni sekitar bulan Oktober 1939 di bawah naungan Timely Comics. Setelah namanya berganti menjadi “Marvel Comics”, sang pemilik Marvel, Stan Lee, bersama rekan ilustratornya, Jack Kirby, mempersembahkan berbagai tokoh pahlawan super yang saat ini kita kenal, seperti Spider-Man, Iron Man, Black Panther, bahkan Dewa Mitologi Nordik, Thor. Usai mengalami berbagai perubahan hingga sempat bangkrut di tahun 1996-1997, kini perusahaan yang terkenal dengan nama Marvel Comics ini sedang berada di atas awan, bersaing dengan komik superhero lainnya, DC Comics.

Didirikan oleh Martin Goodman, pemilik Marvel ini mengawali perusahaan dengan nama Timely Publications, lalu berubah nama menjadi Atlas Comics dan sempat berpaling dari komik bergenre superhero hingga akhirnya kembali ke topik awal dengan nama Marvel Comics di tahun 1961.

Pengaruh Stan Lee sebagai Salah Satu Pendiri Marvel Comics

Lahir pada tanggal 28 Desember 1922 di New York, imajinasi Lee sudah terbentuk sejak masih di bangku sekolah. Meski harus bekerja serabutan sejak kecil, Stan Lee suka menulis cerita esai hingga dia mengikuti perlombaan dan selalu menang. Perjalanannya terus berlanjut hingga dia akhirnya Lee masuk ke sebuah perusahaan penerbitan komik bernama Timely Comics yang didirikan oleh Martin Goodman dan sejak saat itu dirinya merintis karier di dunia komik profesional.

Namun, pecahnya Perang Dunia Kedua memaksa Stan Lee, yang saat itu berusia 19 tahun, untuk ikut mengabdi bagi negara. Selama tiga tahun sejak 1942, Stan Lee menjadi bagian dari tentara Signal Corps yang bertugas untuk memastikan komunikasi untuk komando dan kontrol para tentara dan prajurit dapat berjalan lancar. Usai mengabdi sebagai tentara, Lee kembali meneruskan karirnya sebagai ilustrator di Timely Comics yang akhirnya berubah menjadi Atlas Comics.

Sebagai salah satu pendiri Marvel Comics, Stan Lee tentu mempunyai pengaruh yang cukup besar. Bagaimana tidak, selain menjadi pemilik Marvel, Lee juga memberikan kontribusi besar melalui berbagai karakter ciptaannya yang kini sudah menghiasi layar lebar. Tak sampai di situ, pemilik Marvel yang satu ini turut menginspirasi dunia komik di AS saat era keemasan komik klasik memuncak sampai sekitar tahun 1956.

Stan Lee dan Martin Goodman Mendirikan Marvel

Saat Atlas Comics menawarkan genre komik terlalu luas sehingga kurang memiliki niche market yang menarik, Goodman kembali melakukan rebranding menjadi “Marvel Comics”. Namun kali ini, dirinya menggandeng Stan Lee, yang saat itu menjabat sebagai editor-in-chief, untuk menjadi salah satu pemilik Marvel Comics.

Tak lengkap rasanya jika biografi Stan Lee tidak menyertakan nama-nama yang turut andil dalam pengembangan Marvel Comics, seperti Jack Kirby, Steve Ditko, Larry Lieber, Bill Everett, dan Dick Ayers.

Superhero pertama Stan Lee saat Marvel Comics berdiri adalah Fantastic Four. Bersama para rekannya, Lee banyak melakukan kolaborasi hingga menciptakan deretan tokoh pahlawan super yang terkenal saat ini, seperti Spider-Man, Hulk, Thor, Ant-Man, Iron Man, X-Men, Daredevil, Inhumans, Black Panther, Doctor Strange hingga Captain Marvel.

Sejak tokoh pahlawan supernya diangkat ke layar lebar hingga masuk ke semesta Marvel dalam Marvel Cinematic Universe (MCU), kita seringkali melihat Stan Lee memerankan berbagai tokoh yang berinteraksi dengan karakter ciptaannya. Sebut saja saat dirinya menjadi cameo di beberapa seri film Spider-Man,…

pendiri marvel stan lee cameo spider-man 3
Cameo Stan Lee di Spider-Man 3 (2007).
pendiri marvel stan lee the amazing spider-man
Cameo Stan Lee di The Amazing Spider-Man (2012).

Guardians of the Galaxy…

pendiri marvel stan lee cameo guardians of the galaxy
Cameo Stan Lee di Guardians of the Galaxy (2014).

hingga Doctor Strange,…

pendiri marvel stan lee dr strange
Cameo Stan Lee di Doctor Strange (2016).

Selain itu, Stan Lee juga pernah menjadi cameo bersama istrinya, Joan Boocock Lee, di X-Men: Apocalypse.

pendiri marvel cameo stan lee joan boocock lee x-men apocalypse
Cameo Stan Lee dan Joan Boocock Lee di X-Men: Apocalypse (2016).

Stan Lee akhirnya meninggal pada 12 November 2018 di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, California, AS, saat usianya hampir menginjak 96 tahun. Lee meninggal akibat gagal jantung yang dipicu oleh penyakit pneumonia yang menyerang pernapasannya. Jasadnya dikremasi lalu abunya disimpan oleh putri tunggalnya, Joan Celia ‘J.C’ Lee.

Baca juga: Kisah Sukses Jeff Bezos Pendiri Amazon.com

Simpulan

Kerja keras tak akan mengkhianati hasil. Jika saat itu Stan Lee tidak melanjutkan karirnya di Timely Comics bersama Martin Goodman hingga menjadi Marvel Comics, mungkin kita tak akan pernah mendengar “With great power, comes great responsibility,” dari sebuah karakter superhero manusia laba-laba. Bahkan, mungkin hewan laba-laba tidak akan pernah menjadi pemicu lahirnya seorang pahlawan super seperti Peter Parker.

Itulah biografi Stan Lee yang bisa membantumu lebih mengenal siapa sebenarnya The King of Cameos ini. Kepergian Stan Lee tentu akan meninggalkan kehilangan yang cukup berarti, terutama bagi mereka yang menyukai serial komik dan film Marvel. Meski waktu akan terus berjalan, namun Stan Lee tak akan pernah tergantikan. Setuju?

Daftar dan tonton webinar Dewatalks