Diskon Cloud Hosting Murah dan VPS 25%! (Promo HUT ke-71 RI)

Promo HUT ke-71 RI - Diskon Cloud Hosting Murah dan VPS 25%!

Bulan Agustus tahun ini, Indonesia akan merayakan hari ulang tahunnya yang ke-71. Di saat-saat seperti ini, nyaris setiap tahun, kita kerap kali mengajukan pertanyaan yang sama, “Benarkah kita sudah merdeka?” Tapi kali ini kami ingin mengganti pertanyaan menjadi, “Sudahkah Anda merdeka dari ‘penjajahan’ hosting yang ribet, sering down, mahal, dan sejuta masalah lainnya?” Jika jawabannya belum, maka sudah komitmen kami sebagai penyedia layanan cloud hosting murah dan berkualitas untuk “memerdekakan” Anda.

Untuk berbagai kebahagiaan sekaligus merayakan HUT ke-71 Republik Indonesia, kami ingin memberikan penawaran spesial untuk Anda:

Diskon Cloud Hosting Murah dan VPS 25%!

Caranya? Tunggu dulu, mari kita bercerita sedikit soal sejarah Internet di Indonesia.

Internet Pertama di Indonesia

Saat itu tahun 1988, tahun ketika Indonesia belum seriuh sekarang. Ketika media informasi baru berupa koran, majalah, radio, dan satu stasiun televisi milik pemerintah yang belum bisa diakses semua orang. Di tahun itulah, lebih tepatnya 24 Juni 1988, sebuah Protokol Internet (IP) pertama di Indonesia didaftarkan oleh Universitas Indonesia.

Empat tahun kemudian, saat stasiun televisi yang dimiliki swasta sudah lebih dulu bermunculan, sejarah Internet di Indonesia baru saja dimulai. Yang lebih mencengangkan, atau mungkin mengharukan, pondasi teknologi informasi di Indonesia tidaklah diinisiasi oleh ventura besar, melainkan oleh beberapa mahasiswa lulusan Kanada yang juga anggota Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI). Beberapa orang di antaranya adalah Onno W. Purbo, RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, dan Adi Indrayanto.

Pada saat bersamaan, yaitu awal tahun 1990-an, negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina juga mulai membangun pondasi teknologi Internet. Bedanya, di Indonesia teknologi ini justru dibangun dengan basis komunitas. Para lulusan Kanada inilah yang kemudian membangun sebuah komunitas dan memberinya nama Paguyuban Network atau Paguyuban Net. Waktu itu koneksi masih menggunakan frekuensi radio.

Sejak saat itu, Paguyuban Net mulai bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan jaringan Internet. Sebut saja JASIPAKTA yang disponsori oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan IPTEKNET yang disponsori oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Internet Komersial Pertama

Jika pada tahun-tahun sebelumnya Internet baru bisa diakses oleh orang-orang tertentu dan pemerintah, maka pada pertengahan tahun 1994, Internet mulai dikomersialkan dan dilempar ke pasaran. IndoNet merupakan Internet Service Provider (ISP) komersial pertama yang menyediakan layanan Internet untuk masyarakat umum. Saat itu akses Internet masih menggunakan koneksi dial-up (sambungan telepon) yang tentu saja memakan biaya sangat besar. Barangkali itu sebabnya mengapa baru sedikit sekali yang menggunakan Internet.

Pada tahun 1995, pemerintah melalui Departemen Pos Telekomunikasi mulai menerbitkan izin untuk ISP. Maka mulai bermunculanlah perusahaan-perusahaan ISP komersial lainnya seperti Sistelindo, CBN-Net, RadNet, dan lain-lain.

Jangan tanya kecepatannya, di tahun 1996, Internet paling cepat hanya dimiliki oleh ITB yaitu 2000Kbps sementara yang lainnya hanya berkisar 256Kbps. Bahkan ada yang hanya 128Kpbs.

Pengguna Internet dan Kemerdekaan

Sejarah tekonologi informasi di Indonesia bukan hanya dimotori oleh perkembangan teknologi itu sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh situasi sosial, politik, budaya, dan ekonomi. Di awal tahun 1990-an, akses terhadap informasi masih dibatasi dan diawasi. Nyaris seluruh media informasi difilter oleh pemerintah sebelum sampai kepada masyarakat.

Itu sebabnya mengapa pasca 1998 jumlah para pengguna Internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Karena ketika pemerintahan berganti, pada saat bersamaan, akses pun terbuka lebar. Orang-orang mengatakan tahun 1998 sebagai Tahun Reformasi, sebagian lagi mengatakan sebagai Tahun Kemerdekaan Informasi.

Awal Pengguna Internet di Indonesia

Melihat kebutuhan Internet yang semakin besar dan perkembangannya yang semakin pesat, maka pemerintah mulai membangun infrastruktur untuk memfasilitasi ini. Sejak tahun 1998, Intenet mulai ramai digunakan oleh masyarakat umum untuk keperluan komunikasi dan akses informasi. Saat itu tercatat ada 512 ribu pengguna Internet di Indonesia.

Tahun 1999, jumlah tersebut mengalami peningkatan besar-besaran. Internet mulai menggeser keberadaan media komunikasi konvensional seperti telepon dan surat karena Internet dianggap lebih murah dan mudah.

Pergeseran Model Bisnis, Media Komunikasi, dan Akses Informasi

Hingga tahun 2015, Indonesia merupakan negara pengakses Internet terlama ke-3 di Asean setelah Filipina dan Thailand. Menurut Internet Worlds Stats, Indonesia menduduki peringkat ke-4 pengguna Internet terbesar di Asia. Sampai bulan November 2015, tercatat ada 78 juta pengguna Internet di Indonesia. Ini memang jumlah yang kecil jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang berjumlah 255 juta jiwa. Tapi, bisa dipastikan bahwa jumlah ini akan terus bertambah.

Sejak kemunculannya 28 tahun silam, dengan pengguna sebanyak itu, keberadaan Internet di Indonesia telah mengubah banyak hal. Model bisnis, media komunikasi, dan akses informasi adalah beberapa hal yang ikut berubah.

Jika dulu, Internet hanya bisa diakses melalui PC atau laptop, hari ini segala bentuk media informasi dan komunikasi dijejalkan ke sebuah mesin sebesar genggaman tangan bernama smartphone. Jika dulu, orang-orang mengakses berita melalui koran, radio, atau televisi, hari ini setiap orang bisa mengakses berita dari mana saja: laptop, PC, atau smartphone.

Dulu, untuk mengubungi seseorang diperlukan efforts dan biaya yang cukup besar. Hari ini segala macam bentuk komunikasi berada di ujung jari.

Dulu, kisah hidup seseorang ditulis di dalam buku harian dan disembunyikan di bawah bantal. Hari ini kita bisa membaca kisah hidup nyaris setiap orang kalau kita mau. Sebut saja blog, vlog, medsos, dan media daring lainnya.

Dulu, para pengusaha membuka toko dan memajang produk-produknya di sana. Pembeli adalah mereka yang datang ke toko atau melakukan pemesanan melalui surat dan telepon. Hari ini, setiap pengusaha bisa “memindahkan” tempat usahanya ke dalam toko online. Hari ini, pembeli dari setiap pelosok Indonesia bisa membeli apa saja, di mana saja, dan diantar hingga ke depan pintu rumah.

Hadiah Kemerdekaan

Berkaca dari sejarah Internet di Indonesia dan perkembangannya yang semakin masif, kami sadar bahwa masyarakat Indonesia juga semakin membutuhkan infrastruktur yang memadai. Maka tugas kamilah untuk memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan teknologi informasi dengan memberikan yang terbaik dan teraman kepada masyarakat Indonesia. Tentu saja, dengan harga yang terjangkau.

Kami akan semakin bahagia jika semakin banyak Sahabat Dewaweb yang berbahagia juga, seperti mereka ini:

MANTAP

Setelah pindah ke DewaWeb, akhirnya bisa tembus PageSpeed Score > 90 dan Loading Time < 2 Detik, bahkan sekalipun hanya menggunakan paket hosting Personal kelas bawah. Laporan detailnya silakan dilihat di http://placesiana.com/cara-meningkatkan-kecepatan-website-wordpress/

– Sam, 2015

MENYESAL

Kenapa saya memilih Dewaweb sebagai provider hosting web saya? Karena : 1. Harga yang terjangkau untuk paket hosting sesuai budget. 2. Dapet bonus domain 3. Support live chat yang sangat responsif & 24/7! Sudah saya buktikan saat malam Lebaran untuk tanya tentang hal teknis dan langsung dibalas dengan cepat 4. Sering kasih diskon! Sudah terjangkau sering kasih diskon pula. Udah deh, yang belum pindah ke DEWAWEB segera aja pindah ke sini biar nggak MENYESAL nantinya. Hehehehe. Thanks DEWAWEB! Pertahankan great products dan great supportsnya.

– Prabu, 2016

HERAN

Sangat-sangat kecewa deh pokoknya, kenapa ga dari dulu berlangganan hosting di dewaweb? 😀 Dengan harga yang hemat kita bisa mendapat kualitas kelas dewa (sesuai namanya). Udah kualitas kelas dewa, support-nya pun kelas dewa, ada lagi bonusnya kelas dewa juga nih, masa berlangganan paket murah dapet domain gratis, lifetime pula, pokoknya ini benar-benar hosting kelas dewa.

– Ricky, 2016

NYESEL BANGET

Nyesel banget saya dari dulu nggak pilih Dewaweb untuk menghostingkan blog saya. Dulu masih pake hosting lama, notif dari jetpack banyak sekali tentang website down. Tapi setelah pindah ke dewaweb, mungkin hanya sebulan sekali. Itupun nggak terlalu lama, hanya 2 menit. Recomend hosting nih, dan satu lagi yang saya sukai dari dewaweb, yaitu program affiliasinya. Bayangin aja, daftar pertama aja udah dapet 100k, pokoknya banyak keuntungannya. Cobain sendiri aja kalo nggak percaya 😉

– Admin, 2016

So, bagaimana caranya mendapatkan potongan harga sebesar 25% untuk setiap pembelian paket cloud hosting dan cloud server (VPS)? Mudah sekali. Masukkan kode kupon berikut ketika Anda checkout:

DEWAMERDEKA16

Hanya 7 hari lho, dari 15 – 21 Agustus 2016!

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait promo atau pertanyaan lainnya, please feel free untuk menuliskan komentar atau menghubungi Ninja Support kami. Karena seperti yang sering kami katakan, sebagai penyedia layanan cloud hosting murah, aman, dan berkualitas, sudah komitmen kamilah untuk memberikan layanan terbaik bagi Anda, our valuable customers.

Keterangan:

  • Diskon hanya berlaku untuk paket cloud hosting HUNTER ke atas dan VPS.
  • Diskon berlaku untuk siklus billing bulanan atau tahunan.
  • Diskon berlaku recurring setiap bulan/tahun.

[shareaholic app=”share_buttons” id=”25487392″]

Posted in: