Cara Meningkatkan Organic Click-Through-Rate

Ketika kita berbicara tentang click-through rates (CTR), kita berarti juga membicarakan berapa jumlah orang yang mengklik link dibandingkan jumlah orang yang memiliki kesempatan untuk mengklik ke situs tersebut. Dengan kata lain, berapa persen orang yang melihat link website Anda dan mengunjunginya.

Click through rates organik Anda adalah jumlah orang yang mengklik link menuju website Anda dari hasil pencarian organik. Beberapa halaman web Anda mungkin memiliki CTR organik yang tinggi sementara yang lain mungkin masih memiliki kesulitan untuk untuk menarik perhatian. Lebih baik menangkap sedikit impressions, namun memiliki CTR yang lebih tinggi daripada memiliki banyak impressions di halaman hasil mesin pencari tetapi hanya memiliki sedikit click-through.

Menurut Google cheat sheet milik Link-Assistant.com, Google mengharapkan CTR untuk ada di kisaran tertentu – misalnya, untuk kata kunci bermerek, Google akan mengharapkan CTR untuk hasil pencarian peringkat pertama memiliki CTR sebesar 50 persen, dimana untuk kata kunci tidak bermerek, mereka akan mendapat rate sebesar 33 persen. Jika CTR sebuah halaman jauh di bawah atau melebihi kisaran tersebut, Google akan memberi peringkat ulang untuk halaman website tersebut.

Bagi sebagian besar orang yang mendengar istilah click-through rates akan langsung memikirkan PPC ads atau penelusuran berbayar. Memang tidak heran karena CTR adalah kunci metrik yang terkait dengan pengoptimalan PPC ads, dan itu sebagian besar berada di bawah kendali Anda. Banyak pengujian masuk ke dalam membuat iklan yang sesuai dengan pencari, iklan, dan banyak lagi yang pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan prospek dan penjualan.

Sekarang, ketika orang memikirkan klik di hasil penelusuran organik, atau tingkat di mana pengguna mengklik hasil penelusuran organik, mereka menganggap ini hanyalah hasil sampingan dari posisi peringkat saat ini.

Kenyataannya, CTR tidak hanya dapat dioptimalkan dan ditingkatkan secara organik, namun bisa menghasilkan jumlah klik ekstra besar jika dioptimalkan dengan benar. Dengan meningkatkan click-through rate maka Anda juga meningkatkan traffic website sekaligus meningkatkan conversion rates bisnis Anda.

Strategi meningkatkan organic click-through-rate

Cek click-through-rate website Anda saat ini

Hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan adalah dengan mengecek click-through rates website Anda saat ini. Untuk melakukan ini, Anda bisa menggunakan Google Analytics.

Dalam Google Analytics sendiri ada dua tempat di mana Anda bisa melihat informasi ini.

Yang pertama, pilih Acquisition > Search Console > Queries. Langkah ini dilakukan untuk melihat pertanyaan-pertanyaan atau keyword apa saja yang merujuk ke website Anda.

Laporan ini akan memperlihatkan kepada Anda jumlah klik, impressions, CTR, dan posisi rata-rata di halaman hasil pencarian. Ini semua adalah data-data yang penting untuk dilihat dan disimpan, serta dianalisa secara rutin.

Setelah itu, Anda bisa mengecek landing pages Anda di menu yang sama.

Laporan ini menampilkan informasi detail tentang jumlah klik, impressions, reach, dsb. yang dimiliki oleh sebuah link. Selain itu, Anda juga bisa melihat bounce rates, sessions, conversions, dan berbagai data penting lainnya di laporan yang sama.

Dengan dua laporan ini, Anda bisa melihat halaman mana yang mendapat jumlah klik yang bagus dan mana yang tidak.

Buat title tag yang unik dan mengandung keyword

Setiap halaman situs Anda harus memiliki tag judul unik yang memberitahu orang-orang sekilas tentang isi halaman. Title tag masih menjadi salah satu elemen SEO on-page yang paling penting karena mereka memberi tahu pembaca dan mesin pencari tentang website Anda. Tag judul yang Anda berikan pada halaman terlihat di tiga tempat utama: di browser, di halaman hasil pencarian dan di situs eksternal, terutama situs media sosial yang menampilkan link ke artikel Anda.

Untuk mengikuti praktik terbaik saat ini untuk menulis tag judul, cobalah untuk menyertakan hal-hal berikut ini:

  • Fiturkan kata kunci dan target keyword untuk setiap halaman sedekat mungkin dengan bagian awal title tag
  • Gunakan kata kunci target yang unik untuk setiap halaman, sehingga Anda tidak memiliki beberapa halaman yang ingin diberikan peringkat untuk target keyword yang sama.
  • Pastikan bahwa title tag Anda tidak melebihi 65 karakter, jadi mereka tidak terpotong di halaman hasil pencarian.
  • Cobalah untuk menggunakan kata-kata yang sesuai dengan apa yang banyak dicari orang, karena kata-kata yang tepat akan muncul dalam huruf tebal dan menonjol dari daftar lainnya di halaman hasil pencarian.
  • Buatlah title tag Anda relevan dengan konten yang akan ditemukan orang di halaman website Anda
  • Tuliskan tag Anda dengan suara dan gaya yang sama seperti yang Anda gunakan untuk branding Anda
  • Pertimbangkan bagaimana Anda bisa menggunakan teks emotif untuk mendapatkan respons emosional, seperti keingintahuan atau rasa penasaran

Buat deskripsi meta tags yang jelas

Selain title tags, hal yang harus diperhatikan adalah meta tags. Meta tags descriptions adalah paragraf pendek di bawah title Anda ketika website Anda muncul di halaman hasil pencarian. Fungsi dari meta tags adalah untuk memberitahu pengunjung website apa yang bisa mereka harapkan dari mengklik link tersebut. Di bawah ini adalah contoh meta tags descriptions.

Menulis description tag yang efektif bisa meningkatkan click-through rates Anda. Paragraf pendek ini bisa menjadi pitch bagi calon pengunjung website Anda untuk mengklik link tersebut.

Anda bisa menulis deskripsi ini dalam 160 karakter. Kodenya sendiri terlihat seperti ini:

<head>
<meta name=”description” content=”Ini contoh meta tags yang akan muncul di halaman hasil pencarian. Isi dengan deskripsi singkat tentang website atau bisnis Anda.”>
</head>

Jika Anda tidak menulis description tag Anda sendiri, search engines akan menampilkan kalimat yang berhubungan dengan keyword yang dicari untuk memberi tanda bahwa website Anda memiliki informasi yang dicari.

Jika Anda menggunakan WordPress, Anda bisa menggunakan plugin Yoast SEO untuk memasukkan meta description dan melihat preview halaman tersebut.

Gunakan schema mark-up di halaman web Anda

Schema markup adalah elemen penting yang membantu konten yang kaya dan interaktif untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian Google.

Sebagai contoh, jika Anda mencari “superhero movies 2017”, Google akan menampilkan film-film superhero terbaik versi mereka dengan struktur carousel.

Jika Anda memilih salah satu film di atas, biasanya Google akan menampilkan info-info yang berhubungan dengan film tersebut.

Jika Anda mencari review sebuah film, Anda juga akan mendapat ringkasan review film tersebut dari berbagai website.

Infobox interaktif ini sering muncul di atas semua hasil penelusuran jika Anda memiliki skema yang tepat yang dicari algoritma Google.

Ini adalah pertanda bahwa schema mark-up adalah hal yang harus Anda kuasai untuk masa yang akan datang karena Google dengan jelas melihat pencarian yang disajikan dengan cara seperti ini sebagai langkah berikut mereka.

Semakin sering kita melihat infobox meningkat ke puncak hasil pencarian, semakin sering pula kita melihat bahwa ini mempengaruhi hasil organik.

Menggunakan schema mark-up untuk memastikan bahwa website Anda muncul di halaman pertama hasil pencarian Google serta memiliki ranking yang tinggi akan sangat membantu bisnis Anda agar mudah ditemukan dan menarik perhatian orang banyak.

Tanpa website yang memiliki struktur yang baik, website Anda akan menjadi invisible di internet.

Untuk memulai, Anda bisa mempelajari panduan schema markup dari Google.

‘Breadcrumbs’ di halaman hasil pencarian

Ingat bagaimana Hansel dan Gretel pertama kali menggunakan remah roti untuk membantu mereka menemukan jalan mereka melalui hutan? Nah, remah roti di situs web adalah cara untuk menunjukkan rute yang telah Anda ambil melalui navigasi untuk sampai ke halaman yang sedang Anda kunjungi (lihat gambar di bawah).

Hal ini sangat membantu pada situs web e-commerce besar untuk memastikan Anda dapat menelusuri kembali halaman-halaman sebelumnya jika diperlukan.

Apa yang banyak orang tidak sadari adalah menerapkan remah roti ke daftar pencarian Anda adalah sesuatu yang bisa dilakukan. Jika Anda mencari ‘breadcrumbs in SERPs’ dan, mungkin tidak mengejutkan, menemukan bahwa dua dari lima artikel teratas telah menerapkan teknik breadcrumbs ke halaman mereka.

Alih-alih ada URL panjang di bawah title tag, kita dapat melihat di mana halaman yang akan kita kunjungi jatuh di dalam struktur situs web tersebut. Informasi ini dapat membantu para pencari untuk mengukur seberapa relevan artikel tersebut dengan pencarian mereka.

Manfaatkan fitur Fetch as Google di Google Search Console

Kapan pun Anda memodifikasi tag di situs web Anda, Anda disarankan untuk selalu mengklik option ‘Fetch as Google’ di Google Search Console Anda. Setelah berada di layar ini, Anda dapat mengeklik Fetch as Google untuk membuat Google merayapi ulang keseluruhan situs web atau satu URL untuk halaman yang telah diubah dan semua direct link. Pilihan Fetch and Render menunjukkan kepada Anda seperti apa URL yang terlihat pada perangkat desktop atau seluler.

Setelah Anda mengundang Google untuk merayapi ulang dan mengindeks situs web Anda, Anda akan melihat data baru dalam waktu sekitar seminggu. Dari sini, Anda dapat kembali ke dasbor Search Traffic > Search Analytics untuk melihat apakah perubahan yang Anda lakukan berpengaruh pada CTR Anda. Jika CTR rata-rata per halaman Anda hilang, ada lebih banyak perkerjaan yang diperlukan. Namun jika rata-rata CTR Anda sudah naik, kerja keras Anda telah membuahkan hasil.

Masukkan image di post Anda

Sudah bukan rahasia lagi bahwa image sangat membantu menarik perhatian. Apalagi dalam sebuah konten, baik di website maupun di social media. Pastikan bahwa visual yang Anda masukkan di konten Anda adalah gambar yang original dan relevan dengan isi konten Anda.

Optimasi URL

Anda pasti sudah tahu bahwa URL Anda adalah salah satu elemen penting dalam strategi SEO Anda. Begitu pula dalam meningkatkan CTR.

URL adalah salah satu hal yang bisa menarik perhatian agar orang mengklik link ke halaman website Anda.

Panjang, jejak, dan kategori URL juga dapat memengaruhi hasil pencarian. Ketika Anda menerbitkan sebuah blog post atau halaman web, mengkategorikan serta memasukkan halaman ke dalam sub-category juga sangat penting. Ini bisa membantu menambah kesempatan untuk menggunakan keyword dan meningkatkan visibility di mesin pencari. Hal ini juga bisa membantu menunjukkan kepada konsumen bahwa mereka hanya melihat satu produk di antara banyaknya pilihan.

Format URL yang dapat membantu meningkatkan CTR adalah sebagai berikut:

http://www.example.com/category-keyword/subcategory-keyword/primary-keyword.html

Bagi Anda yang menggunakan WordPress, Anda bisa merubah ini di bagian Settings > Permalink.

Lokalisasikan konten Anda
Dalam lima tahun terakhir, Google menyadari bahwa ada perubahan dimana semakin banyak orang yang menggunakan mobile device (smartphone atau tablet). Ini dikarenakan jumlah pencarian melalui smartphone atau tablet sudah meningkat sejak tahun 2011.

Dalam menggunakan mobile device untuk mencari sesuatu, salah satu faktor yang mempengaruhi apa yang kita cari adalah lokasi dimana kita berada.

Algoritma Google mengerti dan menghitung hal ini.

Berdasarkan studi oleh Moz baru-baru ini, jarak menjadi semakin penting dalam menentukan ranking di halaman pencarian di tahun 2015 sampai 2017 ini.

 

Jika Anda ingin meningkatkan click through rates Anda, melokalkan konten Anda akan sangat membantu. Sebagai contoh jika seseorang yang tinggal di Jakarta Barat mencari restoran dekat rumah, dia mungkin akan memasukkan “restoran di Jakarta Barat” atau “restoran terdekat”. Anda harus pastikan bahwa Anda akan muncul di kedua hasil pencarian tersebut.

Agar lebih mudah, Anda bisa mendaftarkan bisnis Anda ke Google My Business. Sehingga jika seseorang mencari keyword yang berhubungan dengan bisnis Anda, Google akan menampilkan, lokasi Anda (beserta Google Map yang menunjukkan letak bisnis Anda), website, jam buka, rute menuju tempat Anda, dan nomor telepon. Tentu ini adalah cara yang lebih efisien agar konsumen bisa langsung menemukan Anda dengan cepat dan tepat.

Anda bisa mempelajari lebih lanjut cara-cara mendaftar dan mengatur Google My Business Anda melalui panduan local SEO yang pernah kami rilis sebelumnya.

Gunakan list dalam artikel Anda

Sudah bukan rahasia lagi bahwa orang-orang menyukai daftar dalam sebuah artikel. Daftar yang dimaksud disini adalah daftar-daftar seperti “10 cara meningkatkan traffic website” atau “20 aplikasi smartphone terbaik untuk meningkatkan produktivitas” yang sering disebut juga dengan istilah listicles.

Artikel yang mengandung daftar seperti ini sendiri memang lebih popular untuk topik yang berhubungan dengan karir dan pop culture. Tetapi pada dasarnya, orang-orang akan lebih tertarik untuk membaca artikel yang memiliki peringkat seperti ini untuk industri apapun.

Pikirkan konten listicles apa yang bisa Anda buat yang berhubungan dengan bisnis dan niche Anda.

Mungkin artikel tentang 10 produk atau servis yang Anda tawarkan atau 20 keuntungan menggunakan jasa Anda.

Anda juga bisa membuat konten yang berisi panduan step-by-step karena mereka juga dihitung sebagai listicles.

Manfaatkan Yoast preview dan Google Adwords Preview Tool

Jika Anda menggunakan WordPress, kami sarankan Anda menggunakan plugin Yoast SEO. Plugin sangat membantu Anda dalam memastikan bahwa halaman website Anda sudah memiliki semua elemen penting SEO sehingga hasilnya memuaskan.

Saat Anda menulis sebuah konten, Anda akan mendapat opsi untuk melihat preview seperti apa pos itu akan terlihat di halaman hasil pencarian Google.

Yoast juga membantu Anda melihat apa ada keyword yang terpotong di halaman hasil pencarian atau ada kalimat-kalimat yang tidak masuk akal. Ada juga fitur yang memberi tahu Anda jika Anda sudah melewati limit karakter untuk title dan meta tag description ketika Anda mengetik.

Selain itu, Yoast juga bisa memperlihatkan bagaimana hasil pencarian muncul di desktop dan di mobile devices. Anda juga tidak perlu khawatir karena plugin ini akan terus aktif setiap Anda membuat konten baru.

Jika Anda tidak menggunakan WordPress, Google AdWords adalah alternatif dari plugin diatas.

Google AdWords Preview Tool adalah alternatif dari Yoast bagi Anda yang tidak menggunakan WordPress. Sejak tahun 2016, tool ini bisa digunakan untuk membantu mengoptimasi halaman web Anda baik untuk desktop maupun mobile devices. Selain itu, mereka juga memberikan judul dan deskripsi alternatif yang bisa Anda gunakan.

Ini adalah cara yang bagus untuk melihat bagaimana ide yang berbeda akan bekerja dan Anda bisa mendapat gagasan baru untuk konten Anda.

Cukup ketik judul yang ingin Anda periksa di Headline 1, nama situs Anda di Headline 2, dan ketik deskripsi singkatnya.

Anda akan melihat jika deskripsi meta Anda kurang tepat, tapi Anda akan mendapatkan ide umum.

Perhatikan juga bahwa Google AdWords atau Yoast tidak dapat memeriksa skema Anda. Anda harus menggunakan Structured Data Testing Tool milik Google untuk itu.

Pastikan bahwa waktu loading website Anda tidak lambat

Klik tidak akan terhitung jika halaman Anda tidak loading di saat yang sama. Kecepatan website Anda sangat penting untuk meningkatkan klik yang Anda dapat serta user experience pengunjung website.

Jika website Anda lambat, orang-orang biasanya akan lebih memilih untuk meninggalkan website Anda. Ini membuat mengoptimasi kecepatan website Anda harus menjadi prioritas agar CTR Anda tetap terjaga.

Pingdom Speed Test Tool adalah salah satu dari beberapa tools untuk mengecek kecepatan loading website. Dengan menggunakan tool ini, Anda bisa melihat secara langsung dan lengkap bagaimana halaman web Anda bekerja.

Jika Anda ingin mempercepat waktu loading sembari meningkatkan conversion rate, Anda perlu melakukan hal-hal berikut:

  • Menimalisir HTTP requests
  • Mengurangi waktu respons server
  • Memperbolehkan compression
  • Optimasi image dan CSS delivery Anda
  • Memperbolehkan browser caching
  • Memprioritaskan konten above-the-fold. Yang dimaksudkan dengan konten above-the-fold adalah bagian sebuah website yang kelihatan di browser setelah seseorang membuka halaman web tersebut. Bagian yang hanya kelihatan jika kita scroll disebut below-the-fold.

Simpulan

Search traffic yang organik adalah salah satu elemen penting dalam digital marketing. Mereka adalah orang-orang yang datang untuk melihat-lihat bisnis, brand, produk, dan servis Anda.

Satu-satunya cara untuk mendapatkan traffic ini adalah dengan mendapat banyak klik dari Google serta mesin pencari lainnya. Strategi-strategi di atas dapat membantu Anda untuk mengoptimasi website Anda sehingga halaman web Anda akan muncul di halaman pertama hasil pencarian dan tentunya meningkatkan jumlah klik yang Anda dapatkan.

Dengan meningkatkan click-through rates, Anda juga akan meningkatkan traffic organik dan conversion rates yang tentunya adalah tujuan dari setiap bisnis.

176 total views, 2 views today