Strategi Content Marketing untuk Bisnis Anda - Blog Dewaweb

Strategi Content Marketing hingga 7 Langkah Perencanaan

Mungkin kamu sudah tak asing dengan istilah online marketing. Jenis pemasaran ini terdiri dari berbagai macam, salah satunya adalah tipe pemasaran yang cukup efektif, yaitu content marketing. Di artikel ini, kamu akan mengetahui tujuh strategi content marketing yang efektif untuk bisnis kamu.

Entah baru memulai atau telah menggunakan strategi yang sama untuk beberapa waktu, tidak ada salahnya untuk meninjau kembali rencana strategi content marketing yang kamu jalankan untuk memastikannya selalu efektif, efisien, dan inovatif. Sebab, penting untuk memiliki perencanaan marketing yang solid dan cerdas demi meningkatkan kualitas pemasaran bisnis.

Sebelum membahas strateginya, ketahui terlebih dulu apa itu content marketing.

Apa Itu Content Marketing?

Menurut Content Marketing Institute, content marketing bisa didefinisikan sebagai sebuah strategi pemasaran yang fokus dalam membuat dan mendistribusikan konten yang bernilai, relevan, dan konsisten untuk menarik dan mendapatkan audiens dengan tujuan akhir untuk menghasilkan keuntungan bagi sebuah bisnis.

Saat ini, sudah banyak digital marketer yang menyadari pentingnya content marketing sebagai bagian dari strategi marketing mereka. Demand Metric mencatat, 91% marketer B2B dan 86% marketer B2C memanfaatkan content marketing untuk memasarkan produk mereka.

Baca Juga: Konten On-Site dan Off-Site untuk Menaikkan Peringkat Website di Google

Mengapa Bisnis Memerlukan Content Marketing?

Pentingnya content marketing telah berkembang secara signifikan. Sebab, content marketing adalah salah satu cara paling efektif bagi pebisnis online untuk memasarkan bisnis, karena penelitian yang sama dari Demand Metric, 60% orang akan tertarik untuk mempelajari produk setelah membaca konten terkait produk tersebut.

Secara statistik, strategi content marketing dapat meningkatkan conversion rate kamu sebesar enam kali lipat. Menurut sebuah studi dari Aberdeen Group, rata-rata conversion rate sebuah website yang menerapkan content marketing adalah 2,9%. Di sisi lain, website yang tidak menggunakan konten sebagai strategi pemasaran mereka hanya mendapat rata-rata conversion rate sebesar 0,5%.

Jika kamu masih tidak yakin dengan efektivitas content marketing, masih banyak studi yang dapat membantumu memahami mengapa kamu memerlukan content marketing. Demand Metric memiliki beberapa bukti bahwa content marketing adalah strategi marketing yang efektif.

Content-Marketing-Efektivitas strategi

Content marketing dianggap sebagai strategi marketing yang harus dilakukan karena konten berbicara langsung kepada pelangganmu. Selain itu, kamu juga bisa meningkatkan kualitas komunikasi antara brand dan pasar. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat terbantu dengan adanya content marketing:

Meningkatkan Brand Awareness

Berdasarkan temuan Demand Metric, pelanggan merasakan hubungan yang lebih dekat dan lebih positif dengan brand yang membuat konten khusus. Alhasil, pembuatan konten menjadi media yang berharga untuk memperkuat hubungan pelanggan dengan brand.

Semakin sukses konten yang kamu buat, akan semakin banyak orang yang mengingat brand-mu dan menciptakan asosiasi positif dengannya. Jika kamu meningkatkan kualitas dan bobot konten bernilai seperti panduan lengkap, bukan tak mungkin kontenmu menjadi pedoman di niche yang kamu tuju.

Mengoptimasi Search Engine (SEO)

Menerbitkan konten textual seperti artikel akan meningkatkan kualitas SEO website-mu. Ingat, ada berbagai hal yang harus kamu perhatikan ketika mengoptimasi SEO, seperti penggunaan keyword yang tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Kemudian, perhatikan juga penggunaan meta title/description, gambar yang relevan, serta judul yang menarik bagi target audiens yang dituju.

Selain itu, kamu juga harus dapat memastikan website-mu tetap cepat dan aman. Salah satu caranya adalah dengan memilih layanan cloud hosting terbaik, agar website-mu tak hanya cepat, tapi juga aman dan selalu bisa diandalkan.

Memperluas Target Konsumen

Media sosial bisa menjadi strategi untuk bertemu orang-orang baru. Bergabunglah dengan pelanggan di media sosial, setelah kontenmu dipublikasi, kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan konten. Buatlah konten media sosial yang dapat mengarahkan audiensmu ke konten website.

Kamu juga bisa menambahkan plugin social media sharing di website-mu agar pembaca dapat segera membagikannya ke media sosial mereka juga. Jika konten media sosial dan konten website-mu menarik, bukan tidak mungkin strategi content marketing-mu menarik audiens, bahkan pelanggan baru. Tapi, pastikan kontenmu kreatif, bermanfaat, dan tentunya tidak menebar kebencian, ya.

Memengaruhi Konversi

Jika orang menikmati kontenmu, mereka akan merasakan koneksi yang lebih dekat dengan brand dan lebih memercayai brand kamu. Alhasil, peningkatan konversi dari pengunjung menjadi pelanggan.

Menaruh link produkmu di artikel atau konten website juga bisa memberi dampak positif bagi keseluruhan strategi content marketing yang kamu jalankan. Selain itu, kamu juga dapat membantu pengunjung website menemukan produk yang mereka cari.

Membangun Loyalty

Konten yang menarik dapat membawa pelanggan kembali setelah melakukan pembelian dan membuat brand kamu lebih bermanfaat. Loyalitas pelanggan yang baik bisa membantumu memperkuat brand image sekaligus mendapat pembelian berulang dari pelanggan.

Baca Juga: 5 Plugin untuk Melindungi Konten Anda

7 Strategi Content Marketing

Berikut ini adalah tujuh strategi content marketing yang bisa kamu terapkan di bisnismu.

1. Tentukan tujuan marketing

Mengapa kamu ingin memulai perencanaan content marketing? Apa tujuanmu dan apa yang membuat kamu tertarik untuk membuat konten? Mengetahui tujuan apa yang ingin kamu capai sebelum memulai perencanaan dapat membantumu menentukan hal-hal seperti apa yang cocok untuk dimasukkan dalam strategi content marketing-mu.

2. Riset buyer persona

Demi menyukseskan strategi content marketing, kamu wajib mengenali siapa profil pembeli alias buyer persona yang kamu incar. Sebab, buyer persona bisa membantu kamu untuk membuat perencanaan pemasaran yang lebih efektif sehingga bisa membantumu membuat konten yang lebih relevan dan menarik bagi audiensmu.

Seiring berkembangnya waktu dan ekspansi bisnis yang kamu lakukan, buyer persona bisa saja berubah. Apakah kamu mau menargetkan audiens baru atau mungkin memperluas target audiensmu? Apakah kamu lebih memilih untuk menargetkan audiens yang lebih unik?

Merefleksikan kembali siapa audiens dan buyer persona yang kamu incar dengan melakukan market research setiap tahun dapat bermanfaat agar kamu dapat mengevaluasi strategi pemasaranmu.

3. Lakukan audit konten

Kebanyakan orang memulai content marketing dengan membuat artikel blog. Namun, sebenarnya kamu juga bisa membuat jenis konten lain selain artikel blog, seperti e-book untuk menyajikan panduan komprehensif, video yang diupload setiap minggu atau bulan, podcast, dan sebagainya.

Jika kamu memang sudah membuat banyak jenis konten untuk bisnismu, lakukan evaluasi terhadap konten yang sudah pernah dibuat. Konten jenis apa yang secara efektif dapat memancing brand awareness? Lalu, konten jenis apa yang lebih baik untuk meningkatkan conversion rate? Kemudian, konten seperti apa yang perlu dibuat lebih banyak atau dikurangi kuantitasnya?

Setelah mengevaluasi ulang, kemudian lakukan perbaikan dan improvisasi untuk meningkatkan kualitas konten yang dapat membantu menaikkan brand image dan conversion rate bisnismu.

Baca Juga: Cara Daftar DMCA untuk Melindungi Konten Website Anda

4. Pilih CMS

Content Management System atau CMS adalah adalah aplikasi website yang mendukung pembuatan dan pengelolaan konten digital. Beberapa fitur yang harus ada di sebuah CMS adalah content creation (pembuatan konten), content publication (perilisan konten), dan content analytics (analisis konten).

Ada beberapa CMS yang bisa kamu manfaatkan, seperti WordPress, Joomla, Drupal, dan sebagainya tergantung konten seperti apa yang ingin kamu tampilkan di website bisnismu.

5. Pikirkan ide kontenmu

Sekarang, saatnya memulai ide untuk konten yang akan kamu buat. Berikut ini adalah beberapa tools yang bisa membantumu menentukan konsep hingga ide yang cocok untuk dieksekusi. Meski begitu, pastikan kamu selalu mengutamakan otentisitas ketika membuat ide hingga hasil karya, ya.

HubSpot Website Grader

Ini adalah tool yang dapat kamu gunakan ketika ingin melihat bagaimana progress strategi marketing yang kamu buat. Mulai dari usaha blogging sampai social media marketing, Website Grader memberi nilai pada area penting dalam rencana pemasaranmu dan mengirimkan laporan terperinci untuk membantu kamu mengoptimalkan dan memperbaiki strategimu.

AnswerThePublic

Sesuai namanya, AnswerThePublic dapat memberikanmu ide untuk setiap kata kunci yang kamu masukkan di halaman utama mereka. Kemudian website ini akan menampilkan beragam topik, kata kunci, dan pertanyaan yang sering diajukan pengguna internet. Kamu bisa memanfaatkan website ini untuk mencari ide hingga mengolahnya menjadi konten menarik.

Feedly

Feed RSS populer yang satu ini adalah tool yang cukup bagus untuk kamu gunakan sebagai pelacak topik populer. Kamu bisa menggunakan Feedly untuk menyaring berita atau pembahasan populer yang terkait atau relevan dengan niche kamu.

BuzzSumo

Temukan ide konten dan konten populer di BuzzSumo. BuzzSumo menggunakan sistem sharing media sosial untuk menentukan apakah ada konten yang populer dan disukai. Informasi yang ada kemudian dapat membantumu menentukan ide konten manakah yang bisa kamu gunakan untuk bisnis dan website-mu.

Blog Title Generator dari Impact

Jika bingung menentukan topik atau judul apa yang cocok untuk website-mu, kamu bisa memanfaatkan Blog Title Generator yang disediakan secara gratis dari IMpact. Kamu hanya perlu menulis jenis atau niche website apa yang kamu miliki, kemudian tool ini akan memberikan judul dalam bahasa Inggris yang bisa kamu sesuaikan dengan topik blogmu.

UberSuggest

Website yang dimiliki oleh ahli pemasaran, Neil Patel, ini juga bisa kamu manfaatkan untuk mencari ide topik konten atau artikel untuk menjalankan strategi content marketing-mu. Kamu hanya perlu memasukkan kata kunci yang ingin digunakan, kemudian UberSuggest akan memberikan saran kata kunci relevan terkait kata kunci yang kamu masukkan.

6. Tentukan jenis konten yang ingin dibuat

Jenis konten dapat memengaruhi bagaimana nantinya kamu akan menyajikan konten tersebut. Setelah menentukan topik yang cocok, tentukan konten seperti apa yang ingin kamu buat atau bahas. Berikut ini adalah beberapa jenis content marketing yang bisa kamu buat:

Blog post

Blog post atau artikel blog adalah jenis konten yang paling sering digunakan dalam strategi content marketing. Artikel biasanya tersedia di website-mu dan dirilis secara rutin untuk menarik pengunjung baru ke website-mu. Artikel harus berisi informasi yang bermanfaat dan ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami agar audiens merasa terbantu dengan artikelmu.

Selain itu, biasanya artikel terdiri dari 800 hingga lebih dari 2000 kata, tergantung tujuan, isi dan bentuk artikel yang kamu buat. Jika topiknya ringan, kamu bisa membuat sekitar 800 kata, tapi jika memerlukan panduan atau penjelasan komprehensif, mungkin 1000-2000 kata akan lebih baik.

Ebook

Ebook adalah panduan online yang dapat diunduh oleh pengunjung website setelah mengirimkan formulir yang biasanya berisi email atau informasi kontak mereka. Jenis konten yang satu ini bisa kamu manfaatkan untuk menjaring leads, yaitu orang-orang yang berpotensi menjadi pelangganmu.

Biasanya, pembahasan ebook lebih panjang dan mendalam, serta lebih jarang dipublikasikan ketimbang artikel blog. Sebab, ebook bersifat jauh lebih komprehensif ketimbang artikel blog, karena mengandung daftar isi, pembukaan, bab dan subbab hingga referensi informasi.

Template

Template adalah format konten yang praktis untuk dicoba karena dapat menghasilkan lead untuk bisnismu sembari menambah nilai lebih tinggi kepada audiensmu. Saat kamu memberikan audiens template untuk menghemat waktu dan membantu mereka sukses, mereka cenderung akan lebih terlibat dengan kontenmu di masa yang akan datang.

Infografik

Infografik dapat mengatur dan memvisualisasikan data dengan cara yang lebih meyakinkan daripada kata-kata saja. Jenis konten ini cocok digunakan jika kamu mencoba untuk berbagi banyak data dengan cara yang jelas dan mudah dimengerti. Jika kamu tertarik untuk membuat infografik, pelajari caranya dari artikel 10+ Tools Gratis Terbaik untuk Membuat Infografik.

Video

Video adalah jenis konten yang sangat menarik untuk dibagikan di seluruh platform media sosial dan situs web. Video memerlukan investasi waktu dan sumber daya yang lebih besar daripada konten tertulis, namun seiring meningkatnya popularitas visual marketing, jenis konten ini mungkin patut dicoba.

Podcast

Percakapan mengenai topik menarik yang dibawakan dengan santai dan ringan bisa membantu target audiensmu mengenal brand kamu. Sebab, podcast dapat membantu audiens menemukan brand-mu ketika mereka tak dapat membaca konten setiap hari. Kamu bisa mempertimbangkan untuk membuat jenis konten ini sebagai bagian dalam strategi content marketing-mu.

Webinar

Selain podcast, kini ada pula webinar, yaitu seminar yang diadakan secara online dengan pembicara ahli. Kamu bisa mencari narasumber yang menarik dan relevan dengan brand-mu. Selain untuk mengedukasi masyarakat, kamu juga bisa memanfaatkan webinar untuk mempromosikan brand hingga mendulang keuntungan secara langsung dengan menawarkan tiket berbayar.

Contoh praktik webinar yang bisa kamu simak adalah Dewatalks, webinar persembahan dari Dewaweb yang mengusung tagline #LearnFromTheExperts. Webinar Dewatalks menyajikan topik menarik seputar bisnis online, digital marketing, SEO, bahkan desain UI/UX serta front-end dan back-end programming.

Webinar ini diadakan secara gratis bagi kamu yang mau belajar. Meski begitu, pembicara yang didatangkan tetap orang yang ahli di bidangnya dengan membawakan materi berkualitas. Yuk, tonton tayangan webinar Dewatalks secara gratis dan berinteraksi langsung dengan para pembicara ahli. Kamu bisa mendaftarkan diri langsung di website Dewatalks.

Berikut ini adalah beberapa jenis konten lain yang bisa kamu buat untuk menjalankan strategi content marketing bisnis kamu.

Jenis-Format-Content-Marketing

Baca Juga: Tipe Konten yang dapat Menaikkan Engagement di Media Sosial

7. Kelola konten menggunakan kalender editorial

Setelah menjalankan keenam langkah di atas, kini saatnya mulai mengeksekusi strategi content marketing-mu. Salah satu caranya, kamu bisa memanfaatkan kalender editorial seperti pada contoh di bawah ini.

contoh konten editorial untuk strategi content marketing

Singkatnya, kalender editorial adalah dokumen kerja yang memberikan informasi bagi semua orang yang terlibat dalam penerapan strategi pemasaran konten kamu. Informasi ini digunakan untuk memproduksi, menyampaikan, dan mempromosikan rencana strategi marketing konten. Kalender editorial buatanmu harus berisi informasi siapa, kapan, mengapa, dan sebagainya.

Siapa? Siapa di tim konten kamu yang bertanggung jawab atas pembuatan, publikasi, dan promosi konten? Selain itu, pertanyaan ini juga menanyakan kepada siapa kamu menargetkan konten ini? Pelanggan, prospek, atau pasar secara keseluruhan?

Apa tujuan dari konten yang dibuat? Informasi apa yang akan disertakan dan apa tindakan audiens yang kamu inginkan setelah mereka membaca konten atau artikel?

Kemudian, jenis konten apa yang akan digunakan, video, artikel, atau infografik? Ingatlah bahwa konten yang kamu buat bisa saja diubah menjadi jenis konten lain dengan topik yang sama. Misalnya, artikel blog bisa diubah menjadi infografik atau video, kemudian topik webinar juga bisa menjadi topik podcast yang diulas di artikel blog, dan seterusnya.

Setelah itu, saluran apa yang akan digunakan untuk mempromosikan konten? Kamu bisa menggunakan Halaman Facebook, saluran YouTube, atau newsletter. Selain itu, kamu juga bisa mempromosikan konten di Facebook Ads, Instagram Ads, Google Ads, dan sebagainya.

Kapan kamu perlu merencanakan tanggal penting terkait pembuatan dan pendistribusian konten? Pastikan untuk memberi cukup waktu untuk pengembangan elemen tertulis atau visual yang ingin disertakan dalam kontenmu, termasuk gambar, ilustrasi untuk infografis, atau video.

Mengapa kamu membuat konten ini? Hasil apa yang ingin kamu capai dari usaha ini? Memetakan informasi seperti ini dapat memastikan kontenmu agar sesuai dengan tujuan dan perencanaan bisnismu. Jika semua sudah berjalan, jangan lupa untuk melakukan evaluasi dan audit secara berkala agar flow yang terjadi bisa tetap stay on track.

Simpulan

Mungkin terlihat ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk menerapkan strategi content marketing di bisnismu. Meski kamu tetap memerlukan lebih banyak waktu, tenaga, dan kreativitas, tapi jika disusun dengan baik dan teratur, niscaya kamu akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Membangun fondasi strategi content marketing, memanfaatkan tools untuk mengelola konten, dan menyiapkan strategi pemasaran mungkin akan lebih mudah jika kamu menerapkan tips di atas. Semoga artikel ini membantu, salam sukses online!