Coronavirus Disease of 2019 alias COVID-19 akibat virus SARS-CoV-2 yang terjadi di hampir seluruh dunia kini semakin memprihatinkan. Sejak 11 Maret 2020, badan kesehatan dunia, WHO, sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi karena angka kematiannya sudah mencapai 4000 jiwa. Berbagai perusahaan sudah mulai mencari cara paling efektif untuk mengakali fenomena ini, seperti video conference atau menggantikan meeting menjadi conference call.

Empat hari setelah WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi, Presiden Jokowi mengimbau penduduk Indonesia untuk lebih banyak melakukan aktivitas dari rumah, “Saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah,” ujarnya. Artinya, saat ini kita disarankan untuk mengisolasi diri di rumah serta melakukan social distancing atau pembatasan sosial ketika berada di luar rumah.

Aksi ini juga diterapkan oleh berbagai instansi di Indonesia, terutama Ibukota Jakarta. Demi menjaga kestabilan produktivitas, sudah banyak perusahaan yang mempekerjakan karyawannya dari rumah alias work from home (WFH). Namun, demi menjaga situasi yang tetap kondusif, video call menjadi jawabannya.

Kegiatan menelepon menggunakan video alias video call sudah mulai terbiasa digunakan oleh berbagai kalangan dari lapisan masyarakat. Mengingat efektivitas yang disediakan sesuai dengan “harga” yang harus dibayar, video call menjadi cara yang cukup ampuh untuk mengatasi masalah ruang dan waktu ketika ingin bertatap muka.

Website atau Aplikasi untuk Melaksanakan Video Conference

Seiring perkembangannya, kini kita sudah sering mendengar istilah “video conference”, yaitu kegiatan konferensi, rapat, atau pertemuan yang bisa dilakukan melalui sambungan internet ke perangkat digital seperti komputer, laptop, bahkan smartphone. Berikut ini ada beberapa website atau aplikasi video conference yang bisa kamu gunakan untuk melakukan video call bersama teman atau kerabat saat melakukan isolasi di rumah:

video-conference-seesaw

Sebenarnya Seesaw ditujukan untuk melaksanakan kelas secara online. Jika kamu membutuhkan video conference yang memungkinkanmu untuk melakukan presentasi, Seesaw adalah alat yang tepat. Pasalnya, ada beberapa panel untuk mengetik, menggambar hingga mengolase foto. Jika kamu ingin menambahkan fitur di Seesaw, kamu perlu mengeluarkan biaya tambahan sekitar US$120 per tahunnya.

video-conference-hangouts-meet

Berbeda dengan Google Hangouts yang lebih informal, Hangouts Meet ditujukan untuk keperluan bisnis karena terkoneksi dengan akun GSuite. Selain itu, jika Google Hangouts hanya bisa menampung hingga 10 partisipan, Hangouts Meet dapat menampung hingga 30 partisipan sekaligus. Sayangnya, aplikasi ini tidak dapat digunakan di iOS sehingga kamu hanya dapat menggunakannya melalui web browser. Tertarik mencoba?

video-conference-zoomSelain berfungsi sebagai aplikasi yang bisa menjalankan webinar, Zoom juga bisa kamu gunakan untuk memantau pekerjaan karyawan di kantor melalui video conference. Namun, kamu perlu merogoh kocek sekitar US$15 per bulan untuk menggunakan layanan ini.

video-conference-wherebyMelalui aplikasi asal Norwegia ini, kamu bisa melakukan panggilan video call secara gratis hingga 4 orang sekaligus. Jika ingin menambah partisipan, kamu perlu mengeluarkan biaya tambahan sekitar US$10 per bulan. Tampilan Whereby mirip seperti Zoom, hanya saja kamu bisa mengkostumisasi URL ketika mengundang orang lain sehingga mudah ditemukan.

video-conference-webexPerusahaan konglomerat asal Amerika Serikat, Cisco, merilis aplikasi video call bernama “Webex” yang juga bisa digunakan melalui web browser. Melalui Webex, kamu bisa melakukan video conference dengan durasi tak terbatas hingga 100 orang. Satu kelebihan unik Webex adalah ketika kamu mengalami saltik (salah ketik) ketika mengirimkan pesan 1-on-1 ke pengguna lain, kamu bisa mengeditnya kembali, anti-typo deh pokoknya! [Namun sayangnya, mengingat saat ini COVID-19 sedang mewabah di hampir seluruh dunia, sepertinya kamu perlu menunggu lebih dari 1×24 jam hingga akunmu aktif]

Bagaimana, sudah mulai menentukan website atau aplikasi apa yang hendak kamu gunakan untuk melakukan video conference? Pastikan sesuai dengan budget dan kebutuhanmu, ya! Setelah menentukan platform mana yang cocok untukmu, sekarang waktunya mengetahui tips yang cocok bagi kamu yang harus work from home (WFH) melalui pembahasan berikut.

Video Call Saat Work From Home, Kenapa Tidak?

Jika kamu mendapat kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan kantormu dari rumah, bersyukurlah. Sebab, masih ada banyak orang yang tidak mendapat kesempatan untuk melaksanakan pekerjaan mereka dari rumah. Namun, meski kamu melakukan pekerjaan dari rumah, jangan sampai kamu terlalu santai, ya. Tetap ikuti aturan yang dibuat oleh kantormu.

Beberapa kantor memberlakukan video conference untuk mengecek keaktifan karyawan mereka ketika melakukan work from home (WFH). Tak hanya itu, beberapa karyawan juga ada yang berinisiatif melakukan video call untuk melakukan koordinasi pekerjaan. Nah, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat mendapat jadwal WFH:

  1. Persiapkan workplace yang nyaman serta perangkat teknologi yang dibutuhkan

    Demi menghindari perasaan bosan atau tertekan ketika bekerja dari rumah, kamu perlu menyiapkan tempat senyaman mungkin sehingga kamu bisa tetap produktif. Jangan lupa untuk menyiapkan perangkat teknologi yang kamu butuhkan, seperti komputer, laptop, atau HP untuk menghubungkan perangkatmu dengan internet atau video call. Tapi ingat, jangan sampai terlalu nyaman hingga membuatmu mager, ya!

  2. Pastikan kamu mempunyai koneksi internet

    Tentu saja, untuk menyambungkanmu dengan rekan kerja melalui video conference atau video call, kamu membutuhkan koneksi internet. Jangan lupa untuk memastikan bahwa kamu tetap terhubung dengan internet. Jika tidak menggunakan Wi-Fi, cek terlebih dulu jumlah kuota yang kamu miliki dan segera isi kuota internetmu jika hampir habis.

  3. Sebisa mungkin, samakan jam bekerja di kantor dengan di rumah

    Salah satu keuntungan WFH adalah kamu tak perlu menghabiskan waktu di perjalanan ke kantor. Namun, bukan berarti kamu bisa bermalas-malasan dan bangun lebih siang, ya! Tetap lakukan kebiasaan seakan-akan kamu hendak pergi ke kantor, lalu kamu bisa menggunakan waktu yang biasanya dihabiskan dalam perjalanan untuk bersantai sejenak, dan mulailah bekerja dari rumah seperti jam biasanya.

  4. Usahakan agar tetap terhubung dengan rekan kantor.

    Meski bekerja dari rumah, bukan berarti kamu hanya bekerja sendirian. Pastikan komunikasimu dengan rekan kantor tetap terhubung agar kamu terhindar dari rasa kesendirian ketika melakukan isolasi. Selain melalui video call atau conference, kamu juga bisa menggunakan aplikasi perpesanan untuk melakukan diskusi singkat, karena dengan adanya remote working bukan berarti kamu tak memerlukan sosialisasi, ‘kan?

  5. Lakukan apa yang bisa kamu kerjakan dari rumah, jika tidak, buatlah diskusi atau meeting kecil.

    Selain untuk membangun hubungan dengan rekan kantor, dengan video conference kamu juga bisa mengadakan meeting singkat ketika kamu perlu mendiskusikan suatu hal yang tak dapat diputuskan sendiri. Jangan ragu untuk bertanya pada rekanmu melalui video conference atau mengadakan voting untuk menentukan keputusan tertentu, karena kamu bekerja dengan timmu, bukan orang lain yang tidak kamu kenal.

Tak perlu terlalu kaku saat melakukan video conference. Terlebih, jika kamu adalah koordinator video conference, kamu bisa memberlakukan aturanmu dengan lebih fleksibel, seperti istirahat makan siang atau istirahat di sore hari yang bisa kamu gunakan untuk mengadakan permainan atau diskusi ringan.

Simpulan

Bagaimana, meski tanpa tatap muka, kegiatan bekerjamu bisa tetap mengasyikkan, ‘kan? Jangan jadikan pekerjaan sebagai beban utamamu, karena kamu hanya akan membuatnya terlalu berat. Gunakan kesempatan WFH untuk mengembangkan dirimu agar kamu pun tidak merasa bosan dengan pekerjaan.

Jangan pula terlalu kaku ketika kamu harus melakukan video call atau conference. Jika kamu melakukan video conference dengan rekan kantor, terlebih dengan rekan satu divisi, anggap saja kamu sedang berbincang dengan temanmu melalui video. Percayalah, segalanya akan terasa lebih fleksibel. Semangat!

Daftar dan tonton webinar Dewatalks