Ilustrasi STP adalah

Penjelasan Lengkap Strategi Marketing Segmenting, Targeting, Positioning (STP)

Strategi marketing menjadi salah satu elemen yang kamu perlukan saat menjalankan bisnis. Ada berbagai jenis strategi marketing yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan efektivitas pemasaran bisnismu, strategi STP adalah salah satunya. Simak penjelasan lengkap strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dari artikel ini.

Apa Itu STP Marketing?

Segmenting, targeting, dan positioning atau STP adalah salah satu strategi pemasaran untuk menentukan di area manakah sebuah bisnis akan dioperasikan. Sesuai namanya, strategi ini didasarkan oleh tiga langkah, yaitu mengidentifikasi segmen, menganalisis target pasar, serta menentukan posisi yang tepat untuk menjalankan bisnis.

Selain dapat menentukan arah pemasaran bisnis, strategi STP juga bisa menjadi langkah tepat untuk membangun brand image, kredibilitas bisnis, serta menentukan marketing plan yang akan kamu jalankan. Namun, tentunya langkah ini harus diiringi dengan kerja sama tim dan penyusunan strategi yang matang.

Baca Juga: 5 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Digital Marketing Channel untuk Bisnis

Proses Penerapan STP

Agar dapat menempatkan produk di target yang sesuai, kamu perlu mengetahui penjelasan tentang strategi segmenting, targeting, dan positioning. Tapi ingat, strategi STP difokuskan pada pendekatan target audiens atau target pasar, bukan produk.

Baca juga: Mengenal Content Marketing dan Manfaatnya Bagi Bisnis

1. Segmenting

ilustrasi untuk STP marketing

Segmenting atau segmentasi pasar adalah langkah pertama untuk membuat strategi STP. Di langkah segmenting, kamu perlu membagi target pasarmu menjadi kelompok konsumen potensial. Ada beberapa kategori segmentasi pasar yang bisa kamu gunakan sebagai tolak ukur segmenting, yaitu:

  • Demografis, yang membagi target pasar berdasarkan usia, gender, ras, pendidikan, pekerjaan hingga agama dan kewarganegaraan.

  • Geografis, yang membagi pasar berdasarkan letak geografis, seperti negara, kota, provinsi, bahkan komplek perumahan.

  • Psikografis membagi segmen pasar berdasarkan sifat psikologis, misalnya gaya hidup, kepribadian, hobi, dan sebagainya.

  • Perilaku, yang membagi target pasar berdasarkan behavior atau perilaku saat melakukan pembelian, ketertarikan, tujuan pembelian produk, dan sebagainya.

Keempat kategori segmentasi produk ini bisa dijadikan pedoman ketika menentukan segmentasi pasar untuk bisnis. Misalnya, pemilik bisnis kopi memilih untuk menjual biji kopi mereka ke karyawan swasta yang berdomisili di Jakarta Selatan, dengan waktu kerja fleksibel dan menyukai kopi yang diolah secara manual.

Baca juga: Ketahui Kriteria Duta Merek (Brand Ambassador) yang Cocok untuk Bisnismu

2. Targeting

Analisis penempatan target mengharuskanmu untuk menentukan salah satu hasil segmenting dengan kualitas yang paling sesuai. Targeting dalam STP marketing juga bisa kamu pertimbangkan dari beberapa faktor, seperti:

  • Profitabilitas

    Profit atau keuntungan adalah faktor utama yang perlu kamu pertimbangkan ketika menentukan target pasar. Sebab, kamu memerlukan profit untuk memastikan bisnismu tetap bisa berjalan, ‘kan? Oleh karena itu, pastikan kamu dapat menentukan segmentasi yang tepat dan sesuai dengan target profit yang kamu incar.

  • Pertumbuhan (Growth)

    Sebagai seorang pebisnis ataupun pemasar, kamu harus dapat memproyeksikan rencanamu hingga beberapa periode ke depan. Maka dari itu, perkirakan bagaimana hasil yang akan kamu dapatkan setelah menjalani strategi STP. Tentukan langkah apa yang harus kamu ambil untuk mencapai visi atau target ke depannya.

  • Kemudahan akses

    Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan bagaimana kamu akan mempromosikan produk dan membuatnya mudah diakses oleh pembeli. Misalnya, jika kamu ingin mempromosikan produk ke luar negeri, setidaknya pastikan kamu memahami bagaimana mekanisme pengiriman barang. Selain itu, pelajari apa saja yang menjadi hambatanmu ketika memilih target pasar.

Baca Juga: Apa Itu ROI dan Bagaimana Cara Menghitungnya?

3. Positioning

Strategi STP marketing selanjutnya adalah positioning, yaitu cara untuk menempatkan iklan atau promosi produk di segmen yang telah kamu pilih dengan target yang telah disusun. Inilah langkah yang akan membantumu menentukan bagaimana kamu akan menyajikan produk di target pasarmu. Setidaknya ada tiga tips yang perlu kamu perhatikan:

  • Berikan penawaran solusi

    Setelah mengetahui apa saja masalah atau keluhan yang sering dialami segmentasi pasar yang telah kamu targetkan, kini waktunya untuk mengidentifikasi solusi apa yang mereka butuhkan. Kemudian, tentukan solusi apa yang bisa kamu berikan untuk target pasarmu? Jawaban ini akan menentukan pesan apa yang nantinya akan kamu sampaikan di marketing plan kamu.

  • Temukan Unique Selling Point (USP)

    Ketika menyusun strategi penempatan atau positioning untuk bisnis, kamu harus dapat menemukan apa keunggulan yang dapat ditawarkan produkmu. Setelah itu, gunakan keunggulan ini sebagai ‘senjata’ yang dapat membedakanmu dengan pesaing.

  • Susun campaign yang disukai target pasar

    Agar target pasar dapat mengenali kehadiran produk atau brand yang kamu pasarkan, buatlah campaign menarik yang akan disukai oleh target pasar. Salah satu contoh yang dapat kita lihat adalah situs marketplace, Tokopedia, yang menggunakan grup boyband asal Korea, BTS, untuk memasarkan brand mereka.

Baca Juga: Manfaat Marketing Campaign untuk Kesuksesan Bisnismu

Contoh STP Marketing

Usai mengetahui apa itu strategi STP marketing hingga proses penerapan STP untuk bisnismu, kini waktunya menyusun contoh STP marketing.

Tapi sebelum itu, kamu bisa melakukan analisis hasil penerapan STP marketing yang sudah banyak dilakukan oleh berbagai brand.

Salah satu contoh segmentasi, targeting, positioning yang bisa dilihat adalah Starbucks. Brand kedai kopi ini berhasil memposisikan bisnis mereka dengan segmentasi yang telah ditargetkan dengan tepat. Target pasar Starbucks adalah penikmat kopi dengan status ekonomi menengah ke atas. Maka, mereka membuat tumbler khusus dan kartu keanggotaan dengan bonus menarik untuk memancing pembelian dari target pasar.

Baca juga: Apa itu Business Modal Canvas? Penjelasan Lengkap dan Contohnya

Kemudian, agar dapat menyesuaikan diri dengan budaya tempat mereka mempromosikan produk, Starbucks mengubah logo putri duyung Siren mereka di Saudi Arabia. Sebab, gambar putri duyung tanpa pakaian dianggap tidak pantas di Arab. Inilah yang dilakukan Starbucks untuk memberikan kemudahan akses bagi target pasarnya.

Apakah kamu sudah mulai paham? Sekarang, mari kita buat simulasi penerapan strategi STP marketing untuk contoh bisnis yang bergerak di bidang kuliner, yaitu salad bar, anggap saja karena hasil risetmu menunjukkan bahwa saat ini banyak orang yang ingin memakan makanan sehat dengan rasa enak.

ilustrasi apa itu STP marketing

Berdasarkan data di atas, strategi STP yang kamu susun adalah sebagai berikut. Dari segi penentuan segmentasi, empat faktor berikut akan membantumu menentukan segmen pasar:

  • Demografis: Perempuan/laki-laki, usia 20-45 tahun, yang memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa hingga karyawan dengan pendapatan sekitar Rp2-5 juta.

  • Geografis: Demi memastikan kualitas sayurnya tetap terjamin, maka jika kamu menjalankan bisnis salad bar di area Jakarta, jangkauan geografismu berada di Jakarta dan sekitarnya, seperti Tangerang, Depok, atau Bekasi.

  • Psikografis: Secara psikografis, target pasarmu menyukai berbagai macam olahan sayuran dan makanan sehat lainnya. Biasanya mereka juga menyukai kegiatan berolahraga.

  • Perilaku: Lalu, perilaku target pasarmu adalah orang yang ingin beralih ke pola makan lebih baik yang mengandung vitamin dan protein cukup, biasanya disebut dengan “real food”. Tapi, tak menutup kemungkinan juga bagi mereka yang ingin menyicipi makanan unik yang sedang menjadi tren.

Baca Juga: Tutorial Lengkap Cara Membuat Iklan di Facebook

Selanjutnya, segi targeting dari strategi marketing STP ini adalah orang-orang yang tetap menjalankan gaya hidup dengan mengonsumsi makanan sehat. Maka, pertumbuhan yang kamu harapkan adalah loyalitas dari pelanggan-pelanggan bergaya hidup sehat ini. Oleh karena itu, kamu harus dapat memberikan akses lebih mudah bagi mereka, seperti layanan pesan antar (delivery).

Setelah itu, susun rencana untuk mengembangkan bagaimana kamu akan menyajikan iklan atau penawaranmu di target yang telah ditentukan tadi. Beberapa orang yang memiliki gaya hidup sehat ternyata juga memerlukan makanan tanpa protein gluten (gluten-free) dan kamu memiliki menu gluten-free.

Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan ini sebagai unique selling point (USP) untuk bersaing dengan kompetitor sekaligus menjadi penawaran solusi bagi target pasarmu yang membutuhkan makanan gluten-free. Kemudian, buatlah campaign yang menarik untuk menjangkau pelanggan, seperti mengaktifkan sistem keanggotaan atau membership.

Baca Juga: Panduan Memulai Bisnis Online bagi Pemula

Simpulan

Strategi pemasaran adalah hal penting untuk menunjang kelangsungan bisnismu, termasuk strategi STP marketing. Namun, jangan lupa untuk selalu berusaha memberikan kualitas terbaik ketika menyiapkan bisnismu, ya.

Salah satu hal penting yang bisa kamu lakukan adalah memilih cloud hosting terbaik untuk membuat website bisnis. Sebab, selain meningkatkan kredibilitas dan membangun brand image, cloud hosting yang berkualitas juga dapat meningkatkan kepuasan pelangganmu, karena selain aman, website-mu juga bisa cepat dan selalu bisa diandalkan.

Demikian penjelasan lengkap strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) yang bisa kamu terapkan di bisnismu. Jangan lupa untuk mengecek artikel menarik lainnya tentang bisnis dan digital marketing di blog Dewaweb. Semoga artikel ini membantu, Sahabat Dewaweb, salam sukses online!