E-Commerce SEO Guide

Akhir-akhir ini ada perkembangan pesat di dunia e-commerce. Sebelum ini, e-commerce dikuasai oleh nama-nama besar seperti Amazon dan eBay namun sekarang hampir seluruh bisnis mempunya website e-commerce mereka masing-masing. Selain itu, semakin banyak jasa yang menawarkan jasa membuat website e-commerce bagi bisnis-bisnis baru seperti Shopify, BigCommerce, dan Squarespace. Dengan banyaknya website e-commerce saat ini, SEO untuk e-commerce pun mengalami perubahan.

Harus diakui bahwa masih banyak orang yang belum memperhatikan SEO untuk website e-commerce. Mengapa e-commerce SEO itu penting? Selain untuk menambah traffic website bisnis Anda, menerapkan SEO untuk website e-commerce akan membantu menambah penjualan dan mengubah pengunjung pasif menjadi pelanggan Anda. 44% dari orang-orang yang belanja online selalu memulai proses pembelian dengan mencari produk menggunakan search engine. Tentu saja agar website Anda muncul di halaman hasil search engine, SEO harus menjadi prioritas Anda dalam menyusun website Anda.

Bagi Anda yang ingin mempelajari langkah-langkah SEO untuk website e-commerce, berikut adalah panduan yang sudah kami susun bagi Anda semua.

Strategi E-Commerce SEO

Riset keyword

Sama halnya dengan jenis strategi SEO yang lain, SEO untuk e-commerce pun harus dimulai dengan riset keyword. Strategi SEO apapun tidak akan berhasil jika Anda tidak memilih keyword yang tepat karena Anda tidak akan menarik perhatian target konsumen Anda.

Tentu saja ada sedikit perbedaan dalam proses riset keyword untuk konten sebuah website dan e-commerce website. Di kebanyakan tutorial riset keyword untuk konten website, Anda disarankan untuk fokus dengan ‘informational keyword’ atau keyword yang bersifat memberikan informasi. Sementara itu untuk e-commerce, kebanyakan keyword Anda akan disesuaikan dengan produk-produk Anda. Maka dari itu, riset keyword Anda harus mencari dan memilih keyword yang fokus pada produk.

Bagaimana cara menemukan keyword untuk e-commerce website

  • Amazon Suggest

Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah menggunakan Amazon suggest. Mungkin Anda menganggap bahwa Amazon merupakan salah satu kompetitor bisnis Anda, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa Amazon juga merupakan website e-commerce terbesar saat ini. Hal ini menjadikan mereka sebagai tambang untuk mencari keyword yang fokus pada produk.

Sama seperti jika Anda menggunakan Google Suggest, Anda hanya perlu memasukkan keyword yang berhubungan dengan produk Anda ke kolom ‘search’ di Amazon.

Seperti yang Anda lihat, keyword yang disarankan oleh Amazon bisa dibilang tergolong spesifik. Keyword yang spesifik tentu akan membuat kompetisi berkurang dan akan membantu website Anda untuk muncul di peringkat yang lebih tinggi di halaman hasil search engine.

  • Keyword Tool Dominator

Keyword Tool Dominator adalah salah satu tool online yang bisa Anda gunakan untuk mencari keyword untuk bisnis Anda. Untuk website e-commerce, pilih Amazon Keyword Tool.

Kemudian Anda hanya perlu memasukkan seed keyword ke kolom yang tersedia.

Setelah itu, tool ini akan mengeluarkan semua keyword yang bisa Anda gunakan.

Tentu saja menggunakan keyword tool ini jauh lebih mudah dan tidak memakan banyak waktu jika dibandingkan dengan menggunakan Amazon suggest. Tool ini memberikan lebih banyak keyword dibandingkan dengan Amazon Suggest.

  • Kategori Amazon (dan kompetitor lainnya)

Kategori merupakan satu hal yang sering dianggap remeh oleh banyak pemilik website e-commerce. Halaman kategori memang tidak akan mengubah pengunjung pasif untuk menjadi pelanggan, tetapi halaman kategori dapat membantu memudahkan pengunjung website untuk mencari barang yang mereka inginkan dan nantinya akan meningkatkan penjualan. Jadi, mencari keyword untuk halaman kategori jugalah penting.

Amazon juga merupakan tambang untuk melihat kategori-kategori yang bisa Anda gunakan untuk bisnis Anda. Di website Amazon, pilih ‘shop by department’.

Yang muncul di atas adalah kategori utama Amazon. Jika Anda ingin memilih kategori yang lebih spesifik, Anda bisa memilih dari salah satu kategori utama tersebut.

 

Selain itu, Anda juga bisa melihat seluruh kategori Amazon melalui ‘Full Shop Directory’. Di halaman ini, Anda akan melihat seluruh kategori dan sub-kategori yang ada di Amazon.

 

Selain Amazon, Anda juga bisa mencari keyword Anda di website e-commerce yang bergerak di bidang atau industri yang sama. Misalnya, jika bisnis Anda menjual headphone premium, Anda bisa mengunjungi headphones.com untuk melihat kategori apa yang mereka gunakan.

  • Google Keyword Planner

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan Google Keyword Planner (GKP). Tool dari Google yang paling sering digunakan dalam riset keyword juga bisa membantu Anda untuk menemukan keyword untuk website e-commerce Anda. Memang harus diakui GKP mungkin tidak akan memberi banyak keyword yang fokus pada produk seperti Amazon atau e-commerce website lain, tetapi GKP dapat membantu Anda untuk memerika search volume dan commercial intent agar Anda dapat memilih keyword yang tepat untuk website Anda.

Bagaimana cara memilih keyword yang tepat?

Anda sudah tahu bagaimana cara riset keyword, lalu bagaimana dengan memilih keyword yang tepat?

  1. Search volume

Ini merupakan salah satu metric penting dalam mengevaluasi suatu kata kunci. Jika tidak banyak orang yang menggunakan keyword Anda, percuma kalau Anda menggunakan kata kunci tersebut.

Meski begitu, perlu diingat bahwa setiap industri bisnis memiliki penilaian berbeda terhadap search volume. Ada industry yang menganggap bahwa 100 pencarian sebulan sudah banyak sementara ada juga industri yang menganggap 10,000 pencarian sebagai jumlah yang sedikit.

Seperti disebutkan sebelumnya, Anda bisa menggunakan Google Keyword Planner untuk melihat search volume di kolom “avg. monthly searches”. Disini Anda bisa melihat keyword mana yang dianggap high volume dan low volume oleh industri Anda.

  1. Keyword-product fit

Mungkin Anda sudah menemukan keyword yang memiliki banyak pencarian. Tetapi belum tentu keyword tersebut cocok dengan apa yang Anda jual. Jika Anda memaksakan untuk menggunakan keyword itu, tentu tidak akan membantu proses konversi. Jadi, memastikan bahwa keyword yang Anda pilih sesuai dengan produk yang Anda jual. Sebagai contoh, jika bisnis Anda menjual teh Jepang dalam bentuk bag. Lalu Anda menemukan keyword yang memiliki volume pencarian paling tinggi adalah bubuk teh matcha.

Meskipun Anda tidak menjual green tea dalam bentuk bubuk, Anda mungkin merasa bisa menggunakan keyword itu tapi hal itu sulit dilakukan. Maka itu, sebisa mungkin jangan menggunakan keyword yang tidak berhubungan langsung dengan produk Anda. Walaupun keyword yang berhubungan langsung dengan produk Anda mendapat search volume lebih rendah, tetapi akan lebih membantu bisnis Anda dalam jangka panjangnya.

  1. Commercial intent

Menjadi peringkat pertama di halaman hasil search engine memang merupakan salah satu tujuan melakukan SEO. Tetapi, untuk website e-commerce, ada faktor lain yang perlu diperhatikan yaitu commercial intent.

Untuk melihat commercial intent, Anda bisa menggunakan Google Keyword Planner. Masukkan keyword Anda dan periksa kolom “Competition”.

‘Competition’ memberi lihat berapa banyak orang yang menargetkan keyword tersebut. Untuk e-commerce, Anda sebaiknya fokus pada ‘medium’ dan ‘high’ competition keywords.

‘Competition’ merupakan salah satu cara untuk melihat keyword apa yang akan membuat orang membeli dari website Anda. Tetapi metric lain yang bisa sangat membantu Anda adalah ‘Suggested bid’.

Suggested bid adalah sebuah indikator yang melihat berapa besar uang yang orang biasa keluarkan setelah mengklik sebuah keyword di Google Adwords. Ketika melihat commercial intent, semakin tinggi suggested bid nya, semakin bagus. Keyword dengan suggested bid yang lebih mahal juga lebih kompetitif di Google search. Selain itu, kemungkinan besar, keyword dengan suggested bid yang tinggi memiliki search volume yang lebih lebih rendah.

  1. Competition

Faktor yang satu ini mengukur sebagaimana sulitnya website Anda muncul di halaman pertama halaman hasil pencarian Google search. Ada dua cara untuk mengukur tingkat competition ini. Yang pertama adalah dengan menggunakan fitur Keyword Difficulty di SEMRush. Fitur ini memberi gambaran betapa kompetitifnya sebuah keyword. Semakin tinggi hasilnya, semakin kompetitif keyword tersebut untuk mendapat peringkat tinggi di organic search.

Cara yang kedua adalah dengan menargetkan keyword dan optimasi halaman website Anda. Anda bisa melakukannya dengan melihat halaman pertama Google dan melihat apakah 10 hasil pertama sudah dioptimasi sesuai dengan keyword tersebut. Jika halaman-halaman tersebut tidak terlalu berhubungan dengan keyword yang Anda targetkan, Anda bisa mengalahkan ranking mereka dengan membuat halaman website yang dioptimasi khusus agar relevan dengan keyword tersebut.

Site Architecture

Site architecture yang dimaksud disini adalah bagaimana halaman website Anda disusun dan diatur. Hal ini merupakan salah satu strategi SEO yang harus diperhatikan untuk setiap website. Tetapi, strategi yang satu ini sangatlah penting untuk website e-commerce karena website e-commerce memiliki lebih banyak pages dibanding dengan blog. Karena jumlah pages yang banyak, penting untuk memastikan bahwa site architecture Anda memudahkan pelanggan dan search engine untuk mencari halaman paling penting di website Anda. Dalam menyusun site architecture Anda, beberapa hal yang bisa Anda perhatikan adalah navigasi. Anda juga perlu memerhatikan bagaimana produk populer Anda, produk dengan rating yang tinggi, dan related products ditampilkan.

On-Page SEO

On-Page SEO untuk website e-commerce lebih difokuskan untuk halaman kategori dan produk. Ini dikarenakan dua halaman ini adalah halaman yang paling banyak mendapat traffic untuk website e-commerce. Kedua halaman ini juga membantu meningkatkan penjualan. Apa saja yang harus Anda lakukan untuk mengoptimasi SEO website e-commerce?

Title tag

  • Gunakan modifier seperti “murah” atau “diskon. Anda pastinya harus menaruh target keyword Anda di title tag Anda. Menambahkan modifiers di title tag dapat membantu page Anda untuk muncul dalam pencarian long tail keyword. Sebagai contoh, jika Anda menjual alat tulis kantor, mungkin judul yang akan Anda pilih adalah ‘Jual Alat Tulis Kantor’. Sebaiknya Anda menambahkan kata-kata yang orang sering gunakan di search engine. Ubah judul Anda menjadi ‘Jual Alat Tulis Kantor Murah’.
  • Gunakan kata-kata seperti “Diskon X%” atau “Paling murah” untuk meningkatkan click-through-rate (CTR). Ada kemungkinan bahwa Google menggunakan CTR sebagai salah satu alat ukur untuk menentukan ranking sebuah website. Kalaupun Google tidak menggunakannya, tidak ada salahnya Anda mengoptimasi title tag Anda agar CTR Anda tinggi. Karena semakin tinggi CTR Anda, berarti semakin banyak orang yang mengunjungi website Anda, dan kemungkinan menaikkan penjualan juga semakin tinggi. Ada beberapa kata yang biasanya menarik perhatian dan membuat orang-orang mengklik kalimat tersebut. Seperti misalnya “diskon 50%”, “paling murah”, “gratis ongkir”, dsb. Ketika Anda memasukkan kata-kata ini dalam title tag Anda, website Anda akan banyak diakses orang yang mungkin akan menjadi konsumen Anda.

Description Tag

Mengoptimasi description tag akan membantu memaksimalkan CTR, dimana nantinya akan memiliki efek kepada ranking Anda. Kata-kata yang bisa Anda gunakan di title tag juga bisa digunakan di description tag. Namun untuk description tag Anda bisa menggunakan kata-kata yang lebih panjang seperti  ‘Gratis ongkos kirim ke seluruh Indonesia’, ‘sale untuk seluruh item’,.”Klik disini untuk melihat diskon eksklusif khusus bagi Anda’.

Konten halaman kategori dan produk

Mengoptimasi halaman kategori dan produk adalah salah satu hal yang paling sulit dalam e-commerce marketing. Tidak seperti blog post yang fokus pada apakah konten ini berkualitas atau tidak, untuk website e-commerce Anda perlu memikirkan konversi. Berikut adalah 3 hal yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimasi konten halaman kategori dan produk.

  • Menulis 1000+ kata untuk deskripsi produk

Seperti yang sudah dibahas di artikel mengenai optimasi On-Page SEO sebelumnya, Google biasanya meletakkan konten yang lebih panjang di peringkat yang lebih tinggi. Hal ini juga berlaku untuk website e-commerce. Ini karena Google ingin mengerti apa isi halaman Anda dan dengan konten yang panjang tapi informatif, Google akan mengerti apa isi halaman itu. Tidak hanya Google, konsumen pun juga akan bisa lebih mengerti. Jika Anda merasa tidak mungkin Anda bisa menulis 1000 kata untuk setiap halaman website Anda, Anda bisa memilih untuk menulis deskripsi dengan 1000+ kata untuk 50-100 produk dan kategori yang lebih Anda prioritaskan.

  • Pastikan Anda memasukkan target keyword Anda sebanyak 3-5 kali di dalam konten tersebut. Ini tidak ada hubungannya dengan keyword density atau keyword stuffing. Ini hanya untuk memastikan bahwa Google mengerti apa arti dari konten di halaman tersebut. Sebagai contoh, jika target keyword Anda adalah “botol minum 1l’ pastikan bahwa keyword tersebut muncul di deskripsi produk Anda setidaknya 3 kali.
  • Gunakan LSI Keyword. Latent Semantic Indexing (LSI) keywords adalah kata-kata yang berhubungan dengan keyword utama Anda. Untuk mencari keyword yang berhubungan dengan keyword utama Anda, ada beberapa cara yang bisa Anda coba. Anda bisa menggunakan Amazon. Cari target keyword Anda di Amazon, lalu lihat kata-kata berhubungan apa yang paling sering muncul. Setelah itu, Anda bisa meletakkan LSI keyword ini di sepanjang konten Anda.
  • Gunakan URL yang pendek, tetapi mengandung keyword Anda. URL di website e-commerce memang akan lebih panjang karena kategori dan subkategori produk akan muncul di URL. Fokus untuk membuat URL yang pendek dan mengandung keyword Anda. Misalnya, Anda menjual slowcooker tipe 6 quart crockpot. Maka URL Anda bisa menjadi seperti ini: https://example.com/kitchenappliances/slowcooker/6-quart-crockpot
  • Jangan lupa dengan internal link. Hubungkan sebuah authoritative pages ke halaman kategori atau produk. Contoh dari authoritative pages adalah sebuah post di blog Anda yang memiliki banyak backlinks. Anda bisa menaruh sebuah link dari blog post tersebut ke produk atau kategori yang Anda sebutkan di blog post itu.
  • Untuk menambah nilai plus bagi website Anda, menambahkan schema review produk bisa menarik perhatian ketika orang sedang browsing di hasil pencarian Google search seperti di bawah ini.

Bagaimana cara mendapatkan tanda bintang review tersebut? Anda bisa melakukannya dengan mengimplementasikan schema markup di halaman produk website e-commerce Anda. Schema markup sendiri adalah coding yang bisa Anda tambahkan ke halaman website Anda. Code ini memberi tahu search engine pengertian lebih dalam tentang konten halaman website Anda. Ini adalah beberapa schema markup untuk review yang bisa Anda gunakan. Google mungkin tidak akan langsung menampilkan review tersebut tetapi menambahkan schema markup dengan baik dan benar akan menambah kemungkinan Google menampilkannya. Anda bisa menambahkan kode schema tersebut sendiri tapi Google memiliki tool yang bisa membantu Anda, Structured Data Markup Helper.

Teknis SEO untuk website e-commerce

Teknis SEO adalah salah satu hal yang penting untuk semua macam website, tetapi lebih-lebih untuk e-commerce. Ini karena website e-commerce biasa memiliki banyak halaman untuk diatur. Bahkan website e-commerce yang dianggap kecil bisa memiliki lebih dari 5,000 halaman dan dengan jumlah halaman website yang banyak, kemungkinan untuk mengalami isu teknis SEO semakin besar.

Selain itu, kebanyakan halaman produk di website e-commerce tidak memiliki banyak backlink. Ini menjadikan technical SEO sebagai ‘tiebreaker’ untuk halaman pertama Google. Yang dimaksud disini adalah masalah teknis SEO bisa menjadi penentu apakah website Anda berada di peringkat yang lebih tinggi atau lebih rendah di halaman pertama Google. Inilah mengapa audit teknis SEO secara rutin adalah salah satu hal yang harus Anda lakukan dalam melakukan strategi SEO e-commerce.

Untuk mengaudit website e-commerce, Anda bisa menggunakan SEO tools seperti Ahref, RavenTools, atau Anda bisa melihat artikel kami sebelumnya untuk melihat free SEO tools lainnya. Ada beberapa masalah teknis SEO yang sering terjadi, seperti isu-isu di bawah ini:

  • Halaman yang terlalu banyak. Memiliki halaman yang terlalu banyak bisa menjadi mimpi buruk bagi teknis SEO. Ini membuat menulis konten unik untuk setiap halaman sebagai sesuatu yang susah. Lalu, semakin banyak halaman yang ada di website, semakin besar kemungkinan Anda akan terkena isu konten duplikat. Terkadang jumlah halaman menjadi banyak karena variasi atas produk yang sama (misalnya 15 ukuran sepatu yang berbeda) memiliki URL uniknya masing-masing sehingga menambah banyak jumlah halaman website Anda.
  • Duplikasi konten. Duplikasi konten merupakan salah satu masalah yang paling sering dihadapi dalam melakukan SEO untuk e-commerce. Hal ini juga dapat mempengaruhi ranking website Anda dengan buruk.
  • Konten dengan jumlah kata yang rendah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konten yang panjang biasanya mendapat peringkat lebih tinggi di halaman hasil pencarian Google. Maka dari itu, konten yang memiliki jumlah kata lebih sedikit biasa muncul di peringkat lebih rendah di hasil pencarian. Hal ini memang sering terjadi kepada website e-commerce karena menulis konten tentang produk yang sama tidaklah mudah. Oleh karena itu, seperti yang disarankan sebelumnya, pastikan deskripsi produk Anda terdiri dari paling tidak 500-1000 kata.
  • Waktu loading website. Google mengakui bahwa waktu loading website Anda adalah salah satu faktor dalam menentukan ranking sebuah website. Untuk website e-commerce kecepatan website tidak hanya mempengaruhi SEO tapi juga keputusan pelanggan untuk membeli dari website Anda. Penelitian menemukan bahwa jika waktu loading website lambat, kemungkinan orang-orang untuk membatalkan niat membelinya adalah sebesar 29.8%. Waktu loading website sendiri dipengaruhi beberapa hal seperti misalnya terlalu banyak kode di website Anda, besarnya file image, dan juga hosting dan server yang lambat. Untuk memastikan bahwa waktu loading website Anda tidak lambat, hal yang bisa Anda lakukan adalah meng-upgrade hosting Anda, berinvestasi di CDN, dan mengoptimasi size file gambar dengan kompresi. Pastikan gambar Anda sudah dikompresi khusus untuk website.

Content marketing untuk E-commerce sites

Seperti website lainnya, website e-commerce bisa menambah traffic dan sales dengan menggunakan content marketing. Sebagai contoh, website e-commerce Williams-Sonoma.com memiliki blog yang sangat menarik berisi resep masakan, tips-tips masak, wawancara dengan koki terkenal, dan sebagainya.

Lalu bagaimana caranya mengimplementasikan content marketing untuk website e-commerce Anda?

  1. Cari dimana target pelanggan Anda berkumpul online. Misalnya jika bisnis Anda menargetkan pecinta teh, Anda mungkin mau mencoba mengunjungi forum-forum dimana pecinta teh biasa berkumpul dan melihat pertanyaan-pertanyaan serta diskusi apa yang sering dibahas di forum-forum tersebut.
  2. Coba pelajari kata-kata yang mereka gunakan di komunitas online. Ini bisa membantu Anda untuk mengetahui keyword apa yang mereka gunakan ketika mereka tidak ingin membeli suatu produk.
  3. Buat konten menarik dengan menggunakan keyword-keyword tersebut.

Link Building

Jika Anda sudah mengikuti strategi-strategi di atas, website e-commerce Anda sudah teroptimasi. Tetapi Anda perlu ingat bahwa off-page SEO juga penting. Untuk mendapatkan manfaat dari riset keyword dan semua strategi on-page SEO yang sudah Anda lakukan, Anda harus mulai membangun backlinks. Pastikan bahwa backlinks yang Anda dapat berasal dari website-website autoritas. Jika Anda mendapat backlinks dari website berkualitas rendah, Anda mungkin akan terkena penalty dari Google. Salah satu yang harus Anda hindari adalah content farm, yaitu website yang menerima siapa saja untuk menulis tentang topik apa saja. Google tidak menyukai content farm sehingga pastikan Anda tidak pernah mendapat backlink dari content farm.

104 total views, 8 views today