Cara Membuat Optimized Landing Pages

Sudah pernah mendengar istilah landing page sebelumnya?

Landing page adalah page di website Anda di mana pengunjung landing atau mendarat saat mereka sedang berlalu lintas dari website manapun selain website Anda tersebut.

Landing page ini adalah halaman berikut yang akan dilihat oleh visitor setelah ia klik link yang terkait dengan page Anda. Link tersebut tentunya merupakan link yang diharapkan natural link yang berkaitan dengan bisnis atau konten Anda.

Seperti apa saja tautan-tautan atau link itu? Contohnya iklan Facebook, Google, link di Twitter, link di blog Anda sendiri, dan lain-lain.

Jumlah landing page yang dimiliki oleh website Anda sepenuhnya sesuai dengan kepentingan Anda. Jika Anda pernah mendengar Wishpond, website ini memiliki antara 35 dan 50 landing page. Jumlah landing page ini tergantung pada webinar, promosi, kampanye iklan dan lain-lain. Jadi, tidak ada jumlah pasti yang ideal bagi landing page Anda.

Tujuan landing page adalah untuk meningkatkan conversion rate dalam saluran penjualan Anda. Sesederhana itu, sebenarnya. Conversion rate intinya adalah bagaimana pengunjung website Anda menjadi user aktif yang tidak hanya melihat konten Anda, tetapi juga mempromosikannya bahkan melakukan transaksi atas produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Website Anda, apalagi yang bergerak di bidang bisnis tentunya memerlukan landing page karena landing page tersebut menyediakan titik fokus sebagai saluran penjualan Anda.

Landing page merupakan page yang memberitahu pengunjung ke situs web mana mereka perlu menuju dan bagaimana mereka perlu bertindak sesuai minat mereka terhadap bisnis Anda.

Kami akan memberikan contoh yang mudah-mudahan membuat Anda lebih mudah mengerti maksud dari tujuan landing page ini. Contohnya, Anda punya toko sepatu, umpamakan toko sepatu ini sebagai website Anda. Kemudian, ada seorang pengunjung toko, umpamakan pengunjung ini sebagai web visitor Anda. Pengunjung ini kemudian mengatakan pada Anda bahwa ia melihat penawaran menarik di iklan billboard pinggir jalan yang menunjukkan bahwa produk sepatu model A sedang turun harga besar-besaran maka ia tertarik berkunjung ke toko Anda. Toko Anda, tepatnya ruangan yang menyediakan produk sepatu diskon tersebutlah yang menjadi landing page jika kita berumpama.

Mari hitung-hitungan untuk memperkirakan seberapa besar keuntungan Anda jika conversion rate Anda berhasil lewat landing page yang Anda punya!

Misal, Anda pemilik bisnis online dengan 15,000 pengunjung di situs Anda setiap bulannya. Pelanggan Anda menghabiskan rata-rata sekitar 500,000 Rupiah setiap kali mereka berbelanja. Jika website Anda berhasil meningkatkan setidaknya 1% setiap bulan, Anda dapat meningkatkan conversion rate Anda dan mendapat penghasilan lebih sebesar sekitar 70 juta. Hebat bukan?

Lalu bagaimana cara membuatnya? Berikut, kami akan memberikan panduan yang komprehensif agar Anda mampu langsung mempraktikkannya!

Cara Membuat dan Mengoptimasi Landing Page

Membuat landing page adalah proses yang sebenarnya mudah. Hubungi pengembang bisnis Anda untuk mengarakan atau gunakan saja CMS semacam WordPress dan lakukan sendiri pengelolaan landing page Anda. Buatlah landing page baru (dengan variabel yang akan kami infokan di bawah ini), dan mulailah mendorong website traffic ke arahnya. Anda juga bisa memberi petunjuk kepada pengelola landing page untuk menciptakan konten tanpa ribet. Coba saja pahami beberapa info berikut!

Sebaiknya buat landing page yang berbeda untuk berbagai sumber traffic. Contohnya:

  • Buat landing page untuk masing-masing ebook gratis Anda, dengan form masuk yaitu dua atau tiga kolom sederhana namun efektif (ini biasa disebut “email-gating”)
  • Buat landing page untuk masing-masing jenis produk atau layanan yang ditawarkan pada bisnis Anda
  • Buat landing page untuk masing-masing advertisement campaign Anda berdasarkan pada apa yang Anda promosikan
  • Buat peluang landing page Anda lebih besar, arahkan traffic dari Iklan Facebook dan iklan di platform lainnya
  • Buat landing page dalam website Anda. Coba arahkan pengunjung yang klik tautan tertentu di beranda Anda ke landing page yang khusus bagi tautan itu. Jadikan landing page Anda sefokus mungkin karena Anda sudah tahu persis apa yang mereka inginkan.

Cara Membuat Landing Page dengan Design Template Bersih

 

Semakin mudah Anda membuatnya bagi pengunjung web Anda untuk melihat siapa Anda, apa yang Anda tawarkan dalam bisnis, juga apa yang Anda harapkan dari mereka, semakin besar kemungkinan orang itu akan berkonversi.

Setiap orang ingin kepastian dan kejelasan, inilah yang membuat mereka merasa nyaman dan aman berbisnis dengan Anda.

Jelas, kan? Anda mungkin terkejut akan banyaknya jumlah perusahaan atau pebisnis yang tidak mengetahui hal mendasar ini bahwa tampilan website yang baik dan efektif itu penting. Mereka bisa saja tidak melakukan kegiatan bisnisnya secara efektif dan kurang menghasilkan keuntungan gara-gara kurang pemahaman ini.

Berikut kami akan memberikan beberapa kiat untuk meningkatkan desain landing page Anda demi conversion rate tinggi!

  • Mudah dinavigasi – Jauhkan halaman Anda dari kesan sesak dan tak beraturan. Maksudnya adalah page yang mengandung terlalu banyak informasi, terlalu banyak gambar, dan lain-lain yang berlebihan sehingga navigasi menjadi sulit. Sekali lagi, sederhanakan landing page Anda dengan mempermudah pengunjung untuk mendapat apa yang ia harapkan.
  • Bullet point – Pengunjung website Anda adalah skimmer dan scanner. Buatlah landing page Anda menjadi mudah untuk dipahami manfaatnya. Selain itu tariklah lebih banyak orang yang menginginkan penawaran Anda, entah itu produk atau jasa.
  • Whitespace – Gunakan desain yang tampak bersih kemudian arahkan perhatian calon pelanggan Anda ke penawaran yang tersedia, manfaat serta call to action Anda. Biarkan ruang kosong di page Anda untuk meningkatkan conversion rate.
  • Gambar – Anda tahu kan kalau gambar mengungkapkan sejuta kata. Ini berlaku sangat benar di media online. Buktinya, gambar adalah konten yang paling banyak dibagikan dan disukai di media sosial. Mereka sangat efektif bagi landing page yang menghasilkan keuntungan. Semakin banyak calon pelanggan menyukai halaman Anda, semakin besar kemungkinan mereka akan berkonversi.
  • Warna komplementer dan kontras – Desain warna sangat penting dalam mengoptimalkan halaman arahan Anda. Gunakan skema warna komplementer untuk membuat halaman Anda menarik. Buat Call-to-Action Anda dalam warna kontras agar menonjol.
  • Jika Anda tidak punya seorang graphic designer sendiri, ada beberapa skema skema warna gratis yang bisa diakses secara online seperti Coolors, Adobe Kuler, Color Scheme Designer.

  • Aturan 5 detik – Anda punya batas waktu sekitar 5 detik untuk menarik konsumen Anda. Jika halaman Anda tidak menarik bisa-bisa mereka segera beralih ke halaman lain – bahkan mungkin ke website pesaing bisnis Anda!

Marketing dalam Landing Page

Laman landas Anda adalah pusat kampanye pemasaran Anda. Di situlah Anda mengarahkan lalu lintas dari iklan online, media sosial, email campaign dan sebagainya. Ketika lalu lintas mendarat di landing page Anda, Anda perlu mengarahkannya secara efektif agar pengunjung Anda kemudian tertarik untuk berkonversi.

Kami akan memberikan beberapa trik untuk  mengoptimalkan taktik pemasaran Anda agar  conversion rate Anda meningkat!

  • CTA – Call to Action (CTA) adalah panggilan yang meminta pengunjung Anda untuk mengambil tindakan. CTA Anda harus menjadi fitur yang paling menonjol di landing page Anda. Jadikan CTA button Anda jelas, dengan warna yang kontras. Buat CTA itu pendek. Selain itu, buatlah kata-kata yang berorientasi pada aksi untuk memicu reaksi langsung. Tunjukkan daya tarik atau nilai tukar yang jelas di CTA Anda. Kondisikan agar pengunjung tak dapat menolak CTA Anda.
  • Competitive Advantage – Gunakan kecerdasan pemasaran Anda untuk secara ringkas menunjukkan bagaimana dan mengapa Anda lebih baik daripada pesaing bisnis atau kompetitor Anda. Gunakan tagline perusahaan yang unik atau hal unik lainnya untuk kampanye Anda. Semakin meyakinkan brand Anda bagi pasar Anda, semakin banyak prospek dan penjualan yang akan Anda dapatkan.
  • Sense of Urgency – Gunakan taktik jitu yang tak banyak orang tahu. Contohnya membatasi jumlah penawaran produk Anda, membatasi waktu untuk penawaran Anda, dan sebagainya.
  • “Apa untungnya bagi saya?” – Jawab pertanyaan pelanggan Anda dengan memberikan daftar manfaat yang meyakinkan yang ada pada penawaran Anda. Tunjukkan bahwa produk Anda bersaing, layanan, kupon, atau apa pun yang Anda tawarkan memberi nilai begitu banyak sehingga mereka tidak dapat menolaknya. Tunjukkan proposisi nilai Anda dengan kata-kata dan gambar di landing page Anda.
  • Ketahui penawaran Anda – Sebelum membuat landing page, tentukan apa spesiiknya tawaran Anda. Jawab pertanyaan seperti: Solusi apa yang ingin Anda tawarkan bagi customer? Bagaimana kampanye yang telah Anda lakukan? Penawaran seperti apa yang paling menguntungkan bagi pelanggan Anda – dan mengapa mereka musti peduli?
  • Kenali pelanggan Anda – Untuk merancang dan membuat landing page yang optimal, Anda perlu tahu kepada siapa Anda memasarkannya. Pasar inilah yang biasa kami sebut sebagai niche market. Buat daftar demografi soal target pasar Anda, atau bahkan tuliskan sejumlah buyer persona dan rinci perilaku sehari-hari konsumen Anda. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar Anda bisa menyesuaikan landing page Anda dengan perilaku pembeli atau calon pelanggan Anda.
  • Kenali pesaing bisnis Anda – Lihat bagaimana pesaing Anda melakukan kegiatan bisnisnya dan coba analisis bagaimana mereka melakukan kampanye landing page mereka. Penelitian Anda dapat mencapai dua tujuan: inspirasi untuk mengungguli website mereka, atau menghasilkan kreativitas agar Anda dapat berinovasi menghasilkan sesuatu yang unik.

SEO bagi Landing Page

Sebenarnya, kami sudah sering membahas SEO terkait optimasi website pada artikel-artikel kami sebelumnya. Kami bahkan pernah membuat satu artikel berupa panduan lengkap bagi SEO. Namun, pada artikel kali ini kami akan memberikan panduan yang lebih berfokus pada landing page.

  • Masukkan keyword pada judul page atau konten Anda – Jalur URL halaman arahan Anda harus juga menyertakan kata kunci Anda. Sulit? Tidak, sebenarnya tidak sulit untuk dilakukan. Pastikan halaman arahan Anda memiliki judul, dan Anda menggunakan judul itu saat membuat landing page di situs Anda. (Jika Anda bukan orang yang ahli dalam mengelola website Anda, cobalah menjelaskan apa yang Anda inginkan ini kepada pengembang ahli agar Anda terbantu)
  • Gunakan keyword dan keyword phrase dalam teks Anda – Hal ini dapat membantu menjelaskan pada mesin penelusur semacam Google tentang apa sebenarnya halaman Anda. Gunakan keyword phrase Anda (seperti apa tawaran Anda pada teks landing page Anda). Anggap ini sebagai cara berkomunikasi dengan Google, seperti Anda berbicara kepada pelanggan Anda untuk memberi tahu mereka tentang siapa Anda atau brand Anda.
  • Sertakan social share button- Google menyukai halaman yang mudah untuk dibagi. Buatlah social button share Anda mudah dilihat di web page Anda. Masukkan social share button tersebut di bagian atas halaman Anda, dan buat mereka terlihat sangat jelas di landing page Anda.
  • Gunakan meta tag yang relevan – Meta tag adalah deskripsi terkait situs Anda yang dapat dibaca Google. Jadi, ya, meta tag itu sangat penting. Gunakan untuk atribut judul, kata kunci terkait dan deskripsi Anda. Gunakan juga tag Alt untuk deskripsi gambar Anda.

Masih banyak lagi taktik SEO yang bisa digunakan, tapi Anda dapat berpatok pada keempat poin yang kami sampaikan di atas saja demi optimized landing page.

Kesalahan Umum Seputar Landing Page

Ada beberapa kesalahan kaprah yang terjadi di kalangan pengelola website kebanyakan. Berikut, kami akan membahasnnya satu per satu agar Anda tak terjebak pada kesalahan yang sama seperti website developer umumnya!

  • Terlalu banyak teks

Salah satu faktor desain terpenting dari landing page yang sukses adalah kesederhanaannya. Ini adalah salah satu kesalahan di mana web developer mudah terjatuh. Tampilan desain yang buruk di mana semua berupa teks, sulit untuk menambahkan nilai jual yang dari bisnis atau produk Anda.

Karena apa? Karena tidak ada yang mau membacanya berlama-lama padahal mereka hanya butuh diyakinkan untuk bertransaksi. Ingat bahwa Anda memiliki waktu 5 detik untuk meyakinkan pengunjung agar landing page Anda diakses terus dalam waktu lama hingga pengunjung selesai meninjau.

Saya sarankan Anda menghindari paragraf-paragraf yang bertele-tele. Berkomunikasilah ke pasar Anda melalui Bullet-points, Bolded words, Posings dan Images.

  • Tidak ada Unique Selling Proposition (USP)

Hal pertama yang harus dilihat pengunjung dari halaman Anda adalah titik fokus penjualan paling berharga apa yang Anda miliki. Anda juga ingin menjadikan titik penjualan ini unik bagi bisnis Anda agar dapat berkomunikasi dengan cepat dan tepat sasaran, yang bisa membuat bisnis atau produk Anda lebih menonjol dari para pesaing bisnis atau kompetitor Anda.

Berikut adalah contoh-contoh USP yang menarik untuk Anda tiru: “Cara mudah dan jitu…”, “Web hosting #1…”, “Dapatkan (produk/layanan) gratis selama (masa waktu uji coba tertentu)”.

  • Tidak ada testimoni atau ulasan pelanggan

Review dari pelanggan sangat penting agar calon pembeli Anda bisa memercayai bisnis Anda untuk akhirnya membeli produk atau menyewa layanan yang Anda tawarkan. Jangan sampai tidak ada ruang bagi testimoni pelanggan di website Anda. Hal ini tentu membuat mereka ragu akan kredibilitas Anda dan kemampuan Anda memuaskan mereka sebagai customer.

  • Entry form yang ada terlalu ribet

Kolom yang Anda sediakan untuk diisi oleh pengunjung atau pelanggan sebaiknya tidak terlalu personal atau mendetil sehingga membuat mereka merasa tidak nyaman atau terlalu diawasi oleh perusahaan Anda. Cobalah untuk menyediakan deskripsi-deskripsi sederhana yang sesuai kebutuhan data perusahaan Anda secara efektif seperti nama, kota tinggal dan alamat email.

Simpulan

Membuat landing page memang tergolong mudah, yang menjadi agak sulit adalah mengelolanya agar teroptimasi dengan maksimal. Anda butuh melewati proses yang berkelanjutan sehingga Anda sebaiknya telaten. Melalui artikel ini, Anda telah mendapat pengetahuan-pengetahuan mendasar soal landing page, cara membangun dan mengelolanya, serta kesalahan-kesalahan umum yang biasa orang lakukan soal landing page. Semoga artikel ini membantu!